Anda di halaman 1dari 20

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk
hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup
(enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata,
tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer,
biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain
sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang
menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun
yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti,
maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk
menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan
reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu
dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun
masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna.
Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur.
Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara
massal. Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negaranegara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam
teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan,

pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan


kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis
yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di
bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke
ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada
jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan
menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan,
dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat
gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap
hama maupun tekanan lingkungan.
Penerapan bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian
lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang
tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun)
di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. Kemajuan di bidang
bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan
teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap
tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.
Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme
melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi
biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau
merekayasa gen pada organisme tersebut. Perubahan sifat Biologis melalui
rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya organisme baru" produk
bioteknologi dengan sifat - sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk
bioteknologi, antara lain :
Jagung resisten hama serangga

Kapas resisten hama serangga


Pepaya resisten virus
Enzim pemacu produksi susu pada sapi
Padi mengandung vitamin A
Pisang mengandung vaksin hepatitis

B. Perkembangan dan Aplikasi Bioteknologi


1. Perkembangan Bioteknologi
Bioteknologi sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Bioteknologi
tradisional yang sederhana telah lama dikenal, seperti pada proses pembuatan
tempe, tape, oncom, kecap dan lain-lain. Masyarakat dahulu sudah melakukan
pembuatan makanan menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan produk
yang optimal, tetapi mereka belum mengenal nama bioteknologi. Bioteknologi
teradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba pada proses
genetik. Contoh bioteknologi tradisional lainnya misalnya penakaran ternak dan
tanaman dan pembuatan alkohol. Sekitar abad ke-18 mulai dikenal nama
bioteknologi, diketahui dari pembuatan alkohol dalam proses peragian. Pada
pembuatan alkohol yang mengubah fruktosa dan glukosa menjadi alkohol dan
gula

dengan

memanfaatkan

mikroorganisme.

Semakin

berkembangnya

bioteknologi modern yang berdasarkan pada rekayasa DNA, bioteknologi modern


berkembang sekitar tahun 50-an. Contoh produk bioteknologi modern yaitu
kloning Domba Dolly.
2. Aplikasi Bioteknologi Tradisional
Bioteknologi saat ini berkembang sangat pesat, banyak digunakan oleh
berbagai disiplin ilmu, seperti perternakan, pertanian dan pangan.
a. Perternakan

Aplikasi bioteknologi dari aspek perternakan yakni dalam menghasilkan


hewan-hewan ternak yang unggul. Sebagai contoh Sapi Jersey yang diseleksi oleh
manusia agar menghasilkan susu dengan kandungan krim yang banyak.
b. Pengobatan dan Kesehatan
Tingkat kebutuhan manusia akan kesehatan dan pengobatan semakin
meningkat. Sejalan dengan itu penerapan bioteknologi dalam bidang ini juga
semakin berkembang. Produk bioteknologi yang berkaitan dengan kesehatan dan
pengobatan misalnya berupa obat seperti antibiotik atau vaksin yang digunakan
untuk mengobati penyakit yang disebabkan bakteri atau virus. Vaksin adalah
mikroorganisme yang toksinnya telah dimatikan, bermanfaat untuk meningkatkan
imunitas.
c. Pangan
Aplikasi bioteknologi dibidang pangan sudah sangat terkenal di
masyarakat seperti:
i.
Tempe, dibuat dari kacang kedelai yang memanfaatkan organisme biologis,
ii.

yaitu jamur Rhizopus;


Oncom, dibuat dari ampas kedelai yang memanfaatkan jamur Neurospora

iii.
iv.

sitophila;
Keju dan yoghurt, dibuat dari susu yang memanfaatkan jamur Lactobaillus;
Tape, dibuat dari ketela pohon dengan memanfaatkan khamir (jamur)
Sacharomyces cereviceae.
d. Pertanian
Perkembangan

pertanian

yang

melibatkan

bioteknologi

misalnya

hidroponik, sehigga setiap orang dapat menanam walaupun tidak memiliki lahan
yang luas.
3. Aplikasi Bioteknologi Modern
a. Pertenakan

Hewan yang dihasilkan memiliki keunggulan dari segi produksi susu dan
memiliki daging yang banyak.
b. Kesehatan dan Pengobatan
Memberikan kabar gembira dibidang kesehatan dan pengobatan, bahwa
telah dikembangkan manipulasi produksi vaksin dengan menggunakan Escerichia
coli.
c. Pangan
Dibidang pangan

dihasilkan produk-produk pangan

yang

sangat

bermanfaat, yaitu kentang yang telah mengalamami mutasi genetik, sehingga


menghasilkan kandungan pati yang tinggi.

d. Pertanian
Banyaknya gagal panen yang dialami oleh para petani tanpaknya tidak
perlu terjadi lagi karena saat ini telah dikembangkan tanaman jagung dan kapas
yang resisten terhadap serangan penyakit genetik tertentu.

C. Jenis-Jenis Bioteknologi
Bioteknologi memiliki beberapa jenis atau cabang ilmu yang beberapa
diantaranya diasosikan dengan warna, yaitu:
1. Bioteknologi Merah (red biotechnology) adalah cabang ilmu bioteknologi yang
mempelajari aplikasi bioteknologi di bidang medis. Cakupannya meliputi seluruh
spektrum pengobatan manusia, mulai dari tahap preventif, diagnosis, dan
pengobatan. Contoh penerapannya adalah pemanfaatan organisme untuk

menghasilkan obat dan vaksin, penggunaan sel induk untuk pengobatan


regeneratif, serta terapi gen untuk mengobati penyakit genetik dengan cara
menyisipkan atau menggantikan gen abnomal dengan gen yang normal.
2. Bioteknologi Putih/Abu-Abu (white/gray biotechnology) adalah bioteknologi
yang diaplikasikan dalam industri seperti pengembangan dan produksi senyawa
baru

serta

mikroorganisme

pembuatan

sumber energi terbaru. Dengan

seperti bakteri dan khamir atau ragi,

memanipulasi

enzim-enzim

dan

organisme-organisme yang lebih baik telah tercipta untuk memudahkan proses


produksi dan pengolahan limbah industri. Pelindian (bleaching) minyak dan
mineral dari tanah untuk meningkakan efisiensi pertambangan, dan pembuatan bir
dengan khamir.
3. Bioteknologi Hijau (green biotechnology) mempelajari aplikasi bioteknologi di
bidang pertanian dan peternakan. Di bidang pertanian, bioteknologi telah berperan
dalam menghasilkan tanaman tahan hama, bahan pangan dengan kandungan gizi
lebih tinggi dan tanaman yang menghasilkan obat atau senyawa yang bermanfaat.
Sementara itu, di bidang peternakan, binatang-binatang telah digunakan sebagai
"bioreaktor" untuk menghasilkan produk penting contohnya kambing, sapi,
domba, dan ayam telah digunakan sebagai penghasil antibodi-protein protektif
yang membantu sel tubuh mengenali dan melawan senyawa asing (antigen).
4. Bioteknologi Biru (blue biotechnology) disebut juga bioteknologi akuatik atau
perairan yang mengendalikan proses-proses yang terjadi di lingkungan akuatik.
Salah satu contoh yang paling tua adalah akuakultura, menumbuhkan ikan bersirip
atau kerang-kerangan dalam kondisi terkontrol sebagai sumber makanan,
(diperkirakan 30% ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia dihasilkan oleh
akuakultura). Perkembangan bioteknologi akuatik termasuk rekayasa genetika

untuk menghasilkan tiram tahan penyakit dan vaksin untuk melawan virus yang
menyerang salmon dan ikan yang lain. Contoh lainnya adalah salmon transgenik
yang memiliki hormon pertumbuhan secara berlebihan sehingga menghasilkan
tingkat pertumbuhan sangat tinggi dalam waktu singkat.
D. Peran Bioteknologi
Bioteknologi merupakan teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau
bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Definisi seperti ini merupakan definisi
bioteknologi klasik (konvensional). Bioteknologi modern memanfaatkan agen
hayati

atau

bagian-bagian yang

telah

direkayasa

secara

invitro dalam

menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri. Bioteknologi dikembangkan


untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan
mikroorganisme atau bagian-bagiannya, misal bakteri dan kapang. Selain itu,
bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan dan sel hewan yang dibiakkan
sebagai konstituen bernagai proses industri. Penerapan bioteknologi pada
umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan (transformasi)
kimia yang diinginkan. Transformasi kimia tersebut kemudian dapat dibagi
menjadi dua subbagian, yaitu:
1. Pembentukan suatu produk akhir yang diinginkan, contoh: enzim, antibiotik, asam
organik, dan steroid.
2. Penguraian suatu bahan baku yang diberikan, contoh: buangan air limbah,
destruksi, buangan industri, atau tumpahan minyak.
Bioteknologi mencakup proses fermentasi (mulai dari bir, anggur, roti, keju,
vaksin, dan antibiotik), pengelolaan air, dan sampah. Pemanfaatan bioteknologi
berkembang mulai dari biomedis hingga daur ulang logam dari batuan mineral

10

berkualitas rendah. Bioteknologi modern telah melibatkan jasad hidup. Khususnya


mikroba yang telah di rekayasa mengalami perubahan genetik secara invitro dan
hibridsomatik untuk meningkatkan aktivitasnya. Dalam bioteknologi modern,
hampir semua proses teknologi memungkinkan pertumbuhan mikroba yang
terlibat dalam proses dapat mencapai produk yang optimum dan semaksimal
mungkin. Perkembangan bioteknologi berlangsung sangat pesat dengan adanya
perkembangan biologi molekuler yang menggunakan teknik-teknik canggih untuk
menciptakan terobosan baru dalam rangka peningkatan efisiensi dan ekonomi
industri bioteknologi. Teknik-teknik yang digunakan dalam bioteknologi antara
lain: kultur jaringan melalui protoplasma, rekayasa genetika yang meliputi
manipulasi DNA rekombinan, teknik penginderaan secara molekuler dan
kelengkapan rancang bangun suatu alat untuk menumbuhkan mikroba yang
memungkinkan berlangsungnya suatu reaksi biologi. Bioteknologi berperan
sangat besar dalam kehidupan manusia. Masyarakat Sumeria dan Babilonia telah
menikmati bir sejak 6000 tahun sebelum masehi. Masyarakat Mesir telah
membuat adonan kue asam sejak 4000 tahun sebelum masehi. Bukti bahwa
organisme sanggup melakukan fermentasi didapat dari studi awal L. Pasteur
(1857-1876), sehingga Pasteur disebut bapak bioteknologi. Pada masa kini,
bioteknologi bukan hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah
meluas dalam berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanggulangan
populasi, penciptaan sumber energi, penemuan bahan medis maupun farmasi, dan
lain-lain. Berikut adalah contoh peran bioteknologi dalam beberapa bidang
kehidupan manusia:
1. Bayi Tabung

11

Banyak pasangan suami istri yang tidak dapat memperoleh keturunan, karena
spermatozoa dan ovum tidak dapat bertemu karena hal-hal tertentu. Untuk
mengatasinya, spermatozoa dan ovum dapat dipertemukan di dalam tabung (in
vitro). Caranya, ovum istri dan spermatozoa suami diambil. Untuk memperoleh
ovum dalam jumlah banyak, si istri disuntik dengan hormon agar menghasilkan
beberapa ovum. Ovum dan spermatozoa dimasukkan ke dalam cawan petri berisi
medium

yang

sesuai

dengan

suhu

tubuh.

Maka

terjadilah

fertilisasi

invitro membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi embrio. Embrio yang baik
dipelihara dan yang jelek disisihkan. Embrio yang memenuhi syarat dimasukkan
kedalam rahim agar berkembang menjadi janin di dalam rahim (invivo). Bayi
yang lahir dengan cara demikian disebut bayi tabung. Bayi tabung yang pertama
bernama Lousie Brown, dilahirkan di Inggris tanggal 25 Juli 1978. Teknik ini
umumnya melanggar etika sehingga jarang digunakan.
2. Rekayasa Genetika
Sifat makhluk hidup tersimpan dalam gen. Gen adalah penentu sifat yang ada
di kromosom. Jika gen diubah, maka sifat makhluk hidup itu juga ikut berubah.
Karena itu, para ilmuwan berusaha untuk merubah-rubah gen makhluk hidup agar
memperoleh

organisme

baru

dengan

sifat yang

dikehendaki.

Kegiatan

memanipulasi gen untuk mendapatkan produk baru dengan mengubah-ubah gen


makhluk hidup disebut Rekayasa Genetika. Contoh penggunaan rekayasa genetika
adalah pembuatan insulin. Gen penghasil insulin manusia dipotong dari DNA
manusia dengan enzim.Gen tersebut lalu disambungkan pada plasmid bakteri E.
Coli. Hasil sambungan plasmid dan gen insulin lalu dimasukkan ke dalam bakteri
E.coli. Bakteri tersebut dipelihara di dalam medium khusus sehingga berkembang

12

biak dengan cepat dan dapat memproduksi insulin manusia. Insulin yang
dihasilkan ditampung untuk dijual pada penderita kencing manis (Diabetes
Melitus).
3. Tanaman Transgenik
Tanaman trasngenik sebenarnya merupakan salah satu produk dari rekayasa
genetika yang dilakukan terhadap tumbuhan. Tanaman ini menjadi penting karena
dewasa ini sebagian besar produk yang dikembangkan oleh industri bioteknologi
lebih banyak kepada tanaman budidaya yang memiliki nilai jual besar. Teknik
pembuatan tanaman transgenik tidak jauh berbeda dengan pembuatan insulin.
Sifat yang biasanya dimasukkan kedalam tanaman adalah anti hama, anti gulma,
mampu memproduksi protein tertentu, dan lain sebagainya. Tanaman-tanaman
transgenik dan fungsi barunya dapat dilihat di tabel ini.
Nama Tanaman
Sifat Terbaru
Transgenik
Jagung

Toleran terhadap herbisida.


Resisten terhadap nematoda,

perubahan

pigmen,

Tembakau
perubahan respon terhadap cahaya, dll.
Resisten terhadap hama, penyakit

jamur,

virus,

Ubi Jalar
dan nematode.
Toleran terhadap

herbisida,

resisten

terhadap

Gandum
Tomat
Strawberry
Apel

penyakit jamur, dan peningkatan mutu roti.


Pengendalian pemasakan buah.
Resisten terhadap hama.
Resisten terhadap hama dan jamur.

4. Pengklonaan
Pengklonaan sebenarnya bukan barang baru dalam bioteknologi. Pengklonaan
terhadap tumbuhan sebenarnya telah dilakukan berkali-kali sejak jaman dahulu.

13

Pengklonaan paling sederhana dapat kita lihat di perkebunan ketela pohon. Ketela
pohon yang ditanam menggunakan metode stek memiliki informasi genetik yang
sama dengan induknya. Pengklonaan pada dasarnya merupakan usaha
menghasilkan individu-individu yang seragam. Hal ini dapat dilakukan dengan
stek, cangkok, bahkan kultur jaringan pada tumbuhan. Meskipun pengklonaan
sering dilakukan terhadap tumbuhan, cara yang sama tidak bisa dilakukan pada
hewan. Dahulu, para ilmuwan berpendapat hal ini terjadi karena sel hewan yang
sudah dewasa telah kehilangan kemampuan berdiferensiasi (totipotensi).
Hilangnya totipotensi ini menyebabkan sel hewan tidak dapat membelah dan
berkembang menjadi individu baru. Tetapi Mintz dan Gurdon dalam penelitiannya
masing-masing berhasil membuktikan bahwa ketidakmampuan sel hewan dewasa
untuk berdiferensiasi disebabkan oleh lingkungan sitoplasma selnya. Gordon
mengambil inti sel dari sel usus katak kemudian ia masukkan ke dalam sel telur
yang telah dihilangkan intinya dengan sinar ultraviolet. Sel telur ini lalu
berkembang menjadi berudu, lalu menjadi katak dewasa. Katak dewasa ini
merupakan klona dari katak pemberi sel usus. Inilah pengklonaan yang pertama
dilakukan. Selain contoh-contoh di atas, berikut adalah contoh produk
bioteknologi lainnya.
Nama Produk
Bahan

dasar

Keterangan
berupa
susu
yang

difermentasikan

Keju, yoghurt
Mentega
Kecap
Tempe

oleh Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopillus.


Bahan dasar berupa susu yang difermentasikan oleh
Streptococcuslactis dan Leuconostoc cremoris.
Fermentasi kedelai yang dilakukan oleh Aspergillus soyae.
Bahan

dasar

14

berupa

kedelai,

fermenternya Rhizopus

oligosporus.
Untuk mengobati penyakit yang dihasilkan melalui teknik
Antibiotik
peleburan sel.
Untuk mendiagnosis jenis penyakit yang diderita pasien, juga
Antibodi
Monoklonal
Hormon
Pertumbuhan
Vaksin Hepatitis
BioPestisida
Bakteri es

untuk meningkatkan ketahan tubuh terhadap kanker dan penyakit


lainnya.
Untuk mengobati dwarfisme.
Hasil rekayasa genetika untuk pengobatan penyakit
hepatitis.
Mikroorganisme yang dapat menguraikan hama.
Hasil rekayasa genetika keturunan dari Pseudomonas
untuk melawan terbentuknya kristal-kristal es selama kondisi
musim dingin.

E. Pemanfaatan Biotekhnologi dalam Kehidupan Sehari-hari


1. Pada Bidang Pangan
Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan
memproduksi makanan dengan bantuan mikroba (tempe, roti, keju, yoghurt,
kecap, dll). Berikut tabel penerapan bioteknologi pada bidang pangan:
NO
PRODUK
Produk dari Susu
1.
Keju
2.
Susu Fermentasi (Yogurt)
Produk dari Limbah
3.
Protein Sel Tunggal (PST)
4.
Mikroprotein
Produk dari Nabati
5.
Tempe
6.
Kecap
7.
Tape

BAHAN MENTAH

MICRO ORGANISME

Susu
Susu Kental

Streptococcus sp.
Lactobacillus sp.

Amonium
Sampah Organik

Saccharomyces cerevisae
Fusarium graminearum

Kedelai
Kedelai
Beras Ketan/Singkong

Rhizopus sp.
Aspergillus sp.
Rhizopus, Aspergillus

15

8.
9.
10.

Anggur
Nata de Coco
Roti

Buah Anggur
Air Kelapa
Tepung Beras

Saccharomyces sp.
Acetobacter xylinum
Saccharomyces cereviceae

2. Bidang Kesehatan
Bioteknologi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya dalam
pembuatan antibodi monoklonal, pembuatan vaksin, terapi gen dan pembuatan
antibiotik. Proses penambahan DNA asing pada bakteri merupakan prospek untuk
memproduksi hormon atau obat-obatan di dunia kedokteran. Contohnya pada
produksi hormon insulin, hormon pertumbuhan dan zat antivirus yang disebut
interferon. Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin
dari luar tubuh. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan, insulin dapat
dipanen dari bakteri. Beberapa penyakit menurun atau kelainan genetik dapat
disembuhkan dengan cara menyisipkan gen yang kurang pada penderita, cara ini
dikenal dengan istilah terapi gen.
3. Bidang Lingkungan
Pencemaran lingkungan merupakan salah satu isu global yang marak
dibicarakan saat ini. Tingginya tingkat pencemaran akan berdampak serius
terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Di bidang lingkungan, bioteknologi
diantaranya berperan dalam menghasilkan energi berupa bahan bakar yang ramah
lingkungan, misalnya etanol dan biogas (gas metana), dan pengolahan berbagai
macam limbah, misalnya limbah industri, limbah plastik dan pencemaran air yang
disebabkan oleh minyak melalui bioremediasi.
4. Bidang Pertanian

16

Adanya perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan teknik modifikasi


genetik dengan bioteknologi melalui rekayasa genetika untuk memperoleh
varietas unggul, produksi tinggi, tahan hama, patogen, dan herbisida.
Perkembangan Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap
kemajuan ilmu pemuliaan tanaman (plant breeding). Suatu hal yang tidak dapat
dipungkiri bahwa perbaikan genetis melalu pemuliaan tanaman konvemsional
telah memberikan kontribusi yng sangat besar dalam penyediaan pangan dunia.
Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan
mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri
sehingga dapat menguntungkan pada petani. Demikian pula terciptanya tanaman
yang tahan terhadap tanah gersang. Mikroba yang di rekayasa secara genetik
dapat meningkatkan hasil panen pertanian, demikian juga dalam cara lain, seperti
meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bakteri Rhizobium. Keturunan
bakteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat meningkatkan hasil panen
kacang kedelai sampai 50%.
5. Bidang Peternakan
Penerapan bioteknologi pada peternakan contohnya adalah hewan transgenik
dan hormon bovin somatotropin.
a. Hewan Transgenik
Hewan yang diberi perlakuan rekayasa genetika disebut hewan transgenik.
Pada hewan-hewan tersebut disisipkan gen-gen tertentu yang dibutuhkan manusia.
Sebagi contohnya adalah domba transgenik. DNA domba tersebut telah disisipi
dengan gen manusia yang disubut dengan faktor VII (merupakan protein pembeku

17

darah). Dengan adanya penyisipan tersebut domba mneghasilkan susu yang


mengandung faktor VIII yang dapat dimurnikan untuk menolong penderita
hemofilia. Rekayasa genitika pada hewan juga dapat membantu melestarikan
spsies langka. Sebagai contoh sel telur zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam
pada kuda spesies lain. Spesies lain yang dipinjam rahimnya disebut surrogate.
Anak zebra akan lahir dari kuda surrogate. Hal yang sama sudah diterapkan pada
keledai yang hampir punah di Australia. Teknik pelestarian dengan rekayasa
genetika sangat berguna karena:
i.
ii.

Induk dari spesies biasa dapat melahirkan spesies langka.


Telur hewan langka yang sudah dibuahi dapat dibekukan. Lalu disimpan
bertahun-tahun, bahkan setelah induknya mati. Jika sudah ditemukan
surrogate yang sesuai, telur tadi ditransplatasikan.
b. Hormon Bovine Somatotrophin (Hotmon BST)
Dengan rekayasa genetika juga dapat diproduksi hormon pertumbuhan
hewan, yaitu hormon BST (Bovine Somatotrophin) Caranya adalah sebagai
berikut:

i.
ii.
iii.
iv.
v.

Plasmid bakteri E. coli di[otong dengan enzim endonuklease.


Gen somatotrophin diisolasi dari sel sapi.
Gen somatotrophin disisipkan ke plasmid bakteri.
Plasmid dimasukkan lagi ke plasmid bakteri.
Bakteri yang menghasilkan bovine somatotrophin ditumbuhkan dalam

vi.

tangki fermentasi.
Bovine somatotrophin diambil dari bakteri dan dimurnikan. (Reven et.al.
2005)

6. Bidang Hukum
Dengan teknologi DNA, menawarkan aplikasi bagi kepentingan forensik. Pada
kriminalitas dengan kekerasan, darah atau jaringan lain dalam jumlah kecil dapat

18

tertinggal di tempat kejadian perkara. Jika ada perkosaan, air mani dalam jumlah
kecil dapat ditemukan dalam tubuh korban. Melalui pengujian sidik jari DNA
(DNA finngerprint), dapat diidentifikasi pelaku dengan derajat kepastian yang
tinggi karena urutan DNA setiap orang itu unik (kecuali untuk kembar identik).
Sampel darah atau jaringan lain yang dibutuhkan dalam tes DNA sangat sedikit
(kira-kira 1000 sel). DNA fingerprint merupakan satu langkah lebih maju dalam
proses pengungkapan kejahatan di Indonesia. Keakuaratan hasil yang hampir
mencapai 100% menjadikan metode DNA fingerprint selangkah lebih maju
dibandingkan dengan proses biometri yang telah lama digunakan kepolisian untuk
identifikasi.
7. Pengolahan Limbah
Sampah atau limbah merupakan bahan pencemar lingkungan yang
mengancam kehidupan. Oleh kerena itu harus ada upaya penanggulangan limbah.
Penanggulangan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya
ditimbun, dibakar dan didaur ulang. Diantara semua cara itu, cara yang terbaik
adalah dengan cara didaur ulang. Salah satu contoh proses daur ulang sampah
yang telah diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis, yaitu
proses dekomposisi sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen
(anaerob). Dengan cara ini sampah dapat diubah menjadi arang, gas (misalnya
metana), dan bahan anorganik. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali
sebagai bahan bakar.
F. Dampak Negatif Bioteknologi
1. Dampak Terhadap Kesehatan

19

Produk-produk

hasil

rekayasa

genetika

memiliki

resiko

potensial sebagai berikut:


a. Gen sintetik dan produk gen baru yang berevolusi dapat
menjadi racun dan atau imunogenik untuk manusia dan
hewan.
b. Rekayasa genetik tidak terkontrol dan tidak pasti, genom
bermutasi

dan

bergabung,

adanya

kelainan

bentuk

generasi karena racun atau imunogenik, yang disebabkan


tidak stabilnya DNA rekayasa genetik.
c. Virus di dalam sekumpulan genom yang menyebabkan
penyakit mungkin diaktifkan oleh rekayasa genetik.
d. Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh
transfer gen horizontal, membuat tidak menghilangkan
infeksi.
e. Meningkatkan transfer gen horizontal dan rekombinasi,
jalur utama penyebab penyakit.
f. DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom
dan kekuatan sebagai promoter
mengakibatkan

kanker

dengan

(materi dasar sel-sel kanker).


g. Tanaman
rekayasa
genetik

sintetik

yang dapat

pengaktifan

oncogen

tahan

herbisida

mengakumulasikan herbisida dan meningkatkan residu


herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang seperti
pada tanaman.

20

2. Dampak Terhadap Lingkungan


Saat ini, umat manusia mampu memasukkan gen ke dalam
organisme lain dan membentuk "makhluk hidup baru" yang
belum

pernah

ada.

Pengklonan,

transplantasi

inti,

dan

rekombinasi DNA dapat memunculkan sifat baru yang belum


pernah

ada

transgenik

ke

sebelumnya.
alam

telah

Pelepasan

organisme-organisme

menimbulkan

dampak

berupa

pencemaran biologis di lingkungan kita. Setelah 30 tahun


Organisme Hasil Rekayasa Genetik (OHRG) atau Genetically
Modified Organism (GMO), lebih dari cukup kerusakan yang
ditimbulkannya terdokumentasikan dalam laporan International
Specialty Products. Di antaranya:
a. Tidak ada perluasan lahan, sebaliknya lahan kedelai rekayasa genetik
menurun sampai 20 persen dibandingkan dengan kedelai non-rekayasa
genetik. Bahkan kapas Bt di India gagal sampai 100 persen.
b. Tidak ada pengurangan pengunaan pestisida, sebaliknya penggunaan
pestisida tanaman rekayasa genetik meningkat 50 juta pound dari 1996
sampai 2003 di Amerika Serikat.
c. Tanaman rekayasa genetik merusak hidupan liar, sebagaimana hasil
evaluasi pertanian Kerajaan Inggris.
d. Bt tahan pestisida dan roundup tahan herbisida yang merupakan dua
tanaman rekayasa genetik terbesar praktis tidak bermanfaat.
3. Dampak Terhadap Etika Moral

21

Penyisipan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat dianggap telah
melanggar hukum alam dan kurang dapat diterima oleh masyarakat. Pemindahan
gen manusia ke dalam tubuh hewan dan sebaliknya sudah mendapatkan reaksi
keras dari berbagai kalangan. Permasalahan produk-produk transgenik tidak
berlabel, membawa konskuensi bagi kalangan agama tertentu. Terlebih lagi
teknologi kloning yang akan dilakukan pada manusia. Bioteknologi yang
berkaitan dengan reproduksi manusia sering membawa masalah baru, karena
masyarakat belum menerimanya. berikut ini beberapa contoh mengenai masalah
ini:
a. Seorang nenek melahirkan cucunya dari embrio cucu yang dibekukan
dalam tabung pembeku karena ibunya tidak mampu hamil karena penyakit
tertentu. Kemudian di masyarakat timbul sebuah pertanyaan "anak siapa
bayi tersebut?"
b. Pasangan suami istri menunda kehamilan. Sperma suami dititipkan di bank
sperma. Beberapa tahun setelah suami meninggal, sang janda ingin
mengandung anak dari almarhum suaminya. Dia mengambil sperma yang
dititipkan di bank sperma. Bagaimanakah staus dari anak tersebut?
Bolehkah wanita tersebut mengandung anak dari suami yang telah
meninggal?
c. Meminta sperma orang lain di bank sperma untuk difertilisasi di dalam
rahim wanita merupakan pelanggaran atau bukan?
4. Dampak Ekonomi
Terdapat suatu kecenderungan bahwa bioteknologi tidak terlepas dari muatan
ekonomi. Muatan ekonomi tersebut terlihat dari adanya hak paten bagi produk-

22

produk hasil rekayasa genetik, sehingga penguasaan bioteknologi hanya pada


lembaga-lembaga tertentu saja. Hal ini memaksa petani-petani kecil untuk
membeli bibit kepada perusahaan perusahaan yang memiliki hak paten. Produk
bioteknologi dapat merugikan peternak-peternak tradisional seperti pada kasus
penggunaan hormon pertubuhan sapi hingga naik sebesar 20%. Hormon tersebut
hanya mampu dibeli oleh perusahaan peternakan yang bermodal besar. Hal
tersebut menimbulkan suatu kesenjangan ekonomi.

23