Anda di halaman 1dari 5

Nama : Muhammad Sulkarnain

NIM : 1313042006
Kelas : Pendidikan Kimia 2013

1. Penjelasan dan contoh dari :


a. Kimia Tanah

Kimia tanah adalah suatu studi mengenai karakteristik kimiawi dari tanah.
Adapun karakteristik kimiawi tanah menyangkut komposisi mineral, bahan
organik, dan faktor lingkungan.

Contoh dari kimia tanah adalah derajat keasaman tanah, kandungan kalium (K),
natrium (Na), dan kalsium (Ca) dalam tanah, kapasitas tukar kation dalam
tanah,kandungan karbon organic dan masih banyak lagi contoh kimia tanah
yang lain.

b. Kimia Udara

Kimia udara adalah suatu studi mengenai karakteristik kimiawi dari udara.
Karakteristik kimiawi udara yang dimaksud adalah menyangkut tentang
komposisi udara, persentasi kandungan zat dalam udara, zat- zat pencemar udara
serta dampak pencemarannya dan lain lain sebagainya.

Contoh dari kimia udara adalah persentasi konsentrasi nitrogen dan oksigen
dalam udara, zat zat yang menjadi bahan pencemar di udara, dampak pencemaran
udara dan masih banyak lainnya.

c. Kimia Air

Kimia air adalah suatu studi yang mempelajari tentang pembentukan air dan

unsur-unsur yang menjadi penyusunnya serta karakteristik kimiawi dari


air.

Contoh dari kimia air adalah ikatan hydrogen dalam air, penjernihan air

2. Penjelasan dari :
a. Toksikologi Lingkungan

Toksikologi adalah ilmu yang menetapkan batas aman dari bahan kimia.
Selain itu toksikologi juga mempelajari jelas/kerusakan/ cedera pada
organisme (hewan, tumbuhan, manusia) yang diakibatkan oleh suatu
materi substansi/energi, mempelajari racun, tidak saja efeknya, tetapi juga
mekanisme terjadinya efek tersebut pada organisme dan mempelajari
kerja kimia yang merugikan terhadap organisme.

Toksikologi Lingkungan merupakan jenis toksikologi yang mempelajari


dampak zat kimia yang berpotensi merugikan sebagai polutan lingkungan

b. Lethal dosis

Lethal Dosis atau Dosis letal adalah takaran obat yang apabila diberikan
dalam keadaan biasa dapat menimbulkan kematian pada pasien.
Lethal Dosis atau Dosis letal dibagi menjadi 2 bagian yakni :
Dosis letal50 : takaran dosis yang bisa menyebabkan kematian 50%
hewan percobaan
Dosis letal100 : takaran dosis yang bisa menyebabkan kematian
100% hewan percobaan

3. Tehnik penjernihan air kotor menjadi air bersih


a. Saringan Kain Katun
Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik
penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan
kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme
kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan
kerapatan kain yang digunakan.
b. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik
sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan
kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada
dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan
kapas yang digunakan.
c. Aerasi
Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke
dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon
dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari
air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut
dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan
membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses
sedimentasi atau filtrasi
d. Saringan Pasir Lambat (SPL)
Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan
menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air

bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih
dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.
e. Saringan Pasir Cepat (SPC)
Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas
lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah
penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni
dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air
baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan
pasir.
f.

Gravity-Fed Filtering System


Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir
Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua
tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air
hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan
Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas
air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit
air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan
beberapa / multi Saringan Pasir Lambat

g. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan


tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam
menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat
berupa arang kayu atau arang batok kelapa.
h. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan


pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain
menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan
injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa.
i.

Saringan Keramik
Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga
dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan
dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik
menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh

j.

bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan
tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter.
Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang
dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini
dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang
mengalir.
Saringan Cadas
Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air
disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum
digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan
untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi
sawah. Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng
relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

k. Saringan Tanah Liat

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk
khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada
bagian dasarnya

4. Pengertian dan contoh AMDAL


a. Pengertian AMDAL
Analisis dampak lingkungan atau AMDAL adalah suatu pembahasan mengenai
dampak suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan yang
diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat suatu perencanaan proyek yang
diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Dasar
hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang
Izin Lingkungan Hidup yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal.
b. Contoh AMDAL dilingkungan sekitar
Reklamasi pantai, TPA Tamangapa.

5. Hasil diskusi
a. Materi diskusi

Zat aditif adalah zat yang biasa ditambahkan kedalam suatu jenis makanan atau
minuman, sehingga makanan atau minuman tersebut lebih menarik. Umumnya,
zat aditif tidak memiliki nilai gizi. Zat ini berfungsi untuk mengawetkan
makanan, menambah rasa dan aroma, dan mempermudah proses pembuatan
makanan ataupun minuman.

Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh
organisme hidup, maka dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan
ketergantungan

atau

adiksi

yang

sulit

dihentikan

dan

berefek

ingin

menggunakannya secara terus-menerus.

Psikotropika adalah suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
perilaku.

b. Hasil Diskusi

Psikotropika lebih cenderung kepada obat- obat terlarang

Perokok pasif lebih berbahaya 3 kali lipat lebih besar daripada perokok aktif,
sebab perokok pasif hampir 75 % langsung masuk ke dalam tubuh sedangkan
perokok aktif hanya 25 % yang masuk kedalam tubuh sebab ada filter pada ujung
rokok.