Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TEKNIK PEMBORAN LANJUT

MULTILATERAL DRILLING
oleh
Bayu Setia Kurniawan

(13010074)

Bima Ghafarali

(13010079)

Candra Beni Harto

(13010085)

Cynthia Margareth

(13010090)

Deden Kurnia Al-Azies

(13010095)

Dimas Aldi Hidayatullah

(13010101)

Dwi Cahyo Nugroho

(13010106)

Ekmal Adi Mahardika

(13010111)

Ezzy Wahyu Dwi Cahya

(13010117)

Fajar Hendrawan

(13010122)

Febyan Putrawijaya Infantri

(13010129)

Ganang Raditya Pratama

(13010136)

Gilang Ersyaf F

(13010141)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN


AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Indramayu, Juni 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Perencanaan sumur merupakan suatu hal yang sangat penting dalam persiapan
program pemboran. Untuk itu, diperlukan berbagai macam prinsip-prinsip teknik disamping
faktor pelaksanaan dan pengalaman. Walaupun suatu metode perencanaan sumur sudah
dipraktekan, tetapi masih memungkinkan terjadinya perubahan sejalan dengan pelaksanaan
pemboran itu sendri, dan pada akhirnya semuanya harus memperhatikan beberapa faktor,
yaitu : keamanan, minimisasi biaya pemboran, dan metoda produksi yang digunakan.
Dalam suatu perencanaan sumur akan melibatkan berbagai disiplin keahlian,
yaitu para ahli yang berpengalaman dalam bidang pemboran yang dapat memadukan semua
aspek pemboran secara baik. Mereka menggunakan perlengkapan maupun piranti teknik,
seperti komputer dan beberapa alat bantu lainya dalam merencanakan sumur.
Pemboran multilateral adalah suatu teknik pengembangan pemboransumur
horisontal dengan jumlah lubang lateral lebih dari satu (multi), menembussatu atau
lebih formasi produktif, sehingga diperoleh peningkatan pengurasan
reservoar dan peningkatan laju produksi.
Usaha-usaha

meningkatkan

perolehan

minyak

dan

gas

bumi

tidak

selalu

diikuti dengan suatu keberhasilan, padahal investasi yang ditanamkan sangat besar, sehingga
cara lain masih diperlukan untuk diuji coba.
Pendekatan mekanik diterapkan untuk menaikkan laju produksi sumur, sehingga
perolehan di permukaan mengalami peningkatan. Pendekatan mekanik adalah membuat
lubanghorisontal sampai ratusan dan ribuan meter ke arah samping, dimana selama inilubang
perforasi ke arah samping hanya beberapa sentimeter sampai satu meter saja.
Kelebihan dibuatnya lubang horisontal adalah kemampuan pengarahan

lubang

yang sangat tepat sedemikian rupa sehingga bisa memperlambat atau meminimumkan
hadirnya

air

dalam

lubang

produksi.

Sama

seperti pemboran

horisontal, maka

permasalahan yang timbul pada pemboran multilateral sudah diantisipasi. Seperti meningkatn
ya gesekan geser (drag) dan gesekan putar (torque) antara peralatan pemboran dengan dindin
g lubang lengkung dan horisontal, sulitnya pembersihan lubang dan serbuk bor, sulitnya
penyemenan, sulitnya mengevaluasi dengan logging, dan sebagainya. Hal ini terjadi pada
kurun tahun 1980 sampai pada akhirnya pemboran multilateral dapat direalisasikan sebagai
cabang baru.

BAB II
ISI

Multilateral Drilling
Pada tahun 1953, telah dibor sebuah sumur minyak yang unik bernama 66/45
menggunakan teknologi Turbodrill di lapangan Bashkiria, Rusia. Sumur ini memiliki 9
cabang lateral dibawah permukaan tanah hanya dari sebuah lubang bor di permukaan.
Hasilnya sumur ini memiliki jangkauan pada payzone 5,5 kali lebih besar dengan biaya yang
hanya 1,5 kali lebih besar daripada sumur konvensional. Sumur 66/45 inilah yang merupakan
sumur multilateral pertama di dunia yang sebenarnya, walaupun metode multilateral drilling
ini sudah diperkenalkan sebelumnya pada tahun 1930-an.
Sumur multilateral adalah sumur yang memiliki satu lubang di permukaan namun
memiliki dua atau beberapa cabang di bagian bawahnya. Sumur multilateral dapat berupa
sumur eksplorasi, sumur pengembangan (infill) ataupun sumur re-entry dari sumur yang telah
ada sebelumnya. Bentuk dari sumur multilateral sangatlah bervariasi, dari yang paling
sederhana seperti sumur vertikal yang ditambah dengan satu sumur sidetrack, ataupun dapat
sangat rumit seperti extended-reach well with multilateral.

Tujuan Multilateral
Multilateral drilling diaplikasikan dengan tujuan-tujuan tertentu, antara lain adalah
sebagai berikut:
1. Membatasi produksi air atau gas dengan memperlambat terjadinya coning.
2. Meningkatkan produktivitas dan perolehan dari sumur-sumur yang telah ada dengan
multilateral sidetracking.
3. Meningkatkan perolehan dengan produksi dari beberapa reservoir terpisah secara efektif.
4. Meningkatkan produktivitas sumur
5. Meningkatkan dan mempercepat perolehan minyak
6. Meningkatkan luas drainage reservoir
7. Mengurangi jumlah platform, biaya pembebasan lahan di permukaan

Multilateral System
Ada beberapa macam tingkatan/level dari Multilateral Well System yang telah
dikategorikan oleh Technology Advancement of Multi-Lateral (TAML). TAML sendiri adalah
suatu kelompok yang beranggotakan para operator dan supplier yang memiliki pengalaman
dan pengetahuan yang lebih dalam bidang multilateral, tujuan dari dibentuknya TAML ini
adalah

tidak

lain

untuk

mengembangkan

teknologi

dalam

multilateral.

TAML

mengklasifikasikan Multilateral System berdasarkan jumlah dan jenis dari cabang-cabang


multilateral yang diaplikasikan pada suatu sumur multilateral. Ada 6 level multilateral system
yang ditetapkan oleh TAML dimana tiap level memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas
masing-masing. Tiap tinggi levelnya makan makin kompleks suatu sumur multilateral, begitu
juga biaya yang harus dikeluarkan. Adapun level-level multilateral system tersebut antara
lain:
1. TAML Level 1
TAML Level 1 adalah multilateral system yang paling
mendasar dimana suatu sumur multilateral terdiri dari
satu sumur openhole utama dengan satu atau beberapa
sumur lateral yang menyebar dari sumur utama
tersebut. Persimpangan dalam system ini didesain
tanpa adanya penyemenan ataupun komplesi khusus
atau dalam kata lain hanya dibiarkan secara openhole.
Namun hal tersebut memanglah terkesan sangat
riskan, karena persimpangan yang telah terbuat hanya
bergantung pada kekuatan dan stabilitas dari formasi,
sehingga

terkadang

diaplikasikan

komplesi

menggunakan slotted liner untuk menjaga agar


borehole tidak runtuh dan menghentikan laju produksi, terutama pada sumur lateralnya.
Produksi pada system jenis ini hanya dapat dengan komplesi comingle, karena tidak
mungkin dilakukan isolasi pada suatu zona mengingat komplesinya hanya openhole
ataupun liner.

2. TAML Level 2
TAML Level 2 memiliki kemiripan dengan Level 1,
namun perbedaannya pada Level 2 sumur utamanya
merupakan sumur yang telah di casing. Dimana hal ini
bertujuan untuk meminimalisir resiko runtuhnya
formasi yang kurang stabil, selain itu dengan
mengaplikasikan casing pada persimpangan sumur
multilateral dapat memberikan kita kesempatan atau
sarana untuk mengisolasi tiap zona yang berbeda pada
sumur multilateral. Umumnya sumur multilateral
dengan TAML system level 2 ini dikomplesi dengan
menggunakan

slotted

liner,

baik

untuk

sumur

utamanya maupun sumur lateralnya.

3. TAML Level 3
TAML Level 3 juga memiliki sumur utama berupa
sumur yang telah di casing dan disemen, untuk
sumur lateralnya berupa sumur openhole. Namun
pada TAML Multilateral system level 3 ini pada
sumur lateralnya dipasang slotted liner yang akan
bergabung

atau

menyambung

pada

rangkaian

produksi dari sumur utama. Sehingga ketika sumur


jenis ini dioperasikan laju produksi fluida dari sumur
utama akan bercampur dengan fluida produksi dari sumur lateralnya yang kemudian akan
masuk ke string produksi utama sehingga dapat naik ke permukaan. Pada sumur jenis ini
tidak dapat dilakukan pemboran re-entry.

4. TAML Level 4
Pada multilateral system level 4, kedua sumur baik sumur
utama dan sumur lateralnya berupa cased dan cemented hole,
hal tersebut memberikan kekuatan yang cukup pada
persimpangan sumur terhadap resiko runtuhnya lubang sumur
dan juga mengatasi masalah kepasiran yang seringkali timbul.
Pada multilateral system level 4 ini dipasang dua buah packer
dibagian atas dan bagian bawah dari persimpangan di lubang
sumur utama, dimana hal tersebut dimaksudkan untuk
membagi sumur menjadi beberapa zona karena persimpangan
yang dicasing dan disemen tidak memberikan pressure
integrity pada sumur multilateral.

5. TAML Level 5
Pada multilateral system level 5 memiliki konstruksi sumur yang
hampir sama dengan level 4, dimana baik sumur utama dan
sumur lateralnya merupakan lubang yang telah dicasing dan juga
disemen. Namun perbedaannya pada level 5 ini tiap-tiap lubang
dipasang 1 isolation packer yang kemudian dari packer-packer
tersebut akan disambungkan dengan tubing ke production string
(tubing string) yang berada di sumur utama, tepatnya diatas
persimpangan. Penggunaan isolation packer di tiap-tiap lubang
ini

berfungsi untuk memberikan pressure integrity pada masingmasing lubang, dimana hal ini bertujuan agar tekanan antara satu

lubang dengan lubang yang lainnya tidak saling mengganggu. Penggunaan isolation packer di
tiap lubang juga memungkinkan sumur tersebut untuk memproduksi dari seluruh lubang
ataupun dari lubang-lubang tertentu saja.

6. TAML Level 6
Pada multilateral system level 6 kedua sumur dibiarkan tanpa
dicasing maupun disemen, namun pada bagian persimpangan
dipasang casing namun tanpa disemen ke formasi. Biasanya
casing yang digunakan pada persimpangan ini dibuat khusus dan
desainnya sudah dibuat sebelumnya. Dengan memasang casing
pada persimpangan tersebut sumur memiliki kekuatan yang
cukup untuk meminimalisir resiko runtuhnya lubang bor. Namun
tidak selamanya multilateral system level 6 ini dilakukan dengan
memasang casing pada persimpangan, ada juga yang dinamakan
dengan multilateral system level 6s dimana sumur multilateral
dibuat dengan cara membor satu lubang bor berdiameter besar yang kemudian akan dibagi
menjadi 2 lubang dengan menggunakan persimpangan buatan (sejenis casing) yang akan
diletakan di dasar lubang sumur.

Jenis-Jenis Konfigurasi Sumur Multilateral


Pada sumur multilateral, secara umu konfigurasinya terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Sumur multilateral untuk lapisan yang sama.
2. Sumur multilateral untuk lapisan yang berbeda.

Metode Pemboran Multilateral


1. Menggunakan Whipstock
Pada metode pemboran
sumur

multilateral

menggunakan

dengan

tool

berupa

whipstock. Dalam prosesnya,


pemboran

sumur

multilateral

dilakukan dengan cara membuat


lubang (open window) pada
casing di sumur utama.
Untuk membor dinding dari sumur utama digunakan tool berupa whipstock.
Whipstock berfungsi untuk membelokkan arah mata bor untuk membentuk sumur lateral,
dalam hal ini sumur yang dihasilkan berupa sumur sidetracking.
2. Menggunakan Jetting Bit
Pada metode pemboran yang lain,
sumur multilateral dibor dengan menggunakan
tool berupa Jetting Bit. Dalam prosesnya tetap
pertama

kali

harus

dilakukan

milling/melubangi dinding sumur dari sumur


utama dengan menggunakan milling bit yang telah ada di rangkaian tool dari jetting bit.
Kemudian setelah dinding dari sumur utama telah berhasil dilubangi, maka selanjutnya
dilakukan pemboran secara horizontal dengan menggunakan Jetting Bit untuk membuat
sumur lateralnya.

Keuntungan dari Sumur Multilateral


1. Meningkatkan produksi.
2. Mengurangi resiko water atau gas coning.
3. Mengurangi dampak pada lingkungan disekitar.
4. Menghemat waktu dan biaya.

Tantangan dan Kompleksitas dari Sumur Multilateral


1. Pada proses pemasangan dan penarikan tools yang digunakan saat pemboran dan
komplesi pada sumur multilateral memiliki resiko pekerjaan yang tinggi.
2. Pada pemboran sumur multilateral, sumur utama (mother bore) perlu di casing untuk
mengontrol kadar pasir yang masuk, bagaimana pun juga lubang (open window) yang
dibuat merupakan open hole.
3. Sejatinya, pembentukan sumur multilateral merupakan pekerjaan yang cukup rumit.
4. Untuk memprediksi dan mendesign sumur multilateral memerlukan system dan peralatan
yang mutakhir