Anda di halaman 1dari 5

Rating CB | Arus Kerja-Nominal Hubung Singkat

Menurut Peralatan Switching Kelistrikan

Rating CB meliputi
1) Rating Arus Kerja Hubung Singkat
2) Rating Arus Nominal Hubung Singkat
3) Rating Urutan Operasi CB
4) Rating Waktu Arus Hubung Singkat
Arus Kerja Hubung Singkat pada Circuit Breaker
Merupakan arus hubung singkat maksimal yang dapat ditahan oleh sebuah circuit
breaker sebelum memutus rangkaian dengan membuka kontaknya. Saat arus hubung singkat
mengalir melalui sebuah CB, akan timbul tekanan termal dan mekanis pada komponen yang
menghantarkan arus. Apabila luas dan penampang kontak tidak cukup besar, akan ada
kemungkinan kerusakan permanen pada isolator, juga konduktor-konduktor Circuit Breaker.
Berdasarkan Hukum Pemanasan Joule, kenaikan temperatur sebanding dengan kuadrat
dari arus hubung singkat, resistansi kontak dan durasi hubung singkat. Arus Hubung Singkat
secara terus menerus mengalir melalui CB hingga hubung singkat dihentikan dengan terbukanya
pengoperasian dari CB. Karena tekanan termal sebanding dengan durasi hubung singkat, maka
kapasitas pemutusan rangkaian oleh CB bergantung pada waktu pengoperasian.
Pada temperatur 160o C, alumunium melunak dan kehilangan kekuatan mekanisnya,
temperatur ini dinyatakan sebagai batas kenaikan temperatur pada kontak CB selama hubung
singkat.
Oleh karena itu, kapasitas pemutusan hubung singkat atau arus kerja hubung
singkat/arus kerja didefinisikan sebagai arus maksimum yang dapat melalui CB dari waktu

Hanif Insan YA/08

terjadinya gangguan hingga waktu pemutusan gangguan hubung singkat tanpa adanya kerusakan
permanen pada CB.
Nilai arus pemutusan hubung singkat dinyatakan dalam RMS. Selama hubung singkat,
CBtidak hanya mengalami tekanan termal, namun juga tekanan mekanis. Jadi, dalam
menentukan kapasitas pemutusan hubung singkat, kekuatan mekanis CB juga dipertimbangkan.
Maka, untuk memilih CB yang tepat, diharuskan menentukan tingkat gangguan pada system
yang akan dipasang CB.
Saat tingkat gangguan dari segala komponen transmisi listrik ditentukan, akan menjadi
mudah untuk memilih CB dengan rating yang tepat untuk jaringan.
Kapasitas Nominal Terhitung Hubung Singkat
Kapasitas nominal CB dinyatakan dalam nilai puncak, tidak seperti kapasitas pemutusan
yang dinyatak dalam rms. Secara teori, pada kejadian gangguan yang seketika di dalam system,
arus gangguan dapat naik hingga dua kali tingkat gangguan simetrisnya. Saat switching yang
seketika pada CB yang mengalami gangguan, bagian hubung singkat pada system terhubung ke
sumber. Siklus pertama arus selama rangkaian tertutup oleh CB, memiliki amplitudo yang
maksimal/paling besar. Yang kira-kira besarnya dua kali lipat dari amplitudo gelombang arus
gangguan simetris.
Kontak-kontak CB harus menahan nilai tertinggi arus selama siklus pertama gelombang
saat pemutus tertutup dalam keadaan gangguan.
Berdasarkan fenomena di atas, sebuah CB yang dipilih harus dihitung dengan kapasitas
pembentukan hubung singkatnya.
Sebagaimana arus nominal hubung singkat terhitung CB dinyatakan dalam nilai puncak
maksimum, nilai tersebut selalu melebihi rating arus pemutusan hubung singkat CB. Normalnya,
besar arus nominal adalah 2,5 kali dari arus pemutusan.
Urutan Kerja Terhitung atau Siklus Kerja CB
Merupakan persyaratan kerja mekanis dari mekanisme pengoperasian CB. Urutan kerja
CB dispesifikasikan dalam
Hanif Insan YA/08

O t CO t CO
Dimana O mengindikasikan operasi pembukaan CB.
CO merepresentasikan operasi penutupan yang segera diikuti dengan operasi pembukaan
tanpa adanya penundaan waktu yang disengaja.
t merupakan waktu diantara dua pengoperasian yang dibutuhkan untuk memulihkan
kondisi awal dan/atau menghindari pemanasan yang tidak semestinya komponen-komponen
konduksi CB. t=0,3 sekon pada CB yang dimaksudkan untuk penutupan otomatis yang pertama
kali, atau sebaliknya.
perkiraan siklus kerja terhitung pada CB adalah
O 0,3 sekon CO 3min CO
Hal ini berarti operasi pembukaan pada CB diikuti dengan operasi penutupan setelah
interval waktu 0,3 sekon, kemudian CB tebuka kembali tanpa waktu jeda. Setelah operasi
terbukanya CB tersebut, CB tertutup kembali setelah 3 menit dan kemudian memutus tanpa jeda
waktu.
Waktu Terhitung Arus Hubung Singkat
Merupakan batas arus yang dapat ditahan CB pada jangka waktu tertentu tanpa
mengalalmi kerusakan.
Circuit Breaker tidak secara langsung menghentikan gangguan yang ada pada system,
namun selalu ada jeda waktu antara mulai terjadinya gangguan dan waktu penghentian
gangguan. Jeda tersebut dikarenakan waktu operasi dari relay proteksi, waktu operasi CB dan
jeda waktu pada relay dalam pengkoordinasian dengan proteksi system tenaga listrik. Saat
sebuah CB gagal trip, gangguan akan dihentikan oleh CB dengan posisi/rating yang lebih tinggi.
Dalam hal ini, waktu penghentian gangguan akan lebih lama. Oleh karena itu, setelah terjadinya
gangguan, CB harus menahan hubung singkat selama jangka waktu tertentu. Penjumlahan
seluruh jeda waktu (seharusnya) tidak lebih dari 3 sekon, karenanya sebuah CB harus mampu
menahan arus maksimum gangguan , minimal selama jeda waktu tersebut.

Hanif Insan YA/08

Arus hubung singkat sangat berpengaruh pada CB dalm dua hal:


1. Karena besarnya arus, akan timbul tekanan termal dalam komponen-komponen insulasi
dan penghantar CB.
2. Besarnya arus hubung singkat menghasilkan tekanan mekanis yang signifikan pada
komponen penghantar arus yang berbeda pada CB
Circuit Breaker didesain untuk menahan tekanan-tekanan tersebut. Namun,tidak ada CB yang
dapat menahan arus hubung singkat tidak lebih dari periode singkat jeda, bergantung pada
koordinasi proteksinya. Maka dari itu, CB cukup didesain untuk mampu menahan pengaruh arus
hubung singkat pada jangka waktu singkat yang spesifik.
Periode singkat arus yang terhitung pada CB setidaknya samam dengan rating arus kerja pada
CB.
Rating Tegangan CB
Rating tegangan CB bergantung pada system insulasinya. Untuk system dibawah 400 kV,
CB didesain untuk menahan tegangan 10% diatas tegangan normal system. Untuk system diatas
atau sama dengan 400 kV, insulasi CB setidaknya mampu menahan tegangan 5% di atas
tegangan normalnya. Artinya, rating tegangan CB berkorespondensi dengan tegangan tertinggi
system. Dikarenakan, pada saat kondisi tanpa beban atau beban rendah, tegangan system
memungkinkan untuk naik pada tingkat tertingginya.
Circuit Breaker juga terdampak pada dua kondisi tegangan tinggi.
1. Pemutusan beban besar yang tiba-tiba karena sebab-sebab yang lain, tegangan yang
terbebani pada CB dan di antara kontak-kontak CB yang terbuka, bisa sangat tinggi bila
disbanding dengan tegangan tinggi system. Tegangan ini dapat menjadi penguat
frekuensi, namun tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama karena kondisi
tegangan tinggi tersebut harus dihentikan dengan peralatan proteksi.
Namun, CB harus menahan kekuatan frekuensi terhadap tegangan, selama rentang waktu
pengoperasiannya (usia).
Circuit breaker sebaiknya terhitung untuk kekuatan frekuensi yang menahan tegangan
untuk jangka waktu tertentu saja, yang biasanya selama 60 sekon. Mengatur kapasitas
penahanan kekuatan frekuensi lebih dari 60 sekon tidaklah ekonomis dan secara praktek
Hanif Insan YA/08

tidak diinginkan karena segala situasi gangguan pada system tenaga listrik sebenarnya
dihentikan dalam waktu kurang dari 60 sekon.
2. Seperti halnya peralatan yang lain yang terhubung pada system tenaga listrik, sebuah
Circuit Breaker juga mengalami impulse pembakaran dan impulse karena switching
selama usia pengoperasiannya. System insulasi CB dan celah kontak CB yang terbuka
harus menahan impuls tersebut. Amplitudo tegangan dari gangguan tersebut sangatlah
tinggi, namun secara ekstrim mengalami peralihan alami. Maka, sebuah CB didesain untuk
menahan impuls tegangan puncak tersebut dalam satuan mikrosekon saja.

Tegangan

Nominal Tegangan Sistem

Kuat

Frekuensi

Menahan

Tingkat

Sistem

Tertinggi

11 KV

12 KV

33 KV

36 KV

70 KV

170 KV

132 KV

145 KV

275 KV

650 KV

220 KV

245 KV

460 KV

1050 KV

400 KV

420 KV

Tegangan

Hanif Insan YA/08

Tegangan

Impuls

Anda mungkin juga menyukai