Anda di halaman 1dari 4

Lampiran Materi

A. Kalor
Pernahkah kamu membuat es teh manis? Jika pernah, maka saat membuat es teh kamu akan
mencampurkan air panas atau air hangat dengan es batu. Air panas atau hangat memiliki suhu
yang lebih tinggi, sedangkan es batu memiliki suhu yang lebih rendah. Setelah beberapa lama,
maka campuran teh hangat dengan es batu akan mencapai suhu yang sama. Mengapa hal tersebut
dapat terjadi?
Apabila benda-benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan, aka nada
perpindahan panas atau sering disebut perpindahan kalor dari benda bersuhu tinggi ke benda
bershu rendah. Pepindahan kalor terhenti setelah benda-benda bersentuhan mencapai suhu yang
sama.
Secara alami, kalor dengan sendirinya berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda
bersuhu rendah. Perpindahan kalor cenderung menyamakan suhu benda yang saling bersentuhan.
Pada abad ke-18, para fisikawan menduga bahwa aliran kalor merupakan gerakan suatu fluida,
suatu jenis fluida yang tidak kelihatan (fluida adalah zat yang dapat mengalir, zat cair dan gas
termasuk kategori fluida). Fluida tersebut dinamakan caloric. Teori mengenai caloric tidak dapat
digunakan kembali karena berdasarkan hasil percobaan caloric tidak dapat dibuktikan.
Pada abad ke-19, seorang fisikawan Inggris bernama James Prescott Joule (1818-1889)
mempelajari cara memanaskan air dalam sebuah wadah menggunakan roda pengaduk.
Berdasarkan hasil percobaannya, Joule menyimpulkan bahwa kalor merupakan enegi yang
berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda bersuhu rendah. Kalor bukan suatu jenis
energi tertentu seperti energi kinetik, potensial, kimia, dll, tetapi kalor adalah energi yang
berpindah akibat perubahan suhu.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Joule dan ilmuwan lainnya, dapat diketahui
hubungan antara satuan kalo dengan satuan energy sebagai berikut.
1 kalori = 4,186 Joule
1 kkal = 1000 kalori = 4186 Joule

B. Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor


Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor dibutuhkan atau dilepaskan
untuk menaikkan atau menurunkan suhu satuan massa benda sebesar satu satuan suhu. Jika suatu
zat yang massanya m memerlukan atau melepaskan kalor sebesar Q untuk mengubah suhunya
sebesar T, maka kalor jenis zat itu dapat dinyatakan dengan persamaan:

c=

Q
m. T

atau
Q=m . c . T

Keterangan:
c = kalor jenis (J/kg.K)
Q = banyaknya kalor (Joule)
m = massa (kg)
T = perubahan suhu (Kelvin)
Berikut ini kalor jenis beberapa zat pada tekanan 1 atm dan suhu 200C (diperoleh melalui
percobaan).

Jenis Benda

Kalor Jenis (c)


J/kgC

Kkal/kgC

Air

4180

1,00

Alkohol

2400

0,57

Es

2100

0,50

Dari persamaan
Nilai dari

m. c

Kayu

1700

0,40

Aluminium

900

0,22

Marmer

860

0,20

Kaca

840

0,20

Besi/baja

450

0,11

Tembaga

390

0,093

Perak

230

0,056

Q=m . c . T

untuk benda-benda tertentu dari

m. c

adalah konstan.

disebut juga dengan kapasitas kalor yang diberi lambing C. Kapasitas kalor

didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang dibutuhkan atau dilepaskan untuk mengubah suhu
benda sebesar satuan suhu.
Persamaan kapasitas kalor dapat dinyatakan dengan:
C=

Q
T

atau
Q=C . T
dari persamaan diatas, maka diperoleh
Q=m . c

C = kapasitas kalor (J/K)

C. Azas Black
Apabila dua zat yang berbeda suhu dianpurkan maka zat yang bersuhu tinggi akan
melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan zat yang bersuhu rendah akan menyerap kalor
sehingga suhunya naik sampai terjadi kesetimbangan termal. Karena kalor merupakan suatu
energi maka berdasar hukum kekekalan energi diperoleh kalor yang dilepas sama dengan kalor
yang diserap.
Konsep tersebut sering disebut dengan Azas Black, yang secara matematis
Qdilepaskan =Qdiserap