Anda di halaman 1dari 23

MOP

(Metode Operasi Pria)


S1 Keperawatan Tingkat III-A
Dosen : Bu Indah Rohmawati, S.SiT, M.Kes

KELOMPOK 8

DEBI YUNITA S.
MOHAMMAD JAMAL
PHIGHI AZIS P.
ULFATUNNAFIAH
UMI MUDRICATUS S.
YELLA ROSALIA P.

MOP (Metode Operasi Pria)


MOP

adalah alat kontrasepsi jenis sterilisasi melalui


pembedahan dengan cara memotong saluran sperma
yang menghubungkan testikel (buah zakar) dengan
kantung sperma sehingga tidak ada lagi kandungan
sperma di dalam ejakulasi air mani pria (Verawati, 2012).

Vasektomi

adalah prosedur klinik untuk menghentikan


kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi
vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan
ovum) tidak terjadi. (Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kontrasepsi; Edisi 2, 2006).

Syarat MOP
KESEHATAN
Melalui pemeriksaan oleh dokter
klien
dianggap
sehat
dan
memenuhi persyaratan medis
untuk
dilakukan
prosedur
tindakan vasektomi (Anggraini,
2012).Selain itu juga setiap calon
peserta kontap harus mengikuti
konseling (bimbingan tatap muka)
dan
menandatangani
formulir
persetujuan
tindakan
medik
(Informed Consent).

BAHAGIA
Setiap calon peserta kontap
terikat dalam perkawinan
yang syah dan harmonis telah
mempunyai anak minimal 2
orang dengan umur anak
terkecil minimal 2 tahun yang
sehat rohani jasmani.
Umur istri paling muda sekitar
25 tahun.

SUKARELA
Setiap calon peserta kontap secara sadar dengan kemauan sendiri dan
pasangan memilih kontap sebagai cara kontrasepsi dan telah
mengerti atau memahami segala akibat prosedur vasektomi.

INDIKASI
Untuk laki-laki subur
sudah punya anak
cukup (2 anak).
Istri yang beresiko
tinggi

KONTRA INDIKASI
Infeksi kulit atau jamur di
daerah kemaluan seperti scabies
Menderita Diabetus Mellitus
Kelainan skrotum
Hernia inguinalis
Anemia berat
Gangguan pembekuan darah
Orchiopexy (testis yang tidak
turun di skrotum)
Hydrocele (timbunan cairan
pada skrotum)

KEUNTUNGAN
SECARA UMUM

SECARA KHUSUS

Lebih aman, karena keluhan


lebih sedikit dibandingkan
dengan cara kontrasepsi
lain
Lebih praktis, karena hanya
memerlukan satu kali
tindakan saja
Lebih efektif, karena tingkat
kegagalannya sangat kecil
dan merupakan cara
kontrasepsi yang permanen
Lebih ekonomis, karena
hanya memerlukan biaya
untuk satu kali tindakan saja.

Sangat efektif dan


permanen
Tidak ada efek samping
dalam jangka panjang
Dapat mencegah
kehamilan lebih dari 99%
Tidak mengganggu
hubungan sexual
Tindakan bedah yang aman
dan sederhana

KERUGIAN
Tidak dapat dilakukan pada orang yang
masih ingin memiliki anak.
Harus ada tindakan pembedahan minor.
Harus menunggu sampai sel sperma
menjadi negatif.
Kadang - kadang menyebabkan komplikasi.
Problem psikologis yang berhubungan
dengan perilaku seksual.

TEMPAT PELAYANAN
Rumah sakit
Puskesmas
Klinik KB

PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN


Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum tindakan:
TIM MEDIS/PARAMEDIS
a.Menjelaskan prosedur MOP pada klien secara lengkap
b.Berikan pengarahan tentang bekas luka operasi
c.Berikan pengarahan tentang konsumsi obat
PASIEN
1.Tidur dan istirahat cukup
2.Mandi dan membersihkan daerah sekitar kemaluan
3.Dianjurkan puasa kurleb 2 jam sebelum operasi
4.Membawa celana khusus untuk menyangga skrotum
5.Datang ke tempat pelayanan dengan pengantar
6.Jangan lupa membawa surat persetujuan istri yang
ditandatangani atau cap jempol

CARA MOP (VASEKTOMI)


A.
B.
C.

Teknik vasektomi standar (Insisi Skrotum)


Teknik Vasektomi Tanpa Pisau (VTP atau NoScalpel Vasectomy)
Teknik Vasektomi Semi Permanen

A. Teknik Vasektomi Standar


1.
2.

3.

4.
5.

Celana dibuka dan baringkan pasien dengan posisi


terlentang.
Daerah kulit skrotum, penis, supra pubis dan bagian
dalam pangkal paha kiri kanan dibersihkan. Bila ada
bulu perlu dicukur terlebih dahulu.
Tutuplah daerah yang telah dibersihkan tersebut
dengan kain steril berlubang pada tempat skrotum
ditonjolkan keluar.
Tepat di linea mediana diatas vas deferens, kulit
skrotum diberi anastesi.
Kulit skrotum diiris longitudinal 1 sampai 2 cm, tepat
diatas vas deferens yang telah ditonjolkan ke
permukaan kulit.

Lanjutan.

6.

7.

8.
9.

10.

Setelah kulit dibuka, vasdeferens dipegang dengan klem, disiangi


sampai tampak vas deferens mengkilat seperti mutiara,
perdarahan dirawat dengan cermat.
Jepitkan vas deferens dengan klem pada dua tempat dengan jarak
1 - 2 cm dan ikat dengan benang sutra no 00,0 atau 1 kedua
ujungnya.
Potonglah diantara dua ikatan tersebut sepanjang 1 cm.
Untuk mencegah rekanalisasi spontan yang dianjurkan adalah
dengan melakukan interposisi vas deferens, yakni menjahit
kembali fasia yang terluka sedemikian rupa.
Lakukanlah tindakan diatas (langkah 6 - 9) untuk vas deferens
kanan dan kiri.

Teknik Vasektomi Tanpa Pisau


1.
2.
3.
4.

5.

6.

Celana dibuka dan baringkan pasien dalam posisi


terlentang.
Rambut di daerah skrotum di cukur sampai bersih
Penis di plester ke dinding perut
Daerah kulit skrotum, penis, supra pubis, dan bagian
dalam pangkal paha kiri kanan dibersihkan dengan
cairan yang tidak merangsang
Tutuplah daerah yang telah dibersihkan tersebut
dengan kain steril berlubang pada tempat skrotum
ditonjolkan keluar.
Tepat di linea mediana di atas vas deferens, kulit
skrotum diberi anastesi lokal.

Lanjutan.

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Kulit skrotum yang ditegangkan di fiksasi di dalam


lingkaran klem fiksasi
Tusuk di bagian yang paling menonjol dari vas
deferens lalu sedikit membuka kulit.
Dengan klem lingkaran, ambil saluran vas deferens
dan angkat sedikit.
Lakukan pengikatan pada kedua ujung dan lakukan
pemotongan vas deferens di tengah-tengah ikatan.
Lakukan pemasukan kembali bagian vas deferens yang
di keluarkan tadi pada bawah kulit.
Jahit luka (luka bekas vasektomi tanpa pisau lebih
kecil dari pada bekas vasektomi standar).
Lakukan tindakan diatas (langkah 8-12) untuk vas
deferens sebelah yang lain.

Teknik Vasektomi Semi Permanen


Vasektomi semi permanen adalah vas
deferens yang diikat dan bisa dibuka kembali
untuk berfungsi secara normal kembali dan
tergantung dengan lama tidaknya pengikatan vas
deferens, sebab vas deferens yang sudah lama
tidak dilewati sperma akan menganggap sperma
adalah benda asing dan akan menghancurkan
benda asing.

PERAWATAN
SETELAH TINDAKAN
1. Istirahat setelah 1-2 hari dan hindarkan kerja berat
selama 7 hari
2. Jagalah kebersihan dengan membersihkan diri secara
teratur dan jaga agar luka bekas operasi tidak terkena
air atau kotoran
3. Makanlah obat yang diberikan dokter secara teratur
sesuai petunjuk
4. Pakailah celana dalam yang kering dan bersih, dan
jangan lupa menggantinya setiap hari
5. Janganlah bersenggama bila luka belum sembuh.
Boleh berhubungan seksual setelah 7 hari setelah
operasi.

MOP DIANGGAP GAGAL


JIKA:
Pada analisa sperma setelah 3 bulan pasca
operasi atau 10- 15 kali ejakulasi masih
dijumpai spermatozoa.
Dijumpai spermatozoa setelah sebelumnya
azosperma.
Istri (pasangan) hamil (Saifuddin, 2006).

KOMPLIKASI

Hematoma skrotalis
Infeksi atau abses pada testis
Atrofi testis
Epididimitis
Peradangan kronik di tempat insisi.

TERIMA
KASIH