Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam BAB I
menjelaskan

(bab ini, pendahuluan) penulis akan

beberapa

hal

yang

berkaitan

dengan

latar

belakang masalah, tujuan penulisan dan manfaat penulisan.


A. Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue (DBD) lebih banyak menyerang pada
anak-anak karena cara hidup nyamuk terutama nyamuk betina yang
menggigit pada pagi dan siang hari, maka balita yang masih membutuhkan
tidur pagi dan siang hari seringkali menjadi sasaran gigitan nyamuk.
Sarang nyamuk selain didalam rumah juga banyak dijumpai disekolah,
terutama pada keadaan kelas gelap dan lembab. Sasaran berikutnya adalah
anak sekolah yang pada pagi dan siang hari berada disekolah. Disamping
nyamuk Aedes aegypti yang senang hidup didalam rumah, juga terdapat
nyamuk Aedes albopictus yang dapat menularkan penyakit demam
berdarah dengue. Nyamuk Aedes albopictus hidup diluar rumah, dikebun
yang rindang, sehingga anak usia sekolah dapat terkena gigitan disiang
hari ketika sedang bermain. (dr.Hendardi, http://www.indopos.co.id,
diperoleh tanggal 1 juni 2016 ).

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam


berdarah

dengue

adalah

penyakit

menular

yang

disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui


gigitan nyamuk aedes aegypti. (Nursalam, 2005).
Penyakit ini dapat menyerang semua orang dan
dapat mengakibatkan kematian, terutama pada anak.
Penyakit ini juga sering menimbulkan kejadian luar biasa
atau

wabah.

Anak-anak

dengan

DHF

umumnya

menunjukkan peningkatan suhu tiba-tiba yang disertai


dengan kemerahan wajah dan gejala konstitusional nonspesifik yang menyerupai DF, seperti anoreksia, muntah,
sakit kepala, dan nyeri otot atau tulang dan sendi.
(WHO,1999).
Kejadian demam berdarah dengue meningkat secara drastis di
seluruh dunia dalam beberapa tahun ini. Diperkirakan, saat ini di seluruh
dunia sekitar 2,5 milyar orang memiliki resiko terkena demam dengue.
Mereka terutama tinggal di daerah perkotaan negara-negara tropis dan
subtropis. Diperkirakan saat ini sekitar 50 juta kasus demam dengue
ditemukan setiap tahun, dengan 500.000 kasus memerlukan penanganan di
Rumah Sakit. Dari kasus di atas, sekitar 25.000 jumlah kematian terjadi
setiap tahunnya. (WHO, 2010).

Provinsi

Jawa

Tengah

dapat

dikatakan

sebagai

provinsi yang endemis untuk penyakit DBD. Berdasarkan


data dari profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun
2007

terdapat

sebanyak

20.565

kasus,

tahun

2008

sebanyak 19.307 kasus, tahun 2009 kasus turun menjadi


18.728 kasus dan pada tahun 2010 sekitar 17.000 kasus
DBD.

(http://tentangperawat25.blogspot.com

diperoleh

tanggal 31 mei 2016).


Menurut data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD
Brebes, kasus DHF termasuk salah satu penyakit yang
sering terjadi dan angkanya cukup besar, terbukti dari data
tahun 2015 terdapat 550 kasus DHF pada anak dengan
angka kematian 7 anak. Sementara pada saat pengkajian
tanggal 27 mei 2016 terdapat 10 pasien yang menderita
penyakit DHF di ruang Anggrek RSUD Brebes.
Penyakit demam berdarah dengue mengakibatkan shock syndrome
( DSS ) dalam keadaan berat bisa terjadi kerusakan sel yang tidak bisa
dipulihkan lagi. Anak- anak lebih mudah terkena shock karena faktor daya
tahan yang kurang sempurna ( timbul pada kehilangan > 10 % volume
plasma ) salah satu tanda dan gejalanya dari DBD adalah hipertermi
dimana apabila berlangsung lama akan menyebabkan kerusakan neuron
dan dapat berakibat kematian. Untuk mencegah penyebaran nyamuk yang

semakin banyak maka perlu dilakukan 3M yaitu : menguras tempat


penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur
barang-barang bekas. (Purwanto dkk, 2009).
Berdasarkan uraian data diatas, maka penulis tertarik
untuk membuat karya tulis ilmiah dengan judul Asuhan
Keperawatan Pada An. V Dengan DHF Di Ruang
Anggrek Rsud Brebes.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Melakukan

dan

menerapkan

asuhan

keperawatan

secara

komprehensif pada pasien dengan DHF sesuai standar asuhan


keperawatan yang berlaku.
2. Tujuan Khusus
a.
Mampu
melakukan

pengkajian

keperawatan

dengan

mengumpulkan semua data, baik secara anamnesa ataupun


pemeriksaan fisik dan penunjang yang dibutuhkan untuk menilai
b.

keadaan pasien tentang asuhan keperawatan dengan DHF.


Mampu membuat analisa data dan perumusan diagnosa

c.

keperawatan sesuai prioritas.


Mampu membuat rencana asuhan keperawatan pada pasien

d.

dengan diagnosa medis DHF.


Mampu menerapkan tindakan keperawatan dengan diagnosa
medis DHF.

e.

Mengevaluasi

hasil

tindakan

keperawatan

yang

telah

f.

dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah diharapkan.


Mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktek pada kasus

g.

DHF.
Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan

sesuai asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa DHF.


C. Manfaat Penulisan
Hasil pembuatan karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat
bermanfaat bagi beberapa pihak antara lain :
1.

Bagi Penulis
a. Dapat memahami tentang asuhan keperawatan pada pasien
dengan DHF.
b. Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan
asuhan keperawatan yang didapatkan di bangku kuliah.
c. Meningkatkan kompetensi dalam pemberian asuhan keperawatan.
d. Sebagai bekal penulis untuk waktu mendatang dalam pemberian

2.

asuhan keperawatan.
Bagi Institusi Pendidikan
a. Diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan dan bahan acuan
pembelajaran.
b. Untuk menambah pengetahuan dan motivasi bagi mahasiswa

3.

keperawatan.
Bagi Institusi Rumah Sakit
a. Dapat dijadikan sebagai pedoman bagi petugas kesehatan dalam
melakukan asuhan keperawatan.
b. Untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik dan
optimal.

4.

Bagi Pasien

Dengan mengetahui cara mengatasi DHF yang telah di ajarkan


selama proses keperawatan di harapkan keluarga pasien dengan DHF
dapat menerapkan cara yang telah di ajarkan.