Anda di halaman 1dari 9

MANFAAT ASI PADA BAYI

Manfaat Menyusui (ASI)


untuk Ibu dan Bayi
Web Kesehatan 21/12/2014 Ed: 28/04/2015 KELUARGA

Banyak penelitian dan praktisi kesehatan mengakui bahwa air susu ibu (ASI)
adalah makanan alami terbaik untuk bayi. Pemberian ASI eksklusif tanpa
makanan tambahan apapun sangat dianjurkan untuk bayi hingga berumur 6
bulan. Sayangnya, tingkat pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih
tergolong rendah, yakni sebesar 42% berdasarkan Survei Demograf
Kesehatan Indonesia 2013 lalu.
Jumlah ini sebenarnya telah meningkat 10% dibandingkan tahun 2007,
namun masih jauh dari angka yang diharapkan, yaitu 100%. Rendahnya
tingkat pemberian ASI eksklusif ini disebabkan oleh banyak faktor. Seperti
ASI yang sulit keluar, kesibukan ibu, terpengaruh iklan susu formula, hingga
kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI.

Manfaat ASI untuk Bayi


Masih banyak ibu yang belum mengetahui bahwa ASI tak hanya memiliki
manfaat jangka pendek, tapi juga jangka panjang untuk bayi. Menyusui pun
sangat penting bagi kesehatan fsik dan mental ibu. Tak heran jika kampanye
ASI eksklusif semakin gencar digalakkan di Indonesia. Simak manfaat
menyusui untuk ibu dan bayi berikut ini.

Menyusui memberi banyak manfaat bagi ibu dan bayi.

Melindungi

bayi

dari

berbagai

penyakit

Kolostrum, cairan pra-susu yang diproduksi ibu di tahap akhir kehamilan


hingga beberapa hari pasca kelahiran, kaya akan senyawa imunoglobin A
(IgA). Senyawa ini mampu membentuk lapisan pelindung di membran
mukosa pada usus, hidung, dan tenggorokan bayi untuk melawan berbagai
penyakit. IgA juga diproduksi secara spesifk sesuai respon tubuh ibu
terhadap virus dan bakteri patogen tertentu sehingga sangat sesuai dengan
kondisi bayi.
Ibu yang melahirkan secara prematur pun memproduksi ASI khusus yang
cocok untuk sang bayi. Susu ini mengandung komposisi mirip dengan
kolostrum yang dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya, terutama pada 1
bulan pertama setelah melahirkan.
Berbagai

penelitian

menunjukkan

bahwa

tingkat

kejadian

gangguan

pernafasan bawah, virus perut, diare, infeksi telinga, dan meningitis lebih
rendah pada bayi yang diberi ASI. Begitu pula dengan diabetes tipe 1, tipe 2,
hipertensi, kolesterol tinggi, radang usus besar, dan kanker.
Melindungi

bayi

dari

alergi

dan

asma

Lapisan pelindung yang dibentuk IgA juga bermanfaat untuk mencegah


reaksi alergi pada bayi. Tanpa lapisan tersebut, peradangan dapat terbentuk

dan melemahkan dinding usus. Akibatnya, protein yang tak tercerna dapat
menimbulkan alergi dan masalah kesehatan lainnya.
ASI juga lebih mudah dicerna oleh bayi dibandingkan susu formula karena
mengandung enzim yang membantu proses pencernaan. Meski kandungan
protein ASI lebih rendah daripada susu sapi, seluruh protein dalam ASI dapat
dicerna oleh bayi. Sedangkan sekitar setengah protein dalam susu sapi akan
terbuang dan berpotensi menimbulkan alergi. Bayi yang diberi susu formula
pun berpotensi lebih tinggi untuk menderita alergi dan asma.
Mencegah
Studi

di

gangguan

Bangladesh

mengungkap

penglihatan

bahwa

ASI

sangat

penting

bagi

perkembangan visual anak. Pemberian ASI eksklusif dapat melindungi anak


usia pra sekolah dari rabun ayam. Pasalnya, ASI merupakan sumber utama
vitamin A dalam 24 bulan kehidupan anak sehingga diperlukan untuk
mengoptimalkan penglihatannya. ASI juga memiliki antibiotik alami yang
dapat melawan infeksi mata.
Meningkatkan
Banyak

penelitian

kecerdasan
menunjukkan

kaitan

bayi

antara

pemberian

ASI

dan

perkembangan fungsi kognitif anak. Salah satunya, lebih dari 17 ribu bayi
diikuti perkembangannya dari lahir hingga berusia 6,5 tahun. Bayi yang
diberi ASI eksklusif dan masih disusui setelahnya memiliki peningkatan
perkembangan kognitif yang lebih signifkan dilihat dari hasil tes IQ dan tes
intelegensi lainnya.
Bayi prematur dengan berat badan sangat rendah yang segera disusui
dengan ASI juga mengalami peningkatan perkembangan mental di usia 18
bulan dibandingkan bayi prematur lain. Hasil lebih tinggi mereka dapatkan
dalam tes lanjutan di usia 30 bulan. Mereka pun cenderung lebih jarang
masuk rumah sakit lagi karena infeksi pernafasan.
Ikatan emosional antara ibu dan bayi saat menyusui dianggap berkontribusi
dalam meningkatkan kecerdasan otak tersebut. Namun kandungan asam
lemak dalam ASI-lah yang diduga memainkan peranan terpenting.
Mencegah

obesitas

pada

anak

Pemberian ASI dianggap sebagai salah satu cara yang tepat untuk

mengurangi risiko obesitas saat anak berajak remaja dan dewasa. Diungkap
oleh American Academy of Pediatric, efek paling kuat diperoleh anak yang
mendapatkan ASI eksklusif. Semakin lama bayi disusui, semakin kuat efek
tersebut.
Para ahli melakukan analisis dari 17 penelitian yang diterbitkan dalam
American Journal of Epidemiology dan menyimpulkan beberapa alasan di
balik kaitan ini. Pertama, bayi yang disusui memiliki pola makan lebih sehat
karena rasa lapar mereka terpuaskan saat kecil.
Kedua,

ASI

memiliki

insulin

lebih

rendah

yang

dapat

menstimulasi

pembentukan lemak dibandingkan susu formula. ASI juga mengandung lebih


banyak leptin, hormon yang diyakini dapat mengatur nafsu makan dan
lemak. Berat badan bayi dengan susu formula pun cenderung meningkat
lebih banyak di minggu pertamanya setelah dilahirkan dibandingkan bayi
yang diberi ASI.
Menurunkan

risiko

sindrom

kematian

mendadak

pada

bayi

Sindrom kematian mendadak pada bayi (Inggris: SIDS) merupakan salah


satu hal yang sangat ditakuti para orang tua. Berbagai penelitian dilakukan
untuk menyelidiki sindrom yang umumnya menyerang bayi di bawah usia 1
tahun ini. Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, pusat Disease
Control

and

Prevention

America

menyarankan

pemberian

ASI

untuk

menurunkan risiko SIDS.


Penelitian berskala besar di Jerman tahun 2009 lalu juga menyarankan hal
yang sama. Para ahli mengatakan bahwa pemberian ASI, baik eksklusif
maupun

tidak,

berkaitan

dengan

rendahnya

kejadian

SIDS.

Mereka

menyimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif di usia 1 bulan dapat


menurunkan risiko SIDS hingga setengahnya. Sedangkan National Institute of
Environmental Health Science mengatakan bahwa risiko kematian bayi yang
diberi ASI di umur 28 hari 1 tahun lebih rendah 20% daripada mereka yang
tidak.

Manfaat Menyusui untuk Ibu


Menurunkan

risiko

stress

dan

depresi

Ibu

pasca

melahirkan

Dari kajian yang dilakukan pada 9 ribu abstrak lebih, NIEHS menyimpulkan

bahwa wanita yang tidak memberikan ASI atau berhenti menyusui lebih awal
memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita depresi pasca melahirkan.
Pasalnya, menyusui dapat merangsang pelepasan hormon prolaktin dan
oksitosin yang berperan dalam relaksasi.
Wanita menyusui memiliki kadar oksitosin sebesar 50%, sedangkan wanita
yang memberikan susu formula hanya memiliki 8%. Tekanan darah mereka
pun lebih rendah saat diajak berbicara tentang masalah pribadi yang
membuat mereka tertekan. Oksitosin juga membantu pelepasan ASI dan
kontraksi uterus sehingga risiko pendarahan pasca melahirkan lebih rendah.
Menurunkan

risiko

kanker

Penelitian menunjukkan jika menyusui selama 4 hingga 12 bulan diduga


dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 11%. Jumlah ini
meningkat hingga 25% pada ibu yang menyusui selama 24 bulan. Belum
diketahui faktor pasti dibalik perlindungan ini, namun diduga karena adanya
perubahan struktural di jaringan payudara saat menyusui dan penekanan
jumlah estrogen yang diproduksi tubuh oleh laktasi. Penekanan estrogen ini
juga diperkirakan terkait dengan penurunan risiko kanker ovarium.
Bayi perempuan yang diberi susu formula pun memiliki risiko kanker
payudara lebih besar saat mereka dewasa. Angkanya bahkan terpaut 25%
dari bayi yang diberi ASI baik untuk kanker payudara premenopause maupun
pasca menopause.
Membakar

kalori

lebih

banyak

Menyusui membantu ibu menurunkan berat badannya lebih cepat pasca


melahirkan. Diperkirakan ada 500 kalori tambahan yang terbakar setiap
harinya saat Anda menyusui. Ibu yang memberikan ASI baik eksklusif
maupun tidak mengalami penurunan lingkar pinggul dan berat badan secara
signifkan 1 bulan setelah melahirkan dibandingkan ibu yang hanya
memberikan susu formula.
Anda pun tak perlu khawatir menyusui akan membuat payudara kendor.
Karena banyak dokter bedah plastik sepakat bahwa faktor usia, gravitasi,
genetik,

berat

badan,

dibandingkan menyusui.

dan

gaya

hiduplah

yang

lebih

berpengaruh

Alat

kontrasepsi

alami

Pemberian ASI eksklusif bisa menjadi metode kontrasepsi alami selain sistem
kalender. Namun sang ibu harus aktif menyusui selama setidaknya 1 jam
sehari selama 6 bulan dan tidak memberikan makanan tambahan apapun.
Jika masing-masing periode menyusui berlangsung selama 10 menit, maka
ibu harus memberikan ASI sebanyak 6 kali sehari. Saat ibu sering menyusui,
tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon prolaktin. Hormon ini mampu
menekan ovulasi sehingga dapat menunda masa subur.
http://webkesehatan.com/manfaat-menyusui-asi-untuk-ibu-dan-bayi/

10 Manfaat Air Susu (ASI) Untuk Bayi


Dokter Sehat Mungkin anda masih ingat bagaimana gencarnya pemerintah
dalam menggalakkan pemberian Air Susu Ibu ASI bagi bayi, memang keputusan
untuk memberi ASI merupakan sesuatu yang bersifat personal tetapi para ahli
kesehatan mendukung pembirian ASI dan mereka pun menyampaikan banyak
pesan bahwa ASI memberikan nutrisi yang lengkap dan kekebalan pada bayi
serta keuntungan psikologi untuk kesehatan bayi.
Tetapi, kenyataannya pemberian ASI sangat sulit dalam prakteknya. Kapanpun
bayi merasa lapar, para ibu lebih cenderung memilih memberikan susu formula.
Berikut ini terdapat 10 alasan mengapa ASI sangat bermanfaat bagi bayi
Anda :
1.Asi kaya akan zat penting yang dibutuhkan oleh bayi
Bila dibandingkan ASI dengan produk susu kalengan atau formula untuk sang
buah hati, ASI tetap terunggul dan tak terkalahkan. Karena ASI memiliki semua
kandungan zat penting yang dibutuhkan oleh sang bayi seperti; DHA, AA,

Omega 6, laktosa, taurin, protein, laktobasius, vitamin A, kolostrum, lemak, zat


besi, laktoferin and lisozim yang semuanya dalam takaran dan komposisi yang
pas untuk bayi, oleh karenanya ASI jauh lebih unggul dibandingkan dengan susu
apapun.
2.Asi sebagai sarana unutk mendekatkan sang ibu dengan buah hatinya
ASI, menjadi makanan utama sang buah hati, selain karena kegunaannya
sebagai makanan utama ASI juga berperan dalam mendekatkan kedekatan jiwa
antara sang ibu dan sang anak. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kalau
anak yang mendapatkan ASI eklusif dari sang ibu akan cenderung mempunyai
kedekatan dan hubungan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak
mendapatkan asupan ASI.
3.Asi memberikan kekebalan yang optimal untuk bayi
Karena ASI memiliki banyak keunggulan kandugan zat-zat penting yang
terkandung didalamnya yang membuat bayi berkembang dengan optimal. ASI
juga mempunyai keunggulan lain untuk pembentukan sistim Imun sang bayi.
Sistem imum merupakan sistim yang sangat krusial untuk sang bayi, semakin
baik sistim imun anak maka akan membuat anak jarang sakit. Dibandingkan bayi
yang tidak mendapatkan asupan ASI, bayi yang mendapatkan asupan ASI
mempunyai sistim imun atau sistim kekebalan tubuh yang jauh lebih baik.
4.Asi tidak basi dan selalu segar
Tidak seperti susu yang lain, ASI tidak akan basi, karena ASI langsung
dihasilkan dipayudara sang ibu tanpa campur tangan bahan kimia, yang
terpenting selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu bergizi seimbang
dan tepat , maka ASI yang dihasilkanpun memiliki kualitas yang baik.

Baca Juga: Psoriasis Dikaitkan Dengan Tekanan Darah Yang Tidak Terkontrol

5.Asi lebih higenis dibandingkan dengan susu lain


Karena ASI langsung diberikan melaui puting sang ibu dengan ASI yang

tersimpan dipayudara ibu akan menjaga keadaan ASI steril dan dengan suhu
yang tepat sesuai untuk kebutuhan sang buah hati. Bila dibandingkan dengan
susu formula atau susu kaleng, keduannya memerlukan alat bantu berupa botol
dot agar bisa dikonsumsi oleh sang bayi. Kesterilan dari susu seperti ini perlu
dipikirkan lagi, karena dalam proses pembuatan susu dan memasukan ke dalam
botol ada banyak kemungkinan bahwa susu tersebut tercemar dengan senyawa
lain, entah dari susunya sendiri sudah tercemar, air yang digunakan belum tentu
streril dan yang penting botol dot yang digunakan untuk minum sang bayi juga
belum tentu bebas dari kuman.
6.Asi menjadi pelindung yang baik
ASI menjadi pelindung yang baik untuk sang bayi dari berbagai penyakit atau
insiden seperti kematian bayi secara mendadak, gangguan pencernaan, diare ,
infeksi telinga dan lain-lain.
7.Asi akan berubah sesuai kebutuhan bayi
ASI memiliki sistematika cara kerja yang sangat unik, karena dengan sendirinya
komponen ASI akan berubah sesuai dengan kebutuhan dan usia sang bayi.
8.Asi merupakan pelindung dari berbagai alergi makanan
ASI juga mampu memberi rangsangan kepada sang bayi agar kebal terhadap
berbagai bahan makanan, perlu diingat untuk hal ini keragaman dan keberimbagan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu akan turut menentukan.
9.Asi makanan yang tepat untuk bayi
ASI sangat penting keberadaanya khususnya untuk bayi usia 0-6 bulan, karena
di usia ini ASI merupakan makanan wajib bagi sang buah hati.
10.Bermanfaat untuk ibu dan bayi
Manfaat ASI bukan hanya untuk sang bayi akan tetapi juga untuk sang ibu ,
karena dengan menyusui sang ibu dapat melepaskan ketegangan yang ada

pada payudaranya,selain itu memperkecil resiko sang ibu terkena kanker


ovarium, dibanding dengan wanita yang tidak memberikan ASI.