Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY.

R DENGAN HIPERBILIRUBIN
DI RUANG PERINATOLOGI RSUD WANGAYA
TANGGAL 12-14 APRIL 2016

OLEH :
LUH PUTU NITA MELIANDARI
NIM. P07120213021

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D-IV
2016

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY. R DENGAN HIPERBILIRUBIN


DI RUANG PERINATOLOGI RSUD WANGAYA
TANGGAL 12-14 APRIL 2016
I.

IDENTITAS
A. Anak
1. Nama
: By. R
2. Anak yang ke
:1
3. Tanggal lahir/umur: 8 April 2016 / 0 tahun-0bulan-4 hari
4. Jenis kelamin
: Perempuan
5. Agama
: Islam
B. Orang tua
1. Ayah
a. Nama
: Tn. AHH ( Ayah kandung)
b. Umur
: 22 tahun
c. Pekerjaan
: Mahasiswa
d. Pendidikan
: SMA
e. Agama
: Kristen
f. Alamat
: Riangkoli, Sinamalaka, Tanjung Bunga
2. Ibu
a. Nama
: Ny. R (Ibu kandung)
b. Umur
: 21 tahun
c. Pekerjaan
: Mahasiswa
d. Pendidikan
: SMA
e. Agama
: Islam
f. Alamat
: Lewoleba Utara

II.

GENOGRAM

Keterangan:
: Laki-laki

: Pasien

: Perempuan

III.

ALASAN DIRAWAT
a) Keluhan Utama
:
Ibu pasien mengatakan bayinya kuning.
b) Riwayat Penyakit
:
c) Bayi lahir Spontan pada tanggal 8 April 2016 pukul 18.40 WITA, tidak segera
menangis, AFGAR Score 4-5, Anus +, Kelainan -, Ibu dengan riwayat G1P0000
UK 38 minggu + 1 hari + KPD > 24 jam + Ketuban Hijau kental. KU bayi lemah,
menggunakan nasal O2, BBL 2800 gram, PB 50 cm, LK/LD 32/33. Bayi mulai di
keluhan tampak kuning sejak tanggal 11 April 2016 dengan hasil pemeriksaan
penunjang Billirubin total 12,11 mg/dL dan rencana dilakukan fototherapy selama
3 x 24 jam.

IV.

RIWAYAT ANAK (0 6 TAHUN), tergantung penyakit


A. Perawatan dalam masa kandungan :
Ibu bayi mengatakan melakukan pemeriksaan kehamilan di Bidan praktek dekat
tempat tinggal ibu, sebanyak 5 kali, yaitu 1 kali pada trimester 1, 2 kali pada
trimester 2 dan 2 kali pada trimester 3. Ibu bayi mengatakan tidak ada keluhan
dan kelainan selama hamil, serta obat-obatan yang di minum ibu selama hamil
yaitu obat penambah darah dan paracetamol, ibu sudah mendapatkan imunisasi
TT, ibu tidak ada menderita penyakit keturunan /kronis/menular seperti

Hipertensi, DM atau penyakit menular seksual dan dalam keluarga tidak ada yang
mempunyai penyakit keturunan atau menular.
B. Perawatan pada waktu kelahiran :
Bayi lahir Spontan pada tanggal 8 April 2016 pukul 18.40 WITA, tidak segera
menangis, AFGAR Score 4-5, Anus +, Kelainan -, Ibu dengan riwayat G1P0000
UK 38 minggu + 1 hari + KPD > 24 jam + Ketuban Hijau kental. KU bayi lemah,
di ruang peri dilakukan tindakan suction dan diberikan O2 nasal, BBL 2800 gram,
PB 50 cm, LK/LD 32/33.
V.

KEBUTUHAN BIO-PSIKO-SOSIAL-SPIRITUAL DALAM KEHIDUPAN SEHARIHARI


A. Bernafas
Saat melakukan pengkajian bayi tampak tidak mengalami kesulitan dalam
bernafas, tidak ada retraksi dada, suara nafas vesikuler +/+.
B. Makan dan minum
Bayi :
Bayi minum ASI setiap 3 jam atau setiap bayi menangis.
C. Eliminasi (BAB/BAK)
Bayi BAB tidak teratur, dengan warna kuning, konsistensi lembek dan bau khas
BAB bayi, BAK dalam pampers teratur warna kuning jernih, bau khas urine.
D. Aktifitas
Gerak bayi aktif dan tangis kuat.
E. Rekreasi
Tidak terkaji
F. Istirahat dan tidur
Bayi terbangun setiap 3 jam karena haus/lapar atau tidak nyaman dengan
lingkungannya seperti saat bayi BAB.
G. Kebersihan diri
Bayi dimandikan satu kali sehari serta di rawat tali pusat setelah mandi, bayi
tampak bersih, tali pusat kering dan tidak berbau.
H. Pengaturan suhu
Suhu tubuh bayi dalam keadaan normal.
I. Rasa nyaman
Bayi tertidur saat lingkungan dirasakan nyaman, namun sesekali bangun dan
menangis jika haus/lapar atau akanBAB.
J. Rasa aman
Bayi dalam keadaan aman dengan berada di dalam box bayi yang dilengkapi
pengaman.
K. Belajar (anak dan orangtua)

Ibu bayi sudah mengetahui sebelum memegang bayi harus mencuci tangan
terlebih dahulu, sebelum memberi ASI putting susu dibersihkan terlebih dahulu.
L. Prestasi
Tidak terkaji
M. Hubungan sosial anak
Orang yang paling dekat dengan bayi adalah ibunya.
N. Melaksanakan ibadah (kebiasaan, bantuan yang diperlukan terutama saat anak
sakit)
Tidak terkaji

VI.

PENGAWASAN KESEHATAN
Apabila dalam kondisi sehat bayi diawasi oleh Ibu dan keluarga saja namun selalu
mengikuti jadwal-jadwal imunisasi.Apabila dalam kondisi sakit, langsung ke pelayanan
kesehatan terdekat. Kunjungan ke posyandu belum ada. Pengawasan bayi dirumah
dilakukan oleh keluarga.
Imunisasi
Imunisasi
Hepatitis B

VII.

Tgl diberikan
8 April 2016

Reaksi
-

Tempat Imunisasi
RSUD Wangaya

PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA


N
o
-

VIII.

Umur
0 hari

Jenis
Penyakit

Akut/Kronis
/Menular/tidak

Umur

Lamanya

Pertolongan

saat
sakit
-

KESEHATANLINGKUNGAN
Lingkungan bayi selalu di jaga agar tetap bersih untuk mengindari infeksi dan setiap
orang yang akan memegang bayi selalu dihimbau mencuci tangan terlebih dahulu.

IX.

PERKEMBANGAN ANAK (0 6 tahun)


Bayi berusia 4 hari mempunyai reflek hisap baik, dan reflek menggenggam baik ketika di
sodorkan jari telunjuk, bayi bisa menoleh ke salah satu sisi, reflek mencari bayi juga baik
ketika di sentuk pipinya maka mulut bayi akan membuka dan berpaling ke sumber
sentuhan serta bayi terkejut ketika di beru tepukan di dekat wajahnya.

X.

PEMERIKSAAN FISIK
A. Kesan umum
B. Warna kulit
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.
L.
M.
N.
O.
P.

: Bayi tampak bersih, pergerakan aktif, postur bayi


proposional, BB saat di kaji 2850 gram.
: Ikterus Kremer II, tampak kulit bayi berwarna kuning

pada bagian leher dan di sekitar badan bayi.


Suara waktu menangis : suara menangis kuat
Tonus otot
: + +
+ +
Turgor kulit
: elastis
Udema
: tidak ada
Kepala
: Normochepal, persebaran rambur merata, kulit kepala
bersih, tidak ada kelainan bentuk kepala.
Mata
: Bentuk bola mata bulat, pergerakan baik, pupil isokhor,
konjungtiva merah muda, sclera kuning.
Hidung
: Tidak terdapat secret pada hidung, tidak ada pergerakan
cuping hidung, tidah ada suara nafas tambahan.
Telinga
: Telinga bersih, bentuk simetris.
Mulut
: Terdapat lendir bekas ASI di mulut, lidah putih.
Leher
: Tidak teraba bendungan dan pembesaran kelenjar atau
pembuluh darah pada leher, pergerakan lebher baik.
Thoraks
: Bentuk dada simetris, irama pernafasan teratur, tidak ada
Retraksi dada, dan tidak ada suara nafas tambahan.
Jantung
: S1/S2 tunggal murni, tidak ada pembesaran pada dada.
Persarafan
: reflek fisiologis baik.
Abdomen
: Bentuk simetis, tali pusat kering dan terbungkus, tidak
teraba pembesaran organ, tidak teraba skibala dan tidak

Q. Ekstremitas

R. Alat kelamin
S. Anus

ada nyeri tekan.


: Ekstermitas baik, tidak ada kelainan bentuk pergerakan
aktif, tidak ada edema, keadaan ujung ektermitas baik
(kuku (+), tidak tampak kebiruan).
: labia mayora sudah menutupi labia minora
: anus (+), tidak ada kelainan anus.

T. Antropometri (ukuran pertumbuhan)

1. BB = 2850 gram
2. PB = 50 cm
3. Lingkar kepala= 32cm
4. Lingkar dada = 33 cm
U. Gejala kardinal :
1. Suhu: 36,8 0C
2. HR: 128 x/mnt
3. Pernafasan: 42 x/mnt
XI.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil pemeriksaan kimia darah tanggal 11 April 2016

Pemeriksaan
Billirubin total
Billirubin direk
Billirubin indirek

Hasil
12,11 (H)
0,4
11,71

Satuan
Mg/dL
Mg/dL
Mg/dL

Nilai rujukan
0,2-1
0,1-0,4
RNF

Hasil pemeriksaan hematologi tanggal 11 April 2016


Pemeriksaan
Leukosit
Hemoglobin
Hematokrit
Trombosit
Limfosit
Monosit
Eosinofil
MCV
RDW-SD
RDW-CV
XII.

Hasil
14,55
15,8
44,2
285
23,6 (L)
12,0
4,1 (H)
85,5
46,7
15,7

Satuan
10^3/ul
g/dL
%
10^3/ul
%
%
%
fL
fL
%

Nlai rujukan
5,0 20,0
10,0-18,0
31,0-55,0
150-350
40 60
4 12
0-4
85,0-108,0
37-54
11,0-16,0

HASIL OBSERVASI
1. Interaksi anak dengan orang tua
Interaksi anak dengan ibu tampak baik, ibu bayi tampak selalu menemani dan
memberi ASI kepada bayinya.
2. Bentuk/arah komunikasi
Komunikasi antara ibu dan bayi melalui reaksi tangis bayi dan ibu sudah melakukan
komunikasi kecil terhadap bayi seperti berbisik.
3. Ambivalensi/kontradiksi Prilaku
Tidak terkaji
4. Rasa aman anak
Bayi merasa aman bila di dekap ibunya.

ANALISIS DATA
TGL/JAM DATA FOKUS
12
April DO:

INTERPRETASI/PENYEBAB MASALAH
Pemecahan Hemoglobin
Ikterus

2016 pukul -

Bayi

tampak

Neonatorum

10.00 WITA

kuning pada bagian Peningkatan dekstruksi eritrosit


leher dan disekitar (gangguan
-

konjugasi

badan bayi
bilirubin/gangguan
Hasil lab (11 April
bilirubin)
2016)
bilirubin
direk: 0,4 mg/dL,
bilirubin

indirek:

11,71

mg/dL,

bilirubin

total:

transport

Pemecahan bilirubin berlebihan


Suplai

bilirubin

melebihi

ketidakmampuan hepar

12,11 mg/dL (H).


DS:

Ibu

bayi

mengatakan

bayi

Hepar tidak mampu melakukan


konjungasi

tampak kuning sejak


kemarin
2016),

(11

April

bayi

rutin

diberikan ASI sejak


lahir setiap 3 jam.

Masuk ke sirkulasi darah


Peningkatan

bilirubin

dalam

darah
Ikterus Neonatorum

12

April DS : -

Peningkatan

2016 pukul DO:


10.00 WITA -

bilirubin

dalam Risiko

darah

Hasil lab (11 April


2016)

bilirubin Ikterik neonatal

direk: 0,4 mg/dL,


bilirubin

indirek: Indikasi fototerapi

11,71

mg/dL,

bilirubin

total: Sinar dengan intensitas tinggi

Ketidakseimbanga
n Suhu Tubuh

12,11 mg/dL (H).


Bayi
dilakukan

Risiko
Ketidakseimbangan
fototerapi
Suhu Tubuh
Suhu tubuh bayi:

36,8C
Bayi tampak tidak
mengggunakan
pakaian,

hanya

menggunakan
popok
Pasien

tidak

menggunakan
12

selimut
April DS : -

2016 pukul DO

Peningkatan destruksi eritrosit Risiko Infeksi

Riwayat (ggn konjungsi billirubn/ ggn

10.00 WITA persalinan ibu : Ibu transport billirubin, peningkatan


dengan

riwayat siklus

G1P0000

UK

enteropetik)

Hb

dan

38 eritrosit abnormal

minggu + 1 hari +
KPD > 24 jam + Pemecahan billirubin berlebih
Ketuban Hijau kental.
Bayi lahir tidak segera Suplay
menangis,

billirubin

melebihi

AFGAR tampungan hepar

Score 4-5.
Bayi

tampak

tidak Hepar tidak mampu melakukan

menggunakan pakaian, konjungsi


suhu tubuh bayi 36,8
0

C,

tidak

ada Sebagian masuk lagi ke siklus

pembengkakan

pada emerohepatik

bagian

bayi,

tubuh

bayi tampak tenang, Ikterik neonatus


tidak

ada

kemerahan

tanda
pada Risiko infeksi

bagian tubuh bayi.


XIII.
No
1.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tanggal muncul
12 April 2016

Diagnosa Keperawatan
Ikterus Neonatorum berhubungan dengan usia <7 hari
ditandai dengan bayi tampak kuning, Bayi tampak kuning,
Hasil lab (11 April 2016) bilirubin direk: 0,4 mg/dL,
bilirubin indirek: 11,71 mg/dL, bilirubin total: 12,11 mg/dL
(H). Ibu bayi mengatakan bayi tampak kuning sejak
kemarin (11 April 2016), bayi rutin diberikan ASI sejak

2.

12 April 2016

lahir.
Risiko

ketidakseimbangan

suhu

tubuh

berhubungan

dengan faktor risiko pemajanan suhu lingkungan yang


ekstrem.
Risiko infeksi berhubungan dengan ketidak adekuatan

3.

12 April 2016

XV.

pertahanan sekunder
RENCANA KEPERAWATAN

No

Tgl

Diagnosa

Tujuan

12

Keperawatan
Ikterus

Kriteria Hasil
NOC:

NIC:

April

Neonatorum

Newborn

Phototherapy:

penutup

2016

berhubungan

Adaptation

neonate

pada

1. Gunakan

fototerapi sangat

dengan

usia Setelah

<7

hari dilakukan

ditandai

& Intervensi

tindakan

dengan

bayi keperawatan

tampak

selama

2x24

kuning,

Bayi jam, diharapkan

tampak

ikterik pada bayi

kuning, Hasil berkurang


lab (11 April dengan kriteria
2016)

hasil:

bilirubin

1. Warna kulit

Rasional

Nama/Ttd

1. Menggunakan
bayi

mata
saat

penutup mata

penting mencegah

pada

rusaknya

bayi,

jangan

bayi

mengikat
terlalu ketat.
2. Lepaskan

mata
akibat

penyinaran UV.
2. Mencegah
terjadinya

risiko

penutup mata

cedera pada mata

setiap 3 jam

bayi

akibat

atau

tertutup

terlalu

lama.
3. Memantau

mata

saat

kontak dengan

direk:

0,4

mg/dL,
indirek: 11,71
mg/dL,
bilirubin total:
mg/dL

(H). Ibu bayi


mengatakan
bayi

tampak

kuning

sejak

kemarin
April

tidak

kuning.
2. Hasil

bilirubin

12,11

bayi

(11
2016),

Ibu atau saat

menyusui.
lab 3. Monitor

pembengkakan,

bilirubin

adanya

normal (<10

pembengkakan

mg/dL)

, warna, dan

mata kering, dan

kelembaban
mata

warna mata merah


agar

segera

dilakukan

bayi

setelah
pemberian

penanganan.
4. Memantau
kondisi

ASI.
4. Monitor

bayi
vital

sign

bayi

rutin

diberikan ASI

bayi setiap 3

sejak lahir.

apabila

terdapat

setiap 3 jam.
5. Ganti
posisi

bayi

bayi,

umum
apabila

terdapat
keabnormalan
agar

segera

diberikan

penanganan.
jam.
5. Mengganti posisi
6. Monitor hasil
tiap
4
jam
lab terutama
mencegah
bilirubin @ 2
terjadinya
hari
7. Monitor tandapenekanan yang
tanda

adanya

dehidrasi

tempat tidur dan

setelah

decubitus.
6. Memantau

pemberian
obat.
8. Timbang berat
badan
hari.
9. Anjurkan

terlalu lama bada

setiap

bilirubin

dalam

darah bayi.
7. Mencegah
terjadinya

ibu

dehidrasi

pada

untuk memberi

bayi yang dapat

ASI setiap 3

mengakibatkan

jam per hari.


10. Anjurkan ibu
untuk

penyembuhan
terhambat.
8. Untuk

berpartisipasi
saat

proses

bayi

mengetahui

dilakukan

apakah

nutrisi

fototerapi.

yang didapat bayi


saat

fototerapi

baik/tidak.
9. ASI
membantu
dalam

proses

penyembuhan
bayi kuning, serta
ASI

merupakan

nutrisi yang baik


untuk bayi.
10. Agar ibu

bisa

memantau proses
2

fototerapi bayi.
1. Memantau suhu

Risiko

NOC:

NIC:

ketidakseimba

Thermoregulat

Temperature

bayi

regulation

mengetahui reaksi

1. Monitor suhu

tubuh

ngan

suhu ion: Newborn

tubuh

Setelah

berhubungan

dilakukan

bayi

dengan faktor tindakan


risiko

keperawatan

pemajanan

selama

suhu

jam diharapkan

lingkungan

bayi

yang ekstrem.

mengalami

2x24
tidak

hipotermi/hipert
ermi

dengan

tiap

jam.
2. Monitor
warna
bayi

setiap

hari

setelah

ruangan
sesuai

bayi

terhadap
lingkungan.
2. Warna kulit bayi

kulit

mandi
3. Atur

untuk

mempengaruhi
reaksi tubuh bayi,
seperti
kemerahan,

suhu

kebiruan, kuning.
3. Menjaga
suhu
tubuh bayi agar

kriteria hasil:

kebutuhan

1. Suhu tubuh

bayi.

stabil.

bayi normal
(36,537,5C).
2. Tidak
ada
perubahan
3

warna kulit.
Risiko infeksi NOC:

NIC:

1. Menghindari

berhubungan

New

dengan

adaptation

Born

an

ketidak

Setelah

1. Bersihkan

infeksi

adekuatan

diberikan askep

secret/cairan

pertahanan

selama

yang

sekunder

jam diharapkan

tersisa

infeksi

mulut bayi.

terjadi

Born Infant care New

2x24
tidak

masih

36,50C

tubuh

37,50C
3) Tidak

dan

menjaga
4. Mendeteksi

dini

kebersihan

tandatanda infeksi

bayi, genetalia,

atau ruam pada

dan

bayi

anus

selesai BAB &


ada

tanda infeksi

kebersihan bayi.

1) RR = 30 3. Jaga
2) Suhu

dan

2. Deteksi dini tanda

yainfeksi

bayi

60 x/mnt

kuman

pada 3. Mencegahtimbuln

dengan 2. Monitor suhu

Kriteria hasil :

pemkembangbiak

BAK

tanda infeksi 4. Monitor


(calor, rubor,

genetalia

dan

tumor, dolor,

anus dari tanda

fungsiolaesa)

kemerahan

CATATAN KEPERAWATAN

No Tanggal/jam
1

Nomor

12

diagnosa
April 1

2016

pukul

10.10 WITA

Implementasi

Evaluasi

Menggunakan

penutup DS: -

mata pada bayi sebelum DO:


masuk

ke

dalam

fototerapi

sinar sesuai,

suhu

April 2

Mengatur

2016

pukul

sesuai kebutuhan bayi

masuk

2016

pukul

12.00 WITA
4

dalam

menggunakan
Memonitor vital sign bayi.

AC

dengan suhu 25C.


DS:DO:

12

April 1

2016

pukul

memberi ASI setiap 3 jam mengatakan


untuk

berpartisipasi 3

jam

saat bayi akan dilakukan menemani


fototerapi.
12

April 1

Memonitor

2016

pukul

bayi

12.30 WITA

sekali

dan

bayi

saat

fototerapi.
warna

DO: kulit DS: DO: bayi masih tampak


kuning seluruh tubuh.

12

April 1

Memonitor

2016

pukul

dehidrasi.

14.00 WITA

bersedia

sekali dan menganjurkan memberikan ASI setiap


ibu

box

- Suhu: 36,7C
- RR: 44x/menit
- HR: 130x/menit
Menganjurkan ibu untuk DS:
ibu
pasien

12.25 WITA

sudah

DO: pengaturan suhu

10.15 WITA
April 1,2,3

bayi

fototerapi.
ruangan DS: -

12

12

sudah

box terpasang penutup mata,

fototerapi yang sesuai.

bayi

dan sinar fototerapi sudah

menempatkan

Nama/Ttd

tanda-tanda DS:DO:

bayi

mengalami

tidak
dehidrasi,

12

April 1,2,3

2016

pukul

Memonitor vital sign bayi.

DO:

15.00 WITA
8

kulit bayi lembab.


DS: -

- Suhu: 36,9C
- RR: 45x/menit
- HR: 135x/menit
area Genetalia dan anus bayi

12

April 3

Membersihkan

2016

pukul

genetalia dan anus bayi tampak bersih

15.00 WITA
12
April 1

dengan bersih setelah BAB


Menganjurkan ibu untuk DS:

2016

memberi

pukul

15.10 WITA

ASI

Ibu

bersedia

dan menyusui bayi.

melepaskan penutup mata DO:

Ibu

tampak

bayi sekaligus mengganti menyusui bayi, penutup


posisi bayi

mata

terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


10

ibu.
adanya DS: -

12

April 1

Memonitor

2016

pukul

pembengkakan pada mata, DO: mata bayi tidak

15.10 WITA

warna

mata,

dan mengalami

kelembaban mata.

pembengkakan

dan

warna mata bayi masih


kuning,
11

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

12

April 1,2,3

2016

pukul

18.30 WITA
13

mata bayi baik.


penutup DS: -

12

15.30 WITA

12

kelembaban

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

menggunakan

Memonitor vital sign bayi.

penutup mata.
DS: DO:

12

April 1

- Suhu: 37,1C
- RR: 46x/menit
- HR: 134x/menit
Menganjurkan ibu untuk DS:
Ibu
bersedia

2016

pukul

memberi

ASI

dan menyusui bayi.

18.30 WITA

melepaskan penutup mata DO:

Ibu

tampak

bayi sekaligus mengganti menyusui bayi, penutup


posisi bayi

mata

terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


14

ibu.
adanya DS: -

12

April 1

Memonitor

2016

pukul

pembengkakan pada mata, DO: mata bayi tidak

18.30 WITA

warna

mata,

dan mengalami

kelembaban mata.

pembengkakan

dan

warna mata bayi masih


kuning,
15

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

12

April 1,2,3

2016

pukul

21.00 WITA
17

mata bayi baik.


penutup DS: -

12

19.10 WITA

16

kelembaban

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

menggunakan

Memonitor vital sign bayi

penutup mata.
DS : DO :

12

April 2,3

- S : Suhu: 37,7C
- RR: 42x/menit
- HR: 140x/menit
Menganjurkan ibu untuk Ibu melakukan kompres

2016

pukul

memberikan

21.10 WITA

kompres hangat pada ketiak bayi

hangat pada bayi untuk selama 10-15 menit


menurunkan suhu tubuh

17

12

April 1,2,3

bayi.
Memonitor vital sign bayi DS: -

2016

pukul

dan memonitor tanda-tanda DO:

22.10 WITA

dehidrasi.

- Suhu: 37,4C
- RR: 46x/menit
- HR: 144x/menit
- Tidak terdapat tandatanda dehidrasi pada

18

12

April 1

bayi.
Menganjurkan ibu untuk DS:
Ibu

2016

pukul

memberi

22.20 WITA

ASI

bersedia

dan menyusui bayi.

melepaskan penutup mata DO:

Ibu

tampak

bayi sekaligus mengganti menyusui bayi, penutup


posisi bayi

mata

terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


19

ibu.
adanya DS: -

12

April 1

Memonitor

2016

pukul

pembengkakan pada mata, DO: mata bayi tidak

22.20 WITA

warna

mata,

dan mengalami

kelembaban mata.

pembengkakan

dan

warna mata bayi masih


kuning,
20

kelembaban

mata bayi baik.


penutup DS: -

12

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

22.55 WITA

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

menggunakan

penutup mata.
21

13

April 1,2,3

2016

pukul

Memonitor vital sign bayi

DO:

01.00 WITA

22

DS: - Suhu: 37,2C


- RR: 48x/menit
- HR: 140x/menit

13

April 1

Memonitor

2016

pukul

pembengkakan pada mata, DO: mata bayi tidak

02.05 WITA

warna

adanya DS: mata,

kelembaban mata.

dan mengalami
pembengkakan

dan

warna mata bayi masih


kuning,

kelembaban

mata bayi baik.

23

13

April 1,2

2016

pukul

Memonitor vital sign bayi

DO:

05.30 WITA
24

DS: -

13

April 1

Menganjurkan

- Suhu: 36,9C
- RR: 48x/menit
- HR: 143x/menit
ibu DS: -

2016

pukul

memberi

dan DO:

05.30 WITA

ASI

tampak

melepaskan penutup mata menyusui bayi, penutup


bayi sekaligus mengganti mata
posisi bayi

25

Ibu
terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


ibu.
adanya DS: -

13

April 1

Memonitor

2016

pukul

pembengkakan pada mata, DO: mata bayi tidak

05.35 WITA

warna

mata,

dan mengalami

kelembaban mata.

pembengkakan

dan

warna mata bayi masih


kuning,
26

mata bayi baik.


penutup DS: -

13

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

05.55 WITA

masuk

ke

dalam

fototerapi
27

box di dalam box fototerapi


dengan

menggunakan

13

April 1

penutup mata.
Memonitor adanya tanda- DS:-

2016

pukul

tanda dehidrasi

DO:

06.10 WITA

bayi

mengalami
turgor

28

kelembaban

dehidrasi,
elastis,

mukosa bibir lembab.


dan Bayi
mandi

13

April 3

Memandikan

2016

pukul

melihat tanda kemerahan menggunakan

08.00 WITA

bayi

kulit

tidak

air

pada genetaliha dan anus hangat, tidak terdapat


bayi, serta merawat tali tanda kemerahan pada
pusat bayi

genetalia dan anus bayi.

Tali pusat bayi tampak


29

13

April 2

Memonitor

2016

pukul

bayi

bersih dan kering.


kulit DS: -

warna

DO: warna kulit bayi

08.15 WITA

masih tampak kuning


pada bagian kepala dan

30

13

April 1,2,3

2016

pukul

Memonitor vital sign bayi

DO:

08.55 WITA
31

ekstermitas.
DS: -

13

April 1

Menganjurkan

- Suhu: 36,8C
- RR: 50x/menit
- HR: 138x/menit
ibu DS: -

2016

pukul

memberi

dan DO:

08.55 WITA

ASI

tampak

melepaskan penutup mata menyusui bayi, penutup


bayi sekaligus mengganti mata
posisi bayi

32

Ibu
terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


ibu.
adanya DS: -

13

April 1

Memonitor

2016

pukul

pembengkakan pada mata, DO: mata bayi tidak

08.55 WITA

warna

mata,

dan mengalami

kelembaban mata.

pembengkakan

dan

warna mata bayi masih


kuning,
33

mata bayi baik.


penutup DS: -

13

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

09.00 WITA

34

kelembaban

13

April 1,2,3

2016

pukul

12.00 WITA

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

menggunakan

Memonitor vital sign bayi

penutup mata.
DS: DO:
- Suhu: 36,4C
- RR: 45x/menit

35

13

April 1

Menganjurkan

- HR: 140x/menit
ibu DS: -

2016

pukul

memberi

dan DO:

12.00 WITA

ASI

Ibu

tampak

melepaskan penutup mata menyusui bayi, penutup


bayi sekaligus mengganti mata
posisi bayi

terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


ibu.

36

13

April 1,2,3

2016

pukul

Memonitor vital sign bayi

DO:

15.30 WITA
37

DS: -

13

April 1

Menganjurkan

- Suhu: 36,4C
- RR: 50x/menit
- HR: 144x/menit
ibu DS: -

2016

pukul

memberi

dan DO:

15.35 WITA

ASI

posisi bayi

ibu.
penutup DS: -

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

13

April 1,2,3

2016

pukul

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

Memonitor vital sign bayi

penutup mata.
DS: -

13

April 1,2,3

2016

pukul

13

April 1

menggunakan

DO:

Memonitor vital sign bayi

- Suhu: 36,6C
- RR: 48x/menit
- HR: 140x/menit
DS: DO:

22.30 WITA
41

posisi

bayi berada di dekapan

19.00 WITA
40

terbuka,

13

16.00 WITA

39

tampak

melepaskan penutup mata menyusui bayi, penutup


bayi sekaligus mengganti mata

38

Ibu

Menganjurkan

- Suhu: 36,6C
- RR: 50x/menit
- HR: 143x/menit
ibu DS: -

2016

pukul

22.40 WITA

memberi

ASI

dan DO:

posisi bayi

ibu.
penutup DS: -

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

14

April 1,2,3

2016

pukul

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

Memonitor vital sign bayi

penutup mata.
DS: DO:

14

April 1

Menganjurkan

2016

pukul

memberi

dan DO:

ASI

posisi bayi

tampak

terbuka,

posisi

bayi berada di dekapan


ibu.
penutup DS: -

14

April 1

Menggunakan

2016

pukul

mata pada bayi sebelum DO: bayi sudah berada

02.30 WITA

14

April 1,2,3

2016

pukul

masuk

ke

dalam

box di dalam box fototerapi

fototerapi

dengan

Memonitor vital sign bayi

penutup mata.
DS: -

menggunakan

DO:

05.30 WITA
47

Ibu

melepaskan penutup mata menyusui bayi, penutup


bayi sekaligus mengganti mata

46

menggunakan

- Suhu: 36,8C
- RR: 50x/menit
- HR: 144x/menit
ibu DS: -

02.10 WITA

45

posisi

bayi berada di dekapan

02.10 WITA
44

terbuka,

13

23.10 WITA

43

tampak

melepaskan penutup mata menyusui bayi, penutup


bayi sekaligus mengganti mata

42

Ibu

14

April 1

Memonitor

2016

pukul

bilirubin total, direk, dan DO: bayi menangis kuat

07.00 WITA

indirek

hasil

- Suhu: 36,6C
- RR: 50x/menit
- HR: 143x/menit
lab DS:
saat

dilakukan

pengambilan
darah,
48

sample

darah

sudah terkirim ke lab


dan Bayi
mandi

14

April 3

Memandikan

2016

pukul

melihat tanda kemerahan menggunakan

08.00 WITA

bayi

sample

air

pada genetaliha dan anus hangat, tidak terdapat


bayi, serta merawat tali tanda kemerahan pada
pusat bayi

genetalia dan anus bayi.


Tali pusat bayi tampak

49

14

April 2

Memonitor

2016

pukul

bayi

warna

bersih dan kering.


kulit DS: -

08.15 WITA
50

DO: warna kulit bayi


sudah

14

April 1,2,3

2016

pukul

Memonitor vital sign bayi

tidak

tampak

berwarna kuning
DS: DO:

08.50 WITA

- Suhu: 36,8C
- RR: 45x/menit
- HR: 142x/menit

CATATAN PERKEMBANGAN
No
1

Tanggal/ jam

Nomor

diagnosa
14 April 2016 1
pukul

10.00

WITA

Evaluasi
S: O: Warna kulit bayi sudah tidak tampak berwarna
kunig. Hasil laboratorium terakhir menunjukkan
bilirubin total : 7.8 mg/dL, bilirubin direk : 0,2
mg/dL (H), dan bilirubin indirek: 7,6 mg/dL.
A: Masalah ikterus neonatorum teratasi, tujuan
tercapai.

14

April 2

P: Pertahankan kondisi bayi


S: -

Nama/TTD

pukul

10.00

O : Suhu tubuh pasien terakhir 36,8C.

WITA

A: Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh

14 April 2016 3

P : Lanjutkan intervensi temperature regulation.


S: -

pukul

O: Selama perawatan bayi di ruang peri, bayi

WITA

10.00

tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi (calor,


rubor, tumor, dolor, fungsiolaesa), Suhu: 36,8C ;
RR: 45x/menit
A: Tidak terjadi infeksi pada bayi
P: Pertahankan kondisi bayi.

Mengetahui,
Pembimbing Praktik

Denpasar, April 2016


Mahasiswa

Luh Putu Nita Meliandari


NIP.

NIM. P07120213021

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

N.L.K. Sulisnadewi, M.Kep., Ns., Sp.Kep.An


NIP. 197406221998032001