Anda di halaman 1dari 38

Perdarahan pada

Kehamilan Muda
Zulfadli
SMF Obstetri dan Ginekologi
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung

Perdarahan pada kehamilan


muda dapat berupa :
Abortus
Kehamilan Ektopik
Mola Hidatidosa

Abortus

Definisi
keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum
janin dapat hidup diluar kandungan
EASTMAN :
abortus adalah keadaan terputusnya suatu kehamilan
dimana fetus belum sanggup hidup sendiri diluar uterus.
Belum sanggup diartikan apabila fetus itu beratnya
terletak antara 400-1000 gram atau usia kehamilan <
28 minggu

definisi...
JEFFCOAT :
abortus adalah pengeluaran dari hasil konsepsi
sebelum usia kehamilan 28 minggu,yaitu fetus belum
viable by law
HOLMER :
abortus adalah terputusnya kehamilan sebelum
minggu ke 16, dimana proses plasentasi belum selesai

definisi...
ternyata MONRO melaporkan bahwa fetus dg berat
397 gram dapat hidup terus, jd definisi diatas
tidaklah mutlak
Makin tinggi BB anak waktu lahir, makin besar
kemungkinannya untuk hidup terus
Faktor2 penyebabnya sangat byk. Pada bulan
pertama yang mengalami abortus, hampir selalu
didahului oleh matinya fetus

Abortus
Definisi :
Perdarahan dari uterus yang disertai dengan
keluarnya sebagian atau seluruh hasil konsepsi
sebelum usia kehamilan < 20 minggu dan atau
Berat < 500gr
Patofisiologi :
Pada awal abortus terjadi perdarahan dalam
desidua basalis + nekrosis jaringan sekitarnya !
hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya
(benda asing dalam uterus) ! uterus berkontraksi
untuk mengeluarkannya.

Korelasi Abortus dengan Usia Kehamilan


Pada kehamilan < 8 Mg
Hasil konsepsi biasanya dikeluarkan
seluruhnya, karena villi koriales
belum menembus desidua secara
dalam.
Pada kehamilan 8-14 Mg
Villi koriales menembus desidua lebih
dalam, sehingga plasenta tidak
dilepaskan sempurna ! banyak
perdarahan.
Pada kehamilan > 14 Mg
Yang dikeluarkan setelah ketuban
pecah adalah janin, disusul plasenta,
jika lengkap perdarahan tidak banyak
.

Diagnosa dan Penanganan


Perdarahan pervaginam, setelah mengalami
terlambat haid pada wanita usia reproduksi.
Tes kehamilan positif
Prinsip Penatalaksanaan perdarahan per vaginam pada usia
kehamilan muda :
1. JANGAN LANGSUNG LAKUKAN KURETASE !!!
2. Tentukan keadaan janin, mati atau hidup. Bila memungkinkan
periksa dengan USG.
3. Beta HCG masih dapat positif walaupun janin sudah mati

Indikasi Abortus Medisinalis


Gangguan kesehatan yang sangat
mengancam keselamatan ibu
Kehamilan akibat perkosaan atau
incest
Dipastikan terjadi cacat berat pada
janin (severe physical deformities)
atau retardasi mental

Indikasi dan Frekuensi Abortus Buatan


ABORTUS TERAPETIK
Indikasi dan frekuensi
Gawatdarurat
25.0%
Alasan medis
12.0%

Atas permintaan
40.0%

Aspek sosial
23.0%

Sumber: Van Look & von Hertzen, 1990

Pikirkan terjadinya abortus:


Bila seorang wanita usia reproduksi
datang dengan gejala sebagai berikut:
terlambat haid
perdarahan per vaginam
spasme atau nyeri perut bawah
keluarnya massa kehamilan/konsepsi

Etiologi
kelainan ovum
kelainan genitalia ibu
gangguan sirkulasi plasenta
penyakit-penyakit ibu
antagonis rhesus
perangsangan pada ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi
penyakit bapak

1. Kelainan ovum
Menurut HERTIG dkk pertumbuhan abnormal dari fetus sering
menyebabkan abortus spontan
Menurut penyelidikan mereka, dari 1000 abortus spontan,
48,9% disebabkan karena ovum yg patologis, 3,2% disebabkan
karena kelainan letak embrio, dan 9,6% disebabkan karena
plasenta yg abnormal
Pada ovum abnormal -- 6% tdpt degenerasi hidatid vili
Berkurang kemungkinannya bila kehamilan > 1 bulan artinya <
1 bulan -- besar kemungkinan krn kelainan ovum (50-80%)

2. Kelainan Genitalia ibu


Anomali kongenital (hipoplasia uteri, uterus bikornis, dll)
Kelainan letak dari uterus spt retrofleksi uterui fiksata
Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menanti nidasi
dari ovum yg sudah dibuahi, spt kurangnya progesteron
atau estrogen, endometritis, mioma submukosa
Uterus terlalu cepat teregang (kehamilan ganda, mola)
Distorsio uterus, mis. karena terdorong oleh tumor pelvis

3. Gangguan sirkulasi
plasenta
biasa dijumpai pada ibu yg menderita :
nefritis
hipertensi
preeklampsia-eklampsia
anomali plasenta
end-arteritis oleh karena lues

4. Penyakit ibu
Penyakit infeksi yg menyebabkan demam tinggi spt pneumonia,
tifoid, pielitis, rubeola, demam malta, dsb. kematian fetus
dapat disebabkan karena toksin dari ibu atau invasi kuman
atau virus pada fetus
Keracunan Pb, nikotin, gas racun, alkohol, dll
Ibu yg asfiksia spt pada dekompensasio kordis, penyakit paru
berat, anemi gravis
Malnutrisi, avitaminosis dan gangguan metabolisme,
hipotiroid, kekurangan vitamin A, C, atau E, diabetes mellitus

5. Antagonis Rhesus
Pada antagonis rhesus, darah ibu yang
melalui plasenta merusak darah fetus,
sehingga tjd anemia pada fetus yg
berakibat meninggalnya fetus

6. Terlalu cepatnya corpus


luteum menjadi atrofi
atau faktor ser viks, yaitu
inkompetensia ser viks, ser visitis

7. Perangsangan pada ibu yg


menyebabkan uterus berkontraksi
sangat terkejut
obat-obat uterotonika
ketakutan
laparotomi, dll
trauma langsung thd fetus: selaput janin rusak
langsung karena instrumen, benda dan obat-obatan

8. Penyakit bapak
umur lanjut
penyakit kronis : TBC, anemia, dekompensasi kordis
malnutrisi
nefritis
sifilis
keracunan (alkohol, nikotin, Pb, dll)
Sinar rontgen
avitaminosis

Frekuensi
abortus spontan sekitar 10-15%
frek.seluruh keguguran yg pasti sukar ditentukan, karena
abortus buatan banyak yg tdk dilaporkan kecuali kalau sdh tjd
komplikasi

SIGLER & EASTMAN -- 10%


EASTMAN -- 80% tjd pd bulan 2-3 kehamilan
SIMENS -- 76%

Patologi
Pada permulaan tjd perdarahan dlm desidua
basalis, diikuti oleh nekrosis jaringan
sekitarnya, kemudian sebagian atau seluruh
hasil konsepsi terlepas
Karena dianggap benda asing maka uterus
berkontraksi untuk mengeluarkannya
Pada kehamilan < 8 minggu hasil konsepsi
dikeluarkan seluruhnya karena villi korialis
belum menembus desidua terlalu dalam
Pada kehamilan 8-14 minggu, telah masuk agak
dalam, sehingga sebagian keluar dan sebagian
lagi akan tertinggal, karena itu akan banyak
terjadi perdarahan

Klasifikasi
1. Abortus spontan
adalah abortus yg tjd dg tdk
didahului faktor-faktor mekanis
ataupun medisinalis, sematamata disebabkan faktor alamiah

2. Abortus provokatus (induced


abortion)
adalah abortus yg disengaja, baik
dengan memakai obat-obatan
maupun alat-alat.

A. abortus medisinalis
(abortus
therapeutica) ----------adalah abortus karena tindakan
kita sendiri, dengan alasan bila
kehamilan dilanjutkan, dapat
membahayakan jiwa ibu
(berdasarkan indikasi medis).
Biasanya perlu mendapat
persetujuan 2 sampai 3 tim
dokter ahli
B.

abortus kriminalis
------------ adalah abortus yg
tjd oleh karena tindakan yg
tidak legal atau tdk berdasarkan
indikasi medis

Klinis abortus spontan


1. Abortus imminens
2. Abortus insipiens
3. Abortus Inkompletus
4. Abortus kompletus
5. Missed abortion

Abortus imminens
(threatened abortion)
keguguran mengancam
Ostium uteri eksternum (OUE) masih tertutup
keguguran belum tjd (hasil konsepsi seluruhnya
masih berada dalam uterus) sehingga
kehamilan dapat dipertahankan dengan cara :
Tirah baring
Gunakan preparat progesteron
Tidak berhubungan badan
Evaluasi secara berkala dg USG untuk melihat
perkembangan janin

Abortus
insipiens
adalah proses keguguran yg sedang berlangsung
Ditandai dengan adanya rasa sakit karena telah
terjadi kontraksi rahim untuk mengeluarkan hasil
konsepsi
Ostium ditemukan sudah terbuka dan kehamilan tidak
dapat dipertahankan lagi
Penatalaksanaan :
evakuasi hasil konsepsi dengan kuretase. Diikuti
pemberian uterotonika, analgetika dan antibiotika

Abortus inkompletus
Hanya sebagian dari hasil konsepsi yang dikeluarkan,
yang tertinggal adalah desidua atau plasenta
Gejala :
amenore
sakit perut dan mulas-mulas
perdarahan sedikit atau banyak
sudah ada keluar jaringan
OUE terbuka dan didapati sisa-sisa jaringan
dapat diraba pada kanalis ser vikalis
uterus lebih kecil dari seharusnya
penatalaksaan ---- Kuretase

Abortus Kompletus
Semua hasil konsepsi sudah
dikeluarkan.
Gejala
Perdarahan sedikit, ostium
uteri eksternum tertutup,
uterus mengecil.
Penanganan
Bila anemis ! Sulfas
Ferrosus.

Missed Abortion
Kematian janin < 20 Mg, tapi tidak dikeluarkan selama 8 Mg.
Etiologi ??, diduga Hormon progesteron
Gejala
Diawali dengan abortus imminens yang kemudian menghilang
spontan atau setelah terapi.
Gejala subyektif kehamilan menghilang, mammae mengendor,
uterus mengecil, tes kehamilan (-). Sering disertai gangguan
pembekuan darah karena hipofibrinogenemia.
Terapi
Tergantung KU & kadar fibrinogen serta psikis os. Jika < 12 Mg
! DC, jika > 12 Mg ! infus oksitosin 10 IU/D5 500 cc atau
Prostagalndin E

Abortus Habitualis
Abortus spontan yang terjadi 3x berturut-turut (0,41%,
Bishop)
Etiologi :
Abortus spontan, imunologik/ kegagalan reaksi terhadap
antigen.
Penanganan :
Anamnesa lengkap, pemeriksaan golongan darah suami &
istri, inkompatibilitas darah, pemeriksaan VDRL, TTGO,
pemeriksaan Kromosom & mikoplasma.
Pada Trimester 2 ! inkompeten serviks ! cerclage
Tatalaksana tergantung etiologi

Abortus Infeksiosus / Abortus Septik


Abortus infeksiosus : abortus yang disertai infeksi
traktus Genitalia.
Abortus septik : abortus infeksiosus berat disertai
penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran
darah atau peritoneum.
Gejala :
Terjadi abortus disertai tanda infeksi : demam,
takikardi, perdarahan pervaginam berbau, uterus
membesar, lembek, nyeri tekan, lekositosis. Bila sepsis
! demam , menggigil, Tekanan Darah .
Penanganan ; infus ! transfusi, Antibiotik. Kuretase
dilakukan dalam 6 jam

Tabel 4-3
DERAJAT ABORTUS
Diagnosis

Perdarahan

Serviks

Besar uterus

Abortus
iminens

Sedikit
sedang

Tertutup
Lunak

Sesuai usia
kehamilan

Gejala lain

Pt positif
Kram ringan
Uterus lunak

Abortus
insipiens

Sedang
banyak

Terbuka
Lunak

Sesuai atau
lebih kecil

Abortus
inkomplit

Sedikit
banyak

Terbuka
Llunak

< usia
kehamilan

Kram kuat
. Keluar jaringan
Uterus lunak

Kram sedang/kuat
Uterus lunak

Abortus
komplit

Sedikit
tidak ada

Tertutup
Lunak

< usia
kehamilan

Sedikit/tanpa kram
massa kehamilan (+/-)
Uterus agak kenyal

Kuretase

Kuretase AVM
Aspirasi vakum manual
-- dpt dilakukan bila
kehamilan < 14 minggu

Terima kasih