Anda di halaman 1dari 22

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah PT. Alam Sutera Realty Tbk


PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo
Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto
Tirtohadiguno pada 3 November 1993. Awalnya perusahaan ini bernama PT.
Adhihutama Manunggal, kemudian berganti nama menjadi PT. Alam Sutera
Realty

Tbk

pada 19

September 2007.

Pada

tahun 1994

Perusahaan

mulai

mengembangkan proyek pertama di sebuah kawasan terpadu bernama Alam


Sutera yang terletak di Serpong Utara, Tangerang Selatan, provinsi Banten dan
berlanjut hingga saat ini. Selain itu Alam Sutera juga melakukan pengembangan
ke daerah Riau, Batam, Cianjur, dan Bali. Perusahaan ini menjadi perusahaan
publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 18 Desember 2007.
Saat ini perumahan Alam Sutera merupakan price leader untuk kawasan
Serpong dimana harga tanah di Alam Sutera mencapai 8 jt/m2 pada tahun 2011.
Hal ini karena dibukanya akses tol langsung (Via tol Jakarta-Merak) ke kawasan
Alam

Sutera

pada

tahun 2009.

Konsep

bisnis

ke

depannya

adalah

untuk

membangun properti yang mendatangkan nilai sewa seperti pusat perbelanjaan,


perkantoran,

hotel,

dan

exhibition

center.

Kawasan

yang

telah

berhasil

dikembangkan adalah perumahan, apartemen, mall, dan superblock di kawasan


Serpong,

Kota

Tangerang

Selatan,

dengan

posisi

yang

berdekatan

dengan

beberapa pengembang besar, antara lain BSD, Summarecon Serpong, Paramount

Serpong, dan Lippo Village. Lokasi yang menjadi pusat pengembangan saat oleh

Alam Sutera adalah Alam Sutera Superblock (kawasan

komersial

dan

juga
perumahan Sutera Victoria) dan perumahan Suvarna Padi Golf Estate di
Pasar
Kemis Tangerang. Perumahan ini juga dilengkapi dengan fasilitas umum
dan
sosial seperti rumah ibadah, taman bermain, rumah sakit, mal dan hotel.
Selain
membangun perumahan, ASRI juga membangun tempat belanja yaitu Mall
Alam
Sutera.
Portofolio pembangunan ASRI di Alam Sutera meliputi pengembangan
sentral makanan dan hiburan yaitu Flavor Bliss, pasar modern (lebih
dikenal
dengan Pasar Delapan), Apartemen Silkwood
perkantoran,

Residence, gedung

dan

gudang multi fungsi. Dengan pengembangan ini, ASRI berencana


untuk
memberikan
recurring

nilai

tambah

bagi

konsumennya,

serta

menghasilkan

income guna mengurangi ketergantungan terhadap kondisi ekonomi dan


iklim

di

industri properti Indonesia. Sebagai perusahaan pengembang, kuatnya


pendapatan
berulang, seperti dari sewa properti, menjadi kunci sukses untuk bertahan
dan
tumbuh.
Mengetahui hal tersebut, sejak tahun 2010,
untuk memperbesar

pendapatan

berulang

ASRI

dengan

mulai

serius

mengembangkan

beberapa area komersial. Area tersebut terdiri dari apartemen, mall, taman
bermain,

flavor bliss, hotel

dan

convention

center.

Kami

mengestimasikan setelah tahap pertama pembangunan mall selesai pada


September 2012,

mall

pendapatan di tahun 2012.

tersebut

akan menghasilkan sekitar Rp 40 miliar

Visi dan Misi Perusahaan


1. Visi Perusahaan
Menjadi

pengembang

mengutamakan

properti

nasional

peningkatan

nilai

Perusahaan

menjadi

yang

tambah

bagi

terkemuka
seluruh

dengan

pemangku

kepentingan.
2. Misi Perusahaan
Memposisikan

pengembang

properti

yang

mengutamakan pelayanan prima dan produk inovatif sesuai kebutuhan


konsumen dan memaksimalkan potensi setiap properti yang dikembangkan.
B. Struktur Organisasi PT. Alam Sutera Realty Tbk.
Adapun struktur organisasi PT. Alam Sutera Realty Tbk menggunakan
sistem organisasi garis dan staff. Berikut ini dapat dilihat susunan atau
struktur organisasi dari PT. Alam Sutera Realty Tbk.

Boards of Commissioners

Audit Committee

Board of Directors

Komite Remunerasi &


Nominasi

Corporate
Secretary

Financ
e

Internal
Audit

Marketing & Sales

&

Project
Development

Accoun

ting

Marketing

Finance
Accountin
g

Legal
Inform
ation
Techno
logy

Marketing
Communication
Marketing
Research
Sales Support

Promotion

Sales

Planning
&
Design
Quantity
Surveyor

Human
Resources &
General
Affair

Human
Resources

Business
Unit
Estate
Managemen
t
Flavor
Bliss

General
Affair

Construction

Sumber : PT. Alam Sutera Realty Tbk, 2015

Land
Affairs

Licenci
Affairs

Pasar 8

Purchasin
g

Goverme
nt
Relation

Mall

Engineering

Project
Administrati
on

Land

Cultural
Park
Office
Tower

Gambar 2.1
Struktur Organisasi PT. Alam Sutera Realty Tbk

1
0

Tugas

dan

wewenang

masing-masing

fungsi

dalam

struktur

organisasi PT.Alam Sutera Realty Tbk secara umum adalah sebagai berikut :
1. Dewan Komisaris
Dewasa ini Komisaris Perusahaan berjumlah 5 orang, termasuk 2 orang

Komisaris

Independen.

Sesuai

dengan

anggaran

dasar

perusahaan,

Dewan
Komisaris diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk masa
jabatan
selama 2 tahun dan dapat diangkat kembali. Tugas utama Komisaris
adalah
melakukan

pengawasan

atas

kebijaksanaan

Direksi

dalam

menjalankan
Perusahaan serta memberikan nasihat kepada Direksi. Dalam melakukan
fungsi
pengawasan, Komisaris dibantu oleh Komite Audit. Komisaris mempunyai
akses
penuh terhadap semua laporan dan informasi yang dimiliki perusahaan serta

berhak mendapatkan penjelasan atas laporan dan informasi tersebut.


Dewan
Komisaris,

setiap

waktu

dan

dengan

menyebutkan

alasannya,

berhak
memberhentikan untuk sementara seorang atau lebih anggota Direksi
apabila
anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan
atau
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Dewan Direksi
Dewasa ini Direksi Perusahaan berjumlah 5 orang, termasuk 1 orang
Direksi
Tidak Terafiliasi. Sesuai anggaran dasar perusahaan, Direksi diangkat oleh
Rapat
Umum Pemegang Saham untuk masa jabatan selama 2 tahun dan dapat
diangkat
kembali. Tugas utama Direksi adalah melaksanakan tugasnya untuk
kepentingan
perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Direktur Utama dan salah

1
1

seorang Direktur, atau minimal dua orang Direktur dalam hal Direktur Utama
berhalangan, bersama-sama berhak dan bertindak untuk dan atas nama
Direksi serta mewakili Perusahaan.
3. Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
Selama menjalankan tugasnya, anggota direksi bertemu secara berkala
atau
jika diperlukan, pada tahun 2008 Dewan Komisaris dan Direksi
mengadakan
masing-masing empat kali rapat untuk mengevaluasi sasaran bisnis dan

mendiskusikan masalah tertentu berkenan dengan perkembangan perusahaan.


4. Komite Audit
Komite Audit dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan

Komisaris. Pembentukan komite ini ditujukan untuk membantu pelaksanaan


tugas
dan

fungsi Dewan Komisaris,

antara

lain:

memastikan kebenaran

laporan
keuangan

Perusahaan,

mengawasi

kepatuhan

Perusahaan

terhadap

peraturan
perundangan

berlaku,

serta

menjaga

independensi

sekaligus

mengefektifkan
fungsi dan program kerja audit, baik auditor eksternal maupun internal.
Komite
Audit minimal terdiri atas tiga orang, termasuk satu orang ketua. Ketua
Komite
Audit dirangkap oleh Komisaris

Independen

yang ditunjuk oleh

Dewan
Komisaris. Komite Audit mengadakan rapat minimal satu kali dalam sebulan
dan
wajib menyampaikan laporan tahunan atas kegiatan komite kepada
Dewan
Komisaris.

1
2

5. Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Dewan Direksi. Berikut
ini adalah fungsi dan peran Sekretaris Perseroan:
1. Sebagai koordinator dalam merencanakan melaksanakan dan
melakukan evaluasi terhadap semua aspek yang berkaitan
dengan hubungan antara Perusahaan dan Stakeholders untuk
terciptanya pemahaman, hubungan yang harmonis dan dukungan
masyarakat terhadap Perusahaan.
2. Sebagai penghubung antara Perusahaan, khususnya dalam
membangun
komunikasi

dengan

mampu meminimalisasi

pihak-pihak
kerancuan

eksternal,

atau

sehingga

kebingungan

yang

dapat mempengaruhi kinerja dan citra Perusahaan.


3. Merencanakan dan melaksanakan Rapat Komisaris, Direksi, dan
Komite

Audit;

menyelenggarakan

Rapat

Umum

Pemegang

Saham (RUPS) dan paparan publik serta pengaturan pertemuan


dengan Pemegang Saham, investor dan analis.
4. Menyimpan dan mendokumentasikan semua kegiatan Perusahaan.
5. Mengikuti perkembangan pasar modal, khususnya peraturanperaturan

berlaku, dan memberikan masukan kepada Direksi dan Komisaris


tentang ketentuan pasar modal.
6. Mengkomunikasikan informasi yang akurat dan lengkap mengenai
prospek,

kinerja

dan

perkembangan

Perusahaan

kepada

Pemegang
Saham dan Investor, serta masyarakat pasar modal untuk
memberikan

1
3

pemahaman

yang

utuh

terhadap

Perusahaan,

serta

menciptakan hubungan yang baik antara Perusahaan dengan otoritas


pasar modal dan bursa, Pemegang Saham, investor serta analis.

6. Pengendalian Internal
Manajemen percaya sepenuhnya bahwa dalam rangka mengawasi

operasional dan juga mengamankan kekayaan Perusahaan, diperlukan


sistem
pengendalian internal sebagai alat bantu. Sistem pengendalian internal
tersebut
dinyatakan dalam bentuk kebijakan dan prosedur yang jelas sehingga
mampu
secara efektif melakukan fungsi pengendalian sekaligus meminimalisasi
resiko
yang mungkin timbul. Manajemen menyadari bahwa sistem pengendalian
internal
yang

sudah

diterapkan

ini

tidak

menjamin

tidak

ada

risiko

untuk

terus

penyelewengan
ataupun

risiko

lainnya.

Manajemen

pun

berkomitmen

meningkatkan
sistem pengendalian internal agar dapat meningkatkan kinerja Perusahaan pada

umumnya.
C. Uraian Pekerjaan PT. Alam Sutera Realty Tbk.
Secara

garis

besar

tugas

dan

tanggung

jawab

masing departemen adalah sebagai berikut :


1. Finance & Accounting
a. Menjurnal seluruh transaksi kegiatan perusahaan
b. Membuat laporan keuangan perusahaan

dari

masing-

1
4

c. Memberikan infomasi mengenai keadaan keuangan perusahaan sebagai

alat untuk menentukan langkah dan strategi perusahaan


d. Menjaga kelancaran seluruh kegiatan dalam segi keuangan
secara
terkoordinasi dan terkendali.
2. Marketing Department
a. Mencari konsumen baru untuk perusahaan
b. Merencanakan target penjualan
c. Melakukan kegiatan promosi untuk meningkatkan penjualan
d. Melakukan kegiatan pengembangan dalam kegiatan pemasaran dan

sumber daya manusia.


3. Project Department
a. Melakukan kegiatan pembangunan
b. Melakukan perencanaan atas pembangunan rumah yang akan dipasarkan
c. Membuat anggaran biaya untuk kegiatan pembangunan yang akan

dilakukan oleh perusahaan.

4. General Affairs
a. Mengurus perizinan atas tanah dan bangunan yang akan di kelola
b. Mengurus sertifikat atas tanah dan rumah
c. Mengurus pajak atas bangunan (PBB) dan persuratan atas kepemilikan

rumah setelah rumah dibeli konsumen.

1
5

5. Strategic business unit


a. Merencanakan pembangunan atas rumah yang dipasarkan dengan
model
yang menarik
b. Membangun fasilitas atas perumahan seperti taman, sport center
dan
pasar modern
c. Melakukan pengembangan dan pemeliharaan atas fasilitas yang
dibangun
di kawasan perumahan tersebut.
D. Kinerja Usaha Terkini PT. Alam Sutera Realty Tbk.
Kinerja usaha pada dasarnya merupakan tolak ukur dalam menilai suatu

perusahaan baik atau tidak. Kinerja usaha dapat dilihat dari banyak faktor
dan
tergantung dari sudut pandang pihak yang melakukan penilaian. Adapun
kinerja
usaha terkini yang telah dicapai oleh PT. Alam Sutera Realty Tbk antara lain:
1. PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Alam Sutera

Realty
Tbk dan Panin Bank menggelar acara penanaman pohon trembesi di
sekitar
akses tol Alam Sutera di KM 15+400 Tol Jakarta Merak. Sebanyak 100
pohon trembesi ditanam di lahan sekitar pintu masuk tol Alam Sutera.

Penanaman 100 pohon trembesi ini, sebagai tanda dimulainya program

sistem manajemen lingkungan di ruas tol yang telah dikelola. Ini


masih
tahap awal. Direncanakan sampai tahun ini sebanyak 1.000 pohon di

sepanjang 26,4 kilometer.


2. Alam Sutera merupakan sebuah kawasan terpadu (mixed-use
development)
yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 700 hektar di wilayah
Serpong -

1
6

Tangerang. Kawasan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1994 lalu ini
telah menjelma menjadi sebuah kota mandiri yang mapan, dinamis dan

menjadi primadona di wilayah barat Jakarta. Hadirnya akses tol Alam

Sutera di km 15 tol Jakarta-Merak, yang diluncurkan September 2009

membuat Alam Sutera menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau dari
Jakarta. Tak hanya itu, aksesibiltas yang baik tersebut juga
mampu
menyediakan manfaat baik dari aspek sosial maupun ekonomi bagi
kawasan
Alam Sutera dan sekitarnya.
3. Sebagai kawasan yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan,
seluruh proses perencanaan maupun pelaksanaan dalam pengembangan

kawasan
method,

merupakan

implementasi
di

dari

ecological

planning

mana

dalam setiap pengembangannya Alam Sutera selalu mengedepankan


kondisi

alam sekitar, meliputi faktor topografi, hidrologi, akses, hingga


demografi.
Melalui seluruh proses ini, Alam Sutera telah berhasil dalam
menciptakan
lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan banyak manfaat
bagi
seluruh warganya.
4. Terhitung hingga hari ini terdapat sekitar
cluster

32 (tiga puluh dua)

perumahan di Alam Sutera, masing-masing terdiri dari 150 hingga 300


unit
rumah. Jumlah populasi pun tercatat sekitar 4.500 keluarga dan akan
terus
bertambah sesuai dengan perkembangan kawasan yang pesat.
5. Bagi Alam Sutera, melakukan diversifikasi usaha dengan
membangun
properti yang akan mendatangkan pendapatan sewa, menjaga
dan
meningkatkan nilai properti yang dikembangkan perusahaan
secara

1
7

berkesinambungan dan menjaga serta meningkatkan kualitas produk


dan
kepuasan pelanggan. Selain itu faktor lingkungan bukan hanya sebatas

strategi

pemasaran

konsisten
dilaksanakan.

melainkan

sebuah

komitmen

yang

harus