Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang

Indonesia memiliki potensi sumberdaya dan bencana geologi yang besar (Anonymous,
2011).Daratan membentuk deretan gunungapi yang sebagian besar masih aktif. Dengan kondisi
tektonik seperti itu, wilayah Indonesia memiliki kebencanaan geologi yang beraneka, yaitu
gempabumi, tsunami, letusan gunungapi, dan gerakan tanah (longsor). Alterasi adalah interaksi
dari fluida yang menunjukkan, biasanya didominasi oleh air, dengan suhu batuan berkisar dari
hangat (<100C) sampai panas (>500C) (Thompson & Thompson, 1996).akibat pelapukan
silikat aluminium, namun masih mungkin dapat terbentuk dalam lingkungan sedimentasi (pada
tahap awal diagenesis) atau pada lingkungan pasca-penguburan (pada tahap diagenesis lanjut).
Sebagian mineral lempung merupakan produk proses-proses hidrotermal. Sebagian lagi dapat
terbentuk akibat presipitasi dari larutan ion dan akibat kristalisasi suatu gel. Keller (1970)
Tanah longsor adalah bencana geologi yang setiap tahun terjadi di Indonesia. Indonesia
secara geografis berada pada daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi.Faktor-faktor yang
mempengaruhi tanah longsor antara lain bersifat pasif, yaitu: klimatologi, topografi, litologi,
stratigrafi dan struktur geologi, serta faktor yang bersifat aktif, yaitu: lereng curam, erosi dan
aktifitas manusia (ESDM, 2008)
Perumusan masalah
Bagaimanakah zonasi wilayah kerentanan bahaya gerakan tanah yang terkena tektonik

aktif serta pada zona alterasi?


Bagaimanakah jenis dan mekanisme longsoran yang berpotensi dan telah terjadi di
daerah alterasi?
Bagimanakah hubungan tingkat alterasi mineral lempung dengan bahaya longsor di
lokasi penelitian?
Maksud Dan Tujuan
Menentukan zonasi wilayah kerentanan bahaya gerakan tanah di lokasi yang terkena
tektonik aktif serta pada zona alterasi.
Menentukan jenis mineral dan mekanisme longsoran yang berpotensi dan telah terjadi di
daerah alterasi.
Menentukan sejauh mana tingkat alterasi mineral lempung mempengaruhi zonasi longsor
di lokasi penelitian
Kegunaan
Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan tentang Peran Tektonik
Aktif dan Alterasi Mineral Terhadap Zona Gerakan Tanah di Wilayah Garut Selatan, Kabupaten
Garut, Provinsi Jawa Barat di daerah Muara Sukarame, Kabupaten Garut Selatan baik dikalangan
ilmiah maupun masyarakat luas.Kegunaan dari penelitian ini adalah menambah wawasan tentang
potensi sejauh mana zona altrasi-mineralisasi mempengaruhi keterjadian longsor.

Metode Penelitian (Murni Sulastri/270120150020)

Page 1