Anda di halaman 1dari 29

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.

id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
LPDP ESSAY DAN RENCANA STUDI
Posted by wandari in Uncategorized
dari

http://endahpwandari.wordpress.com/2014/04/14/lpdp-essay-dan-rencana-

studi/
Saya sengaja memisahkan pembahasan tentang essay dan rencana studi ini karena
berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman pendaftar, persyaratan ini adalah
persyaratan yang paling membutuhkan niat yang besar alias paling malas dikerjakan.
Faktor lain yang membuat saya memutuskan untuk membahas kedua persyaratan ini lebih
mendalam adalah karena begitu banyaknya pertanyaan yang muncul di kepala temanteman yang baru akan mendaftar mengenai essay dan rencana studi ini. Mulai dari
pertanyaan sederhana seperti apa aja yang perlu ditulis di essay? sampai pertanyaan
boleh liat essay lo nggak?. Pertanyaan terakhir biasanya diiringi oleh emoticon senyum
atau kata-kata pencair suasana seperti haha hihi hehe. Oke tidak apa-apa. Mari kita bahas
semuanya.
1. Peranku Bagi Indonesia
500-700 kata. Bercerita tentang peran kita untuk Indonesia. Saya membagi essay ini
menjadi dua bagian. Bagian pertama menceritakan pengalaman saya melakukan beberapa
kerja sosial selama beberapa tahun terakhir. Tidak banyak memang, namun setidaknya
memberi sedikit manfaat untuk sekumpulan masyarakat. Selanjutnya, bagian kedua,
bagian yang memenuhi lebih dari setengah essay saya, menjelaskan bagaimana
pengalaman-pengalaman kerja sosial tersebut memotivasi saya untuk terus belajar dan
berkontribusi lebih banyak untuk Indonesia. Jangan takut dan minder jika merasa belum
berperan besar dalam kemajuan Indonesia, yang penting adalah memiliki kemauan untuk
berkontribusi lebih besar. Dan beasiswa ini memang ditujukan untuk orang-orang dengan
niat mulia tersebut.
2. Sukses Terbesar Dalam Hidupku
500-700 kata. Dari judulnya pasti sudah bisa dibayangkan apa yang akan ditulis.
Kesuksesan terbesar yang pernah kita raih. Pada paragraf awal, saya memberikan
beberapa pandangan orang-orang terdekat saya mengenai definisi sukses. Selanjutnya,
saya mendefinisikan sendiri apa arti kesuksesan. Saya sendiri mendefinisikan sukses
sebagai keberhasilan menghasilkan sesuatu yang berguna bukan hanya bagi saya, namun
juga bagi orang lain. Sisanya, saya menceritakan kesuksesan yang saya maksud. Menurut
saya, essay ini sifatnya sangat pribadi dan sangat bergantung pada definisi sukses masing-

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
masing individu. Tantangan terbesar dalam pembuatan essay ini adalah bagaimana kita
menceritakan kesuksesan yang kita raih tanpa terkesan congkak.
3. Rencana Studi
Tidak ada batasan jumlah kata. Menurut saya ini essay yang paling mudah dibuat. Tidak
perlu mengarang. Hanya tinggal menceritakan tentang rencana belajar masing-masing.
Rencana studi yang saya buat mencakup: alasan memilih universitas dan program studi
tujuan, jadwal kuliah, mata kuliah, dan topik tesis yang akan diambil.
Kurang lebih begitulah essay yang harus dibuat. Saran saya, menulislah dengan jujur dan
tulus. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa tulisan yang jujur dan tulus akan lebih
menyentuh dan menarik untuk dibaca. Jika ada pertanyaan, silakan diutarakan. Untuk
essay saya sendiri, mohon maaf belum bisa saya sebarluaskan. Alasan utamanya adalah
essay-essay tersebut bersifat sangat pribadi dan saya malu jika dibaca banyak orang.
Hehe. Alasan kedua adalah jika saya sebarluaskan melalui blog ini, saya tidak bisa
mengontrol pemanfaatannya. Mohon dimengerti ya. Hehe. Selamat berjuang!
=======================================================
=====================================
BEASISWA LPDP BAGIAN 1 SELEKSI ADMINISTRASI
Posted by wandari in Uncategorized
Berikut saya jabarkan persyaratan administrasi program Beasiswa Magister dan Doktor
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Dengan sedikit tambahan penjelasan dari saya yang
sudah selesai menjalani Pelatihan Kepemimpinan.
WNI punya KTP/SIM/Paspor
Lulusan : (harus punya ijazah)
Perguruan Tinggi dalam negeri yang terakreditasi BAN PT
Perguruan Tinggi kedinasan yang diakui pemerintah
Perguruan Tinggi luar negeri yang berkategori baik sesuai daftar Dirjen Pendidikan Tinggi
Mempunyai jiwa kepemimpinan dan aktif di kegiatan sosial untuk yang belum yakin
dengan jiwa kepemimpinan dan kepeduliannya, jangan khawatir, dua hal itu bisa dibentuk
dan dilatih.
Menandatangani surat pernyataan : tidak pernah terlibat tindakan melanggar hukum, tidak
pernah terlibat tindak pelanggaran kode etik akademik, mengabdi pada kepentingan
bangsa Indonesia, dan tidak menerima beasiswa dari sumber lain. Hal-hal di atas

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
terangkum dalam satu surat pernyataan yang contohnya bisa dilihat di petunjuk
pendaftaran, hanya tinggal disalin dan diprint lalu ditandatangani.
Surat Tugas Belajar bagi yang sedang bekerja. Formatnya juga ada di dalam petunjuk
pendaftaran.
Surat Keterangan/Rekomendasi dari tokoh masyarakat. Sebagai contoh, saya menyerahkan
surat rekomendasi dari dosen pembimbing tugas akhir S1.
Essay dengan tema Peranku Bagi Indonesia dan Sukses Terbesar dalam Hidupku.
Membuat Rencana Studi
Telahmenyelesaikandanmemperolehgelarakademik:
Sarjana/Sarjana Terapan untuk pelamar program Magister
Magister untuk pelamar program Doktor
Usia maksimum:
35 tahun untuk pelamar program Magister
40 tahun untuk pelamar program Doktor
Kemampuan bahasa asing: (ini salah satu syarat mutlak. Jika nilai tidak memenuhi kriteria
minimal, akan langsung dinyatakan gagal dalam seleksi administrasi)
TOEFL ITP min. 500 untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri
TOEFL PBT min. 550 untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri
Menyelesaikan studi maksimal:
2 tahun untuk program Magister
4 tahun untuk program Doktor
Gampang kan? Menurut saya sih untuk ukuran beasiswa penuh yang meng-cover semua
biaya kuliah dan biaya hidup, beasiswa LPDP ini syaratnya sangat mudah. Cuma
dibutuhkan niat yang kuat dan kegigihan. Saya sendiri mulai daftar bulan September 2013
dan dipanggil untuk wawancara akhir Oktober 2013.
Jadi, untuk kalian yang punya keinginan sekolah lagi dan mau membangun Indonesia, ayo
segera daftar beasiswa ini. Jangan malas mencari tahu apalagi takut gagal. Yang penting
dicoba dulu. Salam hangat untuk semua pemimpin muda Indonesia!
=======================================================
=====================================
BEASISWA LPDP BAGIAN 2 SELEKSI WAWANCARA
Posted by wandari in Uncategorized

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, selanjutnya peserta akan dihadapkan dengan
seleksi wawancara. Wawancara dilakukan di beberapa kota di Indonesia, sesuai dengan
pilihan lokasi pada saat kita mendaftar. Dalam tahap ini, peserta akan menghadapi 3 orang
pewawancara yang terdiri dari seorang psikolog dan dua orang doktor. Secara umum, poinpoin penting yang ditanyakan sama untuk semua peserta, namun metode dan cara
penyampaian pertanyaannya beragam. Bagian ini yang menarik dan membuat peserta
sedikit grogi.
Saya diwawancara pada tanggal 21 November 2014 di Jakarta.
Acara dimulai dengan penyampaian kata sambutan dari Bapak Eko Prasetyo selaku
Direktur Utama LPDP. Di dalam sambutannya, Pak Eko menyampaikan bahwa tahap
wawancara ini merupakan bottle neck dari seleksi beasiswa LPDP. Beliau juga mengatakan
berdasarkan pengalaman, ada beberapa peserta yang diwawancara sambil bersenda
gurau, namun adapula yang sampai menitikkan air mata. Proses wawancara sendiri
biasanya berlangsung tidak lebih 45 menit.
Setelah penyampaian kata sambutan, selanjutnya penitia mengumumkan daftar kelompok
dan urutan wawancara. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (saya lupa jumlah
pastinya) dan dalam satu kelompok terdiri dari kurang lebih 20 orang.
Sebelum memasuki ruang wawancara, peserta diwajibkan menunjukkan dokumendokumen asli yang digunakan pada saat seleksi administrasi seperti Ijazah, Formulir
Pendaftaran, TEOFL atau IELTS, Essay dan Rencana Studi, Surat Rekomendasi, dan suratsurat keterangan lainnya. Setelah melakukan pemeriksaan dokumen, selanjutnya peserta
harus menunggu giliran wawancara, sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan. Saya
sendiri saat itu masuk di kelompok 6, dengan nomor urut 6. (Lucunya saat Pelatihan
Kepemimpinan, saya juga masuk ke kelompok 6. Hehe. Cerita tentang Pelatihan
Kepemimpinan menyusul. ;) )
Saya mendapat giliran wawancara tepat setelah panitia selesai istirahat makan siang. Saya
sih sudah tidak ada niat dan keinginan untuk makan lagi. Tangan saya juga sudah panas
dingin. Saat memasuki ruangan wawancara, panitia di dalam ruangan kembali memeriksa
identitas saya sebelum menunjukkan meja pewawancara. Dan beruntung sekali, saya
diwawancara tepat di atas panggung. Tidak ada orang yang menonton dan memperhatikan
memang, namun tetap saja saya grogi. Saking groginya, saya sempat bertanya ke masmas panitia yang memeriksa identitas saya tadi, Mas, naik ke panggungnya gimana ya?
Si mas-mas panitia langsung tertawa. Lompat mbak. Haha. Nggak mbak, lewat kiri, di
belakang tiang ada tangga. Oke, maaf, ini nggak penting dan sangat konyol.
Setelah berhasil naik ke panggung, saya langsung menyalami semua pewawancara. Lalu
dipersilakan duduk. Setelah mendapatkan posisi duduk yang nyaman, dimulailah sesi
wawancara. Berikut daftar pertanyaannya, jawabannya saya singkat.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Namanya siapa? Tujuan ke mana?
Endah Putri Wandari, Imperial College London, Jurusan General Structrual Engineering, Civil
Engineering.
Kami lihat CV Anda, Anda baru lulus ya? Sudah bekerja? Apa yang membuat Anda bisa
lulus dalam waktu yang cepat dan dengan hasil yang bagus?
Saya menceritakan hal-hal yang mendorong saya untuk lulus tepat waktu dan dengan hasil
yang baik. Jawaban untuk pertanyaan ini sangat tergantung pribadi masing-masing.
Mengapa Anda memilih Imperial College London?
Alasan utama saya : teknik sipil di Imperial College London merupakan salah satu yang
terbaik dan waktu untuk menempuh S2 hanya 1 tahun. Saya bisa belajar banyak sekaligus
menghemat waktu.
Anda sudah punya pacar? Nanti jika dapet pacar di London, gimana? Apa mau menikah dan
menetap disana?
HAHA.
Kami sudah membaca essay Anda, coba tolong dijelaskan.
Coba tarik kesimpulan dari essay Anda.
Menurut Anda, apa yang dibutuhkan negeri ini dari generasi Anda?
Apa yang akan Anda pelajari selama disana?
Bagaimana nanti Anda menerapkannya di Indonesia?
Apa yang akan Anda lakukan setelah selesai S2?
Apa rencana Anda jika Anda tidak mendapatkan beasiswa ini?
Mencoba lagi tahun depan.
Begitulah kurang lebih pertanyaan-pertanyaan penting dan inti jawaban yang saya
sampaikan. Karena jadwal wawancara selanjutnya adalah pertengahan bulan ini, jadi saya
memutuskan untuk mempublikasikan tulisan ini walaupun belum selesai dan masih banyak
pertanyaan yang belum saya tuliskan jawabannya. Semoga daftar pertanyaan ini cukup

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
dapat mengobati rasa penasaran dan deg-degan teman-teman yang akan segera
diwawancara. Akan segera saya update jika saya ada waktu. Mohon maaf

essai

indra

kesuma

dari

http://indrakus.blogspot.com/2013/06/peranku-bagi-

indonesia.html
PERANKU BAGI INDONESIA
*ESSAY

UNTUK

APLIKASI

BEASISWA

LPDP

(LEMBAGA

PENGELOLA

DANA

PENDIDIKAN)
Sebagai dosen dan peneliti khususnya di fakultas kedokteran saya ingin berkontribusi
setidaknya dalam dua bidang. Pertama sebagai pendidik di lingkungan fakultas kedokteran
saya ingin menularkan semangat dan kultur riset pada calon dokter Indonesia. Dokter
dengan semangat dan kemampuan yang mumpuni di bidang riset akan selalu membawa
kemajuan pada kedokteran atau kesehatan apapun bidang yang diampunya kelak. Dokter
yang selalu berhati-hati, cermat, pantang menyerah, mudah berkolaborasi, mampu menulis
tentu akan memberikan manfaat yang besar pada kemajuan dunia kedokteran dan
kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Dokter Indonesia yang terbiasa melakukan penelitian akan cenderung berhati-hati ketika
menghadapi masalah dan tidak kehilangan akal ketika dihadapkan pada keterbatasan alat
dan fasilitas. Sebagai contoh dokter yang bertugas di daerah terpencil dapat memperbaiki
generator berbasis panel sel surya yang telah lama terbengkalai karena mampu
memahami buku manual. Perbaikan generator tersebut memungkinkan penyimpanan stok
vaksin untuk program imunisasi.
Penelitian selalu mendorong kolaborasi hingga seorang dokter dapat berkomunikasi secara
setara dengan koleganya serta memaklumi bahwa sebagai manusia memiliki keterbatasan
ilmu. Kemampuan menulis, mengutarakan ide dan melaporkan temuan sangat diperlukan
oleh dokter agar kolega dan masyarakat luas dapat mengikuti perkembangan Ilmu
kedokteran dengan baik. Sebagai contoh sistem rujukan hanya dapat berjalan bila spirit
kolaborasi dan kerendahan hati dimiliki oleh setiap dokter. Tidak akan terdengar cerita
dokter yang memelihara pasien atau pasien yang berobat langsung ke layanan
spesialistik, karena ketika seorang dokter merasa tidak memiliki cukup ilmu untuk
menangani pasien ia akan merujuk atau berkonsultasi dengan koleganya. Sementara di
pihak lain seorang dokter layanan spesialistik juga tidak akan serta merta menerima pasien
tanpa rujukan yang sesuai dengan bidang ilmu spesialistik yang dikuasainya.
Dokter yang memahami kultur riset cenderung rasional dan lebih mempercayai data dan
fakta serta tidak silau dengan iming-iming keuntungan duniawi. Kemampuan membuat
proposal riset, melaksanakan, melaporkan dan membuat publikasi riset adalah satu set
keahlian yang memungkinkan seorang dokter menjadi pembelajar seumur hidup. Sebagai
contoh adalah maraknya pseudoscience yang beredar mulai dari terapi batu giok hingga
terapi yang bersifat supranatural. Dokter akan mudah memisahkan terapi rasional dengan
terapi abal-abal hingga dapat memberikan saran dan edukasi yang terbaik untuk
masyarakat umum
Hal kedua yang ingin saya berikan adalah kontribusi di bidang kedokteran regeneratif di
Indonesia. Kedokteran regeneratif meliputi bidang rekayasa jaringan, sel punca, dan
biomaterial. Meski Indonesia masih tergolong negara berkembang dan prioritas riset masih
terfokus pada penyakit infeksi menular namun bidang kedokteran regeneratif adalah masa
depan yang harus dirintis sejak sekarang. Riset dan aplikasi terapi regeneratif akan
mendorong industri farmasi meninggalkan tekhnologi konvensional dan beralih pada
bioteknologi dengan produk berupa biofarmaka.
Rekayasa jaringan mencakup penggantian jaringan atau bahkan organ tubuh yang rusak
dengan jaringan/organ yang dikembangkan di dalam laboratorium. Hal ini menjadi
alternatif untuk memenuhi demand transplantasi organ yang selalu lebih besar dari supply.
Sebagai contoh penyakit diabetes akibat produksi insulin yang kurang, suatu saat alih-alih
melakukan injeksi insulin secara rutin pasien dapat mendapat transplantasi pankreas
dengan kemampuan produksi insulin yang normal.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Bidang sel punca saat ini sudah sampai pada tahap produksi sel yang mampu
berdiferensiasi menjadi hampir seluruh jenis yang ada dalam tubuh menggunakan sel
pasien sendiri. Fibroblas dan keratinosit yang didapat dari kulit dapat di induksi tanpa
menggunakan perantara virus menjadi sel iPSc (Induced pluripotent stem cells) suatu sel
yang mampu berdiferensiasi menjadi sel dari ketiga lapisan germinal ectoderm, mesoderm
dan endoderm.
Bidang biomaterial melengkapi rekayasa jaringan dengan menyediakan rangka atau
scaffold

tempat sel tumbuh dan berkembang membentuk struktur 3 dimensi. Material

biologis yang digunakan seringkali berasal dari kekayaan hayati yang banyak dimiliki
Indonesia. Sebagai contoh adalah chitosan yang berasal dari hewan laut dapat
dikombinasikan dengan kolagen membentuk rangka untuk tempat tumbuh fibroblast.
Keratinosit yang ditanam diatas struktur ini akan menghasilkan suatu produk kulit buatan
atau Bioengineered Skin yang dapat digunakan untuk terapi luka bakar atau ulkus
diabetes.
Akhir kata, peran saya untuk Indonesia adalah menularkan semangat ilmiah dan kultur
riset pada dokter Indonesia sehingga terbentuk dokter yang cerdas, cermat dan rendah
hati dan seorang pembelajar seumur hidup untuk menyehatkan masyarakat luas. Peran
saya berikutnya adalah membangun bidang kedokteran regeneratif yang mendorong
revolusi industri farmasi, bioteknologi dan pemanfaatan kekayaan sumber daya hayati
menjadi salah satu kompetensi strategis bangsa Indonesia diantara bangsa-bangsa lain.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
essai indra kesuma dari http://indrakus.blogspot.com/2013/06/sukses-terbesardalam-hidupku.html
SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU
*ESSAY YANG DIBUAT UNTUK APLIKASI BEASISWA LPDP (LEMBAGA PENGELOLA
DANA PENDIDIKAN)
Kesuksesan umumnya terkait prestasi, jadi kalau melihat resume pribadiku yang tidak
mencantumkan prestasi apapun, wajar bila pertanyaan kesuksesan termasuk sulit aku
jawab. Orang tuaku akan mengatakan Indra sukses karena sudah berhasil menjadi dokter.
Tetangga dan keluarga besar akan mengatakan Indra sukses karena masuk perguruan
tinggi negeri dan mendapat perkerjaan yang tetap. Mereka yang menyertaiku sepanjang
perjalanan hidup melihat apa yang kulalui ini adalah sebuah kesuksesan, tapi aku sendiri
yang menjalaninya melihat teman-teman seangkatan yang lebih menonjol dengan
beragam prestasinya, sementara Indra ini biasa saja sebenarnya.
Sampai titik ini dalam kehidupan aku merasa tidak memiliki prestasi yang menonjol seperti
orang lain yang menjadi juara lomba cabang olahraga tertentu, mendapat penghargaan
akademik, mendapat beasiswa, mendapat hadiah, bonus, pekerjaan bergaji tinggi dan lain
sebagainya. Dalam setiap kondisi aku selalu berusaha memberikan yang terbaik dan
hasilnya juga lumayan memuaskan aku dan orang lain seperti teman dan atasan yang
melihat hasil kerjaku. Untuk semua itu aku mendapatkan penghargaan, respek, dan
persahabatan, tapi tidak ada satupun yang bisa kucantumkan dalam curriculum vitae
sebagai prestasi dan sebuah kesuksesan yang dapat dibanggakan.
Ini bukan berarti aku mengeluhkan hidupku, hanya saja aku merasa heran sendiri dan terus
berfikir lebih dalam. Inspirasi itu hinggap di dalam kereta komuter yang kunaiki setiap hari.
Pada sore hari itu dalam perjalanan pulang melintasi stasiun Pasar Minggu aku menyadari
kesuksesan terbesar dalam hidupku hanya dengan merubah sudut pandang sedikit. Untuk
bisa memahaminya aku perlu memberikan

gambaran sekilas perjalanan hidupku. Aku

adalah anak kedua dari 2 bersaudara, menjalani masa kecil di kota kecil yaitu Garut di
daerah Jawa Barat hingga memasuki usia SMP. Pendidikan menengah aku jalani di salah
satu SMU favorit di Bandung. Hidup sendiri, terpisah dari kakak dan keluarga, hingga aku
kuliah di PTN di Jakarta, menikah dan berkeluarga aku tidak pernah lagi kembali ke rumah
orang tua, kecuali dalam rangka liburan tentunya.
Pada usia 16 tahun aku seperti burung yang telah pergi dari sarangnya, meninggalkan
kedua orang tua dan menjalani hidup hingga saat ini di usia 31 tahun. 15 tahun telah
berlalu dan banyak hal sudah terjadi dan disinilah aku merasakan sukses terbesar dalam
hidupku. Dalam tahun-tahun yang berlalu itu tanpa naungan orang tua, ditengah
masyarakat, mengatur hidupku secara mandiri, memilih teman sendiri, dalam kebebasan

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
yang sebebas-bebasnya aku berhasil menjadi dewasa, meraih kematangan, kemandirian
tanpa insiden apapun. Tanpa terjerat narkoba, seks bebas, atau perbuatan kriminal lainnya.
Sukses terbesar dalam hidupku adalah survive sebagai orang biasa, baik, normal dan
waras ditengah masyarakat yang semakin galau ini. Itulah kesuksesan yang paling aku
syukuri, berapa banyak sudah kesempatan menjadi rusak yang aku lewati dengan
disadari ataupun tanpa kusadari. Kesuksesan ini memberikan aku pijakan yang bersih,
kokoh dan lapang untuk banyak berbuat, memberi manfaat, berkarya, membangun dan
memperbaiki tanpa dibebani penyesalan dan hambatan dari masa lalu.
. Aku menyadari kesuksesan ini bukan lah atas usaha dan kerja kerasku tapi buah dari doa
orang tua dan rencana yang Allah swt rancang untuk diriku. Kesadaran itu terasa kuat
karena kesuksesan ini tidak bisa aku klaim sebagai hasil peluh sendiri tapi bagian dari
skenario besar untuk bangsa ini. Hari ini aku berada pada kondisi yang siap siaga untuk
berkontribusi dalam masyarakat adalah buah dari kesuksesan tersebut. Aku meyakini
bahwa aku adalah bagian dari perwujudan doa dan pengorbanan orang-orang ikhlas,
pahlawan tanpa nama, dan orang-orang terzalimi yang menginginkan bangsa ini unggul
dan menjadi tauladan serta negara ini mewujudkan nama yang sudah lama disematkan
yaitu sepenggal firdaus di muka bumi.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/

essai

Juliana

fisaini

dari

http://lianafisaini.blogspot.com/2013/11/lpdp-esai-1-

peranku-bagi-indonesia.html
LPDP ESAI 1 PERANKU BAGI INDONESIA
Peranku bagi Indonesia. Sebuah pernyataan yang menghakimiku sebagai seorang warga
Negara Indonesia. Apa yang sudah saya berikan untuk Indonesia? Bahkan saya berpikir,
saya selalu mengeluh dengan keadaan negeri ini?
Sebagai salah satu anak muda bangsa, saya ingin mengambil bagian dalam memajukan
negeri ini. Saya ingin menjadi salah satu agen of change bagi Indonesia. Saya
melakukankanya melalui dua cara yaitu secara personal dan dengan berorganisasi.
Secara personal, saya melakukan pendekatan kepada anak-anak dan orang dewasa. Di
lingkungan tempat tinggal, saya mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anak. Tentu saja
dengan metode yang mereka sukai, bermain. Bermain bersama membuat mereka
mempunyai ikatan emosional dan bersahabat dengan saya. Saya berharap dapat menjadi
wajah baru untuk mereka ketika dewasa, bahwa pendidikan itu sangat diperlukan sejak
kecil.
Saya juga teman diskusi yang baik untuk orang dewasa. Berdiskusi dengan orang dewasa
membuat saya mengerti pola pikir dan hal-hal yang dikhawatirkan oleh orang dewasa.
Melalui diskusi, mereka tidak merasa digurui ketika saya menyampaikan pendapat.
Berdasarkan pengalaman saya, anak-anak dan orang dewasa mempunyai satu kesamaan.
Mereka butuh didengarkan. Ketika mereka merasa didengarkan, maka mereka akan
mendengarkan. Pada saat itulah saya mencoba memasukkan pemikiran saya tentang
idealisme yang saya miliki kepada mereka. Saya yakin, mereka akan berpikir ulang tentang
hal-hal yang saya sampaikan.
Untuk membuat perubahan tidak dapat dilakukan sendirian. Seperti lidi-lidi yang begitu
kuat jika disatukan dalam bentuk sapu. Begitu juga dengan pemuda bangsa. Maka saya
juga

mencoba

melakukan

perubahan

melalui

berorganisasi.

Organisasi-organisasi

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
kepemudaan yang saya ikuti tidak memberikan keuntungan materi untuk saya, hanya
kepuasan untuk berbagi.
Pertama, CMCC, sebuah organisasi kampus yang memfasilitasi ruangan multimedia dan
internet. Melalui CMCC, saya mengajar aplikasi komputer kepada mahasiswa secara suka
rela, yang menjadi tugas pokok bagi setiap anggota. Dengan mencontoh ide seorang senior
dari organisasi lain, secara personal saya membuat kelas rancangan untuk adik-adik yang
aktif berorganisasi di kampus secara gratis. Saya mengajarkan mereka merencanakan jalan
raya, bangunan gedung dan menghitung biayanya.
Kedua, MATCH, sebuah event organizer nirlaba yang bergerak di bidang perlombaan.
Melalui MATCH, saya mengambil peran untuk memajukan pendidikan dan beberapa
aktivitas sosial. Bersama MATCH juga, saya ikut serta meningkatkan motivasi siswa/i SD
untuk berprestasi di ilmu matematika di daerah pesisir Kota Banda Aceh dengan
mengadakan lomba matematika tahunan secara gratis. Kami juga menjadi salah satu
relawan untuk korban gempa Takengon. Kami juga menyantuni anak yatim dengan berbuka
puasa bersama di sebuah panti asuhan di Kota Banda Aceh.
Ketiga, AYEF, sebuah forum kepemudaan yang berbasis Bahasa Inggris di Kota Banda Aceh.
Melalui forum ini, saya turut serta menjadikan masyarakat aceh mampu berbahasa inggris
dan punya kepedulian terhadap sesama. Seperti yang pernah dituliskan dalam salah satu
artikel The Rumba (tabloid yang diterbitkah oleh AYEF), jika kita menguasai bahasa
internasional,

maka

kita

bisa

menguasai

dunia.

Bersama

AYEF,

saya

membantu

mengadakan English Leadership untuk anak yatim di panti asuhan.


Keempat, Aceh Mengajar Foundation. Lembaga ini menerima sukarelawan yang bersedia
mengajar. Melalui lembaga ini, saya akan menularkan ilmu kepada siswa/i SD di daerah
tertinggal seputaran Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Terakhir, saya juga merupakan salah satu founder Banda Aceh Membaca. Sebuah
komunitas yang mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya warga kota Banda Aceh
untuk membaca sebuah buku setiap minggu dan memberikan dampak positif bagi
lingkungan. Kami juga mengajak teman-teman dari daerah lain untuk membentuk
komunitas serupa. Selain itu, saya juga aktif di beberapa komunitas bahasa seperti ACCES,
LIF, dan BEC. Meskipun komunitas-komunitas tersebut merupakan kamunitas berbasis
Bahasa Inggris, namun kegiatan-kegiatan yang kami lakukan sangat baik untuk anak muda,
seperti berbagi informasi beasiswa, belajar berpidato, belajar TOEFL, IETLS, dan Academic
Writing, dan berdiskusi tentang topik-topik terbaru yang memberi dampak positif bagi
gerakan perubahan di Indonesia.
Berdasarkan kegiatan-kegiatan diatas, saya berharap saya akan memberi sesuatu untuk
Indonesia dan turut serta dalam membentuk lingkungan postif bagi kawula muda. Saya
akan terus berkontribusi dalam menyuarakan perubahan. Saya yakin, dengan pendekatan
personal dan kelompok, maka cita-cita saya memajukan Indonesia akan lebih mudah

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
dilakukan. Saya sangat ingin menjadi sesorang yang menginspirasi dan bermanfaat bagi
orang lain.
Di masa depan, saya ingin tetap konsisten berperan bagi kemajuan Indonesia. Saya
berencana menjadi seorang dosen. Menurut saya, seorang akademisi adalah salah satu
posisi strategis dalam memajukan Indonesia. Akademisi dapat member pengaruh positif
terhadap kaum muda dan juga mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah melalui
keahliannya di bidang yang digelutinya.

essai Juliana fisaini dari http://lianafisaini.blogspot.com/search/label/Beasiswa


%20LPDP
LPDP ESSAY 2 - SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU
Menurut saya, sukses adalah sebuah pencapaian. Ketika saya menginginkan sesuatu dan
memperjuangkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh, maka ketika saya mencapainya,
itu adalah kesuksesan. Sesuatu yang tidak datang begitu saja.
Suatu pagi pada tahun 2010, saya diundang oleh seorang senior yang sekaligus teman seorganisasi untuk menghadiri upacara kelulusannya. Hari itu sangat terik, namun saya dan
teman saya tetap berhadir. Saya pikir, ini adalah hari kebahagiaan untuknya, yang sudah
hampir 7 tahun menyelesaikan S1.
Saya

dan

teman

saya

duduk

di

barisan

paling

belakang

diantara

keluarga

wisudawan/wisudawati yang berwisuda pada hari itu. Saya menyimak dengan baik semua
agenda pesta kelulusan itu. Hingga akhirnya, tibalah waktu pemberian cendera mata dari
pihak fakultas kepada peserta wisuda yang lulus dengan predikat terpuji (cumlaude).

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Betapa bahagianya orang tua mereka. Berdiri di depan semua hadirin untuk predikat
kelulusan putra-putri mereka. Bulu-bulu di lengan saya berdiri. Seandainya saya mampu
membuat Mak dan Ayah berdiri disana, Mak pasti sangat bahagia. Dan Ayah akan lebih
menghargai saya.
Mengapa Mak? Mak adalah panggilan yang biasa orang Aceh tujukan untuk ibunya.
Kemiskinan membuat wanita paruh baya yang saya panggil Mak itu menikah muda,
setamat SMP. Saya sangat ingin membuatnya berdiri disana. Berbahagia dan bersyukur
memiliki saya. Saya ingin beliau yakin bahwa keputusannya memiliki saya adalah benar.
Ayah bukanlah lelaki jahat. Namun, beliau mugkin mempunyai pemahaman tersendiri
tentang makna sukses yang belum bisa saya pahami hingga saat ini. Sejak saya kecil, Mak
selalu menjadi penyemangat dan sosok suci bagi saya. Berjuang agar saya bisa mencicipi
pendidikan terbaik semampunya.
Maka sepulang dari acara wisuda itu, saya membongkar berkas kuliah saya. Saya mencari
KHS-KHS saya pada empat semester sebelumnya. Saya menghitung jumlah sks yang harus
saya ambil agar bisa menyelesaikan kuliah dalam rentang waktu kurang dari 4 tahun.
Selama ini saya terlalu sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler kampus dan beberapa
organisasi. Saya harus menyeimbangkan hidup saya dan mendahulukan hal-hal yang
penting.
Setelah saya mengkalkulasikan nilai-nilai saya dengan target nilai untuk semestersemester ke depan, saya bisa memperoleh IPK 3,56. Saya akan berusaha maksimal untuk
mendapatkan nilai sempurna semester-semester mendatang. Semangat saya seolah
meledak. Namun, usaha yang lakukan tidak menunjukkan hasil seperti yang saya
harapkan. Ada beberapa nilai B+ untuk mata kuliah yang saya targetkan mendapatkan
nilai A.
Semester salanjutnya, saya mengubah strategi. Saya mengambil mata kuliah ekstra.
Berbekal nilai bagus, saya diizinkan mengambil 4 sks ekstra pada semester mendatang.
Saya mengambil satu mata kuliah berat yang seharusnya dikerjakan pada semester 7.
Maka menggantikan waktu yang biasa saya gunakan untuk tidur dengan membuat tugas
kuliah. Menatap Autocad*) dan Microsoft Excel adalah pekerjaan wajib setiap malam.
Akan manis nantinya, pikir saya. Ini adalah salah satu cara membahagiakan ibu, lulus
dengan IPK diatas 3,50. Saya akan membuat beliau menangis haru karena saya. Saya akan
membuat beliau berdiri di depan dengan prestasi saya. Saya menempelkan kata-kata
motivasi dan sebuah study plan di depan meja belajar saya. Namun, ketertarikan terhadap
kegiatan kampus tak bisa saya musnahkan seketika. Angkatan saya mendapat tanggung
jawab mengadakan Lomba Berhitung Fakultas Teknik (LBFT) Se-Aceh dari Himpunan
Mahasiswa Sipil (HMS). Saya ikut menjadi panitia acara dan salah satu penanggung jawab
acara di Kota Lhokseumawe, 6 jam perjalanan dari kota Banda Aceh.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Banyak waktu yang aku habiskan di luar kota, maka saya gagal 3 sks. Perencanaan Gedung
1. Nilai X menempel di KHS saya. Saya menangis dan menyesali diri yang tergoda dengan
kegiatan ekstrakurikuler kampus. Memang hanya beberapa orang dari angkatan saya yang
berhasil menyelesaikan mata kuliah tersebut dalam satu semester, namun saya telah
melanggar janji terhadap diri sendiri.
Saya kembali bangkit dan menata diri. Saya membuat perencanaan yang lebih baik,
mengutamakan yang menjadi prioritas dan menepati janji pada diri sendiri. Semester
selanjutnya tidak banyak kegiatan kampus. Saya memfokuskan diri mengerjakan tugas
yang semakin menumpuk dengan beban berat diatas kepala. Belum lagi kerja praktek dan
memikirkan judul tugas akhir. Saya juga mengambil mata kuliah tambahan untuk
menambal IPK. Akhirnya saya berhasil lulus 3 tahun 11 bulan, dengan IPK 3,51. Saya
memenuhi janji pada diri sendiri. Perjuangan yang terasa begitu panjang. Mengurangi
waktu bermain dan tidur nyenyak di malam hari. Untuk Ibu, orang yang paling saya cintai.
Itulah kesuksesan terbesar dalam hidup saya hingga saat ini. Saya berjanji membuat Ibu
bangga atas prestasi

saya yang berikutnya. Memperoleh beasiswa melanjutkan master

degree dan menjadi seorang pengajar adalah impian saya

dari Juliana fisaini juga


RENCANA STUDI BEASISWA LPDP
Awalnya saya tidak mem-post rencana studi di blog saya. Tetapi kemudian banyak temanteman yang bertanya 'Bagaimana cara membuat rencana studi?" Jadi saya putuskan untuk
sharing tentang rencana studi juga. Sebelumnya, mohon maaf saya tidak memposting

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Rencana Studi yang saya tujukan untuk LPDP, karena saya pikir setiap orang pasti punya
future plan yang berbeda-beda. Tetapi menjawab pertanyaan yang banyak masuk ke email
saya tentang contoh rencana study untuk beasiswa LPDP, saya membuat postingan ini.
Yang harus diketahui, saya tidak punya dan tidak tau format khusus dari pihak LPDP untuk
rencana studi, tetapi saya menulisnya dalam bentuk artikel sebanyak kurang lebih 500
kata. Jumlah paragrafnya disesuaikan. Tidak ada aturan khusus, intinya sebuah tulisan
formal dan jujur seperti kamu bercerita tentang diri kamu dan rencana-rencana kamu di
masa depan kepada orang yang kamu percayai.
Isi rencana study saya
Paragraf pertama : Latar belakang kamu (sarjana apa?). Mengapa ingin
melanjutkan pendidikan? Berikan alasan.
Paragraf kedua : Jelaskan passion (ketertarikan kamu terhadap sesuatu,
misalnya mengajar atau berbicara atau bertemu orang banyak atau lainnya)
kamu dan pengalaman kamu dibidang tersebut.
Paragraf ketiga : Ceritakan sedikit pengalaman kerja atau pekerjaan kamu
sekarang.
Paragraf Keempat : Jurusan apa yang akan diambil? Apa yang ingin kamu
pelajari di S2/S3, dan mengapa kamu ingin mempelajari itu?
Paragraf kelima : Ceritakan tentang rencana kamu setelah lulus S2/S3 nanti
ingin menjadi apa? Ingin berkontribusi dalam bentuk apa untuk Indonesia secara
umum (daerah kamu atau lingkungan kamu atau pemerintahan) dalam bentuk
seperti apa?
Sekali lagi, percayalah pada diri sendiri. Tidak harus sama dengan milik orang lain..

essai

dari

http://indonesiajakartaraya.blogspot.com/2014/03/peranku-bagi-

indonesia-essay-beasiswa.html

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
PERANKU BAGI INDONESIA (ESSAY BEASISWA LPDP)
Sejak kecil, Ibu saya telah sering menyampaikan pentingnya pendidikan, baik secara lisan
maupun melalui sikap-sikap beliau dalam mendidik kami, putra-putrinya. Saya mengenal
pendidikan sebagai sebuah proses panjang yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai
yang harus dipegang dalam hidup. Proses tersebut membutuhkan semangat dan
ketelatenan luar biasa. Beranjak sedikit lebih dewasa, di jenjang Sekolah Dasar saya
memperoleh informasi mengenai perbedaan antara mengajar dan mendidik. Mengajar
hanya terbatas pada penyampaian ilmu pengetahuan, sementara mendidik adalah proses
pembentukan karakter yang baik. Jadi, seorang guru sebagai orang tua anak didik di
sekolah memegang peran bukan hanya sebagai pengajar, namun juga harus menjadi
pendidik. Mengapa hal ini penting bagi saya? Karena menjadi pengajar adalah cita-cita
saya.
Sejak kecil, saya sangat senang mengamati profil guru saya, dan memproyeksikan bahwa
saya akan menjadi seperti beliau kelak. Sewaktu bersekolah di TK, saya bercita-cita
menjadi guru TK. Selepas TK, 6 tahun bersekolah di SD, cita-cita saya bergeser, ingin
menjadi guru SD. Ketika masuk SMP, saya bercita-cita untuk dapat bersekolah hingga ke
jenjang perguruan tinggi dan beraktivitas menjadi dosen kelak. Inilah peran yang ingin
saya ambil bagi Indonesia: menjadi pengajar dan pendidik, baik secara formal sebagai
pekerjaan maupun secara nonformal di keluarga dan masyarakat. Sehingga, dalam
prosesnya, saya mensinkronisasi minat dan cita-cita saya tersebut dengan aktivitas saya
sehari-hari.
Salah satu langkah utama yang diperlukan untuk dapat menjadi dosen adalah dengan
bersekolah hingga ke jenjang pendidikan yang sesuai. Selepas SMA, saya melanjutkan studi
di bidang terapan yang saya minati, yaitu Fakultas Farmasi. Untuk mengembangkan
kemampuan baik akademik maupun soft skill, saya aktif terlibat dalam organisasi Badan
Eksekutif

Mahasiswa

tingkat

Fakultas,

serta

menjadi

staf

riset

junior

di

Cancer

Chemoprevention Research Center (CCRC), disesuaikan dengan beban kerja saya sebagai
seorang mahasiswa Fakultas Farmasi. Selain itu, saya juga bekerja sebagai asisten
praktikum dengan tugas membimbing praktikan dalam menjalankan praktikum. Di samping
itu, saya juga aktif mengikuti maupun mengelola berbagai kegiatan ilmiah, baik berupa
seminar maupun workshop untuk mengasah kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi
secara efektif dengan orang lain. Setelah lulus dari Program Studi Profesi Apoteker, sembari
menunggu kesempatan untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang magister (yang menjadi
syarat utama untuk menjadi dosen) saya bergabung menjadi asisten dosen di Program
Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta, serta menjadi asisten praktikum di Program Studi Keperawatan Stiekes
‘Aisyiyah Yogyakarta. Di bidang penelitian, saya bergabung sebagai staf riset di

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
CCRC kembali. Di luar kegiatan formal tersebut, saya menjadi tutor lepas adik-adik di
lingkungan rumah, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Seluruh kegiatan tersebut, selain
sejalan dengan minat saya, saya harapkan dapat mendukung langkah menuju cita-cita
saya untuk dapat berperan bagi Indonesia di bidang pendidikan.
Dengan menjadi pendidik yang sesuai dengan minat saya, saya berharap untuk dapat
memberikan sumbangsih kepada Indonesia, sekaligus menikmati prosesnya. Peran sebagai
pengajar dan pendidik bersifat luas, bukan hanya di ranah formal dalam sebuah institusi
pendidikan, namun juga di tengah keluarga dan masyarakat. Hal tersebut harus
dilaksanakan secara kontinyu dan konsisten. Sebab, pendidikan adalah salah satu aspek
fundamental bagi majunya sebuah bangsa. Secara intelegensi, masyarakat Indonesia telah
diakui memiliki level yang tinggi. Dengan didukung pengembangan mental yang baik,
semoga Indonesia dapat berjalan menuju kea rah yang lebih baik.
=======================================================
=====================================
http://indonesiajakartaraya.blogspot.com/2014/03/rencana-studi-essay-beasiswalpdp.html
RENCANA STUDI (ESSAY BEASISWA LPDP)
Saya Anindyajati, lulus dari Fakultas Farmasi XXX (2007 s.d. 2011) dengan skripsi berjudul
Kombinasi Ekstrak Etanolik Herba Leunca (Solanum nigrum L.) dan Doxorubicin pada Sel
Kanker Payudara T47D: Peningkatan Efek Sitotoksik dan Induksi Apoptosis. Setelah lulus,
saya melanjutkan studi ke jenjang Profesi Apoteker di Program Studi Profesi Apoteker
Fakultas Farmasi XXX (2011-2012). Di jenjang profesi, saya melaksakan Praktek Kerja
Profesi Apoteker di 3 institusi, yaitu Apotek Sewon (1 Februari s.d. 29 Februari 2012),
Puskesmas Jetis I Bantul (12 s.d. 17 Maret 2012), serta PT Glaxo Wellcome Indonesia
(GlaxomithKline) di Departemen Produksi (1 April s.d. 31 Mei 2012).
Semenjak SMA hingga sekarang, saya aktif sebagai tutor lepas di lingkungan rumah,
dengan aktivitas membimbing studi adik-adik mulai dari SD hingga SMA (sesuai
permintaan). Di SMA, saya aktif berorganisasi di organisasi Palang Merah Remaja. Selama
studi S1, saya berperan sebagai asisten praktikum di beberapa mata praktikum, yaitu
Kimia Analisis (2008/2009), Farmasi Fisik (2008/2009, 2009/2010), Biologi Molekuler
(2009/2010), dan Bioanalisis (2009/2010) yang bertanggung jawab mengetes, memberikan
penjelasan, serta membimbing praktikan dalam menjalankan praktikum di laboratorium. Di
samping itu, saya juga bergabung sebagai staf riset junior di grup riset Cancer
Chemoprevention Research Center yang fokus pada penelitian terkait kemoprevensi kanker
(2009-2011).

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Deskripsi kerja saya adalah turut melakukan riset mengenai karsinogenesis pada hewan uji,
serta pengembangan agen kemoprevensi kanker, baik dengan desain studi in vitro maupun
in vivo. Dalam prosesnya, saya terlibat dalam beberapa proyek penelitian, melakukan
presentasi hasil penelitian, dan telah menulis beberapa publikasi penelitian serta review
ilmiah. Bukan hanya itu, saya juga aktif mengikuti dan mengelola beberapa seminar
nasional maupun internasional.
Di luar pekerjaan tersebut, saya bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
Farmasi XXX sebagai staf (2008 s.d. 2009) dan sebagai Pengurus Harian (2010). Di tahun
2008 s.d. 2009, saya tergabung dalam Sahabat Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan
2008 XXX, dengan aktivitas mengikuti berbagai macam training, disertai program transfer
ilmu dan pengalaman ke internal fakultas. Setelah lulus dari Program Studi Profesi
Apoteker, saya menjadi asisten dosen di Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan
Ilmu

Kesehatan

XXX

(September

2012

s.d.

sekarang),

dengan

deskripsi

kerja

mempersiapkan dan membimbing mahasiswa dalam acara praktikum dan skill lab. Mulai
Maret 2013 hingga, saya menjadi menjadi asisten praktikum farmakologi Program Studi
Keperawatan XXX, sekaligus kembali aktif sebagai staf riset di CCRC, hingga sekarang.
Latar belakang yang saya sinkronisasi dengan minat saya untuk dapat mengabdi sebagai
dosen tersebut akan saya lanjutkan dengan melanjutkan studi ke jenjang magister. Di
Program Magister Sekolah Farmasi XXX saya berencana untuk mengambil minat
Farmakokimia. Sebab, bidang tersebut sejalan dengan fokus dan minat studi saya, yaitu
biologi molekuler dan kimia analisis. Fokus studi inilah yang selanjutnya akan saya dalami
untuk terjun sebagai pengajar dan pendidik di jenjang Perguruan Tinggi (dosen), sekaligus
juga sebagai peneliti.
Target saya adalah segera menyelesaikan studi magister sesegera mungkin (maksimal 2
tahun). Ke depan, baik selama menempuh proses studi maupun setelah lulus, saya
berharap untuk terus mencari pengalaman mengajar, bersamaan dengan usaha mencari
institusi Perguruan Tinggi sebagai tempat mengabdi sebagai dosen dengan bidang ajar
yang sesuai dengan fokus studi saya, sehingga dapat berperan secara optimal. Minat dan
cita-cita saya adalah untuk menjadi dosen dan peneliti, sehingga dapat mengambil bagian
dalam

membangun

Bangsa

Indonesia

melalui

bidang

pendidikan,

sekaligus

mengembangkan penelitian yang membawa manfaat bagi masyarakat.


=======================================================
=====================================
http://indonesiajakartaraya.blogspot.com/2014/03/sukses-terbesar-dalamhidupku.html
SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU (ESSAY BEASISWA LPDP)

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Bagi saya, tahun 2010 merupakan salah satu periode hidup dengan tantangan yang cukup
besar, sehingga terpatri di dalam memori. Perspektif yang saya gunakan adalah sinergisme
hidup : kombinasi antara tanggung jawab yang harus saya emban di rumah, di dalam
komunitas kampus maupun kampung, sekaligus tanggung jawab terhadap diri saya sendiri
sebagai seorang mahasiswa dengan aspek akademiknya. Periode tersebut adalah masa di
mana saya menempuh semester 5-6-7 studi saya di Fakultas Farmasi XXX. Secara umum,
‘usia’ tersebut jelas telah lewat masa beradaptasi bagi mahasiswa dan
telah memasuki fase senior. Begitu juga dilihat dari segi usia, saya mulai memasuki usia
dengan kepala dua. Artinya, saya harus meluangkan porsi lebih banyak untuk berkontribusi
bagi lingkungan. Tantangan yang tersaji saya jalani dengan semangat belajar, karena
kesuksesan bagi saya adalah keberhasilan untuk menjalani proses dengan niat yang baik,
sehingga diperoleh pembelajaran yang berharga.
Tantangan pertama adalah 2 PR besar saya di rumah. Pertama, Adik saya (yang notabene
semangat belajarnya harus selalu dipacu) baru saja naik kelas 2 SMA dan memutuskan
untuk

masuk

ke

kelas

IPA,

sementara

nilai-nilai

mata

pelajaran

IPA-nya

agak

mengkhawatirkan. Yang kedua, Ayah baru saja didiagnosis menderita kanker prostat di
akhir tahun 2009, sehingga kami sekeluarga harus fokus untuk men-support sekaligus
mengontrol diet dan pola hidup beliau. Sementara di kampus, setelah melalui diskusi dan
lobi yang cukup panjang, saya diamanahi untuk bergabung dalam tim Pengurus Harian
BEM Fakultas, sebagai Kepala Departemen Pengembangan Bahasa (Language Club). Di
samping itu, saya memasuki tahun kedua sebagai staf riset junior di CCRC, dan saya
bertanggung jawab mengelola sebuah penelitian dengan desain in vivo. Ditambah lagi,
selepas aktivitas Ramadhan di kampung, saya turut dilibatkan sebagai panitia inti
penyelenggaraan Idul Adha di organisasi tingkat ranting (yang merupakan hal baru bagi
saya). Di masa yang bagi saya terasa cukup berat tersebut, saya mendapatkan banyak
ilmu dan pengalaman baru yang membentuk pribadi saya apa adanya saat ini. Pada kondisi
tersebut, keluarga adalah salah satu penyokong terbesar kesuksesan saya.
Bagi saya keluarga adalah suatu tim kerja utama yang menjadi tanggung jawab, sekaligus
sumber energi. Pada periode ini, saya belajar banyak mengenai kedisiplinan, efisiensi
waktu, dan konsistensi. Saya berusaha menjaga intensitas sekaligus kualitas waktu saya
untuk keluarga. Salah satu terobosan konkritnya adalah pemberlakuan jam malam dan hari
Minggu untuk keluarga yang saya coba inisiasi. Walaupun pada prakteknya aturan ini
terkadang masih terlanggar akibat urgensi beberapa agenda tertentu di luar rumah, namun
saya merasakan bahwa dengan berusaha mendisiplinkan diri pada aturan tersebut,
efisiensi kerja terpacu untuk meningkat, terutama efisiensi kerja terkait aktivitas di
komunitas.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Turut terjun untuk aktif di komunitas merupakan pilihan saya sejak SMA. Hal baru yang
saya hadapi di BEM adalah tanggung jawab sebagai pemimpin (dalam hal ini Kepala
Departemen) dalam jangka waktu yang panjang (satu tahun). Artinya, saya bertanggung
jawab mulai dari penyusunan ide hingga keseluruhan pertanggungjawaban departemen
saya. Di samping itu, saya mengampu tanggung jawab bukan hanya sebagai Kepala
Departemen, namun juga sebagai tim Pengurus Harian. Tantangan yang saya hadapi
adalah banyaknya personil baru dalam tim (perlu membimbing adaptasi sekaligus
memberikan kesan yang baik), serta diperlukannya inovasi baru dalam program kerja
departemen. Tantangan tersebut sekaligus menjadi kekuatan, sebab personil baru dapat
memberikan perspektif baru, jug ide-ide baru. Sementara di CCRC, saya mempelajari
banyak sekali hal baru terkait bidang ilmu yang saya tekuni, yang tentu saja menuntut
perhatian dan porsi waktu tersendiri. Di sini, saya banyak mengasah kemampuan untuk
mengelola dan mengarahkan tim, ber-multi tasking namun fokus, dan menjadi fast learner.
Setelah berjuang melalui proses yang cukup panjang, dengan rahmat Tuhan tantangan di
tahun 2010 ini dapat saya jawab dengan baik. Kondisi di keluarga terkendali, dan saya
merasa sangat bersyukur dengan hasilnya. Sementara di komunitas, saya berhasil
menutup lembaran dengan LPJ BEM dengan beberapa program baru, seperti lomba pidato
Bahasa Jawa dan pembentukan komunitas debat, serta capaian yang cukup memuaskan di
agenda lain. Dalam hal riset, saya berhasil menulis manuskrip publikasi pertama saya. Dan
secara tak terduga, pencapaian pribadi saya juga terbilang cukup memuaskan, dengan
IP yang terus mengalami peningkatan, serta pencapaian sebagai mahasiswa
berprestasi peringkat 3 di Fakultas. Terlepas dari keberhasilan fisik yang dicapai, tahun
tersebut sangat berkesan karena banyaknya ilmu dan pengalaman baru yang saya peroleh,
yang ternyata sangat bermanfaat di kemudian hari.
=======================================================
=====================================

http://indonesiajakartaraya.blogspot.com/2013/11/cara-meraih-beasiswa-belajardi-luar.html
CARA MERAIH BEASISWA BELAJAR DI LUAR NEGERI
Belajar di luar negeri bagi sebagian orang yang mampu mungkin bukan sebuah anganangan. Namun bagi kebanyakan orang, melanjutkan studi di luar negeri merupakan sebuah
mimpi yang harus diwujudkan dengan persiapan yang matang. Salah satu alasan mengapa
banyak mahasiswa memilih untuk sekolah di luar negeri adalah infrastruktur, sarana dan

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
sistem pendidikan di negera-negara berkembang yang sudah sangat memadai dan sangat
mendukung para mahasiswa dalam studinya.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, mendapatkan beasiswa untuk sekolah luar negeri
adalah cara yang paling sering digunakan. Banyak beasiswa yang ditawarkan bagi
mahasiswa dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan ada beberapa yang
dikhususkan bagi mahasiswa Indonesia.
Berikut sedikit gambaran langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk meraih
beasiswa sebatas pengetahuan penulis:
1. INFORMASI
Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan; cari informasi tentang beasiswa sebanyak
mungkin. Anda bisa mencarinya dengan googling di internet, menjadi anggota mailing list
beasiswa (seperti milisbeasiswa@yahoogroups.com), koran, kedutaan besar, bagi dosen
atau guru info dapat diperoleh di universitas masing-masing dan departemen pendidikan
nasional,

bagi

rekan-rekan

PNS

info

bisa

diperoleh

di

kantor

masing-masing,

Bappenas/Bappeda, Sesneg, dll.


Informasi yang dicari harus lengkap, seperti tata cara pelamaran, persyaratan nilai
minimum, bahasa yang digunakan, nilai minimum TOEFl/IELTS, dokumen-dokumen yang
diperlukan seperti <i>Letter of Acceptance (LOA)</i>, <i>deadline</i>, syarat-syarat
khusus (seperti hanya untuk dosen atau PNS), coverage (full scholarship, partial, atau
sandwich) dsb.
Informasi merupakan hal yang krusial, karena banyak sekali yang kehilangan kesepatan
atau gagal karena tak memiliki info yang memadai. Sering kali informasi tentang beasiswa
&#8220;nyangkut&#8221; atau terhenti pada level tertentu di sebuah organisasi,
sehingga hanya orang-orang &#8220;tertentu&#8221; yang tahu. Sehingga seperti yang
telah diutarakan bahwa anda dalam mencari informasi harus &#8220;proaktif&#8221;.
Jangan menunggu informasi datang ke anda!
2.BAHASA
endapatkan beasiswa bukan sesuatu yang mudah dan didapat dengan cepat. Banyak
persiapan yang harus dilakukan, dan salah satu kendala dan rintangan terbesar bagi
kebanyakan mahasiswa Indonesia adalah faktor bahasa. Kemampuan bahasa asing sangat
penting guna kelancaran studi, karena kita akan sekolah di tempat lain dimana bahasa
asing digunakan. Kebanyakan program beasiswa dilaksanakan dengan bahasa inggris,
sehingga dari kemampuan dasar bahasa inggris dalam surat menyurat, perbincangan,
menulis, hingga TOEFL&#174; (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS
(International Language Testing System) sangatlah penting. Kemahiran bahasa tidak
didapat dalam satu atau dua bulan, perlu berbulan-bulan guna persiapannya. Untuk nilai
TOEFL nilai minimum biasanya adalah 550 (ada beberapa program beasiswa yang meminta

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
lebih besar dari skor ini) dan IELTS 5 (untuk Australia). Ada yang perlu di ketahui bahwa
biasanya TOEFL yang diperlukan adalah International TOEFL, atau The Institutional Testing
Program (ITP) TOEFL. Lebih lengkap mengenai TOEFL anda bisa melihat site dari The
Indonesian International education Foundation (IIEF): http://www.iief.or.id/
3. PELAMARAN BEASISWA
Biasanya sebelum melamar, ada beberapa program beasiswa yang mensyaratkan hal-hal
tertentu, berikut beberapa hal yang pernah penulis kumpulkan :
1. Beasiswa program Bappenas.
Hanya PNS dengan minimum telah 2 tahun bekerja &nbsp;yang diperbolehkan mendaftar.
Ada beberapa proses seleksi; seleksi dokumen, TPA (Tes Potensi Akademik) dan TOEFL, Ada
tiga jenis beasiswa yg ditawarkan bappenas:
a. Luar Negeri. Anda akan diberi kursus bahasa selama 6 bulan guna persiapan
mendapatkan nilai TOEFL yg layak untuk melamar beasiswa luar negeri, spt AUSAID,
STUNED, Erasmus Mundus, dll.
b. Double Degree. Dalam program ini, satu tahun studi di dalam negeri dan satu tahun di
luar negeri dan akan juga diberi program persiapan bahasa selama 4 bulan untuk
persiapan pelamaran beasiswa ke luar negeri melalui STUNED, Jepang, Perancis, dll.
c. Dalam Negeri. Untuk program yang terakhir ini kandidat yang lulus langsung studi di
beberapa program di universitas di dalam negeri yang telah ditunjuk oleh bappenas.
Pelamaran harus melalui/diajukan oleh instansi masing-masing. Dari pengetahuan penulis,
PNS dari daerah lebih diutamakan dari pada PNS di Pusat (Jakarta) guna pemerarataan.
Tips: Kebanyakan TPA merupakan sandungan awal bagi pelamar. Ini dapat anda atasi
dengan membaca buku-buku contoh TPA yang banyak dijual di toko buku. Dan khusus
untuk soal-soal matematika, jangan pernah anda selesaikan dengan metode standard
karena anda akan kehabisan waktu. Gunakan metode cepat serta logika anda.
2.STUNED (Studeren in Nederland)
Beberapa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda, seperti:
a. The Netherlands Fellowship Programmes (NFP).
b. HSP Huygens Programme.
c. The Netherlands Ministry of Foreign Affairs the Dutch foundation WOTRO for a PhD fund.
d. STUNED (Studeren in Nederland).
Program beasiswa ini di kelola oleh NESO Indonesia (The Netherlands education support
office

in

Indonesia)

dan

anda

bisa

mencari

info

http://www.nesoindonesia.com atau www.nesoindonesia.or.id .

lengkapnya

di

website

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Untuk beasiswa STUNED secara umum langkah2 yang harus dilakukan adalah:
a.Karena disyaratkan bahwa kita sudah diterima di salah satu universitas di belanda maka
carilah informasi program dan universitas yang anda ingin tuju untuk studi, ini anda bisa
dapatkannya di kantor NESO (dahulu NEC) di Jakarta.
b.Lakukan kontak dengan universitas yang anda minati dan pelajari syarat-syarat yang
harus dipenuhi untuk menjadi mahasiswa disana. Database program-program master yang
ada di Belanda tersedia di kantor NESO. Anda dapat pula mendapatkan info lebih rinci saat
Holland Education Fair yang diadakan setiap tahun di beberapa kota di Indonesia.
c.Untuk stuned, anda diperbolehkan untuk mendaftar dan mengikuti tes beasiswa meski
belum mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) atau Admission Letter dari universitas.
Namun saat anda terpilih menjadi kandidat penerima beasiswa, anda harus bisa
menunjukkan surat LOA tsb.
Salah satu kendala bagi pelamar adalah kita harus mengirim langsung application ke
Universitas di belanda yang membutuhkan biaya (investasi) yang tidak sedikit (meski ada
beberapa universitas yang dapat apply secara online atau via email). Hal ini dapat disiasati
dengan mengirimkan atau melamar langsung ke counter/stand universitas tsb saat Holland
Education Fair di kota anda, sehingga anda tidak perlu mengirimkan langsung ke belanda.
Setelah anda lolos seleksi dokumen, anda akan dipanggil untuk tes wawancara. Anda akan
di beri pertanyan-pertanyaan standar (menurut saya) dalam wawancara beasiswa seperti
latar belakang pendidikan, pekerjaan, alasan memilih belanda untuk studi dan alasan
mengapa memilih program master yang kita tulis di aplication form. Ada baiknya juga
background pendidikan, pekerjaan sekarang dan program master yang diinginkan
berkaitan. Pelajari juga mengenai universitas serta kota di mana univeristas tersebut
berada. Bekali diri anda dengan informasi tentang sistem pendidikan dan hidup di belanda.
Karena pewawancara juga melihat kesiapan anda dalam berinteraksi dan mandiri di negeri
nun jauh disana terebut. Bagi pelamar yang belum menyertakan LOA saat pengiriman
aplikasi, ada baiknya anda menyiapkan LOA saat wawancara. Jika memang ternyata belum
mendapatkannya maka anda akan ditanyakan kapan akan mendapatkan LOA tsb.
3. AUSAID.
Bagi anda yang ingin bersekolah di negeri kangguru, salah satunya bisa melamar ke
beasiswa AusAID. Beberapa beasiswa yang diberikan pemerintah Australia:
a.Australian Development Scholarships (ADS)
b.Australian Leader
1.Background, pendidikan, pekerjaan saat ini
2.Program master yang diminati, serta hubungannya dengan pekerjaan saat ini dan
pembangunan indonesia ke depan.

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Untuk wawancara saya rasa sangat krusial, karena jika IELTS sudah melebihi nilai 5 sudah
dinyatakan lulus IELTS, hanya saja nanti saat masa persiapan bahasa akan lebih lama
(sekitar 6 bln).
4.VLIR (VLAAMSE INTERUNIVERSITAIRE RAAD)
Beasiswa yang satu ini mungkin jarang didengar oleh para pencari beasiswa, karena
memang tidak ada pengumuman di koran2 dan tidak ada lembaga perwakilannya seperti
STUNED di NESO, dll. Terlebih lagi jumlah penerima beasiswa VLIR dari indonesia jauh lebih
sedikit dibandingkan dengan program beasiswa lainnya. Karena memang beasiswa ini lebih
banyak ditujukan bagi mahasiswa asal afrika. Anda bisa mulai dengan memperhatikan
informasi selengkapnya di: www.scholarships.vliruos.be/. Beasiswa ini hanya diberikan bagi
beberapa program training, program master dan program PhD (khusus untuk alumni
penerima beasiswaVLIR) yang daftarnya bisa anda lihat di site vlir.
Di setiap program, terdapat seorang professor yang merupakan ketua dari selecting
committee di universitas. Sebaiknya anda kontak beliau dan juga browse untuk mencari
info tentang riset yang sedang dilakukan oleh universitas tsb.
Untuk beasiswa VLIR anda harus mengirimkan langsung aplikasi ke office VLIR di Brussels.
Serta tidak ada proses wawancara. Proses seleksi dilakukan berdasarkan dokumen aplikasi
anda terutama dari motivation statement serta dari motivation statement serta dari riset
proposal. Tentunya akan lebih bagus jika background, pekerjaan anda sekarang serta riset
yang akan anda tekuni sesuai dengan bidang serta riset di universitas yang anda tuju.
Anda tidak perlu melamar ke universitas, hanya diperlukan aplikasi ke VLIR dimana didalam
aplikasi tersebut tertera universitas dan program pilihan anda. Setelah semua dokumen
masuk, pihak Vlir akan mengirimkan aplikasi ke selecting committe yang ada di masingmasing universitas. Kemudian dihasilkan list rangking kandidat yang disetujui diterima di
universitas tersebut. List tersebut kemudian diseleksi kembali oleh selecting committe VLIR
untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan beasiswa. Bagi yang masuk dalam
waiting list jangan berkecil hati, karena tidak jarang penerima beasiswa ada yang
mengundurkan diri. Coba juga untuk kontak pihak universitas atau professor, karena
biasanya terdapat pula beasiswa dari universitas meski jumlah student penerimanya serta
nilai beasiswanya lebih sedikit.
5.JAPANESE GOVERNMENT (MONBUKAGAKUSHO) /MEXT SCHOLARSHIP
Banyak beasiswa yang diberikan oleh pemerintah jepang, salah satunya adalah
Monbukagakusho. Info lengkap dpt dlihat di
http://www.studyjapan.go.jp/en/toj/toj0302e.html atau di
http://educationjapan.org/jguide/scholarships.html. Khusus untuk program beasiswa yang
satu ini anda tidak diharuskan mampu berbahasa inggris, melainkan anda harus dapat

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
berbahasa jepang dengan baik. Tapi jangan takut anda setelah lolos seleksi akan di
kursuskan bahasa jepang selama beberapa bulan sebelum anda kuliah. Salah satu
persyaratan beasiswa ini adalah Letter of Acceptance atau surat dari professor di salah
satu universitas di jepang keterangan bahwa anda sang professor bersedia menjadi
supervisor anda. Untuk mendapatkan surat ini menurut pengalaman saya bukan sesuatu
yang mudah.
Langkah awal adalah mencari professor dengan riset yang cocok dengan riset yang kita
ingin lakukan. Ini juga tidak mudah, salah satunya karena kebanyakan sitenya berbahasa
jepang meski beberapa telah memiliki site english version. Setelah mendapatkan beberapa
kandidat professor, kirimkan email perkenalan tentang diri anda dan ketertarikan anda
akan riset sang professor. Ada hal yang perlu diingat bahwa professor di jepang tidak
seperti di eropa yang bisa langsung to the point. Sehingga perlu proses terlebih dahulu
sebelum anda mengungkapkan maksud anda untuk menjadi student dari si professor.
Namun tidak semua professor yang kita hubungin via email menjawab langsung, bahkan
ada beberapa tidak menjawab. Alangkah baiknya jika dalam mencari professor anda
memiliki link atau teman kenal baik dengan professor di jepang. Para professor di Jepang
akan lebih senang jika anda direkomendasikan oleh seseorang yang mereka kenal baik.
Setelah anda rasakan hubungan anda dengan professor sudah baik, langkah berikutnya
adalah membuat sang professor percaya bahwa anda layak untuk di supervise olehnya.
Setelah anda mendapatkan LOA dari professor kesempatan anda untuk mendapatkan
beasiswa semakin besar.
6.ERASMUS MUNDUS SCHOLARSHIP
Beasiswa ini diberikan oleh European Union (EU) kepada mahasiswa dari Negara non EU
untuk melanjutkan studi di Negara-negara eropa. Dengan beasiswa ini anda berksempatan
untuk studi di beberapa univeritas di beberapa negara. Untuk aplikasi erasmus mundus
anda langsung mengirimkan semua persyaratan ke konsorsium di universitas dimana
beasiswa erasmus mundus ditawarkan, namun proses ini terkadang cukup rumit. Tidak ada
seleksi wawancara, dan semua proses seleksi didasarkan pada dokumen yang anda
kirimkan.

Untuk

mengetahuiketerangan

http://ec.europa.eu/education/programmes/

lebih

lanjut

dapat

mundus/projects/index_en.html

dilihat
,

di:
atau

http://indoem.info/.
Diatas hanya sebagian kecil program beasiswa yang dapat anda lamar. Masih banyak
beasiswa yang ditawarkan, dan tidak hanya dari institusi tesebut diatas namun bisa juga
dari perusahaan, professor atau dari pihak universitas.
4.

PERSIAPAN DOKUMEN

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
Mahasiswai semua dokemen yang diperlukan. Berikut beberapa dokumen yang biasanya
disyaratkan:
a.

Form aplikasi. Mahasiswai kemudian isi form aplikasi dengan baik dan lengkap. Jika ada

yang kurang jelas tanyakan langsung ke sekretariat program beasiswa.


b.

Ijazah dan transkrip nilai. Gunakan Ijazah yang telah diterjemahkan dalam bahasa

inggris. Jika diperlukan sertakan penjelasan sistem penilaian yang ada di Indonesia.
c.

Curriculum Vitae (CV). Buat CV anda terstruktur, lengkap dan seringkas mungkin

(Bayangkan betapa bosannya seorang juri jika harus membaca 15 halaman CV anda).
Beberapa pemberi beasiswa mensyaratkan bentuk CV tersendiri. Untuk eropa sebaiknya
menggunakan

standar

CV

eropa

yang

bisa

anda

dapatkan

di

http://europass.cedefop.europa.eu/en/documents/curriculum-vitae/templates-instructions.
d.

Surat rekomendasi. Biasanya yang diperlukan adalah surat rekomendasi dari profesor

anda saat anda kuliah S1 dan rekomendasi dari atasan anda di kantor bagi yang sudah
bekerja. Gunakan surat rekomendasi yang asli, masukkan ke dalam amplop (dari
universitas atau kantor) yang tertutup (sealed) dan tujukan kepada selecting committee.
e.

Motivation Letter atau Statement of Purpose. Tak mudah membuat persyaratan yang

sangat krusial ini. Anda bisa browse di internet mengenai contoh-contoh Motivation Letter
atau Statement of Purpose. Para selecting committee akan menilai anda dari tulisan yang
anda buat sehingga anda harus bisa menjelaskan dengan baik tentang diri anda,
kemampuan dan rencana anda kedepan.
Secara umum sebuah motivation letter berisi:
a. Latar belakang pendidikan serta pekerjaan anda saat ini.
b. Alasan mengapa anda ingin meneruskan studi ke tingkat master, serta kesesuaian
dengan

rencana

dan

karir

anda.

c. Alasanmengapa mengambil jurusan/program yang anda lamar. Jelaskan keinginan riset


anda dan kalau bisa sertakan nama professor yang akan bekerja sama dengan anda, mata
kuliah yang menarik di program tersebut. Perlihatkan bahwa anda mengerti betul dan siap
untuk kuliah di tempat tersebut.
d. Kontribusi apa yang dapat anda berikan kepada institusi saat anda bekerja sekarang,
universitas yang anda tuju dan negara.
Namun ada beberapa hal yang perlu anda perhatian: word limit, bahasa, serta pastikan
seseorang yang anda percaya (professor atau atasan anda) membaca statement anda dan
mendapatkan feedback dari mereka.
5. Doa dan tawakal.
Selain anda berusaha, juga doa baik dari anda sendiri maupun dari orang tua, keluarga dan
teman adalah faktor yang paling penting. Dan yang paling penting diingat bahwa hasil dari

http://www.lpdp.depkeu.go.id/ http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikandokter-spesialis/
usaha anda adalah hak Allah SWT. Kita hanya diwajibkan untuk berusaha ikhtiar yang
terbaik dan diikuti dengan tawakal kepada Nya.