Anda di halaman 1dari 4

Antiseptik

Alami

dari

Batang

Pisang

Senin, 16/05/2011 | 10:30 WIB

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai beranekaragam tanaman yang tumbuh


disepanjang kepulauan Indonesia. Tanaman-tanaman tersebut dapat tumbuh selain
karena faktor iklim yang mendukung, bahkan beberapa tanaman tidak perlu
dilakukan perawatan. Tanaman yang tumbuh di Indonesia salah satunya adalah
pohon pisang.
Produksi pisang di Indonesia secara agregat menduduki peringkat 8 besar di dunia
(Damayanti, dkk., 2006). Selama ini Pisang sudah banyak dimanfaatkan oleh
berbagai lapisan Masyarakat Indonesia. Pisang yang memiliki nama ilmiah Musa
paradisiacal

merupakan1komoditi

hortikultura

yang

termasuk

dalam

pengembangan buah unggulan Indonesia.


Pertama, buah pisang memang sudah sejak lama menjadi salah satu buah favorit
Rakyat Indonesia karena banyak vitamin yang terkandung di dalamnya, seperti
vitamin A, B1, B2 dan C. Selain itu buah pisang dapat membantu mengurangi
asam lambung dan membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

Buah pisang jugadapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan


gangguan kesehatan lain seperti: gangguan pada lambung, penyakit jantung dan
stroke, stress, dan menurunkan kadar koleterol dalam darah.
Kedua, jantung pisang yang selama ini berada di Indonesia, sudah menjadi bahan
dasar kuliner dalam pemanfaatannya, seperti pecel, dan sejenisnya. Ketiga, daun
pisang selama ini juga sering digunakan sebagai alternatif pembungkus makanan.
Sementara itu, gedebog atau batang pohon pisang selama ini justru lebih banyak
dianggap sebagai sampah ketimbang bahan baku yang berpotensi ekonomi tinggi.
Padahal di dalam gedebog pisang mengandung getah yang menyimpan banyak
maanfaat, yang salah satunya digunakan di dalam dunia medis.
Getah pisang mengandung saponin, antrakuinon, dan kuinon yang dapat berfungsi
sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit (Budi, 2008). Selain itu, terdapat pula
kandungan lektin yang berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kulit.
Kandungan-kandungan tersebut dapat membunuh bakteri agar tidak dapat masuk
pada bagian tubuh kita yang sedang mengalami luka.
Getah gedebog pisang bersifat mendinginkan. Zat tanin pada getah batang pisang
bersifat antiseptik, sedangkan zat saponin berkhasiat mengencerkan dahak. Pisang,
terutama pisang raja, mengandung kalium yang bermanfaat melancarkan air seni.
Selain itu, juga mengandung vitamin A, B, C, zat gula, air, dan zat tepung
(Anonim, 2005).
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka ada potensi untuk membuat zat antiseptik
berbahan gedebog pisang. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai gedebog
pisang sebagai antiseptik, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang
dimaksud dengan antiseptik itu, dan bagaimana ia bekerja.

Antiseptik adalah zat yang biasa digunakan untuk menghambat pertumbuhan dan
membunuh mikroorganisme berbahaya (patogenik) yang terdapat pada permukaan
tubuh luar mahluk hidup. Secara umum, antiseptik berbeda dengan obat-obatan
antibiotik maupun disinfektan.
Obat-obatan antibiotik membunuh mikroorganisme secara internal (dari dalam
tubuh, Red), sedangka desinfektan digunakan pada benda mati.
Di antara zat antiseptik yang umum digunakan adalah alkohol, iodium, hidrogen
peroksida dan asam borak. Kekuatan masing-masing zat antiseptik tersebut
berbeda-beda. Ada yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi, ada pula yang
bereaksi dengan cepat ketika membunuh mikroorganisme, begitupun sebaliknya.
Sebagai contoh merkuri klorida, zat antiseptik yang sangat kuat, akan tetapi dapat
menyebabkan iritasi bila digunakan pada bagian tubuh atau jaringan lembut. Lain
halnya dengan perak nitrat, dengan kekuatan membunuh yang lebih rendah, namun
ia aman digunakan pada jaringan yang lembut, seperti mata atau tenggorokan.
Iodium dapat memusnahkan mikroorganisme dalam waktu kurang dari 30 detik.
Sementara itu antiseptik lain bekerja lebih lambat, akan tetapi memiliki efek yang
cukup lama. Kekuatan suatu zat antiseptik biasanya dinyatakan sebagai
perbandingan antara kekuatan zat antiseptik tertentu terhadap kekuatan antiseptik
dari fenol (pada kondisi dan mikroorganisme yang sama), atau yang lebih dikenal
sebagai koefisien fenol (coefficient of phenol). Fenol sendiri, pertama kali
digunakan sebagai zat antiseptik oleh Joseph Lister pada proses pembedahan
(soeharmikav, 2010).
Lalu apakah gedebog pisang bisa dijadikan sebagai antiseptik? Selain sebagai
sumber pangan, pisang ternyata juga memiliki manfaat lain dalam dunia medis.

Getah yang terkandung pada pisang, khususnya pada batang pisang, ternyata
memiliki senyawa yang dapat mempercepat penyembuhan luka luar.
Sebelum diadakannya penelitian tentang kandungan yang dimiliki oleh getah
pisang ini, masyarakat sudah lama mempraktekannya. Kebiasaan itu mereka dapat
secara turun temurun dari genersi ke generasi. Padahal secara ilmiah, mereka
belum mengetahui kandungan zat yang dapat menyembuhkan luka. Tetapi secara
praktek, luka luar dapat cepat sembuh dan kering setelah diolesi dengan getah
pisang ini.
Tidak ada cara khusus dalam penggunaan getah pisang ini. Cukup dengan
mengoleskannya pada bagian yang terluka sesaat setelah terluka, maka darah yang
keluar dari luka langsung berhenti. Semakin diketahuinya efek negatif dari obatobatan yang merupakan hasil pencampuran bahan kimia, banyak masyarakat yang
beralih pada obat-obatan tradisioanal. Selain memiliki harga yang lebih murah,
obat-obatan tradisional dipercaya dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan tidak
memiliki efek samping bagi penggunanya.