Anda di halaman 1dari 11

INTRODUKSI

Sistem politik merupakan salah satu perangkat penting dalam kehidupan perpolitikan di
dalam suatu negara. Struktur dalam sistem politik mencakup dua hal, yaitu; supra struktur
dan infra struktur. Supra struktur meliputi badan eksekutif, badan legislatif dan badan
yudikatif. Sedangkan infrastruktur meliputi partai politik, kelompok kepentingan dan lainlain.
China merupakan salah satu negara sosialis-komunis yang terbilang cukup eksis hingga
saat ini. Ditengah-tengah pusaran kapitalis, China dapat bertahan dengan mencoba
beradaptasi terhadap sistem kapitalis. Hal tersebut terbukti dengan munculnya China sebagai
pusat kekuatan ekonomi tidak hanya di kawasan Asia Timur tetapi juga dunia. Dibidang
pertahanan dan keamanan, banyak isu-isu muncul terkait dengan semakin kuatnya militer
China ditambah lagi dengan produksi peralatan militer seperti; jet tempur, kapal selam, kapal
induk, tank dan lain-lain. China juga merupakan negara yang berada diposisi pertama dengan
jumlah tentara yang besar dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. China
merupakan negara yang tergolong aktif dalam organisasi internasional dan hubungan
diplomatik lainnya.

PERTANYAAN PENELITIAN
1. Bagaimanakah penerapan sistem politik dan pemerintahan yang ada di China ?

LITERATURE RIVIEW
Sistem politik di China mengikuti gaya sistem politik komunisme yang bersifat totaliter dan sedikit
dictator. Budaya politik totaliter memberikan penampilan yang homogen. Tetapi homogenitas
adalah sintetis. Karena tidak ada asosiasi sukarela, dan komunikasi politik dikendalikan dari
pusat, Dalam pandangan menyeluruh akan penetrasi masyarakat dengan sistem terpusat yang
dikontrol oleh organisasi di mana paksaan atau ancaman diterapkan, sistem totaliter, berbeda
dengan yang lain, cenderung menjadi non konsensual. Ini bukan untuk mengatakan bahwa itu
benar-benar tidak konsensual. Sebuah sistem politik sepenuhnya kekerasan yang tidak
terpikirkan. Pada dasarnya Negara China adalah Negara komunis yang dalam sistem
pemerintahan dan perekonomiannya menggunakan komunisme. Namun pada prakteknya,
seiring berjalannya waktu dan pergantian kepala pemerintahannya Kebijakan yang diambil
oleh Cina lebih banyak didasarkan pada kepentingan apa yang diperlukan pada saat itu.

PEMBAHASAN
1. Sistem Politik Di China
Bentuk sistem politik domestik China mengambil ide-ide dari ajaran Marxisme Leninisme.
Penggunaan ajaran Marxisme Lenin digunakan semenjak tahun 1949, dan berdasarkan ajaran
ini sistem pemerintahan China tersentralisasi di tangan pemerintah pusat. Sistem partai politik
Cina telah mengadopsi adalah kerjasama multi-partai dan konsultasi politik di bawah
kepemimpinan Partai Komunis China (CPC) (selanjutnya disebut "kerjasama multi-partai
sistem "), berbeda dari sistem kompetisi multi-partai negara-negara Barat dan sistem satu
partai dipraktekkan di beberapa negara lain. Sistem ini didirikan dan telah dikembangkan
selama latihan jangka panjang dari revolusi Cina, konstruksi dan reformasi. Ini adalah sebuah
sistem politik dasar yang sesuai dengan kondisi China. Ini adalah sebuah sistem partai politik
sosialis dengan karakteristik Cina, dan komponen kunci dari politik demokrasi sosialis China.
Konstitusi Republik Rakyat China menyatakan bahwa "kerjasama multi-partai dan
sistem konsultasi politik di bawah kepemimpinan Partai Komunis China akan terus eksis dan
berkembang untuk waktu yang lama untuk datang.Negara didominasi oleh partai tunggal
China yaitu Partai Komunis China (Chinese Communist Party), partai inilah yang secara
umum menjalankan pemerintahan dan memiliki pengaruh yang sangat kuat karena
merupakan kekuatan partai tunggal dalam pemerintahan China. Ciri sistem politik di China
itu adalah kerjasama multi partai di bawah pimpinan Partai Komunis China. Partai Komunis
China sebagai partai berkuasa, dan berbagai partai ambil bagian dalam pemerintahan dan
penyelenggaraan negara. Partai-partai demokratis adalah partai sahabat akrab dan partai
partisipasi pemerintahan yang bersatu dan bekerjasama dengan Partai Komunis China, bukan
partai oposisi. Partai-partai demokratis ambil bagian dalam pemerintahan negara, ambil
bagian dalam konsultasi mengenai kebijakan penting negara dan pemilihan pemimpin negara,
ambil bagian dalam pengelolaan urusan negara, ikut menyusun dan melaksanakan kebijakan,
undang-undang dan peraturan negara. Keadaan dan sifat negara China telah menentukan
bahwa pimpinan Partai Komunis China merupakan prasyarat terpenting dan jaminan
mendasar bagi kerjasama multi-partai. Tugas pokok dan tujuan negara adalah
mempertahankan serta mengembangkan sistem sosialis di semua bidang, bertahan dalam arus
reformasi dan mengembangkan ekonomi pasar. Di China terdapat badan Kongres Nasional
Rakyat yang dapat dikatakan mempunyai kekuasaan besar dalam sistem politik di China.

Kongres Rakyat Nasional adalah badan legislatif nasional Republik Rakyat China. Dengan
2987 anggota pada tahun 2013, Kongres Rakyat Nasional adalah badan parlementer terbesar
di dunia. Dibawah Konstitusi China sekarang, Kongres Rakyat Nasional berstruktur sebagai
lembaga legislatif unikameral, dengan kekuasaan untuk membuat peraturan perundang
undangan, mengawasi pekerjaan pemerintah, dan memilih sebagian besar pejabat negara.
Kongres Rakyat Nasional dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, sebuah badan
konsultatif yang anggota anggotanya mewakili berbagai kelompok sosial, adalah dua badan
pertimbangan utama di China, dan sering disebut Lianghui (Dua Lembaga).
Kongres Rakyat Nasional dipilih untuk masa jabatan selama 5 tahun dan menyelenggarakan
sidang tahunan setiap musim semi, biasanya selama 10 14 hari, di Balai Agung Rakyat, di
sisi barat Lapangan Tiananmen, Beijing. Sidang Kongres Rakyat Nasional biasanya
dijadwalkan untuk dilaksanakan bersama dengan sidang Konferensi Konsultatif Politik
Rakyat China, dan pertemuan tahunan ini menyediakan kesempatan bagi Pejabat Negara
untuk mengevaluasi kebijakan sebelumnya dan merencanakan kebijakan yang akan datang.
Teorinya, Kongres Rakyat Nasional adalah lembaga kekuasaan negara tertinggi di China, dan
empat konstitusi Republik Rakyat China telah menetapkan kekuasaan yang besar bagi
Kongres Rakyat Nasional untuk membuat peraturan perundang undangan. Sejak 1990-an,
Kongres Rakyat Nasional telah menjadi forum untuk memediasi perbedaan kebijakan antara
bagian bagian berbeda dalam Partai, Pemerintah, dan kelompok masyarakat. Walaupun
begitu, Kongres Rakyat Nasional terlihat hanya seperti penstempel kebijakan yang dibuat
lembaga eksekutif negara dan Partai Komunis China.
2. Sistem Pemerintahan di China
Merupakan negara terbesar di daratan Asia yang masih bertahan dengan sistem komunis. Dalam
bidang politik, China menerapkan sistem komunis dengan kontrol yang ketat terhadap warganya. Dalam
bidang ekonomi, China menerapkan sistem ekonomi pasar. Produk-produk China sekarang ini banyak
membanjiri pasaran dunia.
Pokok-pokok sistem pemerintahan di China. Bentuk Negara adalah kesatuan yang terdiri atas 23
provinsi. Bentuk pemerintah adalah revublik dengan sistem demokrasi komunis. China adalah Negara yang
mewakili ideologi komunisme. Walaupun saat ini,China sudah berwarna liberalism, tetapi ideologi
komunisme tetap dipegangoleh rakyat China. Sistem politik di China mengikuti gaya sistem politik
komunisme yang bersifat totaliter dan sedikit dictator.

Dari berbagai lembaga negara yang terdapat didalamnya, sistem pemerintahan


Tiongkok mirip seperti sistem parlementer, karena adanya jabatan Perdana Menteri sebagai
kepala pemerintahan, Presiden sebagai kepala negara, dan dominannya Parlemen (dalam hal
ini Kongres Rakyat Nasional) dalam pemerintahan. Ada beberapa lembaga negara yang
terdapat dalam sistem pemerintahan Tiongkok, yaitu :

Kongres Rakyat Nasional

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional

Presiden

Wakil Presiden

Dewan Negara

Perdana Menteri
Wakil Perdana Menteri

Komisi Militer Pusat

Konferensi Konsultatif Politik Rakyat

Pengadilan Agung Rakyat

Kejaksaan Agung Rakyat

Dan untuk badan eksekutif dari sistem politik China dilakukan oleh State Council atau
Dewan Negara yang akan menyusun badan legislatif yang akan diajukan kepada Kongres
Rakyat Nasional dan mengatur mengenai perihal administrasi negara secara general.
Berikut adalah penjelasannya:
1.

Badan Eksekutif
Presiden di China dipilih oleh Kongres Nasional Rakyat, biasanya calon presiden

ditunjuk oleh Presidium Kongres Nasional Rakyat. Presiden menjabat dalam jangka waktu 5
tahun dan tidak boleh lagi menjabat setelah 2 periode berturut-turut. Jika jabatan presiden
kosong, maka akan digantikan oleh wakil presiden. Namun jika jabatan wakil
presiden kosong, maka Kongres Rakyat Nasional akan menunjuk wakil presiden yang baru
untuk mengisi jabatan tersebut.
Fungsi dan kekuasaan presiden di China, yaitu :

Melaksanakan sistem pemerintahan


Menerima perwakilan diplomatik asing
Menunjuk perwakilan luar negeri
Meratifikasi dan membatalkan perjanjian penting
2.

Badan Legislatif
Di China, badan legislatif dikenal dengan Kongres Nasional Rakyat (The National

Peoples Congress) yang terdiri dari wakil terpilih dari provinsi-provinsi, daerah otonom dan
kota langsung di bawah Pemerintah Pusat dan wakil dipilih oleh pasukan bersenjata. Para
anggota kongres dipilih dalam jangka waktu 5 tahun, Komite Tetap Konggres Nasional
Rakyat harus memastikan penyelesaian pemilihan deputi untuk dua bulan selanjutnya,
sebelum berakhirnya masa jabatan Kongres. Sidang kongres dilaksanakan sekali dalam
setahun dan diselenggarakan oleh komite tetap.
Fungsi-fungsi dan kekuasaan Kongres, yaitu

Mengubah dan menetapkan konstitusi


Mengawasi penegakan konstitusi
Memilih presiden dan wakil presiden
Memilih Ketua Komisi Militer Pusat
Memilih Hakim mahkamah Agung
Memeriksa dan menyetujui rencana pembangunan ekonomi dan sosial nasional

beserta laporan pelaksanaannya


Memeriksa dan menyetujui anggaran negara dan laporan pelaksanaannya
Mengubah atau membatalkan keputusan yang tidak tepat dari Komite Tetap Kongres
Menyetujui pembentukan provinsi, daerah otonom, dan kota langsung di bawah
Pemerintah Pusat
Menentukan pembentukan daerah administrasi khusus dan sistem akan dilembagakan
di sana;
Melaksanakan fungsi sebagai organ tertinggi kekuasaan negara.
Didalam Kongres Nasional Rakyat, terdapat Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat
yang juga mempunyai fungsi-fungsi, sebagai berikut :
Untuk menyusun konstitusi dan mengawasi jalannya penegakan konstitusi.
Untuk menetapkan dan mengubah undang-undang.
Untuk mengkaji dan menyetujui ketika Kongres Nasional Rakyat mengadakan sidang
mengenai pembangunan ekonomi dan sosial nasional atau anggaran negara.
Untuk mengawasi Dewan Negara, Komisi Militer Pusat Rakyat dan Mahkamah
Agung Rakyat.
Untuk membatalkan aturan administrasi dan peraturan, keputusan atau perintah dari
Dewan Negara yang bertentangan dengan Konstitusi atau hukum.
6

Untuk membatalkan peraturan-peraturan lokal atau keputusan dari organ-organ


kekuasaan negara provinsi, daerah otonom, dan kota langsung di bawah Pemerintah
Pusat yang bertentangan dengan konstitusi atau hukum.
Untuk mengangkat atau memberhentikan rekomendasi dari Presiden Rakyat
Mahkamah Agung, Wakil Presiden dan Hakim Mahkamah Agung Rakyat, anggota
Komite Yudisial dan Ketua Pengadilan Militer.
Untuk menentukan pengangkatan atau penarikan kembali perutusan luar negeri.
Untuk menentukan pengesahan atau pembatalan perjanjian dan perjanjian penting
yang dilakukan dengan negara-negara lain.
Untuk memutuskan pemberian pengampunan khusus.
Untuk menetapkan keadaan darurat militer di seluruh negara atau di propinsi tertentu,
daerah otonom, atau kota langsung di bawah Pemerintah Pusat.
Kongres Nasional Rakyat telah membentuk sembilan komite khusus dimana yang
menjabat sebagai ketua komite khusus ini adalah wakil ketua atau anggota Komite Tetap
Kongres Nasional Rakyat. Komite-komite khusus ini adalah :

Komite Kelompok Etnis


Komite Hukum
Komite Ekonomi, Pendidikan, Iptek dan Kebudayaan
Komite Urusan Luar Negeri

Komite Urusan Sipil, Lingkungan dan Sumber Daya.


Selain Kongres Nasional Rakyat, ada juga Kongres Masyarakat Lokal (The Local

Peoples Congress) yang berada di provinsi, daerah otonom, kota langsung di bawah
pemerintah pusat, prefektur otonom, kabupaten, kabupaten otonom, kota, kabupaten kota dan
kota-kota etnis. Masa jabatan Kongres Masyarakat Lokal di provinsi, daerah otonom dan kota
langsung di bawah pemerintah pusat adalah lima tahun sedangkan masa jabatan kongres
rakyat dari kabupaten, kabupaten otonom, kota, kabupaten kota, kota-kota etnis adalah tiga
tahun. Fungsi Kongres Masyarakat Lokal, diantaranya :
Untuk menjamin ketaatan dan pelaksanaan konstitusi dan hukum serta peraturan
administrasi dan peraturan di daerah masing-masing administrasi.
Untuk memeriksa dan memutuskan rencana pembangunan ekonomi dan budaya lokal
serta untuk pengembangan pelayanan publik.
Untuk memeriksa dan menyetujui rencana pembangunan ekonomi dan sosial serta
anggaran daerah administrasi masing-masing.
Untuk memeriksa dan menyetujui laporan pelaksanaan pembangunan ekonomi dan
sosial.

Untuk memilih dan memiliki kekuatan untuk memanggil gubernur dan wakil
gubernur, atau walikota dan wakil walikota, atau kepala dan wakil kepala kabupaten,
kecamatan, kabupaten dan kota.
3.

Badan Yudikatif
Di China, badan yudikatif sama seperti badanbadan pemerintahan lainnya yaitu berada

dibawah pengawasan Kongres Nasional Rakyat. Kongres Nasional Rakyat mempunyai hak
untuk melakukan perubahan terhadap konstitusi dan mengawasi penegakan konstitusi. Selain
itu, Kongres Nasional Rakyat mempunyai hak untuk mengubah atau menarik kembali
konstitusi oleh Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat. Revisi konstitusi diusulkan oleh
Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat atau lebih dari seperlima dari delegasi ke Kongres
Nasional Rakyat dan harus disetujui mayoritas dua pertiga dari Kongres Nasional Rakyat.
Aturan hukum yang dilaksanakan bertujuan untuk membangun China sebagai negara
sosialis dengan aturan hukum yang mengikat seluruh rakyatnya. Seluruh masyarakat, partai
politik dan organisasi sosial harus mematuhi konstitusi dalam segala tindakan mereka dan
tidak akan ada hak istimewa untuk berada diatas konstitusi atau hukum. Semua pelanggaran
yang terjadi, jika melanggar konstitusi atau hukum harus diselidiki dan juga dijatuhi hukum
yang sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
Walaupun terdapat sedikit-banyak gerakan ke arah liberalisasi, seperti pemilu yang
sekarang diadakan di setingkat kecamatan dan sebagian badan perwakilan menampakkan
sikap tegas mereka dari masa ke masa, partai ini terus memiliki kawalan terutama atas
pemilihan jabatan-jabatan pemerintahan. Popularitas Partai Komunis China di kalangan
rakyat sulit diukur, karena tiada pemilu ditingkat nasional, selain itu juga dapat dipastikan ada
sebagian rakyat China yang mendukung partai ini dan ada juga yang membantahnya. Secara
umum, banyak dari mereka yang suka akan peranan pemerintahan mengabadikan stabilitas,
yang membolehkan ekonomi maju tanpa masalah apapun. Masalah-masalah politik yang
utama di China adalah jurang sosial diantara kaya dan miskin dan gejala KKN yang berlaku
karena birokrasi pemerintahan.

ANALISA KRITIS

Setelah kami menganalisis, pemerintahan china yang menganut sistem komunis dan sosialis,
merupakan sistem yang cukup efektif diterapkan di china karena pemerintah china memberi
ke bebasan terhadap pihak pihak swasta, sebab pemerintah china mempunyai hukum aturan
tegas terhadap pelaku kejahatan yang telah tercantum dalam konstitusi negara china. Dan
juga pemerintah china itu sangat di siplin dan kebanyakan masyarakat china memiliki gaya
hidup sederhana. Tetapi pemerintah china tidak suka di kritik tidak suka di kritik, ini terbukti
dari banyaknya aktivis-aktivis china yang di tangkap karna melakukan kritik terhadap
pemerinth china, dan juga pemerintah tertutup terhadap negara lain, terutama negara barat.

PENUTUP
9

A. KESIMPULAN
Republik Rakyat Tiongkok, lebih dikenali dengan nama China saaja, ialah sebuah negara
diAsia Timur yang merupakan Negara paling ramai penduduknya di dunia dengan di duduki lebih
1,300 juta orang,yaitu kira-kira satu perlima manusia di bumi. China merupakan negara terbesar di
daratan Asia yang masih bertahan dengan sistem komunis. Dalam bidang politik, China menerapkan
sistem komunis dengan kontrol yang ketat terhadap warganya. Dalam bidang ekonomi, China
menerapkan sistem ekonomi pasar. Produk-produk China sekarang ini banyak membanjiri pasaran
dunia. Republik Rakyat China menggunakan dasar ajaran Marxisme Lenin dalam sistem politiknya
sehingga sistem pemerintahan yang digunakannya adalah system pemerintahan terpusat untuk
mengatur seluruh daerah yang berada dalam batas wilayahnya. Namun ternyata tidak semua daerah
di China setuju dengan system yang diusung China sejak tahun 1949 ini. Sehingga muncullah
Taiwan dan Tibet sebagai daerah China yang menginginkan kemerdekaan untuk mengatur daerah
mereka sendiri tanpa campur tangan dari pemerintah pusat. Hal ini dilakukan oleh Taiwan, karena
Taiwan menjadi tempat pelarian dari Chiang Kai Shek yangmerupakan tokoh nasionalis dan
kelompoknya yang sangat tidak setuju dengan Partai Komunis di China, dan Tibet adalah daerah
yang mayoritas beragama Buddha dimana pemerintah ingin mengintervensi budaya dan agama dari
Tibet.Sehingga muncullah keinginan untuk mendapatkan otoritas yang utuh dari kedua negara ini.
Namun pemerintah China akan terus berusaha mewujudkan One China , seperti yang dikatakan
oleh Du Qinglin.

REFERENSI
Macridis C. Roy, Brown E. Bernard. Perbandingan Politik.Jakarta: Erlangga, 1996
Agung Leo. Sejarah Asia Timur 1.Yogyakarta: Ombak, 2012

10

Susan V. Lawrence, Michael F. Martin. 2013. Understanding Chinas Political System, the
United States Congressional Research Service, 6 Juni 2016
http://www.fmcoprc.gov.hk/eng/xwdt/gsxw/t1164057.htm
(diakses pada 01/06/2016 jam 15.00)
http://kliktau.blogspot.com/2013/10/bentuk-dan-sistem-pemerintahan-republik.html
(diakses pada 03/06/2016 jam 11.36)
http://tugasgalau.blogspot.co.id/2015/11/makalah-sistem-pemerintahan-negara-china.html
(diakses pada 27/05/2016 jam 16.45)
http://www.china.org.cn/english/news/231852.htm
(diakses pada 01/06/2016 jam 15.05)

11