Anda di halaman 1dari 5

Ways to be a great marketer

(Study at Waroeng SS)


Persaingan bisnis dalam dunia pemasaran telah berkembang semakin pesat. Hal ini
menyebabkan munculnya suatu peluang dan tantangan bisnis yang baru bagi setiap
perusahaan. Setiap perusahaan harus melakukan perencanan pada setiap usaha yang akan
dijalankannya, selain itu perusahaan harus memahami arti dari pemasaran itu sendiri. Jika
suatu perusahaan ingin sukses dan memenangkan perebutan pasar maka dia harus belajar
strategi pemasaran yang baik bagi perusahaan seperti yang telah dilakukan Waroeng SS.
Warung SS atau Spesial Sambal berdiri pada Agustus 2002. Warung makan ini
didirikan oleh Bapak Yoyo Heri Wahyono, beliau lulusan Teknik Kimia Universitas
Gadjah Mada tahun 1992. Usaha warung SS diawali dari warung kaki lima di pinggiran
Jalan Kaliurang (depan GSP UGM) dengan 6 orang karyawan. Warung ini buka pada
pukul 17.00 WIB 22.00 WIB. Latar belakang pembukaan warung SS ini karena Bapak
Yoyo ingin membuka lapangan kerja. Disamping itu beliau adalah pecinta makanan pedas
dan sambal. Dari hobi beliau inilah muncul inovasi dan kreatifitas dalam membuat suatu
jenis produk makanan yang berbeda dari warung-warung makan lain. Pada warungwarung makan umumnya menyediakan variasi lauk yang banyak dengan satu macam rasa
sambal. Namun, di warung SS justru memiliki banyak variansi sambal dengan lauk yang
dijual pada warung makan. Hal inilah yang membedakan warung SS dari warung-warung
makan pada umumnya. Warung makan SS memiliki tagline Pedas Pada Abis. Awal
usaha, warung SS hanya menjual 7 variasi sambal kemudian berkembang menjadi 11
sambal.
Selama 11 tahun berkarir, saat ini SS sudah memiliki 56 cabang di Indonesia. Warung
SS dibag menjadi 4 area utama: Jabotabek, Semarang, Jogja, dan Solo. Pada area
Jabotabek terdapat 8 cabang (7 cabang di Bogor, 1 cabang di Tangerang). Kemudian 9
cabang di area Semarang (6 cabang di kota Semarang, 2 cabang di Salatiga, dan 1 di
Pekalongan). Terdapat 10 cabang di area Jogja (Condong catur, Babarsari, Pandega,
Kusumanegara dan cabang lainnya) serta pada kota-kota besar lainnya seperti Cirebon,
Purwokerto, Magelang, Prambanan, dan Malang. Pada area Solo terdapat 9 cabang
warung SS, 5 cabang merupakan sistem area dan 4 warung meupakan sistem mandiri.
Untuk tipe warung area penyediaan dan penyimpanan bahan baku (cabai mentah) dipasok
oleh pusat pengelolaan dalam area tersebut. Sedangkan untuk tipe warung mandiri,
pengadaan dan penyimpanan bahan baku dikelola oleh masing-masing warung. Warung

SS juga sudah dilakukan sistem franchise. Saat ini terdapat 5 franchise yang salah satunya
terletak di Temanggung. Produk makanan yang dijual di warung SS saat ini antara lain:
31 variasi sambal, 27 variasi lauk pauk, 11 variasi sayuran, dan 24 variasi minuman.
Strategi usaha yang cocok dengan konsep marketing adalah memproduksi barang atau
jasa apa yang bisa dijual dan bukan menjual barang atau jasa apa yang bisa diproduksi.
Dari konsep kebutuhan konsumen maka kita dapat menentukan produk yang akan kita
produksi. Seperti Waroeng SS membuat produknya sesuai kebutuhan konsumen yang
menyukai makanan pedas. Untuk menjadi seorang marketer produk yang hebat seperti
Waroeng SS maka terlebih dahulu harus mengerti Concentration strategy,

STP

(Segmentation Targeting Positioning), and marketing mix.


Terdapat dua jenis concentration strategy yaitu low cost dan differentiation. Masingmasing dari kedua strategi ini mempunyai kelebian dan kelemahan tersendiri sehingga
membuat trade-off yang tidak bisa dihilangkan. Biasanya suatu perusahaan akan
memfokuskan dirinya pada salah satu strategi low cost atau ddifferentiation strategy
untuk membangun image perusahaan dan mempertahankan pangsa pasarnya.
1. Low cost
Strategi Biaya Rendah (cost leadership or low cost) menekankan pada upaya
memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang
sangat rendah. Produk barang maupun jasa biasanya ditujukan kepada konsumen yang
relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga atau menggunakan harga sebagai faktor
penentu keputusan. Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini sesuai dengan
kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low-involvement, ketika
konsumen tidak terlalu peduli terhadap perbedaan merek, tidak membutuhkan pembedaan
produk, atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawar-menawar
yang signifikan.
Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu
memenuhi persyaratan di dua bidang, yaitu: resources dan organisasi. Strategi ini hanya
mungkin dijalankan jika memiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya
perusahaan, yaitu: kuat akan modal, trampil pada process engineering, pengawasan yang
ketat, mudah diproduksi, serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari
bidang organisasi, perusahaan harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan
ketat, informasi pengendalian yang baik, insentif berdasarkan target (alokasi insentif
berbasis hasil).

2. Differentiation
Strategi differentiation, mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan
tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk barang atau jasa yang
dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya
dari konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar lainya, tetapi
berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (secara
nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut. Berbagai
kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan berbagai hal
lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis
ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan
harga dalam pengambilan keputusannya.
Resiko lainnya dari strategi ini adalah jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan
produk tersebut ternyata tidak dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen. Jika hal ini
terjadi, maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah
akan sangat mudah merebut pasar. Oleh karenanya, dalam strategi jenis ini, kekuatan
departemen Penelitian dan Pengembangan sangatlah berperan.
Waroeng SS menggunakan strategi differentiation, yaitu dengan membuat perbedaan
baru pada jenis kuliner yang mereka buat. Pada umunya kuliner di pulau jawa terasa
manis dan kurang pedas, berbeda dengan di pulau sumatera yang cenderung asin dan
pedas. Waroeng SS membuat pembedaan pada produknya dengan menjual makanan
dengan rasa asin dan pedas di pulau jawa. Pembedaan rasa dari produk yang dihasilkan
tersebut membuat konsumen menyukai produknya. Sehingga sampai saat ini Waroeng SS
tetap menggunakan concentration strategy of differentiation pada perusahaanya.
Dalam praktek manajemen pemasaran dikenal adanya istilah STP atau singkatan dari
Segmentation, Targeting, and Positioning. Untuk mencapai hasil pemasaran yang optimal,
kita harus melakukan segmentasi pasar atas produk yang akan kita jual. Segmentasi pasar
pada intinya membagi potensi pasar menjadi bagian-bagian tertentu, bisa berdasar
pembagian demografis, berdasarkan kelas ekonomi dan pendidikan ataupun juga berdasar
gaya hidup (psikografis).
Segmentation adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan
konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia,
tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi
produk. Pembagian segmen yang paling lazim dilakukan adalah berdasar kelas sosial
ekonomi. Sebagai contohnya Waroeng SS menargetkan konsumen ekonomi menengah ke

atas yang melingkupi keluarga, mahasiswa, dan pelajar SMA yang umunya pada usia
remaja ke atas.
Setelah memetakan pasar, tahap selanjutnya adalah memahami Targeting. Tahap
targeting adalah membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi
pasar. Dalam hal ini, serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus sesuai dengan
karakteristik pasar sasaran yang hendak perusahaan tuju. Sebagai contohnya Waroeng SS
fokus pada kriteria konsumen yang menyukai rasa pedas dan penikmat sambal. Hal ini
dilakukan agar kegiatan promosi pemasaran yang dilakukan pas dan tepat sasaran dengan
segmen pasar yang ditujunya.
Apabila target pasar sudah jelas, langkah selanjutnya adalah memahami positioning.
Positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa
yang membuat perbedaan produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja
keunggulannya. Langkah ini adalah menciptakan keunikan posisi produk dalam benak
atau persepsi pelanggan potensial yang akan dibidik. Positioning pada Waroeng SS
dikenal dengan Warung makan dengan variasi sambal yang fresh dan menjadi target
konsumen yang ingin makan besar. Positioning yang pas menjadi sangat penting, sebab
dengan ini bisa meraih simpati dalam benak pelanggan. Dan selanjutnya hal ini bisa
membantu mereka untuk membuat keputusan pembelian produk yang ditawarkan.
Alasan pemilihan produk di waroeng Spesial Sambal adalah karena warung ini
memang menciptakan pasar yang berbeda dari warung-warung makan yang lain. Di saat
warung makan lainnya menjual berbagai macam lauk pauk dengan satu jenis sambal,
warung SS berorientasi pada aneka macam sambalnya sebagai ciri khas warung
makannya yang disajikan dengan macam lauk pauk yang memang umum di jual di
warung makan. Pendiri Waroeng SS juga seorang pecinta sambal yang melihat bahwa
adanya peluang pasar yang berbeda dari warung-warung lainnya jika menjual produk
sambal bervariasi.
Untuk memenangkan pasar, harus membuat kelebihan produk yang ditawarkan dari
marketing mix 4P (Product, Price, Promotion, Place). Marketing mix 4P pada warung SS:
1. Product
Main product yang dijual di warung SS adalah sambal. Produk ini bervariatif
dengan 31 jenis sambal yang tersedia, berkualitas karena didatangkan dari
pemasok cabai mentah yang terpercaya, product yang disajikan dalam keadaan
karena dibuat lagsung pada saat pengunjung memesan sambal tersebut. Sambal
tersebut juga diproses menggunakan proses tradisional dengan digerus manual.

Product sambal yang menjadi idola adalah sambal terasi segar. Mengutamakan
rasa dan kualitas sambal.
2. Price
Harga produk makanan yang dijual di warung SS tidak terlalu mahal. Harga untuk
sambal sendiri konsisten walaupun harga pasokan cabai di pasaran menaikkan
harga, namun warung SS tetap menjual harga produknya dengan harga yang sama
tanpa mengurangi kualitas sambal yang disajikan. Harga jual untuk tiap outlet
berbeda sesuai dengan area dan wilayah outlet tersebut.
3. Promotion
Promosi yang dilakukan oleh Waroeng SS dilakukan masih secara tradisional.
Untuk mengenalkan produknya dilakukan dengan cara dari mulut ke mulut.
Kerjasama sebagai sponshorship dengan pihak luar yang menggadakan suatu
kegiatan dan pemasangan iklan jarang dilakukan. Walupun begitu, di setiap outlet
SS tidak pernah sepi oleh pembeli. Pihak SS mengurangi pengiklanan untuk
memeinalisir pemborosan sumber daya karena SS masih lebih memilih untuk
membuat cabang baru daripada menghabiskan modal untuk pengiklanan.
4. Place
Strategi tempat yang dilakukan SS juga merupkan kekuatan bagi bisnisnya.
Strategi tempat yang dilakukan Warung SS dilakukan dengan cara strategi hutan
rimba. Yaitu dengan membuat banyak cabang sehingga mudah dijumpai oleh
konsumenya. Waroeng SS mudah dijumpai di kota-kota besar dan pada sudutsudut kota tersebut seperti halnya indomaret dan alfamaret. Lokasi waroeng SS
juga dijaga higienitasnya serta memiliki daya tampung yang cukup luas.
Untuk menjadi sorang marketer yang sukses seperti marketer di Waroeng SS yang
tidak pernah sepi akan pengunjung memang tidak mudah. Tidak hanya terbatas pada Soft
skill tetapi juga pengetahuan tentang teori-teori marketing yang telah ada karena menjadi
seorang marketer hebat berarti harus bisa menjadi lebih pintar dari pembeli. Seorang
marketer dituntut menjadi lebih pintar dan cerdik dari pembeli karena dituntut untuk bisa
mempengaruhi pembeli apapun produk yang dijual harus tetap terlihat menarik bagi pembeli.
Strategi-strategi yang telah di jelaskan dan diberikan contoh tersebut adalah sebagai sebuah
pedoman dan cara untuk menjadi seorang marketer hebat walaupun sebenarnya untuk
menjadi marketer tidak terbatas akan strategi-strategi tersebut.