Anda di halaman 1dari 7

METODE PELAKSANAAN

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN
Untuk Pekerjaan Persiapan terdiri dari penyiapan Direksi Keet, Pengukuran dan Pematokan Lapangan,
Pembuatan Papan Nama Proyek dan Pembuatan Rambu Laiu fintas.
1. Direksi Keet
Direksi Keet lapangan disesuaikar, dengan RB; membuat bangunan sendiri, menyewa rumah atau
pemanfaatan bangunan disekitar lokasi kegiatan yang terdiri dari 3 ruangan. Untuk Direksi dilengkapi dengan
Gambar Kerja, Buku Direksi, Buku Tamu dan Laporan Harian.
2. Pengukuran dan Pematokan
Untuk Pengukuran dan Pematokan dilakukan dengan menggunakan tenaga sejumlah 4 orang tenaga tidak
terampil, didarnpingi oieh Pengawas Lapangan dan dilakukan pematokan pada setiap 100 m panjang jalan
yang diukur.
3. Pembuatan Papan Nama Proyek
Untuk Pembuatan Papan Nama Proyek dikerjakan oleh 1 orang tukang dan menggunakan bahan multiplek.
Papan Nama Kegiatan didirikan tegak diatas kayu 517 setinggi 200 cm. Diletakkan pada tempat yang mudah
dilihat oleh umum.
4. Pembuatan Rambu Lalu lintas
Untuk Pembuatan Rambu Lalu lintas dikerjakan oleh 1 orang pekerja dan. menggunakan bahan multiplek
ditambah dengan kayu kaso. Rambu Lalu lintas ditempatkan di muka jalan dan dibantu dengan para Aparat
setempat untuk psngaturan Lalu-lintas.
Untuk Pekerjaan Persiapan ini diperlukan waktu pelaksanaan sekitar 3 hari atau lebih, tergantung kepada besar kecilnya volume maupun tingkat kesulitan lokasi pekerjaan.

II.

PEKERJAAN TANAH
PENYIAPAN TANAH DASAR

Bahan bahan
Bahan -- bahan dasar dan kualitasnya diselesaikan dengan persyaratan yang berkaitan dengan
timbunan biasa, timbunan pilihan atau galian tanah dasar yang ada. Bahan - bahan yang digunakan
dalam masing - masing keadaan seperti yang diisyaratkan oleh Direksi Teknik, dan dipasang seperti
yang ditetapkan pada Bab 3.1 dan 3.2.

Pelaksanaan Pekerjaan
1. Penyiapan Lapangan
a. Penggalian dan pengurugan untuk tanah dasar seperti yang ditetapkan pada Bab 3.1 dan 3.2
spesifikasi ini.
b.

2.

Pemadatan lapisan tanah dibawah permukaan tanah dasar


a. Lapisan - lapisan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar dipadatkan sampai
45% kepadatan kering maksimum,
b.

Kontraktor Pelaksana menyediakan dan menggunakan mal logam atau mistar logam untuk
memeriksa punggung atau kemiringan melintang lokasi. Bilamana diminta oleh Direksi -(eknis,
ketinggian dan atau elevasi lapangan diperiksa dengan alat survey ketinggian I elevasi.

Lapisan - lapisan yang berada pada 30 cm atau kurang, dan sampai permukaan tartah dasar
dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum.

Jumlah Tenaga
Jumlah tenaga yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan peker;aan ini agar tepat waktu sesuai dengan schedule, yang juga
tergantung pada besar keciinya volume pekerjaan yang dimaksud.

Waktu

Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 1 Minggu atau iebih, tergantung
kepada besar - keciinya volume maupun tingkat kesulitan pada lokasi pekerjaan.
III.

PEKERJAAN BAHU JALAN


Bahan - bahan
Sumber bahan dipilih atas dasar tersedianya bahan dengan memperhitungkan lokasi, kualitas dan volume
sumber bahan atau quarry. Pemilihan bahan juga disesuaikan apabila diisyaratkan oleh Direksi Teknis
maupun yang ditentukan dalam kontrak kerja.
Pelaksanaan Pekerjaan
1. Penyiapan Lapangan
Sernua tumbuh - tumbuhan dibongkar dari bahu jalan exsisting. Rumput, alang - alang, semak sernak, dan tumbuhan lainnya dipotong ulang seperlunya sebelum pembentukan kemba!i. Semua
sampah organik maupun non organik I logam dibersihkan dari lokasi pekerjaan. Apabila dalam --lokasi
tersebut terdapat instalasi milik PAM; TELKOM; maupun instalasi PLN seperti kabel dan atau tiang
listrik, apabila diharuskan untuk di-relokasi, maka dilakukan konfirmasi dan koordinasi dengan pihak
terkait.
2. Pembentukan Kernbali
a. Bahu jalan yang ada dibentuk kambali menggunakan tenaga kasar, Traktor atau Motor Grader;
disesuaikan dengan kontrak kerja atau yang ditentukan dalarn analisa teknis, atau seperti yang
diisyaratkan oleh Direksi Teknis.
b. Pekerjaan tersebut mencakup pembongkaran daerah - daerah yang tinggi, pengurugan daerah daerah rendah dengan bahan Sebihan, pembentukan kembali bahu jaian tersebut hingga
memenuhi kelandaian, garis batas dan ketinggian, beserta penyelesaian akhir rata dengan tepi
perkerasan. Penir,gkatan dilaksanakan dengan Motor Grader atau Traktor yang dipasangi dengan
satu Pisau Grader, dan diperlukan paling sedikit dua lintasan untuk perapihan dan pembuanyan
bahan - bahan lebihan.
3. Pemadatan
Seluruh pembentukan kembali dan perataan bahu jalan diikuti pemadatan dengan Mesin Gilas Roda
Baja atau peralatan pemadatan lain yang cocok yang disetujui oleh Direksi Teknis Pemadatan
dilaksanakan sampai mernenuhi persyaratan kepadatan normal untuk mempersiapkan tanah dasar,
sesuai dengan Bab 3.3 spesifikasi ini, dan ditambahkan air seperlunya selama pemadatan untuk
memberikan kandungan air yang cukvp bagi pemasangannya.
Jumlah Tenaga
Jumlah tenaga yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar tepat waktu sesuai dengan schedule, yang juga
tergantung pada besar kecilnya volume pekerjaan yang dimaksud.

Waktu
Waktu yang diperlukan untuk menye!esaikan pekerjaan ini adalah 1 Minggu atau lebih, tergantung
kepada besar - keciinya volume maupun tingkat kesulitan pada lokasi pekerjaan.

IV.

PEKERJAAN PERKERASAN BERBUTIR

LAPIS PONDASI BAWAH (LPB)

Bahan - bahan
a.

Bahan untuk pekerjaan Lapisan Pondasi Bawah bebas dari debu, zat organic, serta bahanbahan lain yang dibuang, dan memiliki kualitas bila bahar, tersebut telah ditempatkan akan
siap saling mengikat membentuk satu permukaan yang stabil dan mantap.

b,

Bila perlu sesuai dengan isyarat Direksi Teknis, bahan - bahan darl berbagai sumber atau
pemasokan dapat disatukan (dicampur) dalam perbandingan yang diminta oleh Dlreksi Teknis
atau seperti yang ditunjukkan dengan pengujian - penyujian untuk dapat memenuhi
persyaratan spesifikasi bahan Lapis Pondasi Bawah.

Pelaksanaan Pekerjaan
1.

Penyiapan Lapis Tanah Dasar


a. Lapis tanah dasar atau formasi disiapkan clan diselesaikan sesuai dengan pekerjaan
yang ditetapkan dibawah "Pekerjaan Tanah" Bab 3.3. Semua bahan sampai kedalaman
30 cm dibawah permukaan lapis tanah dasar dipadatkan sampai 100% kepadatan kering
maksimum yang ditentukan oleh pengujian Laboratorium.
b.

2.

3.

Pencampuran dan Pemasangan Lapis Pondasi Bawah


a.

Lapis Pondasi Bawah tersebut dicampur lapangan ruas jalan yang bersangkutan,
terkecuali diisyaratkan lain oleh Direksi Teknis, dengan menggunakan tenaga kerja atau
Motor Grader.

b.

Penyiraman dengan air, bila diperlukan demikian selama percampurarf clan


penempatan.

c.

Ketebalan Lapis Pondasi Bawah dipasang sesuai dengan Gambar Rencana dan seperti
dinyatakan dalam daftar Penawaran.

Penghamparan dan Pemadatan


a.

Perbandingan penggunaan material ! agregate Batu Pecah Tersaring dgn Binder (Pasir
Urug) adalah 120 m' : 75 m3 dan atau 125 m3 : 65 m3. Pada ronyga-rongga ditambahkan
/ diisi derigan Binder (Pasir Urug).

b.

Penghamparan akhir LPB sampai ketebalan dan kemiringan melintang jalan yang
diminta, dilaksanakan dengan kelonggaran penurunan ketebalan kira - kira 15% untuk
pemadatan lapisan - lapisan LPB. Segera setelah penghamparan clan pembentukan
akhir, masing - masing lapisan dipadatkan sampai lebar penuh LPB perkerasan, dengan
menggunakan Mesin Gilas Roda Baja atau Mesin Gilas Roda Ban Pneumatic atau
peralatan pemadatan lain yang disetujui oleh Direksi Teknis.

c.

Penggilasan untuk pembentukan clan pemadatan bahan lapisan pcndasi bawah akan
bergerak secara gradual (sedikit demi sedikit) dari pinygir ke tengah, sejajar dengan
garis sumbu jalan sampai seluruh permukaan telah dipadatkan secara merata. Pada
bagian - bagian super elevasi, kemiringan melintang jalan atau kelandaian yang terjal,
penggilasan bergerak dari bagian yang lebih rendah ke bagian jalan yang lebih tinggi.
Setiap ketidak teraturan atau bagian amblas yang mungkin terjadi, dibetulkan dengan
menggaru atau meratakan dengan menambahkan bahan LPB untuk membuat
permukaan tersebut mencapai bentuk dan ketinggian yang benar.
Kandungan kelembaban untuk pemasangan dijaga didalam batas-batas 3% kurang dari
kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air optimum dengan penyemprotan air
atau pengeringan seperlunya, dan bahan LPB dipadatkan untuk menghasilkan
kepadatan yang disyaratkan pada seluruh ketebalan pada tiap lapisan dan mencapai
100% kepadatan kering maksimum yang ditetapkan yang sesuai dengan spek.

d.

4.

Bahan Lapis Pondasi Bawah diiempatkan dan ditimbun di tempat yang bebas dari lalu
lintas serta aiiran clan lintasan air disekitarnya.

Pengendalian Lalu - lintas


a.

Kontraktor Peiaksana bertanggung jawab atas semua akibat lalu lintas yang diizinkan
lewat diatas parmukaan kerikil salama pelaksanaan pekerjaan dan akan me!arang lalu
lintas tersebui bila mungkin dengan menyediakan sebuah jalan pengalihan (alternative)
alau dengan pelaksanaan pekerjaan separuh lebar jalan.

b.

Bahan - bahan ditumpuk dalam satu tempat yang baik yang menjamin bahwa tumpukan
tersebut tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas atau membendung aliran air.

Jumlah Tenaga
Jumlah tenaga yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Waktu
Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 1 Minggu atau lebih, tergantung
kepada besar - keciinya volume pekerjaan.

LAPIS PONDASI ATAS (LPA)

Bahan bahan

Makadam Ikat Basah


Bahan Lapis Pondasi Atas juga meliputi :
a.

Agreagate kasar teitahan pada saringan 4,75 mm, bilamana dihasilkar dari kerikfl tidak
kurang dari 50% tertiadap berat, merupakan partikel - partikel yang memiliki paling
sedikit satu bidang pecah.

b.

Agreagate halus yang lolos pada saringan 4,75 mm, terdiri dari keriki! halus clan pasir
alami atau debu crusher.

c.

Prosentase berat agreyate tipis 1 pipih (perbandingan tebal dengan panjang lebih dari 1 :
5) maksimum 5%.

Pelaksanaan Pekerjaan
1.

2.

Penyfapan Lapis Pondasi Atas


a.

Jika LPA diletakkan diatas LPB, permukaan LPB dibersihkan dari kotoran-kotoran dan
setiap bahan lain yang merugikan untuk penghematan LPA.

b.

Agregate Lapis Pondasi Atas ditempatkan clan ditimbun bebas dari lalu lintas serta
drainase dan lintasan air disekitarnya.

Pencampuran clan Penghamparan Lapis Pond asi Alas


a.

Agregate Lapis Pondasi Atas Kelas A

Agregate ditempatkan pada lokasi diatas penghamparan LPB yang sudah


disiapkan dalam volume yang cukup untuk menyediakan penghamparan can
pemadatan , ketetlalan yang diperlukan.

Agregate dihampar dengan tangan oleh pekerja atau dengan Motor Grader sampai
safu campuran yang merata, dengan batas kelembaban yang optimum.

Agregate dihampar dalam lapisan yang tidak melebihi ketebalan 20cm, dalam satu
cara sehingga kepadatan maksimum yang teiah ditetapkan dapat dicapai.

b.

Makadam Ikan Basah Kelas B

Sebelum penghamparan batu kasar / pokok, dibuat bangunan penunjang samping


pinggir ( lebar + 30 cm ), misalnya dengan material timbunan bahu jalan,
pemadatan batu pokok yang di gilas tidak dapat terdorong ke pinggir.

Dengan menggunakan suatu bahan yang ukuran maksimumnya adalah A cm


ketebalan daripada lapisan dibatasi sampai A + 4 cm sebelum peinadatan untuk
memperoleh suatu iapisan kira - kira A + 2 cm setefah pemadatan.

c.

Penempatan batu pokok dikerjakan dengan hati - hati sekali untuk membentuk
permukaan jalan sedekat mungkin mendekati kemiringan dan tebal yang
diisyaratkan. Oleh karena itu tebal lapisan, bentuk dan kehalusan permukaan
sering sekali diperiksa selama penyhamparan agregate - agregate. ,lika diperlukan
bahan ditambah atau dikurangi.

Pengharrparan dan Pemadatan

d.

V.

Penghamparan akhir sampai ketebalan dan kemiringan melintang yang diperlukan,


dilaksanakan dengan cadangan pengurangan ketebalan sekitar 10% untuk
pemadatan bahan LPA segera setelah penghamparan dar, pembentukan akhir
setiap lapisan LPA, bahan tersebut dipadatkan dengan baik dengan alat pemadat
yang sesuai meliputi Mesin Gilas Roda Rata, Mesin Gilas jenis Pneumatic atau
Mesin Gilas Bergetar .

Penggilasan untuk pembentukan dan pemadatan maju secara gradual (sedikit demi
sedikit) dari pinggir ke tengah dari perkerasan, sejajar dengan yaris sumbu jalan
dan dilaksana'Ican dalam operasi yang menerus untuk membuat pemadatan
matang yang merata. Pada bagian super elevasi, miringan melintang atau
kemiringan yang terjal, penggilasan berjakan dari bayian jalan yang lebih rendah
menuju ke bagian atas

Pengendaiian Lalu - lintas

Kontraktor Pelaksana bertanggung jawab atas semua akibat ialu iinfas yang
diizinkan lewat diatas permukaan kerikil selama pelaksanaan pekerjaan clan akan
melarang lalu lintas tersebut bila mungkin dengan menyediakan sebuah jalan
pengalihan (alternative) atau dengan pelaksanaan pekerjaan separuh lebar ialan.

Bahan - bahan ditumpuk dalam satu tempat yang baik yang menjamin bahwa
tumpukan tersebut tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas atau membendung
aliran air.

Jumlah Tenaga
Jumlah tenaga yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar tepat waktu sesuai dengan schedule, yang juga
tergantung pada besar kecilnya volume pekerjaan yang dimaksud.

Waktu
Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 5 Minggu atau lebih, tergantung
kepada besar - kecilnya volume maupun tingkat kasulitan pada lokasi pekerjaan.

PEKERJAAN PEMBESIAN

Bahan bahan
1.

2.

Batang Baja Penulangan


a.

Batang baja penulangan palos atau ulir dgn persyaratan PBI 1971 (MI-2). Kecuali dinyatakan lain
mutu baja digunakan untuk beton bertulang biasa mutu U-24 dengan tegangan leleh . 2.400
Kg/cm2.

b.

Baja penulangan didapat dari pabrik pembuatan yang disetujui dan disertai denyan sertifikat
pengujian yang memastikan kecocokan mutu. Jika mutu baja diragukan, Direksi Teknis dapat
meminta baja tersebut diuji kembali.

c.

Baja penulangan disediakan bersih dan bebas dari lumpur, minyak, gemuk atau karat.

Kawat Pengikat Penulangan


Kawat pengikat yang digunakan untuk pengikatan dan pengamanan batang tulangan baja, kawat baja
sesuai dengan PBI 1971 (MI-2) dan disetujui oleh Direksi Teknis.

Pelaksanaan Pekerjaan
1.

Pabrikasi Baja Tulangan


Batang tulangan baja dipotong dengan panjang yang dibengkokan secara hati - hati menurut bentuk
dan ukuran yang diperiukan, disesuaikan dengan Gambar Rencana atau yang diisyaratkan menurut
kontrak kerja.

2.

Penempatan clan Pengikatan


a. Fenulangan dibersihkan secepatnya sebelum penggunaan, untuk menjamin kondisi pengikatan
yang baik.
b. Batang baja penulangan diikat bersama dengan kokoh untuk menghindari perpindahan tempat
selama penuangan dan penempatan beton. Pengelasan batang bersilang atau begel kepada baja
tegangan utama, diizinkan.
c. Kawat ikat kokoh dengan akhir puntiran menghadap ke dalam beton.
d. Tulangan anyaman baja ditempatkan dalam sepanjang - panjang yang dapat di4aksanakan,
dengan penyambungan panjang bertindih selebar satu anyaman penuh. Anyaman dipotong untuk
memasany sudut - sudut bukaan - bukaan dan dihentikan pada sambungan - sambungan antara
slab.

Jumlah Tenaga
Jumiah tenaga yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar tepat waktu sesuai dengan schedule, yang juga tergantung pada
besar kecilnya volume pekerjaan yang dimaksud.

Waktu
Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 1 Minggu atau lebih, tergantung kepada
besar - kecilnya volume pekerjaan.

VI. PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON

Bahan bahan
Bahan yang digunakan pada pekerjaan ini adalah bahan Beton K-350 yang sudah siap digelar yang
didatangkan dari supplier beton (Ready Mix) dengan mutu beton yang sesuai dengan spesifikasi teknis dan
tercantum didalam RAB atau dokumen kontrak dan gambar rencana.

Pelaksanaan Pekerjaan
1.

Penyiapan Lapangan
a. Lokasi pekerjaan untuk panempatan beton disiapkan dan semua pemasangan yang diperlukan
diselesaikan sehingga disetujui oleh Direksi Teknis. Bahan - bahan telah diuji dan ditempatkan
serta peralatan dalam keadaan bersih siap untuk dipakai.
b.

Semua acuan, penulangan, pembesian I dowel dan item pelengkap lainnya ditempatkan secara
aman untuk mencegah perpindahan tempat.

2.

Acuan
Acuan dari bahan kayu, yang sudah diserut dan diratakan permukaannya.

3.

Penempatan Beton
a. Penuangan beton dimuiai sampai acuan, penulangan dan pakerjaan persiapan lainnya
diselesaikan sesuai dengan persyaratan spesifikasi dan diperiksa serta disetujui oleh Direksi
Teknis.
b. Beton dituangkan dalam satu cara sehingga tidak terjadi segregasi ayregate, dan tidak ada beton
yang dijatuhkan secara bebas dari satu ketinggian lebih besar dari 1,50 meter.

4.

Sambungan Konstruksi
Untuk sambungan digunakan dengan cara pemotongan pada tiap segment dengan menggunakan '
Concrete Cutter, dimana masing - masing segment berukuran kurang dari 30 m2 dan dilaksanakan
pada saat beton telah digelar dan berumur kurang dari 6 iam. Untuk sambungan konstruksi masing masing celah segment akan diberi lapisan sealent.

5.

Pemadatan Beton
a. Beton dipadatkan dengan Mesin Penggetar didalam, yang disetujui, dilengkapi apabila diperlukan
dengan batang tangan.

b.
c.

Pemadatan manual hanya diizinkan jika disetujui diireksi teknis dan pemadatan didaiam campuran
beton dengan tongkat pemadat, bersama - sama dengan pemukular. yang menerus sisi luar
cetakan.
Jumlah penggetar yang diperlukan ditentukan dengan volume beton yang di-cor setiap jam dengan
persyaratan minimum 2 penggetar untuk beton 4 m3.

5. Penyelesaian dan Perawatan Beton

a.

Pembongkaran Cetakan
Acuan tidak akan dibongkar sebelum beton telah cukup untuk berdiri (mendukung) sendiri.

Jangka waktu minimum yang diperlukan antara pengecoran dan pembongkaran acuan
adalah 11 hari

b.

Parmukaan Selesai
Permukaan yang tidak sempurna dirapikan dan dibuat bagus sehingga disetujui oleh Direksi
Teknis. Apabila ada rongga - rongga besar nampak keluar, beton dilubangkan kembali sampai
bahan yang keras dibasahi dengan air dan dilapisi dengan lapisan pasta semen tipis. Adukan
beton terdiri dari 1 Pc : 2 Ps dilapiskan kemudian sampai bentuk permukaan yang diperlukan. Jika
ada permukaan beton yang pecah rambut, maka celah - celah tersebut diberi lapisan sealent.

c.

Perawatan Beton
Dimulai dengan setehah pengecoran, beton dilindungi terhadap hujan lebat, panas matahari,
atau setiap kerusakan fisik yang dapat memindahkan beton tersebut.
Untuk menjamin pengerasan dan hidrasi beton, dirawat dengan menutup permukaan dengan
pasir basah, anyaman, karung goni atau seiimut rawatan yang direndam dengan air untuk satu
jangka waktu paling sedikit 3 hari dan kemudian dirawat dalam keadaan lembab untuk 4 hari
berikutnya. Cetakan yang dalam posisinya juga dijaga agar tetap basah

Jumlah Tenaga
Jumlah tenaga yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar tepat waktu sesuai dengan schedule, yang juga
tergantung pada besar kecilnya volume pekerjaan yang dimaksud.

Waktu
Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 8 Minggu atau lebih, tergantung kepada
besar - kecilnya volume maupun tingkat kesulitan pada lokasi pekerjaan.

VII.

PEKERJAAN PEMBERESAN
Selama masa penanganan dalam pelaksanaannya akan tetap memelihara pekerjaan sehingga terbebas
dari tumpukan sisa bangunan, kotoran - kotoran dan sampah - sampah yang dihasilkan sebagai akibat
adanya proyek.
Pada saat selesai pekerjaan, seluruh bahan sisa dan bahan kelebihan, sampah - sampah, perlengkapan perlengkapan, peralatan dan mesin - mesin dari lapangan akan disingkirkan dari seluruh bagian permukaan
hasil penanganan terlihat bersih dan dalam keadaan siap pakai sehingga penyerahan proyek dapat diterima
dengan memuaskan oleh Direksi teknik.