Anda di halaman 1dari 3

SECARA ETIMOLOGI

psikologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas 2 kata yaitu itu psyche dan logos. Psyche
artinya jiwa dan logos artinya ilmu, jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa
SECARA TERMOLOGI
psikologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang perilaku atau tingkah laku manusia
Personality berasal dari bahasa inggris atau kepribadian berasal dari bahasa yunani yaitu
persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di
Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan
menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya.
Pembentuk kepribadian
A. Nature
1. Id adalah nafsu atau keinginan yang timbul dalam tubuh
2. Ego adalah bagian jiwa yang memegang kendali dan menguasai keinginan-keinginan
yang timbul dari Id
3. Super ego adalah kekuatan moral dari kepribadian.
Contoh
Bayi hanya mempunyai Id, idnya itu dia lapar dan menginginkan susu, karena tidak
memiliki ego jadi dia hanya menangis saat idnya muncul
Saat balita ego mulai muncul ketika lapar dan ada makanan didepannya balita
tersebut langsung mengambilnya dan memakannya disini belum ada super ego
Beranjak remaja hingga dewasa super ego sudah ada saat kamu lapar dan melihat
makanan di atas meja, egomu bilang ambil saja makanan itu, super ego disini bilang
jangan ambil makanan itu, itu bukan milik kamu, kamu izin dulu dengan
pemilikknya.
B. Nuture
1. Lingkungan Keluarga
Lingkungan memiliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian anak.
Khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan sosial yang lebih banyak berpengaruh
terhadap perkembangan individu adalah lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah
pemain peran ini. Lingkungan keluarga adalah awal kehidupan bagi setiap manusia.
2. Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis


melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan pelatihan dalam rangka membantu
para siswa agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal, baik yang
menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, sosial maupun fisikmotoriknya.
3. Kelompok Teman Sebaya (Peer Group)
Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi anak mempunyai peran
yang cukup penting bagi perkembangan dirinya. Melalui kelompok sebaya, anak dapat
memenuhi kebutuhannya untuk belajar berinteraksi sosial (berkomunikasi dan
bekerjasama), belajar menyatakan pendapat dan perasaan orang lain, belajar tentang
norma-norma kelompok, dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial.
4. Masyarakat
Lingkungan masyarakat dapat berperan membentuk karakter anak . Misalnya
lingkungan tempat tinggal di asrama polisi atau tentara, anak-anak yang tinggal disana
cenderung lebih berani karena mereka merasakan adanya label dari orangtuanya. Mereka
juga besikap lebih semena-mena kepada teman-temannya yang lain. Lingkungan yang
seperti ini akan membentuk karakter anak menjadi keras, pribadi yang galak, apa yang
dia inginkan harus segera terlaksana. Ataupun dengan memilih tinggal di tengah-tengah
kota besar, yang mana sesama tetangga tak saling mengenal satu sama lain, lingkungan
yang seperti ini dapat membentuk karakter yang tidak baik juga pada anak, anak jadi
terbiasa untuk tidak peka terhadap orang lain, merasa tidak memerlukan orang lain dalam
hidupnya, sikap individualismenya juga akan sangat terlihat.
Lingkungan masyarakat juga dapat berpengaruh sebaliknya yaitu berpengaruh
baik bagi anak. Misalnya dengan memilih tinggal di sebuah perkampungan di pinggiran
kota. Yang di lingkungan tersebut terdapat masjid, para remajanya pun aktif dan antusias
dalam kegiatan-kegiatan syiar agama untuk masyarakat sekitar, baik orangtua, remaja
bahkan anak-anak kecil. Suasana lingkungan menjadi hidup, dinamis, agamis, harmonis
serta menyenangkan hati masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut. Anak-anakpun
terbentuk karakter yang sopan santun, beradaptasi, berempati, serta dapat menjadi
manusia yang berjiwa sosial. Kondisi masyarakat yang kumuh dan serba kekurangan
akan sangat mempengaruhi aktifitas dan semangat belajar siswa.
5. Media Massa

Media massa adalah faktor lingkungan yang dapat merubah atau mempengaruhi
prilaku masyarakat melalui proses-proses. Media massa juga sangat besar pengaruhnya
bagi perkembangan seseorang, dengan adanya media massa, seorang anak dapat
mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan dengan pesat. Media massa dapat
merubah prilaku seseorang ke arah positif dan negatif.