Anda di halaman 1dari 25

Demam

Definisi
Adalah peningkatan suhu tubuh
diatas normal.
Suhu normal : 36,5 - 37,2 0C

Tipe Demam
Demam Septik
Suhu tubuh berangsur naik tinggi pada
malam hari dan turun diatas normal
pada pagi hari, sering disertai menggigil
dan berkeringat.
Demam hektik : turun sampai normal.

Demam Remiten
suhu tubuh turun tiap hari, tapi tidak
pernah sampai normal. Perbedaan suhu
2o dan tidak sebesar demam septik.

Demam Intermiten
Suhu tubuh turun ke normal
beberapa jam dlm satu hari.

selama

Demam Kontinyu
Variasi suhu tubuh tidak berbeda lebih dari
1o. pada demam yang terus menerus tinggi
sekali disebut hiperpireksia.

Demam Siklik
Kenaikan suhu tubuh selama beberapa hari
diikuti oleh periode bebas demam selama
bbrp hari lalu suhu naik lagi seperti
semula.

Patofisiologi
Infeksi/inflamasi

Respons makrofag dan PMN

Pirogen endogen (IL-1, IL-6, TNF-, dan IFN)

Hipotalamus dgn bantuan enzim siklooksigenase

Membentuk prostaglandin E2

Meningkatkan set point hipotalamus

Peningkatan set point hipotalamus

Memicu mekanisme meningkatkan suhu


tubuh
Menggigil Vasokonstriksi perifer

Meningkatkan Mengurangi keluarnya


produksi panas panas
Suhu tubuh meningkat (demam)

Demam Typhoid

Definisi
Disebut
jg
demam
enteric
merupakan penyakit sistemik akut yg
disebabkan oleh salmonella typhi.
Merupakan penyakit yang mudah
menular dan dapat menyerang
banyak orang sehingga menimbulkan
wabah.

Etiologi
Salmonella typhi dan dapat juga disebabkan
oleh Salmonella paratyphi.
Bakteri batang Gram (-),
mempunyai flagel peritrikh.

tidak

berspora,

Tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif


anaerob.
Mati pada suhu 56oC
Dalam air bisa tahan sampai 4 minggu, hidup
subur pada medium garam empedu.

Penularan Salmonella thypi melalui


makanan/minuman
yang
terkontaminasi feses penderita.
Jumlah
bakteri
yang
dapat
menimbulkan
infeksi
adalah
sebanyak 105 109.

Salmonella typhi mempunyai 3 macam antigen, yaitu :


Antigen O (Antigen somatic), yaitu terletak pada
lapisan luar dari tubuh bakteri. Bagian ini mempunyai
struktur kimia lipopolisakarida atau disebut juga
endotoksin. Antigen ini tahan terhadap panas dan
alkohol. Antibodi yg terbentuk : IgM.
Antigen H (Antigen Flagella), yang terletak pada
flagella, fimbriae atau pili dari bakteri. Antigen tidak
tahan terhadap panas dan alkohol. Antibodi yg
terbentuk : IgG.
Antigen Vi terletak pada kapsul dari bakteri yang
dapat melindungi bakteri terhadap fagositosis.

Epidemiologi
Tersebar diseluruh dunia, terutama di daerah
tropis dengan kualitas sumber air yg tidak
memadai, higienitas dan sanitasi rendah.
Endemik di Asia, Afrika, Amerika Latin, 80%
kasus berasal dari China, India, Indonesia,
Laos, Nepal, Vietnam.
Menyerang wanita dan laki-laki.
Paling banyak
dewasa muda.

menyerang

anak-anak

dan

Gejala Klinis
Massa inkubasi 7-14 hari.
Pada minggu pertama,
demam yg meningkat perlahan2 terutama pd sore hingga
malam hari
Nyeri kepala, pusing
Malaise
Anoreksia, mual muntah, batuk
Perasaan tdk enak di perut, konstipasi atau diare

Pada minggu kedua,


Demam, bradikardia relatif, lidah yg berselaput (kotor
ditengah, tepi hiperemis, tremor), hepatospleenomegali,
gangguan kesadaran (somnolen, stupor, delirium, psikosis).

Diagnosis
Px darah :
Dapat ditemukan leukopenia, anemia
ringan, trombositopenia.
LED meningkat.

Fungsi hati : SGPT dan SGOT


meningkat.
Kultur
Uji widal
Uji TUBEX, typhidot, dipstik

Uji Widal
Akibat infeksi oleh S. typhi akan terbentuk antibodi
(aglutinin), yaitu :
Aglutinin O, dibuat karena rangsangan antigen O (berasal
dari tubuh kuman)

Aglutinin H, dibuat karena rangsangan antigen H (berasal


dari flagel kuman)

Aglutinin Vi, dibuat karena rangsangan antigen Vi (berasal


dari simpai kuman)

Uji ini untuk medeteksi adanya antibodi thd S. typhi.


Positif bila terjadi reaksi aglutinasi antara antigen
dgn aglutinin.

Hasil pemeriksaan test widal dianggap


mempunyai arti klinis sebagai berikut :

positif

Titer antigen O sampai 1/80 pada awal penyakit


berarti suspek demam tifoid, kecuali pasien yang
telah mendapat vaksinasi.
Titer antigen O diatas 1/160 berarti indikasi kuat
terhadap demam tifoid.
Titer antigen H sampai 1/40 berarti suspek
terhadap demam tifoid kecuali pada pasien yang
divaksinasi jauh lebih tinggi.
Titer antigen H diatas 1/80 memberi indikasi
adanya demam tifoid.

Faktor yang mempengaruhi uji Widal :


Keadaan umum
Gizi
yang
buruk
dapat
pembentukan antibodi.

menghambat

Pengambilan sampel
Sebaiknya dilakukan pada saat terjadinya
demam tinggi.

Vaksinasi
Pada orang yang pernah divaksinasi titer
aglutinin O dan H meningkat, biasanya
meningkat setelah 6 bulan sampai 1 tahun.

Uji TUBEX
Uji
tubex
mempunyai
sensitivitas
spesifisitas lebih baik dari pada uji Widal.

dan

Dapat digunakan untuk pemeriksaan secara


rutin karena cepat, mudah dan sederhana.
Mendeteksi adanya antibodi anti-S typhi O9
pada serum pasien, dengan cara menghambat
ikatan antara IgM anti-O9 yang terkonjugasi
pada partikel latex yang berwarna dengan
lipopolisakarida S.typhi yang terkonjugasi pada
partikel magnetik latex.

Pembacaan skor hasil dari reaksi ini


dilakukan dengan cara mencocokkan
warna yang terbentuk pada akhir reaksi
dengan skor yang tertera pada color scale.

Talak
Trilogi :
Istirahat dan perawatan, u/ mencegah
komplikasi
dan
mempercepat
penyembuhan.
Tirah baring absolut minimal 7 hari/sampai
demam hilang.

Diet dan terapi penunjang.


Dietnya mula2 bubur saring, kemudian bubur
biasa, akhirnya diberikan nasi.

Antimikroba

Kloramfenikol. Dosis : 4 x 500 mg/hari Po atau IV.


Diberikan sampai dgn 7 hari bebas demam.
Tiamfenikol. Dosis :

4 x 500 mg/hari. Demam

rata2 turun pada hari ke-5.


Kotrimoksazol. Dosis org dewasa 2 x 2 tablet (1
tab mengandung sulfametoksazol 400 mg dan 80
mg trimetoprim) selama 2 mgg.
Ampisilin. Dosis : 50 10 mg/kg selama 2 mgg.
Seftriakson. Dosis : 3-4 gr dlm dextrose 100cc
diberikan selama jam/infus sekali sehari selama
3-5 hari.

Prognosis
Penegakan diagnosis sedini mungkin
sangat
bermanfaat
agar
bisa
diberikan terapi yg tepat dan
meminimalkan
komplikasi
serta
mencegah kematian.

Komplikasi
Komplikasi intestinal
Perdarahan intestinal
Perforasi usus

Komplikasi extra-intestinal
Trombositopenisa, DIC
Hepatitis tifosa
Pankreatitis tifosa
Miokarditis

Pencegahan
Peningkatan higienitas dan sanitasi
(penyediaan air bersih, pembuangan
dan pengelolaan sampah).
Air minum harus direbus sampai
mendidih.
Makanan minimal dipanaskan hingga
57oC.
Mencuci tgn memakai sabun
antiseptik sblm makan dan sehabis
BAK dan BAB.

Vaksinasi
Indikasi
Anak usia sekolah didaerah endemik
Anggota militer
Petugas RS, laboratorium kesehatan, industri
makanan/minuman
Wisatawan ke daerah endemik
Org yg berkonak erat dgn tifoid karier

Jenis vaksin :
Vaksin oral Ty21a
Vaksin parenteral Typhim Vi memberikan
perlindungan selama 3 tahun