Anda di halaman 1dari 14

KONSTITUSI NKRI

Pengertian Negara

Negara adalah suatu organisasi kekuasaan dari


sekelompok atau beberapa kelompok manusia
yang bersama-sama mendiami suatu wilayah
tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan
yang mengurus tata tertib serta keselamatan
sekelompok atau beberapa kelompok manusia
tersebut.

Negara lahir karena dorongan manusia sebagai


makhluk sosial (animal social/homo socius), sebagai
makhluk politik (animal politicum/zoon politicon), dan
untuk melindungi individu, kelompok, dan masyarakat

UNSUR PEMBENTUK NEGARA


(Konvensi Montevideo, Uruguay: 1993)

Wilayah
Rakyat
Pemerintahan
yang berdaulat

Konstitu
tif

Tujuan negara
Konstitusi
Pengakuan dari
negara lain
Masuk dalam
PBB

Deklarat
if

Konstitusi
AT
Y
AK
R
N
TA
A
AR
W
YA A
S
U
SI
M
E
EeRrubaOhNan Ketiga
P
P
h
a
sk
Na IS
NDng Dasa
e1d9u4a5 5
I
K
r
L
n
a
4 un 2n00210)00)
K nd rubah
E
9
nLgI-U
a
1
d
n
J
U
r
aPR TahTahu
e TahunD
BsSkaidhaP
anasM
g
R
MA(hPaNU
g
n
n
sail
nda
n MP
a
U
E
n
g
u
n
h
R Naskah
45
Unda Perubahan
ng Ta Keempat
9
a
d
i
1
S
l
Undang-Undang
Dasar 1945
D
(hasi
UU
(hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2002)

Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Dalam Satu Naskah

a
m
a
t
r
e
P
n
a
a
u
h
d
e
a
K
b
n
u aha
r
e
Perub an Ketiga
P rubah
e ahan Keempat
P
Perub

(Risalah Rapat Paripurna ke-5 Sidang Tahunan MPR Tahun


Sebagai Naskah Perbantuan Dan Kompilasi Tanpa Ada Opi

Konstitusi dan UUD

Istilah konstitusi constitution (bahasa Inggris),


constitutie (bahasa Belanda), constitutionel
(bahasa Prancis), verfassung (bahasa Jerman),
constitutio (bahasa Latin), fundamental laws
(Amerika Serikat).
Undang-Undang Dasar (bahasa Belanda
Grondwet). Perkataan wet diterjemahkan menjadi
undang-undang, dan grond berarti tanah/dasar
Istilah UUD (grondwet) adalah bagian tertulis dari
suatu konstitusi, sedangkan constitution
(konstitusi) memuat baik peraturan tertulis
maupun yang tidak tertulis (L.J Van Apeldoorn)

Pengertian Konstitusi
Konstitusi adalah peraturan tertulis, kebiasaan,
dan konvensi-konvensi kenegaraan
(ketatanegaraan) yang menentukan susunan dan
kedudukan organ-organ negara, mengatur
hubungan antara organ-organ negara itu, dan
mengatur hubungan organ-organ negara
tersebut dengan warga negara. (Jimly
Asshiddiqie)
Semua konstitusi selalu menjadikan kekuasaan
sebagai pusat perhatian, karena kekuasaan itu
perlu diatur dan dibatasi sebagaimana mestinya.

Pengertian yang lain


Herman Heller membagi pengertian konstitusi
menjadi tiga, yaitu:
1. Konstitusi dalam pengertian politis-sosiologis.
Konstitusi mencerminkan kehidupan politik di
dalam masyarakat sebagai suatu kenyataan.
2. Konstitusi dalam pengertian yuridis. Konstitusi
merupakan suatu kesatuan kaidah yang hidup
dalam masyarakat yang selanjutnya dijadikan
suatu kesatuan kaidah hukum.
3. Konstitusi pengertiannya lebih luas dari undangundang dasar. Konstitusi adalah yang ditulis dalam
suatu naskah sebagai undang-undang yang
tertinggi yang berlaku dalam suatu negara.

KONSTITUSI NKRI

18
18 Agt
Agt 194527
194527 Des
Des
1949.
1949.

27
27 Des
Des 194917
194917 Agt
Agt
1950
1950

UUD
1945

Konstit
usi RIS

UUD
1945

UUDS
1950

Dekrit Presiden, 5
Juli 1959-sekarang

17 Agt 1950-5 Juli


1959

Perubahan Pertama UUD


1945
Ditetapkan tanggal 19 Oktober 1999
dalam Sidang Umum MPR (berlangsung
tanggal 14-21 Oktober 1999).
Dalam perubahan pertama itu, MPR
mengubah Pasal 5 ayat (1), Pasal 7, Pasal
9, Pasal 13 ayat (2), Pasal 14, Pasal 15,
Pasal 17 ayat (2) dan (3), Pasal 20, dan
Pasal 21 UUD 1945.

Perubahan Kedua UUD


1945
Ditetapkan tanggal 18 Agustus 2000 dalam
Sidang Tahunan MPR tahun 2000 (tanggal 7-18
Agustus 2000).
Pada sidang tahunan tersebut, MPR mengubah
dan/atau menambah Pasal 18, Pasal 18A, Pasal
18B, Pasal 19, Pasal 20 ayat (5), Pasal 20A, Pasal
22A, Pasal 22B, Bab IXA, Pasal 25A, bab X, Pasal
26 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 27 ayat (3), Bab
XA, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28D,
Pasal 28E, Pasal 28F, Pasal 28G, Pasal 28H, Pasal
28I, Pasal 28J, Bab XII, Pasal 30, Bab XV, Pasal
36A, Pasal 36B, dan Pasal 36C UUD 1945.

Perubahan Ketiga UUD


1945
Ditetapkan tanggal 9 November 2001 dalam Sidang Tahunan
MPR Tahun 2001 (tanggal 1-9 Nopember 2001).
Melalui Sidang Tahunan itu, MPR mengubah dan/atau
menambah Pasal 1 ayat (2) dan (3); Pasal 3 ayat (1), (3), dan
(4); Pasal 6 ayat (1) dan (2); Pasal 6A ayat (1), (2), (3), dan (5);
Pasal 7A; Pasal 7B ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), dan (7); Pasal
7C; Pasal 8 ayat (1) dan (2); Pasal 11 ayat (2) dan (3); Pasal 17
ayat (4); Bab VIIA, Pasal 22C ayat (1), (2), (3), dan (4); Pasal
22D ayat (1), (2), (3), dan (4); Bab VIIB, Pasal 22E ayat (1), (2),
(3), (4), (5), dan (6), Pasal 23 ayat (1), (2), dan (3); Pasal 23A;
Pasal 23C; Bab VIIIA, Pasal 23E ayat (1), (2), dan (3); Pasal 23F
ayat (1) dan (2); Pasal 23G ayat (1) dan (2); Pasal 24 ayat (1)
dan (2); Pasal 24A ayat (1), (2), (3), (4), dan (5); Pasal 24B ayat
(1), (2), (3), dan (4); Pasal 24C ayat (1), (2), (3), (4), (5), dan (6)
UUD 1945.

Perubahan Keempat UUD 1945

Ditetapkan tanggal 10 Agustus 2002 dalam Sidang Tahunan MPR tahun 2002
(tanggal 1-11 Agustus 2002).
Dalam naskah perubahan keempat ini, MPR menetapkan:
1.

2.

3.

4.
5.

UUD Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan perubahan pertama,
kedua, dan ketiga, dan perubahan keempat ini adalah Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan
diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan
secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat;
Penambahan bagian akhir pada perubahan kedua Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 dengan kalimat Perubahan tersebut diputuskan dalam Rapat
Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-9 tanggal 18 Agustus
2000 Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan mulai
berlaku pada tanggal ditetapkan;
Perubahan penomoran Pasal 3 ayat (3) dan ayat (4) Perubahan Ketiga Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi Pasal 3 ayat (2) dan (3), Pasal 25E
Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi
Pasal 25A;
Penghapusan judul Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung dan pengubahan substansi
Pasal 16 serta penempatannya ke dalam Bab III tentang Kekuasaan Pemerintahan negara;
Pengubahan dan/atau penambahan Pasal 2 ayat (1); Pasal 6A ayat (4); Pasal 8 ayat (3);
Pasal 11 ayat (1); Pasal 16; Pasal 23B; Pasal 23D; Pasal 24 ayat (3); Bab XIII; Pasal 31 ayat
(1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5); Pasal 32 ayat (1) dan ayat (2); Bab XIV, Pasal
33 ayat (4) dan ayat (5); Pasal 34 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4); Pasal 37 ayat (1),
ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5); Aturan Peralihan Pasal I, II, dan III; Aturan
Tambahan Pasal I dan II Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

PROSES PERUBAHAN UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA


TAHUN 1945
Tuntutan
Reformasi
Antara lain:
Amandemen UUD 1945
Penghapusan doktrin
Dwi Fungsi ABRI
Penegakan hukum,
HAM, dan
pemberantasan KKN
Otonomi Daerah
Kebebasan Pers
Mewujudkan kehidupan
demokrasi

Hasil Perubahan
Pembukaan
Pasal-pasal:
- 21 bab
- 73 pasal
- 170 ayat
- 3 pasal Aturan Peralihan
- 2 pasal Aturan Tambahan

Sebelum
Perubahan
Pembukaan
Batang Tubuh
- 16 bab
- 37 pasal
- 49 ayat
- 4 pasal Aturan
Peralihan
- 2 ayat Aturan
Tambahan
Penjelasan

Sidang MPR
Sidang Umum MPR
1999
Tanggal 14-21 Okt
1999
Sidang Tahunan MPR
2000
Tanggal 7-18 Agt 2000
Sidang Tahunan MPR
2001
Tanggal 1-9 Nov 2001

Latar Belakang
Perubahan
Kekuasaan tertinggi di
tangan MPR
Kekuasaan yang sangat
besar pada Presiden
Pasal-pasal yang terlalu
luwes sehingga dapat
menimbulkan
multitafsir
Kewenangan pada
Presiden untuk
mengatur hal-hal
penting dengan
undang-undang
Rumusan UUD 1945
tentang semangat
penyelenggara negara
belum cukup didukung
ketentuan konstitusi

Kesepakatan Dasar
Tidak mengubah
Pembukaan UUD 1945
Tetap mempertahankan
Negara Kesatuan
Republik Indonesia
Mempertegas sistem
presidensiil
Penjelasan UUD 1945
yang memuat hal-hal
normatif akan
dimasukan ke dalam
pasal-pasal
Perubahan dilakukan
dengan cara

Tujuan Perubahan
Menyempurnakan
aturan dasar,
mengenai:
Tatanan negara
Kedaulatan Rakyat
HAM
Pembagian kekuasaan
Kesejahteraan Sosial
Eksistensi negara
demokrasi dan negara
hukum
Hal-hal lain sesuai
dengan perkembangan
aspirasi dan kebutuhan
bangsa

Dasar Yuridis
Pasal 3 UUD 1945
Pasal 37 UUD 1945
TAP MPR
No.IX/MPR/1999
TAP MPR
No.IX/MPR/2000
TAP MPR
No.XI/MPR/2001

NASKAH RESMI UNDANG-UNDANG


DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945
Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada
tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali
dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959
serta dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal 22
Juli
1959
oleh
Dewan
Perwakilan
Rakyat
(sebagaimana
tercantum
dalam
Lembaran Negara
Naskah
Perubahan
Pertama
Undang-Undang
Dasar
Negara
Republik
Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang
Nomor 75
Tahun 1959)
Umum MPR Tahun 1999)
Naskah Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan
MPR Tahun 2000)
Naskah Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan
MPR Tahun 2001)
Naskah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (hasil Sidang
Tahunan MPR Tahun 2002)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun


1945 Dalam Satu Naskah (Risalah Rapat Paripurna ke-5
Sidang Tahunan MPR Tahun 2002 Sebagai Naskah
Perbantuan Dan Kompilasi Tanpa Ada Opini)