Anda di halaman 1dari 22

TUGAS SIM

SISTEM ELECTRONIK MEDICAL RECORD (EMR) PELAYANAN


KESEHATAN DI RUMAH SAKIT XXX

Disusun Oleh :
REVI NEINI IKBAL
1320312149

MAGISTER KEPERAWATAN
PASCA SARJANA UNAND
2014
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai


sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (medis) merupakan bidang yang
bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Di sisi
yang lain, masyarakat menyadari bahwa teknologi informasi merupakan salah satu hal
penting dalam peradaban manusia untuk mengatasi (sebagian) masalah derasnya arus
informasi. Teknologi informasi (dan komunikasi) saat ini adalah bagian penting dalam
manajemen informasi. Perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang lebih 750.000
artikel terbaru di jurnal keperawatan dipublikasikan tiap tahun), perawat akan cepat tertinggal
jika tidak memanfaatkan berbagai hal untuk mengudapte perkembangan terbaru.
Pada dasarnya rekam medis elektronik adalah penggunaan metode elektronik untuk
pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengaksesan rekam medis pasien di rumah
sakit yang telah tersimpan dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang
menghimpun berbagai sumber data medis. Jenis data rekam medis dapat berupa teks (baik
yang terstruktur maupun naratif), gambar digital (jika sudah menerapkan radiologi digital),
suara (misalnya suara jantung), video maupun yang berupa biosignal seperti rekaman EKG.
Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa proses adopsi inovasi EMR di Indonesia berjalan
lambat? Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, bagaimana mempercepatnya?.
Alasan klasik mengapa EMR tidak berkembang dengan cepat adalah tidak adanya
payung hukum yang jelas. Seringkali muncul pertanyaan, bagaimana perlindungan rumah
sakit jika terjadi tuntutan kepada pasien. Bagaimana keabsahan dokumen elektronik? Jika
terjadi kesalahan dalam penulisan data medis pasien, apakah perangkat elektronik memiliki
fasilitas log untuk tetap dapat mencatat data yang telah dimasukkan sebelumnya dan tidak
menghapus(delete) sehingga tetap bisa dikenali siapa yang memasukkan data tersebut serta
jenis data yang akan diganti?. Aspek regulasi dan legal memang tidak dapat menandingi
kecepatan kemajuan teknologi informasi. Depkes mempublikasikan Permenkes no
269/MENKES/PER/III/2008

tentang

Rekam

Medis

sebagai

pengganti

Permenkes

749a/Menkes/Per/XII/1989. Tetapi ini juga tidak memberikan penjabaran secara rinci tentang
rekam medis elektronik. Hanya disebutkan bahwa penyelenggaraan rekam medis dengan
menggunakan teknologi informasi diatur lebih lanjut dengan peraturan tersendiri (Pasal 2

ayat 2). Di sisi lain, masyarakat banyak berharap dengan UU ITE yang baru saja disahkan
oleh DPR untuk memberikan jaminan hukum terhadap transaksi elektronik. Tentu saja
mengharapkan UU ITE sebagai dasar pelaksanaan rekam medis elektronik tidak mencukupi.
Menjadikan EMR sebagai bagian dari kebutuhan perawat merupakan bagian dari
proses difusi inovasi. Di setiap generasi, akan selalu ada early adopters yang akan menjadi
pionir dalam mengadopsi perkembangan terkini. Dia pulalah yang akan menjadi role model
bagi sesama sejawat. Dalam berbagai literatur mengenai keberhasilan adopsi EMR, aspek
clinical leadership ini sering mengemuka.
Mengingat betapa pentingnya rekaman medis,maka diperlukan adanya kemajuan
dalam hal itu. Pencatatan rekaman medik secara digital harus di ketahui cara system
pencatatnnya dan perlu dikembangkan demi untuk memajukan pelayanan kesehatan yang
lebih efektif dan efisien sehingga dapat menurunkan angka kejadian medical error.

II.

TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Tujuan umum dalam pembuatan makalah ini adalah rancangan sederhana
mengenai program sistem informasi dalam penerapan EMR untuk pelayanan
medical record keperawatan rumah sakit.
2. TUJUAN KHUSUS
a. Mengetahui konsep dasar EMR
b. Mengambarkan rancangan sederhana EMR di rumah sakit

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
I.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian, Jenis, dan Isi Rekaman Medik


a. Pengertian Rekaman Medik
Dalam Permenkes No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis
adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil
pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah
diberikan kepada pasien.
Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data pasien yang dilakukan dalam pelayanan
kesehatan. Catatan-catatan tersebut sangat penting dalam pelayanan bagi pasien karena
dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi dalam menentukan keputusan, baik
pengobatan, penanganan, tindakan medis dan lainnya. Dokter atau perawat diwajibkan
membuat rekam medis sesuai peraturan yang berlaku.
b. Jenis-Jenis Rekaman Medik
Rekaman medik yang dikenal saat ini terdiri dari dua jenis, yaitu :
REKAM MEDIK KARTU(Manual)
REKAM MEDIK ELEKTRONIK
1. Rekaman medik kartu
Dalam penggunaan rekam medik kartu banyak mendapatkan kesulitan dalam proses
penggunaannya. Ada beberapa hal yang menyebabkan keterbatasan dari rekam medik,
yaitu :

Isi: Sulit menemukan data

Fragmentasi: jika masing-masing unit atau instalasi menyimpan rekam medik berbeda
untuk orang yang sama

Untuk mengirimkan informasi: data perlu disalin

Tidak bisa mengintegrasikan sistem pendukung keputusan klinik dengan informasi


pasien yang telah dikumpulkan

Gambar 2.REKAM MEDIK DI RAK: tidak lengkap, sulit diakses


Sumber : Weed, L.L. Perspectives over 40 years. Proceedings of the ACM
Conference on the History of Medical Informatics, p 105. New York: ACM 1987)
2. Rekam medik elektronik
Pengertian secara jelas mengenai rekam medis elektronik atau bahkan seperti
perkembangan saat ini menjadi rekam kesehatan elektronik tidak ditemukan. Rujukan yang
lengkap mengenai hal tersebut terdapat dalam berbagai publikasi Institute of Medicine
(IOM). Meskipun dari segi aplikasi, rekam pasien berbasis komputer sudah diterapkan sejak
sekitar 40 tahun yang lalu, namun konsepnya pertama kali diungkap secara mendalam dalam
salah satu publikasi IOM pada tahun 1991. Laporan tersebut berjudul The Computer-Based
Patient Record: An Essential Technology for Health Care. Saat itu istilah yang digunakan
masih rekam medis/pasien berbasis komputer. Semenjak itu, seiring dengan perkembangan
teknologi serta penerapannya dalam pelayanan kesehatan berbagai konsep bermunculan. Pada
akhir 1990an istilah tersebut berganti menjadi rekam medis elektronik dan rekam kesehatan
elektronik. Pada tahun 2008, National Alliance for Health Information Technology
mengusulkan definisi standar mengenai hal tersebut (Tabel 1). Perkembangan istilah tersebut
menunjukkan bahwa EMR tidak hanya sekedar berubahnya kertas menjadi komputer.
Rekam medis elektronik
Rekaman/catatan elektronik
tentang informasi terkait
kesehatan (health-related
information) seseorang yang
yang dibuat, dikumpulkan,
dikelola, digunakan dan
dirujuk oleh dokter atau tenaga

Rekam kesehatan elektronik

Rekam kesehatan personal

Rekaman/catatan elektronik
Rekaman/catatan elektronik
informasi terkait kesehatan
informasi terkait kesehatan
(health-related information)
(health-related information)
seseorang yang mengikuti standar yang mengikuti standar
interoperabilitas nasional dan
interoperabilitas nasional dan
dapat dibuat, dikumpulkan,
dapat ditarik dari berbagai
dikelola, digunakan dan dirujuk sumber namun dikelola,

kesehatan yang berhak


oleh dokter atau tenaga kesehatan dibagi serta dikendalikan
(authorized) di satu organisasi yang berhak (authorized) pada
oleh individu.
pelayanan kesehatan
lebih dari satu organisasi
pelayanan kesehatan
B. Metode Penggunaan
Kemudahan penelusuran dan pengiriman informasi
Bisa dikaitkan dengan informasi lain yang berasal dari luar rekam medik
Penyimpanan lebih ringkas
Data dapat ditampilkan dengan cepat sesuai kebutuhan
Abstraksi, pelaporan lebih mudah bahkan otomatis
Kualitas data dan standar dapat dikendalikan
Dapat diintegrasikan dengan perangkat lunak pendukung keputusan

Gambar 4. Contoh Register Rekam Medis Pasien secara Elektronik


Sumber : Asmaripa Ainy ,KM Unsri.Rekam Medik & Sistem Pelaporan Rumah Sakit

Gambar 5. Contoh Data Rekam Medis pada Praktek Mandiri Dokter secara Elektronik.
Sumber : Asmaripa Ainy ,KM Unsri.Rekam Medik & Sistem Pelaporan Rumah Sakit

Gambar 7. Contoh PHR yang Memuat Data Rekam Medis per Pasien
Sumber : Asmaripa Ainy ,KM Unsri.Rekam Medik & Sistem Pelaporan Rumah Sakit
Cara penggunaan EMR
Dari beberapa pengertian yang sudah dijelaskan di atas dapat dikatakan rekam medis
bila ;
1) Berisi keterangan dan catatan serta rekaman tentang pasien secara lengkap meliputi
identitas pribadi, sosial dan semua keterangan lainnya yang menjelaskan tentang pasien
tersebut.
2) Isi keterangan dan catatan tersebut meliputi ;
a) Identitas siapa yang melayani dan siapa yang dilayani
b) Pelayanan apa saja yang dilakukan atau diberikan kepada pasien
c) Alasan mengapa pelayanan tersebut diberikan atau serng disebut dengan indikasi
medis
d) Bilamana pelayanan tersebut diberikan yang menunjukan waktu (tanggal, jam dan
menit)
e) Bagaimana proses pelayanan tersebut diberikan kepada pasien
3) Memuat informasi yang cukup untuk menemukan kembali (mengidentifikasi)

pasien,

berarti informasi yang terkandung dalam rekam medis harus dapat ditemukan kembali
ketika pasien tersebut datang untuk berobat pada kunjungan-kunjungan berikutnya.
4) Membenarkan diagnosa dan pengobatan, berarti data dan informasi dalm rekam medis
dapat digunakan untuk menilai proses dan hasil pelayanan klinis guna memperoleh
kebenaran ilmiah dan hukum

5) Merekam hasilnya, berarti rekam medis harus dapat didokumentasikan sedemikian rupa
sehingga hasil rekamannya dapat digunakan untuk berbagai keperluan pelayanan dan
pengelolaan pasien
Data-data yang harus dimasukkan dalam Medical Record dibedakan untuk pasien
yang diperiksa di unit rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat. Setiap pelayanan apakah itu
di rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat dapat membuat rekam medis dengan data-data
sebagai berikut:
1.

Rekam Medis Pasien Rawat Jalan


Data pasien rawat jalan yang dimasukkan dalam medical record sekurang-kurangnya
antara lain:
1. Identitas Pasien
2. Tanggal dan waktu.
3. Anamnesis (sekurang-kurangnya keluhan, riwayat penyakit).
4. Hasil Pemeriksaan fisik dan penunjang medis.
5. Diagnosis
6. Rencana penatalaksanaan
7. Pengobatan dan atau tindakan
8. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
9. Untuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klinik dan
10. Persetujuan tindakan bila perlu.

2.

Rekam Medis Pasien Rawat Inap


Data pasien rawat inap yang dimasukkan dalam medical record sekurang-kurangnya
antara lain:
1. Identitas Pasien
2. Tanggal dan waktu.
3. Anamnesis (sekurang-kurangnya keluhan, riwayat penyakit).
4. Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang medis.
5. Diagnosis
6. Rencana penatalaksanaan / TP (treatment planning)
7. Pengobatan dan atau tindakan

8. Persetujuan tindakan bila perlu


9. Catatan obsservasi klinis dan hasil pengobatan
10. Ringkasan pulang (discharge summary)
11.Nama dan tanda tangan dokter, perawat atau tenaga kesehatan tertentu yang
memberikan pelayanan kesehatan.
12. Pelayanan lain yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan tertentu dan
13. Untuk pasien kasus gigi dilengkapi dengan odontogram klinik
3.

Rekam Medis Pasien Gawat Darurat


Data untuk pasien gawat darurat yang harus dimasukkan dalam medical record sekurangkurangnya antara lain:
1. Identitas Pasien
2. Kondisi saat pasien tiba di sarana pelayanan kesehatan
3. Identitas pengantar pasien
4. Tanggal dan waktu.
5. Hasil Anamnesis (sekurang-kurangnya keluhan, riwayat penyakit).
6. Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang medis.
7. Diagnosis
8. Pengobatan dan/atau tindakan
9. Ringkasan kondisi pasien sebelum meninggalkan pelayanan unit gawat darurat dan
rencana tindak lanjut.
10. Nama dan tanda tangan dokter, perawat atau tenaga kesehatan tertentu yang
memberikan pelayanan kesehatan.
11.Sarana transportasi yang digunakan bagi pasien yang akan dipindahkan ke sarana
pelayanan kesehatan lain dan
12. Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

Khusus isi rekam medis pasien akibat bencana maka ditambahkan


o

jenis bencana dan lokasi dimana pasien ditemukan;

kategori kegawatan dan nomor pasien bencana masal dan

identitas orang yang menemukan pasien;

Ringkasan Pulang (discharge summary) atau resume medis.Harus dibuat oleh dokter
atau perawat yang melakukan perawatan pasien. Isi ringkasan pulang sekurang-kurangnya
memuat:
1. identitas pasien;
2. diagnosis masuk dan indikasi pasien dirawat;
3. ringkasan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang, diagnosis akhir, pengobatan dan tindak
lanjut; dan
4. nama dan tanda tangan dokter atau perawat yang memberikan pelayanan kesehatan.
Pembuatan rekam medis dilaksanakan melalui pencatatan dan pendokumentasian
hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada
pasien.Setiap pencatatan ke dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu dan tanda
tangan dokter, perawat atau tenaga kesehatan tertentu yang memberikan pelayanan kesehatan
secara langsung.Bila terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan pada rekam medis dapat
dilakukan pembetulan dengan cara pencoretan tanpa menghilangkan catatan yang dibetulkan
dan dibubuhi paraf dokter, perawat atau tenaga kesehatan tertentu yang bersangkutan.10
Dokter,

perawat

atau

tenaga

kesehatan

bertanggungjawab

atas

pencatatan

atau

pendokumentasian pada rekam medis.


C. KELEMAHAN EMR
1.

Kelemahan Penggunaan system pencatatan rekaman medik secara digital


Dalam berbagai kesempatan, seringkali disebutkan bahwa tantangan utama

pengembangan sistem informasi di rumah sakit adalah aspek finansial. Hal ini dibuktikan
bahwa di berbagai negara, investasi teknologi informasi di rumah sakit rata-rata adalah 2,5%
dari total anggaran mereka. Padahal, di sektor lain, dapat mencapai tiga kali lipat.
Faktor kedua adalah aspek legal dan security. Masih banyak pihak yang mencurigai
bahwa rekam medis elektronik tidak memiliki payung legalitas yang jelas. Hal ini juga terkait
dengan upaya untuk menjamin agar data yang tersimpan dapat melindungi aspek privacy,
confidentiality maupun keamanan informasi secara umum. Sebenarnya, teknologi informasi
memberikan harapan baru, yaitu teknologi enkripsi maupun berbagai penanda biometrik
(sidik jari maupun pemindai retina) yang justru lebih protektif daripada tandatangan biasa.

EMR sebenarnya merupakan salah satu komponen dari sistem manajemen kesehatan.
Subsistem manajemen kesehatan merupakan salah satu komponen dari sistem kesehatan.
Sistem kesehatan juga merupakan salah satu subsistem dari sistem pemerintahan. Ada
berbagai perundangan yang sebenarnya memberi warna atau bersentuhan dengan keberadaan
RKE. Sampai saat ini belum ada satu perundangan menyebut secara spesifik istilah rekam
medis elektronik atau rekam kesehatan elektronik. Namun demikian, di setiap perundangan
terdapat beberapa hal yang sebenarnya menjadi dasar mengapa EMR dapat diterapkan.
Beberapa perundangan tersebut adalah:
1.UU 29 2004: Praktek Kedokteran
2.UU 40 2004: Sistem Jaminan Sosial Nasional
3.UU 23 2006: Administrasi Kependudukan
Namun, yang menjadi persoalan adalah hingga saat ini belum ada satu produk
hukumpun yang secara teknis mengatur mengenai EMR. Hal ini sebenarnya wajar karena
hingga saat ini belum ada satu komite/organisasi yang khusus mengkaji secara mendalam
mengenai EMR. Sebenarnya, ada perhimpunan rekam medis (PORMIKI), ada pula
pendidikan khusus mengenai rekam medis. Demikian juga diskusi mengenai pentingnya
EMR sudah mulai muncul. Yang belum adalah upaya bersama untuk membahas mengenai
EMR yang cukup mendalam dan melibatkan berbagai ahli/profesi.
2.

Kelebihan dalam Penggunaan Sistem Pencatatan Rekaman Medik Secara Digital


Beratnya tantangan di atas tidak berarti tidak serta merta menutup peluang yang ada.

Dari sisi pengguna, sebenarnya dokter yang semakin computer literate dengan teknologi
informasi juga terus meningkat. Di Kanada, lima puluh persen dokter yang berusia di bawah
35 tahun sudah menggunakan PDA. Mereka, sebagian besar memanfaatkannya untuk
membaca referensi obat. Hal ini ditunjang dengan munculnya berbagai situs yang
menyediakan e-book dan referensi obat yang dapat diinstall ke PDA. Salah satunya adalah
epocrates (htttp://www.epocrates.com) yang menyediakan drug reference gratis untuk
palmtop. Lainnya, memanfaatkan PDA untuk penjadwalan. Akan tetapi, baru sebagian kecil
yang menggunakannya untuk manajemen pasien. Hal ini terkait dengan masih terbatasnya
fasilitas yang user friendly untuk entry data pasien melalui PDA.

Selain itu, sistem informasi rumah sakit juga harus menyediakan fasilitas untuk
sinkronisasi data dari/ke PDA. Oleh karena itu, saat ini aplikasi yang berkembang mengarah
kepada teknologi web yang menjanjikan portabilitas data yang lebih baik. Aplikasi ini juga
didukung oleh teknologi wireless yang memungkinkan dokter dapat melakukan entry data di
samping tempat tidur pasien secara langsung (computerized physician order entry).

BAB III
PELAKSANAAN EMR
Tata cara penggunaan EMR dalam beberapa bagian pelayanan kesehatan :
A. Konsep Penerapan (cara) dan Regulasi Rekaman Medik Digital
1. Konsep penerapan pencatatan rekaman medik secara digital
Mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cukup
pesat, komunitas rekam medis perlu memahami berbagai konsep serta aplikasi medical
informatics (informatika kedokteran). Informatika kedokteran (kadang disebut juga
informatika kesehatan) adalah disiplin yang terlibat erat dengan komputer dan komunikasi
serta pemanfaatannya di lingkungan kedokteran dikenal sebagai informatika kedokteran
(medical informatics).
Secara terapan, aplikasi informatika kedokteran meliputi rekam medik elektronik,
sistem pendukung keputusan medik, sistem penarikan informasi kedokteran, hingga
pemanfaatan internet dan intranet untuk sektor kesehatan, termasuk merangkaikan sistem
informasi klinik dengan penelusuran bibliografi berbasis internet (online). Dengan demikian,
komunitas rekam medis akan memiliki wawasan yang luas mengenai prospek teknologi
informasi serta mampu menjembatani klinisi (pengguna dan penyedia utama informasi
kesehatan) dengan para ahli komputer (informatika) yang bertujuan merancang desain
aplikasi dan sistem agar dapat menghasilkan produk aplikasi manajemen informasi kesehatan
di rumah sakit yang lebih efektif dan efisien.
Pencatatan rekaman medik perlu disosialisasikan keseluruh masyarakat Indonesia
agar setiap individu mempunyai catatan rekaman medik gigi sehingga memudahkan bila
diperlukan sebagai salah satu sarana komunikasi antar perawat dalam proses identifikasi.
data-data berikut hanya merupakan contoh.

Gambar 1 : Halaman Muka EMR

Beberapa fungsi EMR


1. Database digital untuk pasien rawat jalan.
2. Database digital untuk pasien rawat inap.
3. Database digital diagnosis dan tatalaksana standar TS.
4. Database digital terapi standar TS.
5. Mempermudah fungsi pencetakan & Pelaporan.

Gambar 2 : Data Dasar Pasien

Gambar 3 :Referensi obat.

Database obat yang telah Anda masukkan akan di tampilkan secara menarik untuk :
1. Mempermudah akses terapi berdasarkan nama paten dan generik.
2. mempermudah akses standar dosis terapi.

Gambar 4 : Terapi
Membantu secara digital penghitungan dosis, jumlah beri perhari, hingga lama pemberian
secara digital.

Gambar 5 : Tampilan Resep

Gambar 6 : Laporan Otomatis pasien


berdasarkan penggunaan Obat

Gambar 7 : Laporan Otomatis pasien


rawat Jalan TS

Gambar 8 : Form Pengisian Database


Diagnosis

Gambar 9 :
Form Pengisian Database Obat

BAB IV
PENUTUP
I.

Kesimpulan
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas

pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana
pelayanan kesehatan. Rekam Medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas dan dalam
bentuk teknologi Informasi elektronik yang diatur lebih lanjut dengan peraturan tersendiri.
Rekam medik dalam bentuk kartu sudah jauh dari memadai. Lebih sering, kartu
rekam medik tersebut terlalu tebal, compang-camping, tidak terorganisasi secara rapi, bahkan
tidak terbaca catatan kemajuan, laporan konsultan, hasil radiologi dan catatan perawat
bercampur-aduk. Kartu rekam medik tersebut justru lebih membingungkan, bukan
mempermudah pelayanan merupakan tantangan yang berat bagi siapa saja yang mencoba
memahami apa yang dialami oleh pasien.
REKAM MEDIC ELEKTRONIK
Mamfaat dari rekam medik elektronik/digital, yaitu :

Kemudahan penelusuran dan pengiriman informasi

Bisa dikaitkan dengan informasi lain yang berasal dari luar rekam medik

Penyimpanan lebih ringkas

Hal- hal Yang Dapat Disimpan Dalam Rekam Medik Elektronik:

Teks (kode, narasi, report)

Gambar (komputer grafik, gambar yang di-scan, hasil foto rontgen digital)

Suara (suara jantung, suara paru)

Video (proses operasi)

II.

Saran
Disarankan kepada semua perawat agar membuat dental record atau rekam medik

digital dari setiap pasiennya, agar pendataan terhadap pasien yang telah ditulis di rekam
medik digital dapat tersusun dengan rapi dan tentunya dengan dipergunakannya rekam medic
digital ini lebih mempermudah perawat untuk mengontrol setiap data pasien dan dapat
ditammpilkan secara cepat sesuai kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Allan,J & Engllebright,J. (2000) Patient-Centered Documentation: An Effective and Efficient


Use of Clinical Information System. Journal of Nursing Administration 30 (2)90-95
Anonymous (1999) Computeriszed Records Reduce Paperwork, Improve Productivity.
Health Management Technology 20 (2)14-15
Bates,D.W.,Gawande,A.A (2003) Improving Safety With Information Technology. The New
England Journal of Medicine 348:25
Larabee,J.,Boldregini,S.,Elder-Sorrells,K.,Turner,Z.,Wender,R.,Hart,J.,Lenzi,p.

(2001)

Evaluation of Documentation Before and After Implementation of a Nursing


Information System in An Acute Care Hospital. Computers in Nursing 19 (2):55-65
Marasovic,C.,Kenney, C.,Elliot,D.,Sindhusake,D.(1997) Attitudes of Australian Nurses
Toward The Implementation of A Clinical Information System. Computers in Nursing
(15)2: 91-98
Stricklin,M.,Beirer,S.B.,Struk,C.(2003) Home Care NursesAttitudes Toward Computers: A
Confimrmatory Factor Analysis of The Stronge and Brodt Instrument.CIN:
Computers Informatics Nursing 21(2)103-111
Vassar,J.,Binshan,L., norran,P.(1999) Nursing Information Systems: A Survey of Current
Practices. Health Information Management 20(1)58-62
Krummen, M.S. (2010). The Impact of the Electronic Medical Record on Patient
Safety and care. . Kentukcy : College of Health Professions Highland Heights.
Mahler, C., et al (2006). Effect of a Computer based Nursing Documentation system
on The Quality of Nursing Documentation. Bussines Media, 31, 274
Roeder, J. (2009). The Elektronic Medical Record in the Surgical Setting. Association
of Operating Room Nurses AORN Journal, 89 (24), 677.
Saletnik, L. (2008 ) Nursing Resource Considerations for Implementing an electronic
Documentation System. Association of Operating Room Nurses AORN Journal, 87
(3). 585.

RENCANA KERJA (PLANING OF ACTION) EMR DIPELAYANAN RUMAH SAKIT


KEGIATAN

TUJUAN
PENANGGUNG
JAWAB
TIM

SUMBER DAYA
WAKTU
ALOKASI
DANA
Minggu
TIM
pertama dan
kedua
Agustus 2014

KELANJUTAN

Pembuatan
proposal

Perencanaan program sistem


informasi EMR di pelayanan
rumah sakit XXX

Lobi dan
negosiasi

Sosialisasi dengan pihak-pihak


terkait dalam perencanaan
sistem informasi EMR di
pelayanan rumah sakit XXX

TIM

Minggu Ketiga
dan Keempat
Agustus 2014

TIM

Pembuatan
Rancangan
Sistem operasi

Menbuat sistem rancangan


yang sudah baku dalam bentuk
software untuk menghasilkan
output berupa informasi project
EMR di pelayanan rumah sakit
xxxx

TIM dan
KONSULTAN

Minggu I dan II
September 2015

TIM

Menentukan tim ahli


dari bagian IT

Pengadaan
Perangkat Keras
(Hardware) dan
Perangkat Lunak
(Software), serta
alat pendukung

Mempersiapkan saranan dan


fasilitas utama yang akan
digunakan dalam
pengoperasian sistem informasi
project EMR di pelayanan
rumah sakit xxxx

TIM

Minggu ketiga
dan keempat
September 2015

TIM

Perlu dilakukan tender


dan konsultasi dalam
pemilihan perangkat
yang tepat

KEGIATAN

TUJUAN
PENANGGUNG
JAWAB
TIM

Pelatihan SDM

Meningkatkan pengetahuan dan


keterampilan operator (SDM

Distribusi
perangkat ke
wilayah kerja
masing-masing

Penyediaan sarana, melihat


kesiapan tempat kerja, dan
persiapan sebelum dilakukan
uji coba

TIM

Uji Coba

Mengevaluassi pemanfaatan
sistem informasi project EMR
dipelayanan rumah sakit

TIM

Rapat evaluasi
awal

Mengevaluasi kegiatan sistem


dan merencanakan kegiatan
tindak lanjut
Merawat kondisi hardware dan
software tetap bekerja dengan
baik

TIM

Perawatan dan
Pemeliharaan

TIM

SUMBER DAYA
WAKTU
ALOKASI
DANA
Minggu
TIM
pertama dan
kedua
Oktober 2014
Minggu
TIM
keempat
Oktober 2014

Minggu
keempat
Oktober
Minggu kempat
November 2014
Minggu
pertama
Desember 2014
Sepanjang
waktu selama
penggunaan
sistem
informasi

KELANJUTAN
Pergantian operator
perlu dilakukan
pelatihan sesuai dg
kemampuannya

TIM

TIM

Tiga bulan sekali

TIM

Sebulan sekali,
apabila terjadi
kerusakan perangkat,
maka dilakukan
catatan manual

project EMR
dipelayanan
rumah sakit

sementara
(Paperbased)

RENCANA ANGGARAN BIAYA PROJECT MINI TELEMEDICINE DI


PELAYANAN RUMAH SAKIT
NO
INFRASTURUKTUR
JUMLAH
HARGA
HARGA TOTAL
SATUAN
1
Pembuatan proposal dan
10
Rp. 100.000,Rp. 1.000.000,pengaandaan proposal
2
Hardware
1
Rp. 15.000.000,- Rp. 15.000.000,Set Komputer utama (PC)
dengan spesifikasi paket :

Intel coreDuo Processor


T2465 (3.0 GHz,533 MHz
FSB 23 MB L2 cache)
Memori : 516 GB DDR2
VGA Card Integrated 256 mb
DVDRW Samsung Casing ATX
430 Watt Simbada SimCool
Keyboard + Mouse optice ps/2

Layar monitor Acer LED


P166HQL
1. SOFWARE
Windows XIII SP3
2. Alat Pendukun
Kabel Listrik
Sambungan Kabel Listrik
Internet/Wireless/Modem
TOTAL PEMBIAYAAN ALAT
1.
KONSULTASI
Analisis
Programer
Teknisi
2.
Transportasi dan akomodasi
selama 1 tahun kerja
3.
Rapat

Rp. 10.000.000,-

Rp. 10.000.000,-

5
5
5

Rp. 500.000,Rp. 250.000,Rp. 5.000.000,-

Rp. 2.500.000,Rp. 1.250.000,Rp. 25.000.000


Rp. 53.750.000,-

1
2
1
1

Rp. 10.000.000,Rp. 7.500.000,Rp.5.000.000,Rp. 7.500.000,-

Rp. 10.000.000,Rp. 15.000.000,Rp. 5.000.000,Rp. 7.500.000,-

Rp. 250.000,-

Rp. 1.250.000,-

5.

Pelatihan sistem aplikasi


Uji Coba

10
3

Rp. 200.000,Rp. 1.000.000,-

Rp. 2.000.000,Rp. 3.000.000,-

6.

Evaluasi Hasil Uji Coba

Rp. 1.000.000,-

Rp. 3.000.000,-

3
3

Rp. 3.000.000,Rp. 3.000.000,-

Rp. 9.000.000,Rp. 9.000.000,Rp. 64.750.000,Rp. 119.000.000,-

4.

7.
S

Perawatan
Hardware
Sofware
TOTAL BIAYA PENGADAAN
TOTAL BIAYA KESELURUHAN