Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Fianita Nur Alida

Kelas

: XI MIA 2

No. Absensi : 12

Jujur Menjadi Pintu Masuk Semua Kebaikan

Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam yang telah memberikan
sebaik-baiknya nikmat yaitu nikmat iman dan islam. Salawat dan doa
keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Muhammad Saw berserta
keluarga dan para sahabat-sahabatnya. Pada hari yang berbahagia ini saya
akan menyampaikan ceramah yang berjudul Jujur Menjadi Pintu Masuk
Semua Kebaikan.
Rasulullah selalu berpesan agar setiap muslim untuk berlaku jujur, jujur
terhadap Allah, dirinya dan terhadap orang lain terutama pada saat
dibutuhkan dengan cara dengan mengatakan apa adanya meskipun harus
menanggung akibatnya, seperti dalam persidangan yang menyangkut hajat
orang banyak, seperti dimintai kesaksian di pengadilan apalagi terkait
dengankasus korupsi uang negara, sebagaimana Hadits Nabi saw yang
diriwayatkan oleh Ibn Hibban
Katakan kebenaran walau pahit (HR. Ibnu Hibban)
Makna gampangnya, Jujur adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan
kejadian yang sebenarnya, tanpa ada tendensi untuk menutupi kesalahan
orang lain, kita bisa bayangkan seandainya para saksi itu berkata jujur maka
hakim akan dengan mudah menjernihkan putusannya, yang salah diputus
salah dan sebaliknya yang benar akan mendapat kebenarannya.
Alangkah damainya dan tentramnya hidup dalam bangsa yang penuh
dengan kejujuran, akibat yang dirasakan dari perbuatan jujur adalah
kebaikan yang merata ke segala arah, tak terbedakan mana penguasa atau
rakyat jelata, tak ada lagi mana cicak dan mana buaya. Pendek kata
kejujuran menjadi pintu masuk semua kebaikan. Sebaliknya, Kebohongan
membuka jalan lebar kepada keburukan, uniknya di dalam perbuatan
bohong, untuk menutupinya butuh kebohongan yang lebih besar lagi, dari
kebohongan semula.

Kejujuran rupanya mempunyai pertalian erat dengan aqidah. Seseorang


yang aqidahnya kuat akan selalu berbuat jujur, karena merasakan kemaha
hadiran Allah swt, setiap gerak dan langkahnya selalu merasa diawasi oleh
Allah swt Yang Maha Mengetahui.

Rasul saw bersabda yang diriwayatkan oleh Aisyah dikatakan bahwa: Sifat
yang dibenci oleh Rasulullah adalah bohong. Kalau ada orang yang
berbohong sekali, maka tidak akan hilang dalam ingatan Rasulullah sampai
orang itu bertaubat. Mengapa bohong itu sangat serius ? dan jujur sangat
penting ?. Jujur adalah pintu kebaikan. Bohong adalah pintu kejahatan.
Artinya, kalau yang kita buka adalah pintu kejujuran, maka akan masuk
asemua kebaikan, sebaliknya bohong adalah pintu kejahatan, kalau dibuka
pintu kebohongan maka akan masuk seluruh kejahatan.
Ada seorang yang datang kepada Rasulullah ingin memeluk agama Islam
tetapi ia hobby berzina. Persoalan tersebut jika dibawa kepada seorang
psikiater mungkin resepnya akan beraneka warna, tetapi Rasulullah
memberikan resep yang sangat singkat, yaitu tidak boleh berdusta (bohong).
Apa hubungan zina dengan bohong ? bohong adalah pintunya, jika pintunya
dibuka, maka segala dosa itu akan masuk, tapi jika kebohongan itu ditutup
maka segala dosa tidak akan masuk. Artinya dari seluruh kejahatan yang
kita kerjakan itu akibat kita sering berani berbohong dan berdusta.
Sebagai orang mumin sifat jujur adalah salah satu ciri yang harus dilekatkan
dalam dirinya, mungkin saja orang mukmin bermaksiat tetapi seorang
mumin tidak mungkin melakukan kebohongan. Suatu hari Rasulullah saw
bersabda: setiap mumin mungkin saja mempunyai sikap yang jelek,. Tetapi
yang tidak boleh adalah dusta dan khianat, kemudian datang seseorang
yang bertanya,
Wahai Rasul saw, mungkinkah seorang mumin itu penakut?
Rasul saw menjawab:mungkin
Mungkinkah seorang mukmin itu bakhil ?. Jawab Rasulullah : mungkin.
Sahabat kembali bertanya : Mungkinkah seseorang mukmin al Kadzab
(berdusta)?
Rasul saw menjawab : Tidak mungkin.

Terkadang kita berbohong tetapi dalam kesadaran diri kita, kita tidak
merasakan bahwa ada masalah besar dengan akhlak kita, padahal sekelumit
kisah di atas, seolah-olah larangan keras dari rasul saw untuk orang-orang
yang berbohong, bahkan bohong mengeluarkan manusia dari bingkai
keimanannya.
Kiranya cukup sampai di sini, Segala kesalahan dan tutur kata yang kurang
berkenan di hati Bapak, Ibu, dan hadirin semua baik yang saya sengaja
maupun tidak. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wabillahitaufiq wallhidayah, Wassalamualaikum Wr.Wb.