Anda di halaman 1dari 6

TAKE HOME CIVIC

DOSEN PENGAMPU

: ANAFRIN YUGISTYOWATI,M.Kep.,Sp.Kep.An

MATERI

: aplikasi nilai kewarganegaraan

NAMA

: DENY WINANDAR

NIM

: 130100380

PRODI/SEMESTER

: KEPERAWATAN/6 A

1) Bentuk-bentuk

implementasi

yang

dapat

dilakukan

profesi

perawat dalam melaksanakan Nilai-Nilai Norma kewarganegaraan


dalam kegiatan praktik keperawatan
Nilai moral merupakan penilaian terhadap tindakan yang umumnya diyakini oleh para
anggota suatu masyarakat tertentu sebagai yang salah atau yang benar ( Berkowit Z,1964 ).
Pertimbangan moral adalah penilaian tentang benar dan baiknya sebuah tindakan. Akan tetapi
tidak semua penilaian tentang baik dan benar itu merupakan pertimbangan moral, banyak
diantaranya justru merupakan penilaian terhadap kebaikan / kebenaran, estesis, teknologis /
bijak.
Jadi jelas bahwa seorang perawat harus benar-benar mempertimbangkan nilai-nilai moral
dalam setiap tindakannya. Seorang perawat harus mempunyai prinsip-prinsip moral, tetapi
prinsip moral itu bukan sebagai suatu peraturan konkret untuk bertindak, namun sebagai suatu
pedoman umum untuk memilih apakah tindakan-tindakan yang dilakukan perawat itu benar atau
salah.
Beberapa kategori prinsip diantaranya :
a.
b.
c.
d.
e.

Kebijakan ( dan realisasi diri )\


Kesejahteraan orang lain
Penghormatan terhadap otoritas
Kemasyarakatan / pribadi-pribadi
Dan keadilan
Seorang perawat harus mempunyai rasa kemanusiaan dan moralitas yang tinggi terhadap

sesama. Karena dengan begitu, antara perawat dan pasien akan terjalin hubungan yang baik.

Perawat akan merasakan kepuasan batin, bila ia mampu membantu penyembuhan pasien dan si
pasien sendiri merasa puas atas pelayanan perawatan yang diberikan, dengan kata lain terjadi
interaksi antara perawat dan pasien.
Selain prinsip-prinsip moralitas yang dikemukakan diatas, ajaran moralitas dapat juga
berdasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila, misalnya dalam sila I dan
sila II.
1. Sila I ( Ketuhanan Yang Maha Esa )
Bahwa kita menyakini akan adanya Tuhan ( Allah SWT ), yang akan selalu mengawasi
segala tindakan-tindakan kita. Begitu juga dengan perawat. Bila perawat melakukan
Malpraktik, mungkin ia bias lolos dari hukuman dunia. Tetapi hokum Tuhan sudah menanti
disana( akhirat ). Jadi perawat harus mampu menjaga perilaku dengan baik, merawat pasien
sebagai mana mestinya.
2. Sila II ( Kemanusiaan Yang adil dan Beradap )
Disini jelas bahwa moralitas berperan penting, khususnya moralitas perawat dalam
menangani pasien. Perawat harus mampu bersikap adil dalam menghadapi pasien, baik itu
kaya-miskin, tua-muda, besar-kecil, semua diperlakukan sama, dirawat sesuai dengan
penyakit yang diderita pasien
PENGAMALAN PANCASILA DALAM IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
seorang perawat yang baik juga harus bisa menagamlkan nilai-nilai keagamaan dalam
menjalankan profesi keperawatannya seperti dalam tata kelakuan yang sesui norma agama.
Implentasi dari sila pertama antara lain :
a. Ikut mendoakan kesembuhan pasien meskipun berbeda keyakinan.
b. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berdoa atau sholat sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan.
c. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah masingmasing jika antara perawat maupun dokter berbeda keyakinan dengan pasien.
d. Perawat membantu pasien yang ingin menghormati dan melaksanakan ibadahnya saat
pasien dalam keadaan keterbatasan.
e. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan perlu bersikap sadar, murah hati
dalam arti bersedia memberikan bantuan dan pertolongan kepada pasien dengan sukarela
tanpa mengharapkan imbalan.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.


Implementasi dari sila kedua antara lain :
a. Memberikan pelayanan yang adil tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama,
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya sesuai dengan
penyakit yang diderita pasien.
b. Dalam merawat pasien hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan
tidak memperlakukan pasien dengan semena-mena.
c. Perawat merawat pasien dengan penuh perasaan cinta, serta sikap tenggang rasa dan tepa
selira.
d. Membela pasien (Patien Advocate) pada saat terjadi pelanggaran hak-hak pasien,
sehingga pasien merasa aman dan nyaman.
e. Perawat memberikan informasi dengan jujur dan memperlihatkan sikap empati yaitu turut
merasakan apa yang dialami oleh pasien.
f. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif pasien dengan
memberikan waktu untuk mendengarkan semua keluhan dan perasaan pasien.
g. Perawat memiliki sensitivitas dan peka terhadap setiap perubahan pasien.
3. Persatuan Indonesia
Implementasi dari sila ketiga antara lain :
a. Mengembangkan kerjasama sebagai tim dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
b. Mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien daripada kepentingan pribadi.
c. Perawat harus menjalin hubungan baik terhadap sesama perawat lain, staf kesehatan
lainnya, pasien dan keluarga agar tidak terjadi konflik yang menimbulkan perpecahan.
d. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa
dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
4. Kerakyatan
Yang
Dipimpin
Oleh
Hikmat
Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Implementasi sila keempat antara lain :
a. Sebelum melakukan tindakan perawatan

kepada

pasien

perawat

hendaknya

mengutamakan musyawarah dengan pasien dan keluarga pasien dalam mengambil


keputusan.
b. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur serta
dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan
kesatuan demi kepentingan bersama.
c. Perawat hendaknya membiasakan diri menahan pembicaraan tentang hal hal pasien
dengan orang yang tak mempunyai hal dalam hal itu dan yang tidak mengerti soal
perawatan pasien, meskipun orang tersebut keluarga pasien sendiri.

d. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implementasi dari sila kelima antara lain :
a. Mengembangkan sikap adil dan keseimbangan antara hak dan kewajiban terhadap semua
pasien.
b. Perawatan pasien dilaksanakan dengan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan antara pasien, keluarga pasien, perawat, dokter serta tim paramedis dan medis
lainnya.
c. Antara hak dan kewajibannya perlu diseimbangkan. Lebih mementingkan keselamatan
pasien tapi tidak mengabaikan keselamatan perawat itu sendiri.
d. Perawat mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam tugas, konsisten serta
tepat dalam bertindak.
e. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Bentuk-bentuk implementasi yang dapat dilakukan profesi perawat
dalam melaksanakan Nilai-Nilai Norma kewarganegaraan dalam
kegiatan praktik keperawatan
1. Norma adat atau sopan santun
Merupakan aturan-aturan, kaidah-kaidah yang telah disepakati sekelompok
masyarakat dan pelanggarnya mendapat sanksi adat, karena melanggar
kesopanan adat atau aturan-aturan adat.
Norma adat sopan santun perawat harus dapat menghargai adat istiadat
seorang pasien dan seorang perawat harus menjaga sikap dan tingkahlaku di
ruang lingkup pekerjaan dan ruang lingkup masyarakat
2. Norma hokum
Merupakan suatu kaidah, suatu aturan yang pelaksanaannya dapat dipaksakan
dan pelanggarnya dapat ditindak dengan pasti oleh penguasa yang sah dalam
masyarakat. Norma hokum biasanya (tetapi tidak selalu) berlaku berdasarkan
suatu perundang-undangan, peraturan pemerintah, kepres dan sebagainya.
Norma hukum seorang perawat harus mematuhi prosedur dan undang
undang tentang keperawatan . sehingga tidak akan berbuat suatu tindakan
keperawatan yang tidak membahayakan nyawa pasien sehingga tidak dapat
dituntut sesuai hokum yang berlaku dalam perawatan.
3. Norma moral atau norma social

Merupakan aturan-aturan, kaidah-kaidah untuk berperilaku baik dan benar yang


berlaku universal. Artinya, kaidah tersebut dapat diterima oleh manusia diseluruh
dunia. Yang mendasarinya adalah hati nurani atau hati kecil manusia.
Sedangkan pelanggarnya mendapat sanksi moral yaitu merasa bersalah dan hal
ini bisa berdampak pada pengucilan terhadap si pelaku.
Norma moral perawat harus memiliki moral yang bersifat melayani pasien ,
Perawat harus bersikap sopan dan ramah dalam menghadapi pasien.
4. Norma agama
Merupakan kaidah, aturan, petunjuk yang bersumber dari wahyu Tuhan lewat
Nabi atau Rasul. Kaidah ini berisi petunjuk kepada manusia untuk menaati dan
menghindari laranganNya. Sifat norma agama adalah mutlak dan tidak boleh
dirubah serta dibantah, jadi bersifat absolut.
Norma agama perawat harus memiliki sifat toleransi terhadap masing-masing
kepercayaan
2) Ini adalah salah satu upaya agar perawat tidak dipandang sebelah mata. Contoh
kasus, sebenarnya perawat harus bisa menyarankan pada dokter obat apa yang
baik bagi pasien, cara pengobatan yang cocok bagi pasien, dan tindakan lainnya,
karena perawat bertugas untuk mendiagnosa dan menganalisa keseluruhan dari
pasien, baik fisik maupun batin pasien tersebut. Misalnya, bila ada pasien yang
sedang putus asa. Walaupun dokter mengatakan dia baik-baik saja, tapi pasien
tersebut tetap merasa bahwa dia sakit. Hal yang seperti ini dapat dirawat agar
perasaan itu tidak ada lagi. Selain tugas seorang psikiater dan psikolog, di sini
perawat juga dapat berperan untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien tersebut
agar menjadi sehat seutuhnya atau dengan kata lain sehat jasmani dan rohani.
Bahkan, orang yang sudah divonis mati pun harus tetap dilayani oleh perawat untuk
memenuhi kebutuhannya agar tetap semangat dan bisa meninggal dengan keadaan
damai. Karena di sini, tugas dokter hanya memeriksa biologisnya saja, atau seorang
psikolog hanya dari psikologinya saja. Tapi bagi perawat, belum tentu orang sehat
dibilang

sehat

bila

orang

tersebut

belum

mampu

memenuhi

kebutuhan

kesehatannya. Hal ini sesuai dengan prinsip perawat yang harus mendiagnosa
pasien dilihat dari biologisnya, sosialnya, psikologisnya, dan spiritualnya

Sumber : materi kuliah civic


Potter
Wikipedia.

dan

perry.

2005.

Fundamental

Keperawatan. Jakarta: