Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kimia

Larutan Asam Basa


Disusun Oleh:

Materi Larutan Asam Basa

Pengertian Asam Basa


Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah
asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti
cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti
abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah
lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di
alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam
sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun
yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak
dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam
mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan,
salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan
oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

Teori Asam Basa


Terdapat tiga teori tentang cara membedakan senyawa asam
dan senyawa basa. Teori tersebut adalah teori Arrhenius,
Bronsted-Lowry, dan Lewis.
1. Teori Arrhenius
Teori ini dikemukakan oleh ilmuwan Swedia, Svante Arrhenius
pada tahun 1807.
Teori ini menyatakan bahwa:
*.Asam: suatu zat yang bila dilarutkan dalam air dapat
memberikan atau memperbesar konsentrasi ion H+.
*.Basa: suatu zat yang bila dilarutkan dalam air dapat
memperbesar konsentrasi OH-.
2. Teori Bronsted-Lowry
Teori ini dikemukakan oleh Johanes N. Bronsted dan Thomas M.
Lowry pada tahun 1923.
Teori ini menyatakan bahwa:
*.Asam: senyawa yang dapat memberikan proton kepada
senyawa lain (donor proton)
*.Basa: senyawa yang dapat menerima proton dari senyawa
lain (akseptor proton)
3. Teori Lewis

Teori ini dikemukakanoleh G.N. Lewis pada tahun 1923. Beliau


adalah seorang ahli kimia Amerika Serikat.
Teori ini menyatakan bahwa:
*.Asam: ion/molekul yang dapat bertindak sebagai penerima
pasangan elektron (belum oktet)
*.Basa: ion/molekul yang dapat bertindak sebagai pemberi
pasangan elektron (mempunyai PEB)
Ciri-ciri asam kuat:
*.Golongan VIIA
*.Terionisasi sempurna (=1)
*.Merupakan elektrolit kuat
*.Contoh: HCl, HI, HBr, H2SO4,HNO3
Ciri-ciri asam lemah:
*.Tidak terionisasi sempurna (<1)
*.Merupakan elektrolit lemah
*.Contoh: CH3COOH, H2CO3, H2S, H3PO4, HCN, dll
Ciri-ciri basa kuat:
*.Golongan IA dan IIA (kecuali Be)
*.Contoh: LiOH, NaOH, KOH, RbOH, Mg(OH)2, Ca(OH)2, Sr(OH)2,
Ba(OH)2
Ciri-ciri basa lemah:
*.Contoh: Al(OH)3, Be(OH)2, NH4OH, Cu(OH)2, Fe(OH)3
Indikator asam dan basa:
*.Kertas lakmus
*.Indikator universal
*.pH meter
*.Larutan indikator
Dikutip dari: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/01/asambasa-materi-ringkasan-sma-xi.html