Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SOSIOLOGI HUKUM

HUKUM DALAM MASYARAKAT SUATU TINJAUAN SOSIOLOGI


HUKUM
KASUS KENAKALAN REMAJA

Nama

Zein Bastian
Nim

E0011344

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
bimbinganNya Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan segala kemampuan yang
ada.
Makalah ini merupakan tugas, untuk memenuhi tugas individu pada mata kuliah sosiologi
hukum dalam masyarakat.Makalah ini ditulis dengan kalimat yang efektif dan sederhana
sehingga diharapkan dapat memudahkan para pembaca.
Dalam makalah ini kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan,untuk
itu dengan senang hati kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca atau saran dosen demi kesempurnaan makalah ini.
Dengan harapan agar makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua terutama bagi mahasiswa
dan pribadi kami yang menyusun makalah ini.

Makassar, 22 April 2015


Penulis

DAFTAR ISI
ii
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ......... ii
BAB I PENDAHULUAN ......1
A. Latar Belakang ..............4
B. Perumusan Masalah .......4
C. Tujuan ........4
D. Manfaat ..5
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................6
A. Obyek sosiologi Hukum.6
B. Ruang Lingkup Sosiologi Hukum .6
C. Karakteristik Sosilogi Hukum ...6
D. Prinsip dasar Sosiologi hukum ..7
E. Contoh Kasus: Kenakalan Remaja
BAB III Penutup ..12
A. Kesimpulan ..10
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Sosiologi hukum merupakan disiplin ilmu yang sudah sangat berkembang dewasa
ini.Bahkan, kebanyakan penelitian hukum sekarang di Indonesia dilakukan dengan
menggunakan metode yang berkaitan dengan sosialisasi hukum.
Pada prinsipnya, sosiologi hukum ( sosiologi of Law ) merupakan derifatif atau cabang dari ilmu
sosiologi, bukan cabang dari ilmu hukum. Memang, ada study tentang hukum yang berkeanan
dengan masyarakat yang merupakan cabang dari ilmu hukum, tetapi tidak disebut sebagai
sosiologi hukum, melainkan disebut sebagai sociological jurispudence.
Disamping itu, ada kekhawatiran dari ahli sosiologi terhadap perkembangan sosiologi hukum
mengingat sosiologi bertugas hanya untuk mendeskrisipkan fakta-fakta.Sedangkan ilmu hukum
berbicara tentang nilai-nilai dimana nilai-nilai ini memang ingin dihindari oleh ilmu sosiologi
sejak semula.Kekhawatiran tersebut adalah berkenaan dengan kemungkinan dijerumuskannya
ilmu sosiologi oleh sosiologi hukum untuk membahas nilai-nilai. Sebagaimana diketahui, bahwa
pembahasan tentang nilai-nilai sama sekali bukan urusan ilmu sosiologi. Meskipun begitu,
terdapat juga aliran dalam sosiologi hukum, seperti
aliran Berkeley, yang menyatakan bahwa mau tiak mau, suka tidak suka, sosiologi
hukum meruapakan juga derifatif dari ilmu hukum sehingga harus juga menelaah masalahmasalah normatif yang sarat dengan nilai-nilai.
Fungsi hukum dalam masyarakat sangat beraneka ragam, bergantung dari berbagai faktor
dan keadaan masyarakat.Disamping itu.fungsi hukum dalam masyarakat yang belum maju juga
akan berbeda dengan yang terdapat dalam masyarakat maju.
Dalam setiap masyarakat, hukum lebih berfungsi untuk menjamin keamanan dalam
masyarakat dan jaminan pencapaian struktur sosial yang diharapkan oleh masyarakat.Namun
dalam masyarakat yang sudah maju, hukum menjadi lebih umum, abstrak dan lebih berjarak
dengan konteksnya.

B.
Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan beberapa masalah :
1. Bagaimana Fungsi hukum dalam masyarakat ?
2. Contoh Kasus dari Kenakalan remaja dalam sudut pandang sosiologi hukum ?
C.

Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui fungsi hukum dalam masyarakat yang sudah maju yang dapat dilihat dari
dua sisi. Yaitu sisi pertama, dimana kemajuan masayarakat dalam berbagai bidang membutuhkan

aturan hukum untuk mengaturnya.Dan sisi yang kedua, adalah dimana hukum yang baik dapat
mengembangkan masyarakat atau mengarahkan perkembangan masyarakat.Bagaimanapun,
fungsi hukum dalam masyarakat sangat beraneka ragam,
bergantung dari berbagai faktor dan keadaan masyarakat.Disamping itu.fungsi hukum dalam
masyarakat yang belum maju juga akan berbeda dengan yang terdapat dalam masyarakat maju.
2. Contoh kasus dari kenakalan remaja dalam sudut pandang sosiologi hukum?
D.
Manfaat
Penulisan makalah ini dimaksudkan :
1. Menjelaskan kepada masyarakat manfaat dan fungsi hukum , agar mengetahui
kemajuan suatu masyarakat diikuti oleh perkembangan hukum dalam masyarakat itu sendiri.
Semakin maju sebuah masyatakat maka semakin beragam hukum yang muncul dan dibutuhkan
oleh masyarakat itu sendiri.2. Mengetahui pendapat para ahli tentunya akan lebih bermanfaat
untuk pengambilan keputusan hukum yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat
banyak.
2. Untuk mengetahui contoh kasus yang sering terjadi dalam sudut pandang sosiologi
hukum

BAB II
PEMBAHASAN
A.
.

Obyek sosiologi Hukum


Objek Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek;
Objek Material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan
antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
Objek Formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau
masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia
serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang
lain.
Objek Agama pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam
hubungan sosial masyarakat, dan banyak juga hal-hal ataupun dampak yang memengaruhi
hubungan manusia
B.

Ruang Lingkup Sosiologi Hukum


Terdiri dari dari dasar-dasar sosial dari hukum atau basis sosial dari hukum misalnya
hukum nasional di Indonesia, dasa sosialnya adalah pancasila dengan ciri-ciri adalah

musyawarh/mufakat dan kekeluargaan. Sedangkan Efek-efek hukum terhadap gejala sosial


adalah UU anti rokok, UU Narkoba , UU Hak asasi manusia dan lain-lain sebagainya. Dengan
tidak terlepas dari pendekatan instrumental dengan bertujuan untuk mendapatkan prinsip-prinsip
hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan dogmatis dan Pendekatan Hukum Alam
dan kritik terhadap pendekatan positivistik

C.

Karakteristik Sosilogi Hukum


Adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan deskripsi, penjelasan,
pengungkapan (revealing) dan prediksi.Karakteristik kajian adalah dimana sosiologi hukum
berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek-praktek hukum yang dibedakan kedalam
pembuatan undang-undang, penerapan dalam pengadilan, mempelajari dan bagaimana praktek
yang terjadi pada masing-masing kegiatan hukum.Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan
mengapa sosial masyarakat itu terjadi, sebab-sebab, faktor-faktor yang berpengaruh dan
sebagainya.Kemudian sosiologi hukum untuk menguji kesahihan empiris dari sautu peraturan
atau pernyataan hukum sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai atau tidak sesuai
di masyarakat tertentu.
D.

Prinsip dasar Sosiologi hukum


Prinsip dasar Sosiologi hukum menurut Emile Durkheim adalah sebagai fenomena sosial
yang terjadi pada masyarakat dan hukum simbol merupakan wujud yang paling nyata ( Visible
Symbol ) dari masyarakat. Dia mengkaji hukum secara sosiligis, lebih-lebih dalam bidang ilmu
sosiologi, bahkan ilmu sosial pada umumnya.
Bahkan dari ajaran dan methodologi yang digunkannya telah banyak meninggalkan perdebatan
dikalangan ahli dalam berbagai ilmu hukum, misalnya perdebatan dalam ilmu antropologi
tentang hukum primitif atau perdebatan dalam ilmu kriminologi tentang hakikat dari kejahatan.
Pengkajian Durkheim, pengaruh paham positivisme sangat dominan. Karena perkembangan
ilmu-ilmu sosial pada saat itu dilatar belakangi oleh semangat untuk menelaah masyarakat secara
logik, scientafic dan methodologis. Akan tetapi perkembangan selanjutnya dari ilmu-ilmu social
menunjukkan bahwa dalam mempelajari masyarakat, telaah-telaah yang bersifat kesadaran
manuasia ( human consciousness) .
Sosiologi hukum menurut Max Weber, tidak berurusan dengan karekteristik internal dari suatu
ketertiban hukum, tetapi sosiologi hukum berkepentingan dengan analisis tentang hubungan
antara sistim hukum dan sistim sosial lainnya. Dihubungkan dengan konsepnya tentang dominasi
hukum, maka hukum bukan hanya merupakan bentuk khusus dari ketertiban politik, melainkan
juga merupakan suatu ketertiban sentral yang bersifat mengatur secara independen.
Perkembangan sosiologi hukum ( Law Sociology ) suatu disiplin ilmu yang relatif muda,
maka masih belum banyak mengungkapkan pengertian-pengertian yang masuk dalam bahasan
sosiologi hukum. Wignyosoebroto berpendapat bahwa sosiologi hukum adalah salah satu cabang
kajian sosiologi yang termasuk pada keluarga ilmu pengetahuan sosial, cabang kajian tentang

kehidupan bermasyarakat manusia pada umumnya, yang memberikan perhatian kepada upayaupaya manusia menegakkan dan mensejahterakan kehidupannya, serta mempunyai kekhususan
yang berbeda dengan kajian pada cabang-cabang sosiologi yang lain. Sosiologi hukum berfokus
pada masalah otoritas dan kontrol yang mungkin kehidupan kolektif manusia itu selalu berada
dalam keadaan yang relatif tertib berketeraturan.Kekuatan kontrol dan otoritas pemerintah
sebagai pengembangan kekuasaan negara yang mendasari kontrol itulah yang disebut hukum.
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia
tersebut didalam masyarakat. Jadi pada dasarnya sosiologi mempelajari masyarakat dan perilaku
sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.
Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal-usul pertumbuhannya
serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotannya
Hukum sebagai sarana perubahan sosial yang dalam hubungannya dengan sektor hukum
merupakan salah satu kajian penting dari disiplin sosiologi hukum. Hubungan antara perubahan
sosial dan sektor hukum tersebut merupakan hubungan interaksi, dalam arti terdapat pengaruh
perubahan sosial terhadap sektor hukum sementara dipihak lain perubahan hukum juga
berpengaruh terhadap suatu perubahan sosial. Perubahan kekuasaan yang dapat mempengaruhi
perubahan sosial sejalan dengan salahsatu fungsi hukum, yakni hukum sebagai sarana perubahan
sosial atau sarana rekayasa masyarakat ( social engineering ).
Fungsi hukum dalam masyarakat sangat beraneka ragam, bergantung pada berbagai
faktor dan keadaan masyarakat. Disamping itu, fungsi hukum dalam masyarakat yang belum
maju juga akan berbeda dengan yang terdapat dalam masyarakat maju. Dalam setiap masyarakat
hukum lebih berfungsi untuk menjamin keamanan dalam masyarakat dan jaminan pencapaian
struktur sosial yang diharapkan oleh masyarakat.Namun, dalam masyarakat yang sudah maju
hukum, hukum menjadi lebih umum, abstrak, dan lebih berjarak dengan konteksnya.
Secara umum dapat dikatakan bahwa ada beberapa fungsi hukum dalam
masyarakat.Yaitu ;
1. Fungsi Menfasilitasi dalam hal ini termasuk menfasilitasi antara pihak-pihak tertentu
sehinggga tercapai suatu ketertiban.
2. Fungsi Represif dalam hal ini termasuk penggunaan hukum sebagai alat bagi elite
penguasa untuk mencapai tujuan-tujuannya.
3. Fungsi Ideologis fungsi ini termasuk menjamin pencapaian legitimasi, hegemoni,
dominasi, kebebasan, kemerdekaan, keadilan dan lain-lain.
4. Fungsi Reflektif dalam hal ini hukum merefleksi keinginan bersama dalam masyarakat
sehingga mestinya hukum bersifat netral.
Fungsi hukum menurut masyarakat yaitu, hukum merupakan sarana perubahan
sosial.Dalam hal ini, hukum hanyalah berfungsi sebagai ratifikasi dan legitimasi saja sehingga
dalam kasus seperti ini bukan hukum yang mengubah masyarakat, melainkan perkembangan
masyarakat yang mengubah hukum.
Kemudian dalam suatu masyarakat terdapat aspek positif dan negatif dari suatu gaya
pemerintahan yang superaktif. Negatifnya adalah kecenderungan menjadi pemerintahan tirani

dan totaliter. Sedangkan positifnya adalah bahwa gaya pemerintahan yang superaktif tersebut
biasanya menyebabkan banyak dilakukannya perubahan hukum dan perundang-undangan yang
dapat mempercepat terjadinya perubahan dan perkembangan dalam masyarakat. Perkembangan
masyarakat seperti ini bisa kearah positif, tetapi bisa juga kearah yang negative
E.

Contoh Kasus: Kenakalan Remaja

Pembunuhan Siswa SMA Pangadiluhur Jakarta Dalam Perspektif Sosiologi Hukum


Dalam kajian yag akan diangkat dalam makalah ini adalah analisis tentang kenakalan
remaja di kalangan pelajar SMA yaitu kasus pembunuhan pelajar SMA PANGUDILUHUR. Hal
ini menjadi sorotan banyak pihak ketika nilai-nilai dan norma hukum telah luntur jelas
dikalangan remaja sekarang ini. Dalam hal ini terjadi karena adanya diintegrasi antat pihak satu
dengan pihak yang lain sehingga terjadi ketidaksepahaman tujuan. Kondisi psikis remaja yang
liar dan kurang labil merupakan salah factor pemicu terjadinya kekerasan pada remaja. Masalah
hubungan antara bentuk masyarakat dan jenis-jenis hokum Lambang kesetiakawanan social
yang tampak dianggap sebagai kesetiakawanan yang sungguh,yakni sebagai suatu bentuk
kemasyarakatn) itu hokum (Durkheim :Division du Travail Sosial 1893). Dalam kasus
ini,fenomena kenakalan remaja merupakan permasalahan yang kompleks dan perlu adanya solusi
yang tepat dari masyarakat.Dalam kasus ini adalah jenis kejahatan criminal pembunuhan,
Sudarsono (2004). Kejahatan pembunuhan dusebut pula dalam istilah bahasa Belanda
Doodslag. KHUP buu II Bab XIX pasal 338 merumuskan bahwa pembunuhan : Barang siapa
yang sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana paling
lama penjara 15 Tahun.
A.

Kenakalan remaja dan tingginya tingkat kriminalitas.

B.

Perilaku Individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari faktor Individual

C. Disorganisasi sebagai sumber masalah


D.

Solusi dan tahapan- tahapan


Kenakalan remaja dan tingginya tingkat kriminalitas Kenakalan remaja merupakan salah
satu permasalahn yang sangat komplek terjadi saat ini. Karena dalam permasalahn ini
menyangkut institusi lembaga yang berperan penting dalam pola pendidikan seorang anak.yaitu
lembaga keluarga dan lembaga pendidikan serta pengaruh pola sosialisasi yang
disorganisasi.Keluarga adalah merupakan suatu yang terbentuk karena ikatan perkawinan (Pola
Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga,2006). Hilangnya kontrol sosial yang terdapat
jiwa remaja seringkali memnjadikan boomerang untuk mereka .
Contoh kasus Raafi adalah siswa SMA kelas III Pangudi Luhur. Pemuda 17 tahun tersebut tewas
setelah ditusuk orang tak dikenal saat berada di klub Shy Rooftop, Kemang.Pavilion, Kemang,

Jakarta Selatan. Sebelum sempat dirawat di rumah sakit,nyawanya sudah melayang tak tertolong.
Kejadian penusukan tersebut terjadi pada Sabtu, 5 November 2011 dini hari.Ini merupakan
contoh lunturnya nilai nilai dan norma norma sosial yang tak dipegang serta dan kurangnya
penanaman nilai nilai dan norma hokum yang disampaikan oleh keluarga sejak dini. Dalam hal
ini peran sentarl keluarga yang merupakan penerapan pola pendidikan primer (pertama kali) saat
ini dinilai kurang memperhatikan aspek nilai nilai agama.

Solusi dan tahapan-tahapan Solusi dengan 4 tahapan Identifikasi masalah


- Kenakalan remaja dan kaitanya dengan kriminalitas
- Kasus pembunuhan pelajar SMA Pangudiluhur Diagnosis (pendekatan, personable approach
,system blame approach)
- Teori Konflik Sosial
- Teori Stratifikasi Fungsional
- Teori Per anan Sosial
- Teori Hobbes
- Teori Tindakan Treatme ( pemecahan masalah) cara yang dilakukan rehabilitation, preventip
(antisipasi), development(usaha mengembangkan individu)

A.

Potensi preventif terhadap remaja

1.

Penyuluhan kesadaran hokum terhadap anak remaja

- Pengetahuan hokum
- Pemahaman kaidah-kaidah hokum
- Sikap terhadap norma- norma hokum
- Perilaku hokum

B. Motivasi anak
untuk mematuhi hokum Jika dipikirkan lebih lanjut,tampaknya ada beberapa faktor

pendorong yang dipatuhi remaja untuk sdar hokum dalam masyarakat yaitu:
a. Dorongan bersifat psikologis
b. Dorongan untuk memelihara nilai-nilai yang luhur dalam masyarakat
c. Dorongan untuk menghindari sanksi hukum.
.

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka kami dapat mengambil beberapa kesimpulan :
1. Sosiologi hukum adalah disiplin ilmu yang sudah berkembang dewasa ini bahkan
banyak penelitian hukum di Indonesia mempergunakan metode yang berkaitan dengan sosiologi
hukum. Ilmu ini juga merupakan cabang dari ilmu sosiologi.Walaupun sebagian berpendapat
bahwa ilmu ini cabang dari ilmu hukum.
2. Fungsi hukum dalam masyarakat tergantung dari berbagai faktor dan keadaan
masyarakat. Masyarakat yang sudah maju berbeda kebutuhan hukumnya dengan masyarakat
yang belum maju.Sehingga fungsi hukumnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat
tersebut.
Setelah dipahami dan di paparkan secara lebih dalam dapat disimpulkan bahwa ada suatu
fenomena dan fakta tentang kenakalan remaja saat ini yang mengarah pada kriminalitas
sosial.Seharusnya keluarga yang merupakan lenbaga keluarga yang pertama kali seorang
mendapatkan sosialisasi pertama perlu ditanamkanya nilai-nilai dan aspek-aspek agama yang
sangat aplikatif sehingga nilai nilai itu akan terbawa saat si anak akan menginjak pada
kedewasaan