Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN EVALUASI PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

RADIOLOGI
TAHUN 2013

I.

PENDAHULUAN

Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan dibidang kesehatan,


radiologi merupakan salah satu unsur penunjang dalam pemberian
pelayanan terhadap pasien. Disamping itu bagian radiology juga
mempunyai sistem pelaporan yang bagus, mudah dimengerti dan
mempunyai tujuan maupun target yang akan dilakukan.
II.

TUJUAN
Sebagai bentuk tanggungjawab dan sebagai evaluasi terhadap kegiatan
pelayanan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kualitas mutu
pelayanan kedepan

III.

LAPORAN
Konsep yang dipakai untuk mengevaluasi kualitas pelayanan radiologi RS
Muhammadiyah Lamongan adalah merujuk pada KMK 1014 2008 dan
Standar Pelayanan Minimal Radiologi RS Muhammadiyah Lamongan .
Indikator yang dipakai untuk menganalisa SPM pelayanan radiologi RS
Muhammadiyah Lamongan adalah sbb :
1. Indikator
2. Indikator
3. Indikator
4. Indikator
5. Indikator
6. Indikator
7. Indikator
8. Indikator
9. Indikator
10.Indikator

keluhan pasien
hasil foto yang dilakukan exspertise > 12 jam
penolakan hasil pembacaan / exspertise
jam kedatangan dokter radiologi
kesalahan tindakan radiologi
angka kejadian foto ulang
angka kejadian reaksi pemakaian obat kontras
respon time permintaan cito ( > 30 menit )
waktu tunggu pelayanan foto thorax ( > 3 jam )
angka kegagalan pelayanan radiologi

Dengan 10 indikator SPM diatas dan dilakukan pengambilan data dari


kegiatan pelayanan harian radiologi, maka didapatkan data data sbb :
REKAPITULASI SPM RADIOLOGI 2013

Keluhan
pasien atau
keluarga
pasien
Hasil foto
yang
dilakukan
ekspertise >
12 jam

10

11

12

Rata2

Stand
ar

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.05
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.05
%

0.00
%

0.05
%

0.01
%

<1%

0.99
%

0.74
%

0.92
%

1.40
%

0.46
%

9.77
%

10.2
9%

23.4
4%

10.6
3%

10.3
5%

12.1
1%

10.0
8%

7.60
%

<5%

Angka
penolakan
ekspertise
Jam
kehadiran
dokter
spesialis
Angka
kesalahan
tindakan
radiologi
Angka
kejadian foto
ulang
Angka
kejadian
reaksi
pemakaian
obat kontras
Respon time
pemeriksaan
CITO ( > 30
menit )
Waktu
tunggu hasil
pelayanan
foto thorax
( > 3 jam )
Angka
kejadian
kegagalan
pelayanan
rontgen

IV.

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.04
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.04
%

0.05
%

0.00
%

0.01
%

0%

16.1
3%

19.6
4%

30.3
6%

18.3
3%

20.6
9%

10.5
3%

19.6
7%

33.8
7%

23.3
3%

29.0
3%

18.0
0%

47.4
6%

23.9
2%

< 10
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.04
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

<1%

1.77
%

1.81
%

3.33
%

4.27
%

2.33
%

1.23
%

3.02
%

4.59
%

1.56
%

0.78
%

1.35
%

2.30
%

2.36
%

<2%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

1.59
%

0.00
%

2.08
%

0.00
%

0.00
%

2.86
%

1.69
%

0.69
%

<2%

0.00
%

0.05
%

0.05
%

0.05
%

0.00
%

0.00
%

0.33
%

0.25
%

0.09
%

0.40
%

0.09
%

3.33
%

0.39
%

<2%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.41
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.00
%

0.03
%

<3%

0.00
%

0.00
%

0.11
%

0.00
%

0.22
%

0.05
%

0.00
%

0.20
%

0.00
%

0.27
%

0.00
%

0.05
%

0.07
%

<1%

KEDALA
Dari data SPM yang telah direkap dari bulan januari sampai desember
2013, kendala yang menjadikan prosentase indikator SPM melebihi
standar yang sudah ditentukan adalah sbb :
a. Indikator hasil foto yang dilakukan exspertise > 12 jam
Data yang keluar dari indikator ini banyak disebabkan oleh
pemeriksaan pada jam 20:30 sampai dengan jam 06:30. Sedangkan
pada rentang jam tersebut tidak ada dokter yang praktek dan
terkendala dengan kebijakan yang terkait dengan kontrak kerja dg
dokter mitra radiologi. Yaitu pada jam 20:30 sampai dengan 06:30
merupaka hak pada praktek dokter sore hari. Sehingga yang keluar
pada rata rata akan diatas standar yang telah disusun
b. Indikator penolakan hasil pembacaan / exspertise
Pada indikator ini, semuanya disebabkan oleh permintaan second
opinion dari dokter yang merawat pasien tersebut. Jadi bisa
disimpulkan kalau permintaan seperti ini bukan karena adanya
penolakan terhadap hasil pembacaan pemeriksaan radiologi.
c. Indikator jam kedatangan dokter radiologi

Pada indikator ini kendala yang terjadi adalah kedatangan dokter


radiologi tidak bisa memenuhi
mulai praktek sesuai dengan isi
kesepakatan perjanjian kontrak kerja yaitu pagi jam 11.00 dan sore jam
16.00 dengan toleransi 30 menit
d. Indikator angka kejadian foto ulang
Angka prosentase yang melebihi standar pada indikator ini terkendala
dengan kejadian antara lain :
Adanya mahasiswa PKN
Adanya tenaga magang
Untuk perbandingan hasil foto
e. Indikator angka kejadian reaksi pemakaian obat kontras
Tidak ada kendala pada indikator ini
V.

KESIMPULAN DAN SARAN


Dari rekapitulasi SPM radiologi rentang bulan Januari Desember 2013
didapatkan kesimpulan sbb :
a. Keluhan pasien dengan pelayanan radiologi masih baik, dalam antrian
pasien masih percaya dengan pelayanan yang diberikan sampai saat ini
b. Hasil foto yang dilakukan exspertise > 12 jam rata rata masih tinggi,
ini disebabkan karena :
1. Pemeriksaan pada shife III ( jam 20:30 06:30 ) sesuai dengan pola
kerja dokter radiologi dan perjanjian kontrak kerja menjadi hak
dokter yang praktek pada sore hari, sehingga hasil pembacaan
menunggu lebih dari 12 jam
2. Kebijakan pada pedoman pelayanan radiologi tentang pengiriman
hasil pemeriksaan radiologi melalui BBM terkendala dengan kualitas
gambar, sehingga dikuatirkan kesalahan membaca
c. Penolakan hasil pembacaan / exspertise melebihi standar disebabkan
karena adanya permintaan second opinion dari dokter yang merawat
pasien, jadi bukan karena adanya penolakan terhadap pembacaan hasil
radiologi.
d. Jam kedatangan dokter radiologi melebihi rentang waktu mulai praktek
( 30menit ), rata rata 23.92 % dokter terlambat lebih dari 30 menit.
Angka keterlambat tersebut perlu mendapat perhatian dan kebijakan
tersendiri dari manajemen sehingga pelayanan terhadap pasien tidak
merasa dirugikan
e. Kesalahan tindakan radiologi masih belum muncul atau
ditemukan adanya kesalahan tindakan pemeriksaan radiologi
f.

belum

Angka kejadian foto ulang pada periode ini melebihi standar banyak
ditentukan oleh :
1. Adanya tenaga radiographer yang melakukan PKN atau magang

2. Adanya kesalahan karena kondisi pasien yang tidak kooperatif


3. Adanya kurang perhitungan saat melakukan setting daya tembus
obyek pada pasien yang gemuk
g. Indikator angka kejadian reaksi pemakaian obat kontras
Saat ini pemakaian kontras media yang digunakan di radiologi sudah
termasuk non ionic, sehingga reaksi alergi terhadap masih kecil. Pada
indikator ini ditemukan pasien yang mengalami reaksi muntah muntah setelah dimasukan kontras media walaupun hasil skin tes
negative. Pada periode selanjutnya diusulkan untuk memakai produk
lain yang reaksi alerginya lebih rendah lagi.
h. Indikator respon time permintaan cito ( > 30 menit )
Respon time permintaan cito masih dibawah standar, yang kami
lakukan evaluasi pada indikator ini adalah permintaan dari IGD.
Sedangkan untuk permintaan IPI tidak kami masukkan dalam indikator
ini.
i.

Indikator waktu tunggu pelayanan foto thorax ( > 3 jam )


Belum kami temukan waktu tunggu pelayanan foto thorax yang
melebihi 3 jam, dikarenakan radiologi sudah menggunakan CR
sehingga waktu tunggu pasien lebih sedikit.

j.

Indikator angka kegagalan pelayanan radiologi


Angka kegagalan pelayanan radiologi yang disebabkan oleh
ketidaktersediaan fasilitas, bahan habis pakai atau ketersediaan tenaga
belum melebihi standar yang ditentukan, hal ini disebabkan karena
input data saat ini hanya dari permintaan yang ada di radiologi.
Permintaan dari unit pelayanan lain belum masuk input data indikator
ini
Saran saran :
1. Untuk memunculkan angka pada indikator kepuasan pasien, kami
mengusulkan adanya data kepuasan pasien terhadap pelayanan
radiologi dari pelayanan pelanggan, sehingga data yang ditemukan
bisa dievaluasi oleh radiologi
2. Diperlukan kebijakan dari manajemen tentang teleradiologi atau
perubahan tentang isi perjanjian dengan dokter mitra terkait dengan
hak haknya supaya angka pemeriksaan radiologi yang belum ada
exspertise tidak melebihi 12 jam
3. Diperlukan kebijakan manajemen untuk mengingatkan tentang
perlunya dokter yang praktek supaya dimulai lebih awal, atau dibuat
kebijakan baru tentang dokter praktek,misalnya :
a. Pagi dimulai jam 10:00 - 14:00
b. Sore dimulai jam 15:00 20:00
c. Malam dimulai jam 21:00 06:00 ( dokter jaga radiologi )
4. Dikarenakan muncul adanya reaksi pasien muntah muntah setelah
injeksi kontras, maka periode selanjutnya diusulkan untuk memakai
produk yang mempunyai reaksi alergi yang lebih rendah dari produk
yang dipakai sekarang

VI.

PENUTUP
Demikian laporan evaluasi hasil pengumpulan data SPM radiologi selama
bulan Januari desember 2013 yang bisa kami susun dan kami evaluasi.
Semoga dengan ditemukan data SPM diatas dapat meningkatkan kualitas
pelayanan radiologi terhadap pasien pasien di RS Muhammadiyah
Lamongan.
Lamongan, 04 Januari 2014
Kepala Instalasi Radiologi

dr. Hajar Aryani.Sp.Rad