Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Di zaman modern ini masih banyak masyarakat Indonesia yang
kurang mengerti tentang adanya rasa kebersamaan. Banyak tindakan yang
dapat menunjukkan kebersamaan, salah satunya adalah kegiatan gotong
royong. Gotong royong adalah suatu proses dimana masyarakat
melakukan suatu kegiatan atau tindakan secara bersama-sama. Gotong
royong merupakan kegiatan yang sangat menguntungkan bagi kemajuan
bangsa Indonesia karena dapat memajukan kehidupan sosial dalam hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Banyak contoh dari kegiatan
gotong royong, antara lain kerja bakti, bakti sosial, dan berbagai macam
kegiatan yang melibatkan banyak orang dan bertujuan positif bagi
kebaikan masyarakat sendiri. Gotong royong tidak hanya dalam konteks
melakukan suatu kegiatan saja tetapi juga dalam konteks saling
menghargai.
Saat ini di Indonesia terdapat dua kelompok masyarakat yaitu
masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Di masyarakat perkotaan
rasa gotong royongnya masih kurang karena rasa individualismenya sangat
tinggi, dan di perkotaan nilai tradisi serta budayanya telah luntur karena
sikap kurang peduli masyarakat terhadap budaya itu sendiri dan karena
perkembangan IPTEK yang mengakibatkan masyarakat beranggapan
bahwa nilai budaya tidak penting dan kuno. Tidak hanya itu, masyarakat
perkotaan lebih menitikberatkan kehidupannya dalam nilai ekonomi secara
materialisme. Sedangkan pada masyarakat pedesaan, rasa gotong
royongnya masih tinggi dikarenakan sebagian besar masyarakat pedesaan
mempunyai pemikiran yang beranggapan bahwa nilai budaya sangat
penting bagi mereka. Selain itu, di pedesaan perkembangan IPTEK masih
belum terlalu terpengaruh dari dunia luar.

1.2

Tujuan

1.2.1

Untuk meningkatkan rasa gotong royong di masyarakat terutama di


masyarakat perkotaan agar lebih menghargai nilai budaya yang

1.2.2

masih ada dan menjaga nilai budaya tersebut agar tidak luntur.
Untuk membentuk pribadi yang peduli dan rasa kebersamaan antar
individu di masyarakat.

BAB II
DASAR TEORI
Dalam skenario yang berjudul gotong royong ini ditemukan empat kata
kunci yaitu, komunikasi, ekonomi, budaya, dan IPTEK.
2.1 Komunikasi
2.1.1 Pengertian Umum
Komunikasi adalah suatu kegiatan penyampaian pesan atau
informasi tentang pikiran atau perasaan dari seseorang kepada
orang lain.
2.1.2

Tujuan Komunikasi

Tujuan dari komunikasi ialah penyampaian informasi (ide,


gagasan/pikiran) kepada orang lain.
2.1.3

Macam-macam Komunikasi
Secara umum terdapat dua jenis komunikasi yaitu sebagai berikut:
2.1.3.1 Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah bentuk penyampaian informasi
kepada orang lain dengan menggunakan kata-kata yang
dimengerti antara pemberi informasi dan yang menerima.
Kata-kata yang dimaksudkan adalah ragam bahasa yang
digunakan saat berkomunikasi. Jenis-jenis komunikasi
verbal adalah komunikasi antar individu, komunikasi antara
individu dengan kelompok, komunikasi antar kelompok.
2.1.3.2 Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi Non-Verbal adalah bentuk penyampaian
informasi kepada orang lain dengan menggunakan gerak
tubuh, contohnya gerakan menggeleng-gelengkan kepala,

2.1.4

mengangkat bahu dan gerakan tangan.


Cara Berkomunikasi
2.1.4.1 Secara langsung
Komunikasi yang dilakukan dengan cara saling bertemu
dan tatap muka langsung.
2.1.4.2 Secara tidak langsung
Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan media
atau perantara dalam berkomunikasi. Terdapat beberapa
media/perantara yang digunakan dalam berkomunikasi
yaitu sebagai berikut :
o Elektronika : HP, telepon rumah, TV, Radio, Internet
o Media masa : Koran, Majalah, Buletin, Surat

2.2

Ekonomi
2.2.1 Pengertian Ekonomi
Ekonomi berasal dari bahasa yunani, yang berasal dari kata
Oikos dan Nomos. Oikos artinya Rumah tangga dan Nomos artinya
aturan. Jadi, ilmu ekonomi adalah Suatu ilmu yang mempelajari
tentang aturan rumah tangga.
Menurut Professor Paul Anthony Samuelson, seorang ahli
ekonomi dari Massachusetts Instute of Technology, telah

mengumpulkan sekurangkurangnya enam buah definisi dari


berbagai ahli lain. Ke enam definisi tersebut adalah :
2.2.1.1 Ilmu ekonomi atau ekonomi politik (political economy)
adalah Suatu studi tentang kegiatan kegiatan yang,
dengan, atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau
melibatkan transaksitransaksi pertukaran antarmanusia.
2.2.1.2 Ilmu ekonomi adalah Suatu studi mengenai bagaimana
orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan
sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang
barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang
langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan
berbagibagai barang (misalnya gandum, daging, mantel,
perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom)
serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada anggota
masyarakat untuk mereka pakai / konsumsi.
2.2.1.3 Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang manusia dalam
kegiatan hidup mereka sehari hari (untuk) mendapat dan
menikmati hidup.
2.2.1.4 Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang bagaimana
manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisir kegiatan
kegiatan konsumsi dan produksinya.
2.2.1.5 Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan.
2.2.1.6 Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang caracara
2.2.2

memperbaiki masyarakat.
Alat-alat ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi mempunyai dua alat utama, yaitu:
2.2.2.1 Metode induksi dan metode deduksi
Suatu metode penyelidikan, dimana dari halhal khusus
disimpulkan halhal yang bersifat umum.
2.2.2.2 Matematika dan statistika.
Merumuskan fungsifungsi yang berlaku di antara peubah

2.2.3

peubah (variabelvariabel) ekonomi.


Motif Ekonomi

Didalam ekonomi, terdapat motif ekonomi. Motif ekonomi


adalah suatu motivasi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup
seharihari dalam mencapai kemakmuran dan kesejahteraan hidup.
Ada 4 motif ekonomi, yaitu :

2.2.4

2.2.3.1 Motif sosial


2.2.3.2 Motif memperoleh kepuasan
2.2.3.3 Motif memperoleh kebanggaan
2.2.3.4 Motif memperoleh kemakmuran dan kesejahteraan hidup
Pelaku Ekonomi
Ada 3 pelaku ekonomi :

2.3

2.2.4.1 Produsen
2.2.4.2 Distributor
2.2.4.3 Konsumen
Budaya
2.3.1 Pengertian Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi.
2.3.2

Unsur Budaya
2.3.2.1 Agama
2.3.2.2 Politik
2.3.2.3 Adat istiadat
2.3.2.4 Bahasa
Bahasa, sebagaimana juga budaya

merupakan

bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak


orang

cenderung

menganggapnya

diwariskan

secara

genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan


orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari.
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang
digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau
berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan

(bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati


atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.
Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan
adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan
sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala
bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi
menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa
secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi,
berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan
adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus
adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan
sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskahnaskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan
dan teknologi.
2.3.2.5 Perkakas
2.3.2.6 Pakaian
2.3.2.7 Bangunan
2.3.2.8 Karya seni
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai
komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.

Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki


4 unsur pokok, yaitu:

2.

alat-alat teknologi

sistem ekonomi

keluarga

kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang


meliputi:

sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama


antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan
diri dengan alam sekelilingnya

organisasi ekonomi

alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas


untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan
utama)

2.3.3

organisasi kekuatan (politik)

Wujud Budaya
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan
menjadi tiga:
2.3.3.1 Gagasan
Wujud

(Wujud
ideal

kebudayaan

ideal)

adalah

kebudayaan

yang

berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, normanorma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak;
tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini
terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga
masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan
mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari
kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan bukubuku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
2.3.3.2 Aktivitas
(tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan
berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini
sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini
terdiri

dari

aktivitas-aktivitas

manusia

yang

saling

berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan


manusia

lainnya

menurut

pola-pola

tertentu

yang

berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi


dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan
didokumentasikan.
2.3.3.3 Artefak

(karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil


dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam
masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat
diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling
konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Berdasarkan

wujudnya

tersebut,

kebudayaan

dapat

digolongkan atas dua komponen utama:

Kebudayaan

material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat


yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini
adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian
arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan
seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barangbarang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga,
pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

Kebudayaan

nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang


diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa
dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
2.3.4

Elemen Budaya Tradisional Indonesia

Tarian

Ritual

Ornamen

Motif Kain

Alat Musik

Cerita Rakyat

Musik dan Lagu

Data Makanan

Seni Pertunjukan

Produk Arsitektur

Pakaian Tradisional

Permainan Tradisional

Senjata dan Alat Perang

Naskah Kuno dan Prasasti

Tata cara Pengobatan dan Pemeliharaan Kesehatan

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka


yang

koheren

untuk

mengorganisasikan

aktivitas

seseorang

dan

memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.


2.4

IPTEK
2.4.1

Pengertian ilmu pengetahuan


Batas kajian ilmu adalah fakta sedangkan batas kajian
filsafat adalah logika atau daya pikir manusia. Ilmu menjawab
pertanyaan why dan how sedangkan filsafat menjawab
pertanyaan why, why, dan why dan seterusnya sampai jawaban
paling akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia
(mungkin juga pertanyaan-pertanyaannya teru dilakukan sampai
never ending)..oleh Heidegger, setiap telaahan filosofis terdapat
unsur metafisik.

Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan


sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil- dalil
tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir,1988)
Konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal, yaitu
adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi.
(Shapere, 1974)
Pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi
subjektif dan kosistensi dengan realitas sosial. (Schulz, 1962)
Ilmu tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang
terhimpun secara sistematis, tetapi juga merupakan suatu
metodologi.
Empat pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ilmu
pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau
fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan
masyarakat). Yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu
artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahuan tentang sesuatu
yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait.
Alam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala
yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi.
Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau
akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu
yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya
ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan
mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma
masakan tersebut.
Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan
pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau
pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan
melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara
empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat
berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat
melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang
ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa
didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi

berulangkali. Misalnya seseorang yang sering dipilih untuk


memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan
pengetahuan tentang manajemen organisasi.
Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang
didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai
rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang
bersifat apriori, tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya
pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1+1=2
bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris,
melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi. Pengetahuan
adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh
seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada
deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara
Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan
analisis yang rasional, sistimatik, logik, dan konsisten. Hasilnya
dari

ilmu

pengetahuan

dapat

dibuktikan

dengan percobaan yang transparan dan objektif. Ilmu pengetahuan


mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang
sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat,
misalnya pada ilmu-ilmu : fisika, kimia, kedokteran, pertanian,
2.4.2

rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.


Pengertian Teknologi
Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu
definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat,
mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan
masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal
sebelum sains dan teknik.
Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan
tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun jika pada
kenyataannya teknologi malah mepersulit, layakkah disebut Ilmu
Pengetahuan?
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat
yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang

baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang sangat lama


seperti roda juga disebut sebuah teknologi.
Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah
teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam
bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi
produk yang diinginkan ( dan pengetahuan kita tentang apa yang
bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan
teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat
manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah.
Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat
dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan
kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan
engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains
mengacu pada pemahaman kita tentang definisi mengenai sains
menurut sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah
mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (198,
161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan strukturstruktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan
dasar rakyat dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu
epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan
budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh
suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan
dunianya. Sedangkan rekayasa menurut Djoyohadikusumo (1994,
222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi,
energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk
mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi
mancakup

teknik

dan

peralatan

untuk

menyelenggarakan

rancangan yang didasarkan atas hasil sains.


Makna teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna
sains, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi,
berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia yang diperoleh dari
asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama

kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas,


maknanya adalah pembahasan sistematis atas seni terapan atau
pertukangan,

dan

berangsur-angsur

artinya

merujuk

pada

pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas


untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga
metode dan teknik non material. Yang berarti suatu aplikasi
sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar
definisi

teknologi

lanjut

Capra

(2004,

107)

menekankan

hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti


dikutip Capra (2004, 107) mendifinisikan teknologi sebagai
kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan
pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara
yang memungkinkan pengulangan.
Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art)
atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi
adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah
praktis.
Untuk membatasi pengertian teknologi yang luas, maka
pengertian teknologi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.

Teknologi sebagai barang buatan


Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki
kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia itu
kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar
kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit
berulang. Tetapi barang-barang buatan tidak hanya terbatas
pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya
belum terpikirkan

b.

Teknologi sebagai kegiatan manusia


Kegiatan manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan
menggunakan. Kegiatan manusia itu merupakan bentuk
dari teknologi itu sendiri.

c.

Teknologi sebagai kumpulan pengetahuan


Kegiatan membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas
dari ilmu membuat (produk) dan ilmu menggunakan
(konsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari
pengetahuan yang didapat manusia dari berbagai sumber.

d.

Teknologi sebagai kebulatan system


Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai
kalau teknologi ditinjau sebagai suatu system. Ini berarti
teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsur-unsur yang
saling

berkaitan

dan

saling

mempengaruhi

dalam

lingkungan system itu sendiri.


Memahami teknologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu
pengetahuan alam (nature science) dan rekayasa (engineering).
Ilmu pengetahuan alam adalah input bagi proses ilmu rekayasa
2.4.3

sedangkan teknologi adalah hasil proses rekayasa.


Pengertian IPTEK
Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai
pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat
dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai

2.4.4

bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada.


Manfaat dari IPTEK
Untuk mengetahui mengenai pengetahuan suatu bidang
yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan
gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan

2.4.5

teknologi-teknologi yang ada.


Sarana dan Prasarana yang diperlukan dalam IPTEK :
Sarana :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

TV
Radio
Telepon
Komputer
Buku
Koran
Majalah, dan sebagainya

Prasarana :
a.
b.
c.
d.

Laboratorium
Perpustakaan
Museum
Warnet, dan sebagainya

BAB III
SKENARIO
GOTONG ROYONG
Ketika baru lulus, dr Hitam manis ditempatkan di sebuah puskesmas di
desa antar suku, dimana masyarakatnya memiliki status sosial yang beragam
terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan agama, tetapi rasa gotong royong
dan rasa saling menghormatinya sangat luar biasa sehingga jarang terjadi
pertentangan.
Sebagai seorang pendatang dr Hitam manis berusaha untuk beradaptasi
karena beberapa dokter sebelumnya mengeluh dan tidak pernah bertahan lebih
dari enam bulan. Alas an yang dikemukakan adalah berkaitan dengan tradisi dan
budaya masyarakat wilayah desa antar suku ini.
Kebiasaan masyarakat wilayah ini bila berobat sering membayar dengan
hasil bumi ataupun hewan ternak yang mereka miliki, seperti ayam, telur, beras
dan sebagainya. Bila dihitung dengan tunai memang tidak seberapa dan kadang
dirasa kurang seperti yang diinginkan seorang dokter.
Sehari-hari merela menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi.
Sangat jarang diantara mereka yang bisa berbahasa Indonesia secara baik dan
benar, sehingga sering terjadi salah komunikasi antara dokter dan pasien. Hal ini
berdampak pada pengobatan karena keluhan pasien sulit dipahami dan bahkan
kadang mereka emosi dan menganggap dokter tidak mampu mengobati penyakit
mereka.
Di samping masalah-masalah di atas, dr. Hitam manis juga merasa
kesukaran dalam meng-update ilmu-ilmu kedokterannya, walaupun buku-buku

kedokteran sudah ia bawa semua, tetapi ia masih saja merasa kekurangan, dan
mencari cara untuk mendapatkan informasi terkini dunia kedokteran.

BAB IV
PROBLEM
Problem/masalah yang terdapat dalam skenario tersebut adalah:
3.1

3.2

Komunikasi
3.1.1 Salah komunikasi antara dokter dengan pasien
3.1.2 Simbol-simbol yang digunakan dalam berkomunikasi
3.1.3 Cara yang digunakan dalam berkomunikasi
Ekonomi
3.2.1 Perekonomian di desa yang masih tradisional (menggunakan cara
3.2.2

barter)
Ketidakpuasan

dokter

dalam

menerima

pembayaran

dari

masyarakat desa yang berupa hasil bumi ataupun hewan ternak


3.3

3.4

yang bila dihitung dengan tunai tidaklah seberapa


Budaya
3.3.1 Dokter hanya mendapat imbalan seadanya dari pasien.
3.3.2 Pasien hanya bisa memakai bahasa daerah mereka sendiri.
3.3.3 Dokter susah beradaptasi dengan budaya rakyat tersebut.
IPTEK
3.4.1 Susahnya dalam men-update imu-ilmu kedokteran
3.4.2 Masih kurangnya fasilitas untuk mendapatkan informasi-informasi
terkini dunia kedokteran

BAB V
DISKUSI

5.1

Komunikasi

Dalam sekenario 1 terjadinya miscommunication antara dokter


dengan pasien yang membuat informasi dan penjelasan-penjelasan dari
dokter tidak semua tersampaikan kepada pasien yang disebabkan karena
perbedaan bahasa yang digunakan antara dokter dan pasien. Hal ini terjadi
karena dokter tidak begitu mengerti tentang bahasa daerah yang digunakan
masyarakat setempat sedangkan masyarakat setempat juga tidak bisa
berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Dari masalah tersebut membuat pasien emosi dan mengeluhkan
kinerja dokter tersebut, walaupun sebenarnya bukan dokter yang tidak
mampu

menangani

pasien

tersebut

dengan

baik

melainkan

kesalahpahaman antara dokter dan pasien karena dokter tidak memahami


keluhan pasien yang disampaikan dalam bahasa daerah. Hal ini sangat
mempersulit dokter untuk mengetahui keluhan tentang penyakit pasien.
Disinilah petingnya komunikasi dalam menyampaikan informasiinformasi penting kepada seseorang, oleh karena itu sebagai warga Negara
Indonesia sebaiknya dapat berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar
walaupun bahasa daerah juga dapat digunakan untuk berkomunikasi dalam
kehidupan sehari-hari sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara
5.2

komunikator.
Ekonomi
Di jaman modern ini, ilmu pengetahuan, teknologi dan
perekonomian sudah canggih, alat pembayaran yang digunakanpun dalam
kegiatan perekonomian sudah praktis yaitu berupa uang tunai, kartu kredit
dan lain-lain. Alat pembayaran ini digunakan karena dinilai lebih praktis
dan dapat digunakan untuk membeli berbagai barang yang dibutuhkan.
Lain halnya dengan perekonomian tradisional yang menggunakan system
barter. Sistem ini jarang sekali digunakan karena dinilai kurang praktis dan
sulit. Di dalam sistem ini menerapkan prinsip menjual dan membeli yang
sama-sama menguntungkan dan mendapatkan kepuasan antara satu
dengan yang lain, maksudnya adalah penjual memberikan barangnya
kepada pembeli dan pembeli juga memberikan barangnya kepada penjual
dengan syarat barang yang ditukar tersebut sesuai dengan keinginan
masing-masing pihak. Tapi hal ini sangat sulit dilakukan karena terkadang
ada penjual yang mau menjual barangnya dan ditukarkan dengan barang

lain tapi tidak dapat/sulit menemukan pembeli yang mau memberikan atau
mempunyai barang yang diinginkan penjual sehingga tidak dapat
melakukan barter. Tapi lain halnya jika menggunakan uang tunai. Penjual
dapat menjual barangnya kepada orang yang membutuhkan barang
tersebut dan penjual tersebut mendapatkan uang tunai sehingga dapat
membeli barang lain yang ia butuhkan. Oleh karena itulah sistem barter
dianggap tidak efisien dan seiring dengan berjalannya waktu jarang
digunakan lagi.
Baik di kota maupun desa sudah mengalami kemajuan dalam
sistem pembayaran, kecuali bila masyarakat tersebut berada di desa yang
sangat terpencil, tradisional dan belum terpengaruh dari kemajuan jaman.
Contohnya saja, di desa tempat dr. Hitam manis ditempatkan, masyarakat
di desa tersebut membayar jasa dokter dengan hasil bumi ataupun hewan
ternak yang dimilikinya seperti ayam, telur, beras dan lain-lain. Hal ini
dianggap dokter kurang sepadan dengan jasa dokter yang telah mengobati
dan menyembuhkan pasien karena dokter tidak mendapatkan kepuasan
serta tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yang lain. Dalam hal ini,
masyarakat desa tidak bisa disalahkan karena perekonomian mereka
memang belum berkembang dan masih sederhana. Dokterpun harus bisa
memahami dan mengerti tentang perekonomian desa tersebut serta
menyadari bahwa tugas dokter adalah menolong dan mengobati pasien
semaksimal mungkin walaupun pasien tersebut tidak mempunyai apapun
untuk membalas jasa dokter. Dokter juga tidak boleh mengeluh dan
berusaha untuk menerima apapun yang diberikan kepadanya dengan iklas.
5.3

Budaya
Pada zaman modern ini, perkembangan globalisasi dan teknologi
semakin meluas. Hal ini berdampak pada hilangnya kebudayaankebudayaan daerah serta hilangnya rasa kekeluargaan dalam masyarakat.
Pada zaman dahulu, manusia hidup sangat sederhana dan memelihara
kebudayaannya karena dianggap sangatlah penting. Tapi pada zaman

sekarang karena berbagai macam pengaruh, budaya-budaya tradisional


mulai ditinggalkan.
Tapi, di Indonesia masih ada masyarakat yang masih mau
melestarikan kebudayaan, khususnya di masyarakat pedesaan yang belum
terlalu terpengaruh oleh perkembangan zaman. Sesuai dengan skenario 1
yang berjudul gotong royong, masyarakat di desa tersebut masih
mempertahankan budaya mereka. Walaupun masyarakatnya memiliki
status sosial yang beragam terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan
agama, tetapi rasa gotong royong dan saling menghormatinya sangat luar
biasa sehingga jarang terjadi pertentangan. Tetapi sebagai pendatang baru
dari kota, dokter-dokter sebelumnya mengelkuh karena adanya budaya
tersebut. Hal ini mungkin dirasa dokter tidak sesuai dengan kebudayaan
mereka di daerah perkotaan, oleh karena itu mereka merasa kesulitan
dalam beradaptasi dengan masyarakat di desa tersebut.
Selain itu, budaya masyarakat di desa tersebut masih tradisional,
terbukti dari pasien yang menggunakan hasil bumi atau hewan ternak
untuk membayar jasa yang di berikan oleh dokter. Dan bila dihitung
dengan tunai tidaklah seberapa dan kadang dirasa kurang seperti yang
diinginkan seorang dokter.
Pasien di desa tersebut juga masih menggunakan bahasa daerah
mereka untuk berhubungan dengan dokter, sehingga mempersulit seorang
dokter tersebut dalam memahami bahasa yang mereka pakai, yaitu saat
pasien berkonsultasi tentang penyakit yang di derita pasien kepada dokter.
Padahal dokter yang ada di desa tersebut berasal dari kota, yang belum
bisa beradaptasi dengan masyarakat di desa itu.
5.4

IPTEK
Berada di desa yang masih tradisional menjadi kesulitan tersendiri
bagi dokter yang ditugaskan di desa tersebut. Salah satu kesulitan yang
dialami Dokter Hitam manis yaitu mencari info tentang berita kedokteran
terkini. Walaupun telah membawa semua buku-buku kedokterannya,
dokter Hitam manis merasa kurang informasi karena ilmu kedokteran

sangat cepat berkembang sehingga dokter juga dituntut untuk mengikuti


perkembangan ilmu kedokteran tersebut.
IPTEK di desa ini belum maju. Terbukti dari tingkat pendidikan di
desa tersebut masih rendah. Masyarakat di desa tersebut

tidak bisa

berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Walaupun masyarakat di desa


tersebut ingin mempertahankan budaya dalam berbicara bahasa daerah,
namun sebagai bangsa Indonesia, mereka seharusnya juga dapat berbicara
bahasa Indonesia dengan baik dan benar karena jika kelak bertemu dengan
orang yang berbeda suku mereka masih bisa saling berkomunikasi.
Jauh dari kehidupan perkotaan yang modern dan berteknologi
canggih membuat dokter sulit mendapatkan perkembangan ilmu
kedokteran, sehingga menyebabkan banyak dokter yang tidak dapat
bertahan dengan situasi dan kondisi desa tersebut yang kurang memuaskan
bagi masyarakat perkotaan.

BAB VI
ANALISA/HASIL DISKUSI

6.1

Komunikasi
Komunikasi sangat penting dalam menyampaikan informasiinformasi kepada seseorang, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman antar
komunikator. Oleh karena itu, perlu bagi masyarakat mempelajari bahasa
nasional di Negara mereka. Tapi masyarakat juga tidak boleh melupakan

6.2

bahasa daerahnya sendiri karena merupakan ciri khas dari daerah tersebut.
Ekonomi
Masyarakat desa tersebut tidak bisa disalahkan karena
perekonomian mereka memang belum berkembang dan masih sederhana.

Dokterpun harus bisa memahami dan mengerti tentang perekonomian desa


tersebut serta menyadari bahwa tugas dokter adalah menolong dan
mengobati pasien semaksimal mungkin walaupun pasien tersebut tidak
mempunyai apapun untuk membalas jasa dokter. Dokter juga tidak boleh
mengeluh dan berusaha untuk menerima apapun yang diberikan
6.3

kepadanya dengan iklas.


Budaya
Perbedaan budaya pada skenario ini sangat banyak misalnya,
perbedaan bahasa, dan alat pembayaran yang digunakan. Perbedaanperbedaan tersebut membuat terjadinya ketidaknyamanan dan kepuasan
bagi masyarakat desa maupun dokter yang bertugas disana. Oleh karena
itu, dokter harus berupaya lebih sabar dalam menghadapi perbedaanperbedaan tersebut dan mempelajari bahasa daerah yang digunakan

6.4

masyarakat di desa tersebut.


IPTEK
IPTEK di desa tersebut sangat minim karena dokter hitam manis
kesulitan mencari info tentang berita kedokteran terkini. Hal ini
dikarenakan tingkat pendidikan di desa tersebut rendah, ini dibuktikan
dengan bagaimana mereka berbicara bahasa indonesia yang masih sering
salah. Penyebab kedua, terpencilnya desa tersebut sehingga jauh dari
peradaban orang-orang modern. Ini mengakibatkan perkembangan
teknologi di desa tersebut kurang dan masyarakatnya sulit memahami
tentang teknologi yang sedang berkembang saat ini. Penyebab ketiga yaitu
kentalnya kebudayaan masyarakat desa, sehingga banyak dari mereka
masih menggunakan cara-cara tradisional seperti melakukan transaksi
pembayaran dengan barter (tukar-menukar barang/jasa).

BAB VII
KESIMPULAN
7.1

Dari data- data tersebut dapat disimpulkan bahwa:


Komunikasi
Terjadinya salah komunikasi antara dokter dengan pasien karena
pasien yang menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi dan
sangat jarang diantara mereka yang dapat berbicara bahasa Indonesia
secara baik dan benar sehingga berdampak pada pengobatan karena
keluhan pasien sulit diketahui sehingga terkadang pasien menjadi emosi

7.2

dan menganggap dokter tidak mampu mengobati penyakit mereka.


Ekonomi
Perekonomian di desa tersebut masih tradisional

yaitu

menggunakan barter. Pasien membayar jasa dokter dengan hasil bumi


ataupun hewan ternak yang dirasa kurang bagi dokter jika dihitung dengan
7.3

nilai tunai. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan bagi seorang dokter.


Budaya
Di desa tersebut budayanya masih tinggi dan tradisional. Dan itu
merupakan kebanggaan bagi desa tersebut. Apalagi di desa itu terdapat
berbagai macam suku bangsa dan agama, tetapi rasa gotong royong dan
saling menghormatinya sangat luar biasa sehingga jarang terjadi
pertentangan. Dari hal ini, dapat membuktikan bahwa masyarakat di desa
tersebut tidak membeda-bedakan suku bangsa lain sehingga seharusnya
dokter dapat lebih mudah beradaptasi di desa itu. Tapi karena adanya

berbagai factor perbedaan budaya membuat dokter kesulitan untuk


7.4

beradaptasi.
IPTEK
Di desa yang terpencil sangat sulit untuk menemukan sumber
teknologi yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi dari luar.
Hal inilah yang dialami dokter Hitam manis yang kesulitan meng-update
ilmu-ilmu kedokterannya walaupun sudah semua buku-bukunya ia bawa.

BAB VIII
PLANNING
Pada dasarnya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan . Oleh
karena itu, pemecahan masalah yang dapat dilakukan dalam skenario yang
berjudul gotong royong adalah:
7.1
Komunikasi
7.1.1 Dokter sebaiknya mencari penerjemah yang bisa atau mengerti
7.1.2

bahasa daerah setempat


Masyarakat desa diharapkan mau belajar bahasa Indonesia yang
baik dan benar karena bahasa Indonesia merupakan bahasa bangsa
walaupun dalam

7.1.3

daerah
Pemerintah

kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa

Daerah

setempat

diharapkan

dapat

menciptakan/membuat program pendidikan yang nantinya dapat


digunakan sebagai wadah pembelajaran bahasa Indonesia yang
baik dan benar agar tidak terjadi salah komunikasi
7.2

Ekonomi
7.2.1

Dokter diharapkan dapat memaklumi perekonomian di desa


tersebut karena di desa itu kegiatan perekonomiannya masih
tradisional dan sulit mencari alat pembayaran yang berupa uang

7.2.2

tunai
Pemerintah Daerah diharapkan dapat membantu mengembangkan
perekonomian di desa tersebut

7.3 Budaya

7.3.1

Dokter mau beradaptasi dengan kebudayaan daerah setempat


walaupun bukan kebudayaan dari daerahnya sendiri, misalnya
dengan ikut kegiatan gotong royong dan berbagai kegiatan lainnya

7.3.2

agar dapat berbaur dengan masyarakat di desa tersebut.


Masyarakat desa diharapkan mau membantu dokter untuk
beradaptasi

sehingga

mereka

juga

tidak

kesulitan

untuk

bersosialisasi dengan dokter.


7.4

IPTEK
7.4.1

Dokter sebaiknya memasang koneksi internet di puskesmas agar


dokter tidak mengalami kesulitan dalam men-update ilmu-ilmu

7.4.2

kedokteran
Dokter sebaiknya aktif dalam mencari buku-buku terkini dunia
kedokteran contoh nya melalui internet.

BAB IX
PENUTUP
Dalam pembuatan makalah ini diharapkan pembaca dapat mengambil halhal positif dan mendapatkan pelajaran yang berharga tentang bagaimana

beradaptasi dalam suatu lingkungan yang baru. Sebagai calon dokter, penulis
nantinya juga akan ditempatkan di daerah yang terpencil, seperti di desa antar
suku sehingga saat ini setidaknya penulis serta pembaca dapat lebih berpikiran
terbuka dan tidak menutup diri dari masyarakat desa serta mau bersosialisasi agar
terjalin hubungan yang baik.
Dalam makalah ini, penulis juga memohon maaf apanila ada kata-kata
yang kurang berkenan. Serta, penulis berterima kasih kepada berbagai pihak yang
telah membantu dalam proses penyelesaian makalah ini terutama kepada
Pembimbing Tutor yaitu Drs. Mas Loegito.,MS.
Sekian dan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
IPS untuk SMP. Yudhistira
Devito, Joseph. 1997. Komunikasi Antar Manusia
Djuarsa, Sasa. 1994. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Effendy, Onong. 2000. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakaya.
Farouk. 2004. Praktik Ilmu Komunikasi. Teraju.
Golberg, Elarson. 1985. Komunikasi Kelompok. Jakarta: Universitas Indonesia.
LittleJohn. 1999. Theories of Human Communication. United States of America:
Wadsworth Publishing Company.
Muhhamad, Arni. 2004. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Panuju, Redi. Komunikasi Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Robbins, Stephen. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Rosyidi, Suherman. Pengantar Teori Ekonomi.
Trenholm, Sarah. 1986. Human Communication Theory. New Jersey: Prentice
Hall Englewood Cuffs.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/budaya
http://www.budaya-indonesia.org/iaci/halaman_utama