Anda di halaman 1dari 18

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Sistem Akuntansi Pembelian
Kebutuhan akan informasi dari perusahaan, terutama informasi keuangan,
sangat dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak
diluar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak dan lain-lainnya
memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka.
Disamping itu pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan informasi keuangan
untuk mengetahui, mengawasi dan mengambil keputusan-keputusan untuk
menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar maupun pihak dalam
perusahaan, disusunlah suatu sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk
menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak luar dan dalam perusahaan.
Sistem akuntansi pembelian kredit dapat terbentuk dengan adanya sistem,
prosedur, akuntansi, dan pembelian. Adapun beberapa defenisi mengenai
pembentukan sistem akuntansi pembelian barang dagang terebut, diantaranya :
2.1.1

Sistem
Berikut ini pengertian sistem menurut beberapa para ahli :

1.

Winarno (2006: 114) dalam buku sistem informasi akuntansi


:sistem adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama
untuk mencapai tujuan tertentu.

2.

Menurut mulyadi ( 2008 : 5 )


sistem adalah Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola
yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.

3. Sedangkan pengertian sistem menurut James A.Hall (2007 : 6) adalah


sebagai berikut
sebuah sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponenkomponen yang saling berkaitan (subsistem-subsistem yang bersatu
untuk mencapai tujuan yang sama).
Dari definisi diatas, dapat simpulkan bahwa sistem adalah kumpulan
atau rangkaian komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja
sama untuk mencapai suatu tujuan.
2.1.2

Prosedur

Prosedur merupakan rangkaian kegiatan yang saling berhubungan satu dengan


yang lainnya, prosedur biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu
departemen. Prosedur ini dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam
transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Berikut ini pengertian
prosedur menurut beberapa para ahli :
1. Menurut mulyadi (2008 : 5) prosedur adalah :
Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya
melibatkan beberapa orang dalam suatu depatermen atau lebih, yang
dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi
perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
2.

menurut Cole, seperti yang telah diterjemahkan oleh Zaki Baridwan


(2007: 3) pada buku yang berjudul Sistem Akuntansi Penyusunan

Prosedur dan Metode, definisi prosedur adalah :


Prosedur adalah suatu urutan-urutan pekerjaan kerani (clerical),
biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih,
disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap
transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.
Dari definisi prosedur diatas dapat disimpulkan bahwa prosedur
merupakan suatu urutan yang tersusun yang biasanya melibatkan beberapa
orang dalam satu bagian depatermen atau lebih, yang disusun untuk menjamin
penanganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang
terjadi berulang-ulang.
2.1.3

Akuntansi
Tujuan akuntansi yaitu menyediakan informasi yang menyangkut posisi

keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai


dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yang telah
dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggung jawaban manajemen
atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Adapun pengertian akuntansi itu sendiri menurut beberapa para ahli.
Diantaranya sebagai berikut:
1. American Accounting association yang diterjemahkan oleh Soemarso S. R
(2009:3) adalah :
Akuntansi adalah proses mendifinisikan, mengatur dan melaporkan
informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan
keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan
informasi tersebut.
2. menurut Belkaoui (2006:50) Akuntansi adalah Seuatu seni pencatatan
pengklasifikasikan dan pengikhtisaran dalam cara yang signifikan

dan satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian


yang paling tidak sebagai diantaranya, memiliki sifat keuangan dan
selanjutnya menginterpretasikan hasilnya.
3.

warren, Reeve dan Fees dalam bukunya Accounting (2006:10) yang


diterjemahkan oleh Farah Mitta dan Hendrawan sebagai beerikut:
akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang
menghasilkan loporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
mengenai kineerja ekonomi dan kondisi perusahaan.
Jadi

dapat

disimpulkan

bahwa

akuntansi

adalah

suatu

proses

mendefinisikan, mengukur, melaporkan informasi ekonomi kepada berbagai


pihak yang diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan
mengenai suatu badan usaha kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
2.1.4

Sistem akuntansi

Sistem akuntansi merupakan suatu alat yang sangat penting bagi manajemen
dalam merencanakan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan organisasi
perusahaan, yang akan digunakan sebagai alat komunikasi untuk keperluan
manajemen, baik keperluan intern maupun keperluan ekstern perusahaan.
Adapun pengertian sistem akuntansi itu sendiri menurut beberapa para ahli.
Diantaranya sebagai berikut:
1. Menurut Stettler seperti, yang telah diterjemahkan oleh Zaki Baridwan
(2007: 4) pada bukunya Sistem Akuntansi Prosedur dan Metode, sistem
akuntansi adalah sebagai berikut:
Sistem akuntansi adalah formulir-formulir, catatan-catatan,
prosedur-prosedur dan alat-alat untuk mengelolah data mengenai
usaha suatu kesatuan ekonomis dan tujuan untuk menghasilkan

umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh


manajemen untuk mengawasi usahanya, dan bagi pihak-pihak lain
yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur dan
lembaga-lembaga pemerintahan untuk menilai hasil operasi.
2. Sedangkan menurut Mulyadi (2008 : 3 ) pada bukunya Sistem
Akuntansi, mendefinisikan sebagai berikut :
sistem akuntansi adalah organisasi, formulir, catatan dan laporan
yang di koordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan
informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna
memudahkan pengelolaan perusahaan.
3. Menurut Warren, Reeve, dan Fees (2005:234), yang diterjemahkan oleh
Farahmita, Amanugrahani, dan Hendrawan, mendifinisikan sebgai :
Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk
mengumpulkan,
mengklasifikasikan,
mengiktisarkan
dan
melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan.
Dari difinisi diatas, dapat disimpulkan sistem akuntansi adalah metode dan
prosedur untuk mengumpulkan (formulir-formulir, catatan-catatan, prosedurprosedur dan alat-alat) yang digunakan untuk mengelola data dan melaporkan
informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan.
2.1.5

Pembelian

Adapun pengertian pembelian menurut beberapa para ahli, diantaranya sebagai


berikut :
1. Soemarso S.R (2009:208) dalam buku akuntansi suatu pengantar
Pembelian adalah (purchasing) akun yang digunakan untuk
mencatat semua pembelian barang dagang dalam suatu periode.

10

2. Bodnar dan Hopwood (2006:417)


pembelian merupakan sinonim dari pengadaan, yang diartikan sebagai
berikut:
Pengadaan adalah proses bisnis milih sumber, pemesanan, dan
memperoleh barang dan jasa.
Dari difinisi diatas dapat disimpulkan bahwa pembelian merupakan kegiatan
yang dilakukan untuk pengadaan barang yang dibutuhkan perusahaan dalam
menjalankan usahanya dimulai dari pemilihan sumber sampai memperoleh
barang.
Barang dagangan dalam perusahaan disebut dengan persediaan barang
dagangan atau kadang-kadang disingkat pesediaan. Adapun definisi persediaan
barang dagangan menurut Mulyadi (2008:553) dalam bukunya sistem
akuntansi adalah:
Persediaan barang dagangan, yang merupakan barang yang dibeli untuk
tujuan dijual kembali.
Sedangkan difinisi persediaan barang dagangan menurut Soemarso
(2009 : 208) adalah:
Pesediaan barang dagangan (merchandise inventory) adalah akun yang
digunakan untuk mencatat harga pokok barang dagangan pada awal dan
akhir perriode akun.
Dari difinisi diatas dapat disimpulkan bahwa barang dagangan
merupakan barang-barang yang disediakan dengan tujuan untuk dijual kembali
kepada para konsumen dan digunakan untuk mencatat harga pokok barang

11

dagang selama periode normal kegiatan perusahaan.


Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk
pengadaan barang yang diperlukan perusahaan . Jadi

pengertian

sistem

pembelian adalah suatu sistem yang dibuat menurut pola terpadu untuk
melaksanakan pembelian dalam rangka mendapatkan barang.
Dengan demikian dalam mengambil keputusan mengenai transaksitransaksi yang terdapat dalam kegiatan pembelian, manajemen perusahaan
memerlukan banyak pertimbangan dari beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi aktivitas perusahaan yang harus dilakukan. Sehingga dalam
mengefektifkan dan mengefisiensikan jalanya proses transaksi pembelian yang
mengatur dengan baik dan pengawasan yang baik pula.
Dari seluruh penjelasan

diatas dapat disimpulkan bahwa sistem

akuntansi pembelian barang adalah organisasi yang terdiri dari kumpulan dari
sumber

daya

(manusia,

formolir,

catatan,

alat

dan

laporan)

yang

dikoordinasikan untuk mengolah data-data dari transaksi kegiatan pembelian


seperti: pembelian barang dagangan menjadi informasi keuangan dalam bentuk
laporan

yang

kemudian

dikomunikasikan

kepada

pihak-pihak

yang

berkepentingan terhadap perusahaan, yaitu pihak intern perusahaan dan pihak


ekstern
Pihak perusahaan intern yaitu manajemen perusahaan adalah pihak
yang paling bayak berhubungan dengan informasi yang dihasilkan oleh sistem
akuntansi karena mereka yang bertangung jawab untuk melaksanakan kegiatan

12

perusahaan. Sedangkan pihak ekstern perusahaan memanfaatkan informasi


keuangan atas suatu perusahaan untuk mengevaluasi kinerja masa lalu,
memprediksi kinerja masa akan datang, dan memperoleh gambaran lainya
mengenai perusahaan yang bersangkuatan sehingga mereka dapat mengambil
keputusan berkaitan dengan perusahaan tersebut.
2.2

Sistem Akuntansi Pembelian


Sistem akuntasi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan
barang yang diperlukan oleh perusahaan. Pembelian merupakan akun yang
digunakan untuk mencatat semua barang dagang yang dibeli perusahaan dalam
satu periode. pembelian yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi tersedianya
barang dagangan dalam gudang sampai barang dagangan tersebut dijual kembali
kepada konsumen. Maka digunakan sistem akuntansi pembelian oleh perusahaan
untuk pengadaan barang dagangan yang diperlukan perusahaan. Transaksi
pembelian dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : pembelian lokal dan pembelian
impor. Pembelian lokal merupakan pembelian dari pemasok dalam negri,
sedangkan pembelian impor merupakan pembelian dari pemasok luar negri.
Pembelian dapat dilakukan secara kredit maupun secara tunai. Dalam pelaksanaan
sistem akuntasi pembelian terdapat beberapa hal yang harus diketahui antara lain :
informasi yang dibutuhkan manajemen, fungsi yang terkait dalam pembelian,
dokumen yang digunakan dalam pembelian, prosedur sistem akuntansi dan bagan
alir dokumen sistem akuntansi pembelian. Berikut adalah halhal yang perlu
diketahui dalam sistem akuntansi pembelian :

13

2.2.1

Informasi Yang Dibutuhkan Oleh Manajemen

Dalam sistem akuntasi pembelian manajemen memerlukan informasi mengenai


data data yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam
menjalankan kegiatan pembelian. Beberapa informasi yang diperlukan oleh
manajemen dari sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut :
1. Jenis persedian yang telah mencapai titik pemesanan kembali (reorder
point).
Yaitu untuk mengetahui jumlah jenis persediaan barang dagangan yang
harus dipesan kembali, agar saat jenis persediaan dibutuhkan, barang
dagangan tersebut tersedia dalam gudang.
2. Pesanan pembelian yang telah dikirim kepada pemasok
Yaitu untuk mengetahui jumlah pesanan pembelian dan pemasok mana
yang dipilih dalam pesanan pembelian
3. Pesanan pembelian yang telah dipenuhi oleh pemasok
Yaitu untuk mengetahui jumlah ketersediaan pemasok dalam
memenuhi pesanan pembelian
4. Total saldo utang dagang pada tanggal tertentu
Yaitu untuk mengetahui total saldo utang dagang perusahaan dan
mengetahui tanggal jatuh tempo pembayaran utang dagang yang harus
dibayar perusahaan.
5. Saldo utang dagang pada pemasok tertentu
Yaitu untuk mengetahui rincian saldo utang dagang dari masing-masing

14

pemasok dan mengetahui tanggal jatuh tempo pembayaran kepada


pemasok tersebut.
6. Tambahan kuantitas dan harga pokok persediaan dari pembelian.
Berdasarkan dari data diatas dapat disimpulkan bahwa dalam
melaksanakan

transaksi

pembelian

manajemen

memerlukan

beberapa

informasi untuk memberikan keputusan akan terjadinya transaksi pembelian


tersebut. Dalam mengambil keputusan tersebut manajemen perlu mengetahui
jenis barang yang perlu dipesan kembali, pesanan pembelian yang dikirim
maupun yang telah dipenuhi pemasok, saldo hutang pada pemasok yang
diakibatkan dari transaksi pembelian, penambahan akan kuantitas dan harga
pokok persediaan pembelian, penambahan akan kuantitas dan harga pokok
persediaan pembelian yang ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk menjaga
kekayaan perusahaan, menjamin keandalan dan ketelitian atas dasar pencatatan
akunansi.
2.2.2

Fungsi Yang Terkait


Untuk melaksanakan transaksi pembelian dalam perusahaan, fungsi-

fungsi yang dibentuk adalah fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi


penerimaan, dan fungsi akuntansi. Pemisahaan tanggung jawab fungsional
dalam pelaksanan transaksi pembelian dilakukan untuk membagi berbagai
tahap transaksi ke tangan manajer berbagai unit organisasi yang dibentuk,
sehingga semua tahap transaksi pembelian tidak diselesaikan oleh satu unit
organisasi saja. Dengan demikian dalam pelaksanaan suatu transaksi terdapat

15

internal check diantara unit organisasi pelaksana. Beberapa fungsi yang terkait
dan memiliki tanggung jawab serta wewenang dalam melaksanakan transaksi
pembelian adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Gudang
Dalam prosedur pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk
mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada
di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi
penerimaan.

Untuk

barang-barang

yang

lansung

dipakai

(tidak

diselenggarakan persediaan digudang), permintaan pembelian diajukan oleh


pemakai barang.
2. Fungsi Pembelian
Fungsi pembeliaan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi
mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam
pengadaan barang, dan mengeluarkan order pembelian kepada pemasok
yang dipilih. Fungsi pembelian juga membuat perjanjian syarat pembelian
dengan pemasok.
3. Fungsi Penerimaan
Fungsi penerimaan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan
terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna
menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.
Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk menerima barang dari pemasok

16

yang berasal dari transaksi retur penjualan


4.

Fungsi Akuntansi,
Bagian ini terdiri dari dua bagian yaitu:
1). Bagian pencatat utang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat utang yang timbul dari
transaksi pembelian ke dalam kartu gudang.
2). Bagian pencatat persediaan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan
barang yang diterima dari transaksi pembelian ke dalam kartu
persediaan
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi-fungsi yang

terkait diatas memiliki pemisahan tugas, tanggung jawab, dan wewenang


dalam melakukan prosedur pembelian dan tidak ada transaksi yang dilakukan
sendiri oleh satu fungsi saja.
2.2.3

Dokumen Yang Digunakan


Dalam melakukan sistem akuntansi pembelian tentu saja memerlukan

dokumen guna menjamin keandalan dan tingkat ketelitian dalam pencatatan


akuntansi. Adapun dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi
pembelian adalah sebagai berikut:
1. Surat Permintaan Pembelian
Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau
fungsi pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan

17

pembelian dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebut dalam
surat tersebut. Biasanya dibuat dua lembar untuk setiap permintaan,
satu lembar untuk fungsi pembelian, dan tembusanya untuk arsip
fungsi yang meminta barang.
2. Surat Permintaan Penawaran Harga
Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi
barang yang pengadaanya tidak bersifat berulang kali terjadi yang
menyangkut jumlah rupiah pembelian yang besar.
3.

Surat Order Pembelian


Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok
yang telah dipilih. Surat order pembelian dikeluarkan oleh fungsi
pembelian dan diotorisasi oleh fungsi pembelian yang kemudian
diberikan kepada pemasok.

4.

Laporan Penerimaan Barang


Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menujukan bahwa
barang-barang yang diterima

pemasok telah

memenuhi jenis,

spesifikasi, mutu, dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat


order pembelian. Laporan penerimaan barang disertai dengan otorisasi
bagian penerimaan barang.
5.

Bukti kas Keluar


Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan
transaksi pembelian, juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas

18

untuk pembayaran utang kepada pemasok dan yang sekaligus


berfungsi sebagai surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai
maksud pembayaran. Dalam mengeluarkan bukti kas keluar disertai
dengan otorisasi bagian akuntansi.
Semua dokumen dalam transaksi pembelian sangat dibutuhkan sebagai alat
yang membantu keandalan dan tingkat ketelitian dalam pencatatan akuntansi
serta sebagai bukti terjadinya transaksi pembelian.
2.2.4 Catatan Akuntansi Yang Digunakan
Dalam pembelian diperlukan adanya pencatatan agar menjamin keandalan
dan tingkat ketelitian data akuntansi seerta dapat dipertangung jawabkan.
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat pembelian adalah :

1. Register Bukti Kas Keluar


Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat utang, jika perusahaan
menggunakan voucher payable procedure.
2. Jurnal pembelian
Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi pembelian.
Berikut jurnal pembelian yang biasa digunakan oleh perusahaan :
1). pencatatan pembelian secara periodik :
Pembelian Tunai :
Pembelian
Kas

xxx

xxx

19

Pembelian Kredit :
Pembelian
Hutang dagang

xxx

xxx

2). Pencatatan Pembelian secara perpetual :


Pembelisn Tunai:
Persediaan barang dagang
Kas

xxx

xxx

xxx

xxx

Pembelian kredit :
Persediaan barang dagang
Hutang dagang
3. Kartu Utang
Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian
mutasi utang perusahaan kepada tiap-tiap kreditnya. Di gunakan untuk
mencatat uatang kepada pemasok.
4. Kartu Persediaan
Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian
mutasi setiap jenis pada persediaan dan untuk mencatat harga pokok
persediaan yang dibeli.
5. Kartu Gudang
Catatan akuntansi ini diselengarakan oleh bagian gudang untuk mencatat
mutasi dan persediaan fisik barang yang disimpan.

20

6. Jurnal Umum
Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat barang yang rusak dan
dikembalikan kepada pemasok (retur pembelian)
1) Pencatatan retur pembelian secara periodik :
Kas/Hutang Dagang
Retur Pembelian

xxx

xxx

2) Pencatatan retur pembelian secara perpetual ;


Kas/Hutang Dagang
Persediaan barang dagang

xxx

xxx

Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap


melakukan transaksi pembelian harus dilakukan beberapa pencatatan. Hal ini
dilakukan untuk menjamin keandalan dan menjaga tingakat ketelitian dalam
data akuntansi agar dalam memperoleh keputusan yang tepat dalam mengelola
perusahaan.

2.2.5 Prosedur Sistem Akuntansi Pembelian


Dalam melakukan sistem akuntansi pembelian perlu dilakukan prosedur
yang merupakan tahap-tahap proses terjadinya transaksi pembelian. Berikut
prosedur sistem akuntansi pembelian antara lain :
1. Bagian Gudang
Dalam sistem akuntansi pembelian, bagian gudang bertanggung jawab

21

untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi


persediaan (reorder point) yang ada di gudang dan untuk menyimpan
barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan yang disertai
dengan laporan penerimaan barang serta mencatat pada kartu gudang.
Untuk barang-barang yang langsung dipakai (tidak diselenggarakan
persediaan barang di gudang), permintaan pembelian diajukan oleh
pemakai barang.
2. Bagian Pembelian
Bagian pembelian bertanggung jawab untuk memeperoleh informasi
mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam
pengadaan barang, dan mengeluarkan order pembelian kepada
pemasok yang dipilihnya. Bagian ini juga bertanggung jawab untuk
memeriksa faktur yang diterima dari pemasok.
3. Bagian Penerimaan
Dalam sistem informasi peneriamaan, bagian ini bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kualitas
barang yang akan diterima dari pemasok, guna menentukan dapat atau
tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Bagian ini juga
bertanggung jawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal
dari transaksi retur penjualan.
4. Bagian akuntansi
Bagian akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah bagian

22

pencatat utang dan bagian pencatat persediaan. Dalam sistem akuntansi


pembelian, bagian utang bertanggung jawab mencatat transaksi
pembelian

kedalam

register

bukti

kas

keluar

dan

untuk

menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas keluar) yang


berfungsi sebagai catatan utang atau menyelenggarakan kartu utang
sebagai buku pembantu utang. Dalam sistem akuntansi pembelian,
bagaian pencatat persedian bertanggung jawab untuk mencatat harga
pokok persediaan barang dibeli kedalam kartu persediaan.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian yang
terkait memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda dalam melakukan
transaksi pembelian.