Anda di halaman 1dari 7

PCS OJK

Penerimaan Calon Staf Otoritas Jasa Keuangan (PCS OJK) adalah salah satu program
penerimaan calon staf di OJk atau yang sering dikenal dengan program MT atau ODP di
perusahaan. Disini saya akan paparkan proses rekrutmen PCS OJK tahun 2014. Proses
seleksinya terbagi atas 6 tahap, antara lain?
1.

Seleksi administrasi
Di tahap ini kita disuruh melengkapi data diri beserta kelengkapannya secara online.
Tips: diharapkan mendaftar bukan dalam keadaan mepet karena data yang harus kita isi lumayan
banyak jadi membutuhkan waktu lebih.

2.

Tes psikotest I-verifikasi IPK-jurusan


Tes psikotest I yang diadain pihak PPM soalnya tidak terlalu jauh berbeda dengan soal psikotest
sewaktu saya mengikuti proses BDP BCA. Jadi bisa dibilang itu membantu aku juga. Selain itu
kita juga disuruh bawa ijazah dan transkrip.

Tips: seperti mengikuti test psikotest ada baiknya kita sarapan dari rumah dan istirahat yang
cukup karena test ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Kalau bisa kerjakan serileks
mungkin dan jangan lupa bawa air putih kemasan. Contoh soal yang saya ingat di tes ini coba
dicek di tulisan saya tentang BDP BCA.
3.

Tes psikotest II-TPU-tes b.inggris-verifikasi kelengkapan dokumen


Ini nih tes yang dimulai dari pagi sampai sore. Jadi agan-agan semua mesti dan kudu siap secara
fisik dan mental. Tes psikotest kedua ini juga memiliki beberapa kemiripan dengan tes psikotest
yang pertama, namun bedanya di tahap ini kita disuruh menggambar manusia dan pohon. Untuk
manusia kita juga diminta menjelaskan arti dari gambar itu mulai dari nama, profesi, umur,
kekurangan, kelebihan, dan apakah kita mau jika menjadi orang tersebut?). selain itu kita juga
diminta menggambar sesuatu dari pola titik dan garis.
Tips: teman-teman bisa lihat kembali di psikotest BDP BCA yang saya tulis sebelumnya
Selanjutnya kita akan mengikuti tes pengetahuan umum tentang ke-OJK-an. Disini kita dituntut
untuk mengetahui lebih banyak tentang OJK. Misalnya nama-nama dewan komisioner, visi misi,
latar belakang OJK dan banyak lagi. Dan ditanya juga tentang ekonomi, disini aku sebagai anak
HI mulai ngeblank gan karena gak ada dasar sama sekali tetapi hal ini bisa diakali dengan
mengartikan istilah-istilah ekonomi tersebut dengan kata-kata dalam bahasa inggris serta pake
logika gan. Jangan asal tebak gan.
Tips: ane saranin agan-agan yang ingin ikut tes PCS OJK untuk lebih sering up date berita
ekonomi, baca undang-undang OJK yaitu UU OJK No. 11 tahun 2011, serta segala sesuatu yang
ada di website resmi OJK gan. Untuk ni gak bisa ngebut semalam gan. Lebih baik kalau disiapin
jauh-jauh hari.
Setelah tes TPU maka dilanjutkan dengan tes bahasa inggris. Tes bahasa inggris ini bisa aja gak
agan-agan ikutin dengan syarat agan udah punya sertifikat TOEFL diatas 500 dan sertifikat
tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang credible (syarat tuk sertifikat TOEFL bisa langsung di
cek di web PPM OJK gan). Bagi agan-agan yang tidak punya sertifikat TOEFL seperti saya,
harus mengikuti tes bahasa inggris ini. Tes bahasa inggris yang dimaksud disini menurut saya
gak sesulit tes TOEFL ITP asli. Tapi tetap agan harus hati-hati dalam menjawab. Tes bahasa
inggrisnya minus yang namanya listening gan.
Tips: sering latihan TOEFL jauh-jauh hari gan.
Verifikasi dokumen yang dimaksud termasuk sertifikat TOEFL, ijazah, transkrip, sertifikat yang
relevan, dll. Semua dokumen ini dalam bentuk foto copy gan.

4.

LGD-verifikasi keaslian dokumen


Di tahap ini kita diminta membawa keaslian dokumen yang kita kumpulkan foto copy nya di tes
sebelumnya. Tes pertama kita akan diberikan 6 lembar kertas yang isinya daftar pertanyaan
tentang kehidupan dan pendapat kita tentang suatu hal apabila kita ada di posisi yang dimaksud.
Masing-masing lebaran terdapat satu pertanyaan. Tuk mengisi semua lembaran kita diberikan
tenggang waktu gan.
Tips: jangan hanya terpaku pada satu pertanyaan tertentu dan usahakan jawaban yang kita
berikan singkat, padat dan jelas. Gak pake acara bertele-tele gan.
Setelah mengisi daftar pertanyaan ini kita akan memulai LGD nya. Disini agan akan berperan
sebagai konsultan sebuah perusahaan tertentu dan memberikan masukan tentang masalah yang
dihadapi perusahaan tersebut. Lalu agan dikasih kertas untuk menulis point-point pemecahan

masalah yang agan rekomendasikan. Setelah itu diberikan waktu untuk mendiskusikannya
dengan teman kelompok dan mengambil suatu kesimpulan bersama.
Tips: jangan memonopoli keadaan gan karena ini LEADERLESS gan. Jadi jangan egois. Lebih
baik gak terlalu banyak bicara tapi pas kita bicara, ide kita diamini oleh semua anggota
kelompok gan.
Setelah selesai LGD kita diminta untuk mengisi kuisioner yang isinya tentang LGD yang kita
ikutin tadi gan.
Tips: di kuisioner tersebut ada pertanyaan tentang teman yang paling aktif sampai paling pasif
dan mengapa serta siapa pemimpin diskusi tersebut. Ingat gan ini LEADERLESS GROUP
DISCUSSION

Baru nyadar, saya masih punya hutang share pengalaman tes OJK tahun lalu yak Hehehe.
Maklum so busy around here. Padahal udah di kampung sendiri and jalanan ga macet, kok malah
jadi busy gajelas yaak??? Hohoho tanya kenapa.
Ok, jadi sekitar awal Oktober, tepatnya 4 Oktober 2014, saya apply online buat OJK.
Lagi musimnya CPNS itu. Saya juga ikut CPNS isi kuota Kementerian BUMN. Tapi kayaknya
ga lulus administrasi deh, gara-gara TOEFL saya bukan IBT. Tapi gapapa. Bingung juga tesnya
harus di Jakarta, saya di Padang. Lumayan menguras kantong aja.
Jadi ketika saya udah hopeless sama CPNS (kok saya sial mulu yaa kalo PNS mah), saya
beralih ke OJK. Saya sendiri baru tahu badan ini tahun 2013 dari teman saya, Riska (alumnus
tempat kerja saya sekarang nih hihi). 2013 OJK baru mengadakan rekrutmen. Saya sendiri pada
2013 ikut tes di BI, jadwal BI dan OJK itu bentrok. Jadi ga mungkin apply at the same time.
Back to OJK 2014.
1. Tahap ADM
Saya apply online cuma 5 menit kalo ga salah. Itu pun udah di last minute. Kayak ga niat ya.
Soalnya badan baru, belum terlalu ketauan sepak terjangnya. Saya apply. Ada dua pilihan, staf
reguler or staf MLE. Berhubung pada staf reguler ga ada kategori semua jurusan, ya udah, saya
ambil MLE. Padahal setahu saya, chance nya lebih besar di reguler. Rekrutmennya juga ada yang
dilaksanakan di Padang, sementara MLE hanya di Jakarta. Reguler rekrut sekitar 100-an orang,
MLE hanya 39 orang. Tapi bismillah aja. Namanya juga mencoba.
2. Tahap Psikotest
Ada 23 ribu orang yang ikut psikotest ini. Rata-rata fresh graduate. Saya buluk graduate. Jadi asli
udah senior. Udah bosen banget sama soal-soal psikotestnya. Udah tau yang bakal dihadapi.

Udah yakin lolos aja. Hahaha. Tes mulai jam 1 siang sampe jam 4an sore. Saya udah ga fokus.
Gimana engga. Bolak balik mikirin pesawat balik ke Padang jam 7 malem! Duh keburu ga yaa.
Udah gelisah banget dan udah ngasal aja sama tesnya. Paling gendek kalo ada peserta yang
nanya-nanya ga penting ke panitia, bikin molor waktu aja. Haha. Alhasil begitu dibilang selesai
saya langsung cabut tanpa basa basi. Tes selama 3,5 jam pun berhasil dilalui.
3. Tahap Psikotest Lanjutan, Wawancara dan Leadership Discussion
Woho. Ini saya bener-bener fatal lohh. Saya ngeliat jadwal reguler coba. Saya pikir ini tahap
Psikotest 2 dan Kemampuan Bahasa Inggris. Ternyataaa...setelah psikotest yang bikin sakit
kepala sampe jam 1 siang, dilanjutkan dengan diskusi grup dan wawancara...taraaaa.... Sama
sekali engga prepare. Tapi dipikir-pikir mau preparation macam apa emang. Cukup jadi diri
sendiri senyantai dan senyaman mungkin kan? Plus jujur aja.
Psikotest pagi ampe jam 1 itu kelihatanya serupa tapi tak sama dengan psikotest tahap 1. Yang
ditanya sebenernya itu ke itu juga. Cuma cara mereka menanyakan is much more complicated.
Gilakkk pala ampe panas hahah. They are asking you every details about you!
Nahh masuk ke diskusi grup nih. Ada 6 orang. I am the ony woman at the group. And believe or
not, i am the only one who pass to the next step hehe. Cukup mencengangkan sebenarnya. Saya
bicara hanya seperlunya, hanya saja saya membantu memulai diskusi dan menuliskan rangkuman
di papan tulis yang disediakan. Biarlah para lelaki ini yang berdebat ahaha.
Jadi ada 8 topik. Each topic kita harus memilih setuju atau tidak setuju. Para lelaki ini setuju
semua sodara sodaraaa. Walaupun mereka menyanggah, mereka bilang setuju terlebih dulu, baru
kemudian pake tapi.... Setuju sih, tapi lebih baik begini.... Saya? I dare to say not agree to three
topics! Imagine how dare i am! Ya emang kalo ga setuju bilang ga setuju. Jangan setuju eh
taunya pake tapi. Tips aja kali yak.... Berani aja bilang engga. Mereka ga menilai kepatuhan kita
pada isi topik kok. Tapi mau lihat isi kepala kita. Tapi juga jangan asbun. Jangan menyela lawan
bicara. Banyakin senyum. Teman-teman satu grup ini pada hebat-hebat. Udah pada manajer or
supervisor, masih pada muda. Sejujurnya, pertama malah saya yang minder. But heyyy i am
pretty young and great too right? (muji diri sendiri blehhh. Habisnya sapa lagi yang mau muji).
Jadi saya banyak-banyakin senyum dah. Senyum siap tempur sebenernya nyahaha.
Nah, selesai diskusi grup, kita diminta menunggu sejenak untuk wawancara dengan psikolog. Ya
kali buat yang kepanggil pertama itungannya cuma sejenak. Lah saya yang kebagian wawancara
kelima ya lumayan juga. Satu orang rata-rata diwawancara 40-60 menit. Mwehehe. Asli energi

udah abis. Untungnya, tiket pesawat dipesen hari Senin pagi-pagi sekali. Belajar dari
pengalaman minggu lalu soalnya. Waktu tes unpredictable. Daripada tiketnya angus mendingan
ijin sama boss kalau Senin pagi bakalan telat datang (dan jangan lupa bawain oleh-oleh yak biar
kalo telatnya rada lama kan ada senjata buat melunakkan hatinya hahak).
Berhubung waktu tes masih lamaaa kuadrat, saya rencana mau makan dulu. Ada peserta lain
yang lantas mengajak saya makan. Berdua saja (uhuk). I say no for sure. Masa makan berduaan.
Demi kesopanan saya bilang engga lapar. Tapi berhubung perut udah merintih, saya pergi makan
juga, sama...siapa lagi kalo bukan suami saya yang setia menemani saya sepanjang masa hihi.
Habis makan dan sholat magrib, saya pun langsung ke atas. Saya ajak suami. Niatnya biar ada
tau saya udah bersuami gitu loh (bahhh geer kali kau punnnn). Suami tadinya ga mau tapi saya
paksa. Akhirnya, karena emang ga ada tempat buat suami nunggu di lantai atas, jadi si suami
balik lagi turun ke bawah. Dan saya pun diwawancara.
Quite simple for sure. Cuma saya udah ga ada tenaga. Maklum emak-emak capek banget. Kita ga
usah serius amat ya, udah malem. Kata si pewawancara. Jadilah saya saking santainya malah
minta ulang pertanyaan terus. Habis emang omongan si pewawancara udah ga jelas. Suaranya
alus banget. Udah kecapean kayaknya. Mendingan nanya dong daripada ngasal jawab. Pada
intinya sih ini cuma wawancara konsistensi. Waktu psikotest kan kita dikasih delapan
pertanyaan. Dan kita jawab, based on our personal experience at work. Jujurlah saya apa adanya.
Saya bilang jujur bukan berarti saya mengeluh habis-habisan. Langsung dicoret itu mah.
Ditanyain bad times, good times. Ditanyain pernah dibikin stress ga sama kerjaan. Dengan
ndablegnya saya jawab: ngapain kerjaan sampe bikin stress? Kalo kerja bikin stress mending
berhenti. Saya orangnya ga terlalu memikirkan ribetnya kerjaan. I dont take it to my personal
life. Saya ketawa aja kalo ada masalah kerjaan mah.
Gitu.
Kok bisa lolos ya gw? Byahaha.
Habis itu biasalah, ditanyain kenapa mau berhenti dari kerjaan sekarang. Sekali lagi jawab
ngeyel. Ibarat aktor, kalo udah kenyang main film biasa, pasti next ngincar film kaliber oscar.
Atau aktris yang udah kenyang main serial drama musikal di TV , pasti pengen nyoba menjajah
Broadway.
Demikianlah.
Dan saya melaju ke babak berikutnya..... (diiringi pandangan heran orang-orang haha).

4. Tahap Wawancara User


Ah tahap pasrah ini mah udah. 42 ribu orang menciut jadi 128 orang. Nyampe top 128 aja buat
saya udah keajaiban besar. Terimakasih ya Allah udah dikasih ketemu sama teman-teman hebat
ini. Masya Allah, saya makin merasa saya tuh ga ada apa-apanya, apa yang patut saya
sombongkan di dunia? Berkumpullah orang-orang pilihan dari seluruh Indonesia. Satu
kesamaannya: how could they be so so so humble? Smart dan humble. Dan semua memang
diakui sama usersnya, kalian yang sampai pada tahap ini adalah pilihan, kami menghargai
mereka yang mau belajar, bukan mereka yang pintar. Kami mencari kepribadian yang baik,
karena kebaikan itu mendasar, tak dapat dipoles. Kepintaran dan kecakapan mudah dipoles.
Sekarang, tinggal menentukan apakah OJK adalah rejeki kalian. Tidak lolos dari sini jangan
berkecil hati. Kalian semua pantas. Namun kami tentu harus membuat prioritas.
Adalah Divisi SDM, Divisi EPK (Edukasi dan Perlindungan Konsumen), dan Divisi Pendidikan
yang turun mewawancara kami. Kami ada 4 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 8 orang. Total
semua yang diinterview user hari itu adalah 32 orang. Wawancara user ada 4 hari. Jadi ya, kami
semua tinggal 128 orang. Jika ini rekrutmen staf reguler, kami semua akan melenggang. Namun
sayang namun malang, hanya ada 39 orang yang akan dipilih menjadi staf MLE OJK.
Dan saya, kali ini bukan satu di antaranya.
*background musik sedih dong pliss hahaha*
Nah, disini saya menimbang-nimbang, kira-kira dimana letak kesalahan saya. Kelebihan saya,
saya kalo punya salah sadar, kok. Cuma ya itu, kadang masih suka diulang-ulang bikin salahnya
wakakak.
Ini saya jabarin dikit yaaa....
-

Ketika ditanyakan SIAPA sasaran edukasi OJK, saya menjawab kalangan menengah ke bawah
tanpa menjelaskan mengapa dan siapa tepatnya. Tepatnya, sasaran edukasi OJK adalah pelajar
dan pelaku UMKM :) Jadi ini a big hole banget, saya mau jadi edukator OJK, masa saya ga tau
siapa yang mau jadi sasaran saya. Kecolongan banget. Saya emang udah kecapean bolak balik
Padang Jakarta kayaknya (alesan uh). Jadi saran saya, jika mau dapetin chemistry sama usersnya
pelajarilah banyak-banyak mengenai perusahaan mereka. In any department. Apalagi kalo
mereka menekankan Multi Level or Pegawai Muda. No specific description. Seenggaknya yang
umum-umum tahulah, Saya kebanyakan baca di bagian pengawas jasa keuangannya sih.
Ternyata mereka merekrutnya untuk edukasi. Saya kecolongan. Nangis deh sesenggukan. Tapi

overall wawancara oke kok. Users sangat welcome dan simpatik. They explore us in best way
deh pokoknya. Oh iya, saya dan satu orang teman lainnya diwawancara pake bahasa Inggris.
Yang lain pake Indo. Agak belepotan deh jadinya saya haha. Waktu wawancara 1 jam per orang.
Saya sepertinya kebagian nomor buntut terus. Jadilah sempet makan siang sama suami dulu.
Waiting takes so much energy juga yak.
-

Ketika ditanyakan kesediaan penempatan, saya terlalu selfish. Saya terlalu memaksakan diri
agar diterima. Saya jawab kemana aja siap. Suami gimana? Suami bisa ngikut. Kalau diklat anak
gimana? Anak dititip mertua.
Heloooow, kesannya kan saya menggampangkan urusan suami dan anak. Saya seharusnya lebih
hati-hati menjawab. Tidak selamanya suami saya bisa mengikuti saya ke tempat tugas, karena itu
ada saatnya saya yang akan meminta bertugas agar satu kota dengan suami. Begitulah kiranya.
How could i be so selfish at that time? Saya udah masuk fase serius sih ya. Fase ngga boleh
gagal-soalnya udah tinggal sedikit lagi. Jadi saya terkesan memaksakan semuanya sempurna
untuk OJK. Bisa jadi mereka menilai saya lip service kan? Harusnya saya jawab sesuai isi hati
saya-like i did in the interview before. Jadi begitulah. Berharap tidak akan terulang lagi di masa
depan. Aamiin.

5. Tahap Kesehatan
Nah, berhubung saya tidak ikut tahap ini, jadi saya cuma bisa cerita sekelumit. Tes kesehatan 2
hari. Hari pertama periksa lab di kimia farma. Cuma tes urin dan darah. Keesokan harinya baru
tes lengkap di RSPAD Gatot Subroto. Tepatnya apa aja saya lupa. Udah nanya sih sama temanteman yang lolos, tapi berhubung ga mengalami sendiri jadinya saya lupa deh. Masa mau nanya
lagi?? Hehe.
Nah sekian dulu ya sharing OJK-nya. Semoga tahun ini adalah tahun saya, tahun kita semua
untuk bersinar! Di OJK atau bukan, tetaplah bersinarrrr.....