Anda di halaman 1dari 6

BAB l

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di nergaranegara maju, meskipun masalah kesehatan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang
menyebabkan kematian secara langsung, namun gangguan tersebut dapat menimbulkan
ketidakmampuaan individu dalam berkarya serta ketidaktepatan individu dalam
berprilaku yang dapat menghambat pembangunan karena mereka tidak produktif
(Hawari, 2000).
Waham atau delusi merupakan keyakinan palsu yang timbul tanpa stimulus luar yang
cukup dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : Tidak realistik, Tidak logis, Menetap,
Egosentris, Diyakini kebenarannya oleh penderita, Tidak dapat dikoreksi, Dihayati oleh
penderita sebagai hal yang nyata, Penderita hidup dalam wahamnya itu, Keadaan atau
hal yang diyakini itu bukan merupakan bagian sosiokultural setempat ( dr. Noviana,
2007 ).
Waham kebesaran ( delusion of grandiosty). Penderita mempunyai kepercayaan bahwa
dirinya merupakan orang penting dan berpengaruh, mungkin mempunyai kelebihan
keuatan yang terpendam, atau benar-benar merupakan figur orang kuat sepanjang
sejarah (misal : Jenderal Soedirman, Napoleon, Hitler, dan lain-lain).
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan di Ruang Cempaka Rumah Sakit Jiwa
Soeharto Heerdjan (RSJSH) sebagai lahan praktek , diperoleh data selama 3 bulan
terakhir pasien berjumlah 81 orang, yaitu dengan masalah halusinasi 53 orang ( %),
waham dari 25 pasien yang ada diruang cempaka.
Walaupun presentase waham rendah namun apabila tidak ditangani akan menyebabkan
resiko perilaku kekerasan oleh karena itu, kelompok tertarik untuk menyajikan mdalam

bentuk seminar dengan topik Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan


Proses Pikir Waham Kebesaran.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Agar mahasiswa dapat memahami serta dapat memberikan asuhan keperawatan yang
tepat bagi pasien jiwa dengan masalah Waham berdasarkan data dan keluhan-keluhan
yang didapat dari pasien.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian pada pasien dengan gangguan proses pikir : waham kebesaran
b. Membuat diagnose keperawatan pada pasien dengan gangguan proses pikir : waham
kebesaran
c. Melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan gangguan proses pikir :
waham kebesaran
d. Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan pada pasien dengan gangguan proses pikir:
waham kebesaran
e. Mendokumentasikan tindakan yang dilakukan pada pasien dengan gangguan proses
pikir : waham kebesaran
C. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dalam 6 BAB, yaitu:
BAB I Pendahuluan meliputi: Latar belakang, tujuan umum, tujuan khusus, sistematika
penulisan dan proses pembuatan makalah. BAB II Gambaran Kasus meliputi: asuhan
keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi dan strategi
pelaksanaan. BAB III Tinjauan Teori meliputi: laporan pendahuluan mengenai waham.
BAB IV Tindakan Keperawatan meliputi: intervensi Sp. BAB V Pembahasan meliputi:
kesenjangan antara teori dengan kasus dilapangan. BAB VI Penutup meliputi : kesimpulan
dan saran.
D. Proses Pembuatan Makalah
Mahasiswa praktek diruang Cempaka selama 13 hari yaitu mulai tanggal 1 april 13
april 2013, dimana dalam satu minggu mahasiswa praktek enam hari mulai hari senin
sampai sabtu. Pengelolaan asuhan keperawatan mahasiswa mengidentifikasi ada 6 pasien
dengan diagnose gangguan proses pikir waham kebesaran di ruang Cempaka. Dari hasil

identifikasi kelompok memilih kasus gangguan proses pikir waham kebesaran. Dalam
penyusunan makalah, kelompok menggunakan beberapa literature yang diperoleh dari
hasil kepustakaan dan studi kasus. Setelah makalah ini tersusun maka kelompok
mengkonsultasikan dengan pembimbing untuk perbaikan makalah yang nantinya akan
dipresentasikan dalam seminar pada hari Jumat tanggal 26 april 2013.

BAB II
GAMBARAN KASUS
A. Pengkajian
Pasien bernama Ny. S berusia 38 tahun beragama islam dengan status menikah,
pendidikan terakhir pasien SD. Pasien dibawa ke RSJ Soeharto Heerdjan pada tanggal 2
april 2013 dan dilakukan pengkajian pada tanggal 5 april 2013. Alamat Jl. Pesantren no.
02 RT 002/04 Kelurahan Kreo Selatan Kecamatan Larangan.
Setelah dilakukan pengkajian, pasien dibawa ke RSJ Soeharto Heerdjan oleh keluarga
karena suka mengatakan dirinya orang kaya, seorang hajjah naik haji 2 kali, ingin
dinikahi oleh roma irama. Pasien pernah melakukan rawat jalan di RSJ Soeharto Herdjan
selama 8 tahun dan pernah putus obat.

Hasil observasi selama di RSJ Soeharto Heerdjan didapatkan data pasien, pasien banyak
bicara, kadang gelisah, suka mondar-mandir, suka bicara yang tidak sesuai dengan
realita.
Hasil wawancara dengan pasien, pasien mengatakan dirinya seorang hajjah naik haji 2
kali, orang kaya yang punya banyak uang dan 7 mobil, akan dinikahi oleh roma irama,
dan akan menjadi pengganti pembalap valentine rossi.
Sedangkan hasil wawancara dengan keluarga saat dilakukan home visit didapatkan data
sebagai berikut : suami pasien mengatakan pasien sejak 8 tahun yang lalu namun
keluarga tidak mengetahui bahwa pasien mengalami waham. Keluarga mengatakan saat
dirumah pasien suka membanting barang, memukul anaknya jika kesal, berbicara kacau,
dan tidak sesuai realita, namun pasien suka merasa bahwa dirinya orang yang paling
miskin sehingga dijauhi tetangganya. Keluarga mengatakan sudah lelah mengingatkan
pasien untuk minum obat karena tidak dihiraukan oleh pasien. Keluarga tidak tahu cara
merawat pasien saat dirumah.

B. Masalah Keperawatan
1. Waham Kebesaran
Kondisi pasien ( DS, DO) :
Kilen mengatakan seorang hajjah yang sudah naik haji dua kali, pasien mengatakan
dirinya adalah orang kaya punya banyak uang, mobil tujuh, dan rumah yang
besar,pasien mengatakan jago ngetrack dan akan menjadi pengganti Vallentino Rossi,
pasien mengatakan akan menikah dengan Rhoma Irama.
Pasien tampak bersemangat saat bicara, bicara pasien kacau tidak sesuai kenyataan,
pasien selalu mengulang-ulang pembicaraan pasien senang bicara.
2. Harga Diri Rendah
Kondisi pasien ( DS, DO) :
Pasien mengatakan sedih karena dijauhi keluarga dan tetangganya, pasien tampak
sedih saat menceritakan masalah yang dialaminya dan menangis.
3. Koping Keluarga In Efektif
Kondisi pasien ( DS, DO) :
Pasien mengatakan tidak ada yang mengingatkan minum obat saat dirumah, pasien

mengatakan tidak ada yang mendukung untuk sembuh. Support system dalam
keluarganya adalah suaminya, pasien dirumah selalu di ajak berkomunikasi, Keluarga
tidak pernah mengingatkan untuk minum obat karena tidak dihiraukan oleh pasien
dan keluarga mengatakan belum mengerti cara merawat pasien dirumah dan belum
tahu penyakit yang dialami pasien.
4. Rejimen Teraputik In Efektif
Kondisi pasien ( DS, DO) :
Pasien mengatakan sudah pernah di rawat di rumah sakit jiwa Soekarno Herdjan
pada tahun 2005 dan 2008, Pasien mengatakan malas minum obat saat sudah
dirumah. Pasien tampak sudah 3 kali dirawat di RSJ Dr. soeharto Heerdjan sejak
tahun 2005, Pasien tampak belum memahami pentingnya minum obat.
5. Kerusakan Komunikasi Verbal
klien mengatakan orang kaya, punya banyak mobil, klien mengatakan seorang hajjah
naik haji 2 kali, klien mengatakan akan dinikahi oleh rhoma irama. Klien tampak
mendominasi pembicaraan, klien banyak bicara, klien suka mengulang-ngulang
pembicaraan.
C. Pohon Masalah & Diagnosa Keperawatan
Kerusakan Komunikasi Verbal

GPP : Waham Kebesaran


Regimen Terapeutik Inefektif

Koping keluarga Inefektif

Harga Diri Rendah

D. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan proses pikir : Waham Kebesaran

2. Harga DIri Rendah


3. Koping Keluarga In Efektif
4. Regimen Terapeutik In Efektif
5. Kerusakan Komunikasi Verbal