Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MANDIRI

DILEMA ETIK KEPERAWATAN DAN


BIOETIK KEPERAWATAN

Disusun Oleh :
Ulfia Wuysang
Reg : A 2

AKADEMI KEPERAWATAN TOTABUAN


2016
DILEMA ETIK KEPERAWATAN

A. Pengertian
Dilema etik adalah suatu masalah yang melibatkan dua atau lebih
landasan moral suatu tindakan tetapi tidak dapat dilakukan keduanya. Ini
merupakan suatu kondisi dimana setiap alternatif memiliki landasan moral
atau prinsip. Pada dilema etik ini,sukar untuk menentukan mana yang benar
atau salah serta dapat menimbulkan stress pada perawat karena perawat
tahu apa yang harus dilakukan, tetapi banyak rintangan untuk melakukannya.
Dilema etik biasa timbul akibat nilai-nilai perawat, klien atau lingkungan tidak
lagi menjadi kohesif sehingga timbul pertentangan dalam mengambil
keputusan. Pada saat berhadapan dengan dilema etik terdapat juga dampak
emosional seperti rasa marah, frustrasi, dan takut saat proses pengambilan
keputusan rasional yang harus dihadapi, ini membutuhkan kemampuan
interaksi dan komunikasi yang baik dari seorang perawat.
Menurut Thompson (1985 ) dilema etik merupakan suatu masalah
yang sulit dimana tidak ada alternatif yang memuaskan atau situasi dimana
alternatif yang memuaskan atau tidak memuaskan sebanding. Dalam dilema
etik tidak ada yang benar ataupun yang salah. Untuk membuat keputusan
yang etis, seorang perawat tergantung pada pemikiran yang rasional dan
bukan emosional.

B. DILEMA ETIK KEPERAWATAN


Adapun dilema etik yang sering terjadi di keperawatan antara lain:
Agama/ kepercayaan.
Di rumah sakit pastinya perawat akan bertemu dengan klien dari berbagai
jenis agama/ kepercayaan. Perbedaan ini nantinya dapat membuat perawat
dan klien memiliki cara pandang yang berbeda dalam menyelesaikan
masalah .
Contoh kasus :
Nn M berusai 16 tahun dibawa oleh sahabatnya ke poliklinik rumah sakit jiwa
untuk konsultasi mengenai masalahnya. Nn. M mengatakan bahwa dia sudah
sering melakukan seks bebas sejak kelas dua sekolah menengah pertama
seksual.a.Nn M sudah dua kali melakukan aborsi, yang pertama ketika dia
berusia 14 tahun an yang terakhir kira kira 6 bulan yang lalu. Nn M
menyatakan tidak berani me gungkapkan kejadian yang ia alanmi kepada
kedua orang tuanya. Ia khawatir nantinya orang tuanya syok dan jatuh sakit
bahkan ia mengusir ia dari rumah. Nn M menyatakan sanagt menyesal telah
melakukan tindakan aborsi, tetapi ia sangat menyukai seks bebas, Dan ia

melakukan semuai ini hanya unutk mancari uang untuk memenuhi kebutuhan
sehari harinya. Ia mengungkapakan saya berasal dari keluarga yang
sederhana akan tetapi saya

menginginkan kekayaan. Nn M meminta

kepada perawat untuk emmberikan alat kontrasepsi yang tepat bagi dia dan
memohon penjelasana tentang pencegahan penyakit menular.

Hubungan perawat dengan klien


Dilema yang sering muncul antara lain:
a. Berkata jujur atau tidak
b. Terkadang muncul masalah-masalah yang sulit untuk dikatakan
kepada klien mengingat kondisi klien. Tetapi perawat harus mampu
mengatakan kepada klien tentang masalah kesehatan klien.
c. Kepercayaan klien
d. Rasa percaya harus dibina antara perawat dengan klien.tujuannya
adalah untuk mempercepat proses penyembuhan klien.
e. Membagi perhatian
f. Perawat juga harus memberikan perhatiannya kepada klien.tetapi
perawat harus memperhatikan tingkat kebutuhan klien.keadaan
darurat harus diutamakan terlebih dahulu. Tidak boleh memandang
dari sisi faktor ekonomi sosial,suku, budaya ataupun agama.
g. Pemberian informasi kepada klien
h. Perawat berperan memberikan informasi kepada klien baik itu tentang
kesehatan klien, biaya pengobatan dan juga tindak lanjut pengobatan

Hubungan perawat dengan dokter


a. Perbedaan pandangan dalam pemberian praktik pengobatan
b. Terjadi ketidaksetujuan tentang siapa yang berhak melakukan praktik
pengobatan, apakah dokter atau perawat.
c. Konflik peran perawat
d. Salah satu peran perawat adalah melakukan advokasi,membela
kepentingan pasien. Saat ini keputusan pasien dipulangkan sangat
tergantung kepada putusan dokter. Dengan keunikan pelayanan
keperawatan, perawat berada dalam posisi untuk bisa menyatakan
kapan pasien bisa pulang atau kapan pasien harus tetap tinggal.

Pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan yang etis, seorang perawat tergantung pada
pemikiran yang rasional dan bukan emosional. Terkadang saat berhadapan
dengan dilema etik terdapat juga dampak emosional seperti rasa marah,
frustrasi, dan takut saat proses pengambilan keputusan rasional yang harus

dihadapi. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan interaksi dan komunikasi


yang baik dari seorang perawat.
C. Prinsip moral dalam menyelesaiakan dilema etik keperawatan
a. Otonomi
Otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir
logis dan memutuskan. Orang dewasa dianggap kompeten dan
memiliki kekuatan membuat keputusan sendiri, memilih dan memiliki
berbagai keputusan atau pilihan yang dihargai.
b. Keadilan
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terapi yang sama dan adil terhadap
orang

lain

yang

menjunjung

prinsip-prinsip

moral,

legal

dan

kemanusiaan.
c. Kejujuran
d. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk
mengatakan kebenaran. mengatakan yang sebenarnya kepada pasien
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya
salama menjalani perawatan.
e. Kerahasiaan
Aturan dalam prinsip kerahasiaan ini adalah informasi klien dijaga
privasinya. Yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien
hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tak seorangpun
dapat memperoleh informasi kecuali jika diijinkan oleh klien dengan
bukti persetujuannya. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan,
menyampaikannya pada teman atau keluarga tentang klien dengan
tenaga kesehatan lain harus dicegah.

Biotik Keperawatan
Keperawatan merupakan salah satu profesi yang mempunyai bidang
garap pada kesejahteraan manusia yaitu dengan memberikan bantuan
kepada individu yang sehat maupun yang sakit untuk dapat menjalankan
fungsi hidup sehari-harinya. Salah satu yang mengatur hubungan antara

perawat pasien adalah etika. Istilah etika dan moral sering digunakan secara
bergantian.
Bioetik adalah etika yang menyangkut kehidupan dalam lingkungan tertentu
atau etika yang berkaitan dengan pendekatan terhadap asuhan kesehatan.
Bioetik adalah studi tentang isu etika dalam pelayanan kesehatan
(Hudak & Gallo, 1997).Dalam pelaksanaannya etika keperawatan mengacu
pada

bioetik

sebagaimana

tercantum

dalam

sumpah

janji

profesi

keperawatan dan kode etik profesi keperawatan.

A.Pendekatan Bioetika
Etika keperawatan mengacu pada bioetik yang terdiri dari 3 pendekatan,
yaitu :
a.Pendekatan Teleologik
Pendekatan teleologik adalah suatu doktrin yang menjelaskan fenomena dan
akibatnya, dimana seseorang yang melakukan pendekatan terhadap etika
dihadapkan pada konsekuensi dan keputusan keputusan etis. Secara
singkat, pendekatan tersebut mengemukakan tentang hal hal yang
berkaitan dengan the end justifies the ineans ( pada akhirnya, yang
membenarkan secara hukum tindakan atau keputusan yang diambil untuk
kepentingan medis ).
b.

Pendekatan Deontologik

Istilah deontologi berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban.
Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk,
deontologi menjawab : karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita
dan karena perbuatan kedua dilarang.
Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip
tersebut antara lain autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber,
dan euthanasia.
Yang

menjadi

dasar

baik

buruknya

perbuatan

adalah

kewajiban.

Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang


merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

c.

Pendekatan Intiutionism

Pendekatan

ini

menyatakan

pandangan

atau

sifat

manusia

dalam

mengetahui hal yang benar dan salah. Hal tersebut terlepas dari pemikiran
rasional atau irasionalnya suatu keadaan.

B.Kasus Pendekatan Bioetika


a.Pendekatan Teleologik
Contoh Kasus :
1. Seorang perawat yang harus menghadapi kasus kebidanan karena
tidak ada bidan dan jarak untuk rujukan terlalu jauh, dapat
memberikan

pertolongan

sesuai

dengan

pengetahuan

dan

pengalaman yang dimilikinya demi keselamatan pasien.


2. Seorang anak mencuri untuk membeli obat ibunya yang sedang sakit.
Tindakan ini baik untuk moral dan kemanusiaan tetapi dari aspek
hukum tindakan ini melanggar hukum sehingga pendekatan teleologi
lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan
bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu.
b.Pendekatan Deontologik
Contoh Kasus :
1. Seorang perawat dihadapkan pada kondisi yang su;it, dimana seorang
pasien didiagnosa kanker darah putih (leukemia) stadium akhir.dan
harus segara diberi tahukan kepada pasien dan keluarganya tentang
penyakit yang diderita pasien. Dan dengan berat hati perawat
mengatakan hal itu, agar pasien dan keluarganya bisa mengambil
tindakan selanjutnya.
2. Jika seseorang diberi tugas dan melaksanakannya sesuai dengan
tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak
melaksanakan tugas.
3. Kewajiban seseorang yang memiliki dan mempecayai agamanya,
maka orang tersebut harus beribadah, menjalankan perintah dan
menjauhi laranganNya.
c.Pendekatan Intiutionism
Contoh Kasus :
1. Seorang perawat sudah tentu mengetahui bahwa menyakiti pasien
merupakan tindakan yang tidak benar.

Hal tersebut tidak perlu

diajarkan lagi kepada perawat karena sudah mengacu pada etika dari
seorang perawat yang diyakini dapat membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk untuk dilakukan.