Anda di halaman 1dari 23

Gejala Klinis Infeksi Virus Rubivirus

sebagai Penyebab Campak Jerman


Kelompok C3
Riska Cerlyan Mustamu 102013302
Yohanna Inge 102014100
Glorya Nathasia Ahab 102014185
Dwiki Widyanugraha 102014194
Nur Amira Amalina Mohammad
Zulkifli 102014228
Linda Gunawan 102014258

Skenario 11
Seorang anak lahir genap bulan (aterm) dan
dibawa
ke
rumah
sakit
terdekat
karena
menunjukkan adanya kelainan jantung dan katarak
pada matanya.

Identifikasi istilah yang tidak


diketahui
Tidak ada
Rumusan masalah
Seorang anak lahir cukup bulan di
bawa ke rs karena adanya kelainan
jantung dan katarak

Anamnesi
s

RM

Etiolo
gi

Cara
penulara
n

Ibu pernah
demam,
bercak
merahmerah
ditubuhnya
pada bulan
pertama
kehamilan

Hipotesis
Infeksi virus dapat menyebabkan cacat
lahir

Anamnesis(auto
anamnesis)

Anamnesis
(alloanamnesis)

Identitas pasien
Keluhan utama
kelainan jantung dan
katarak
Riwayat sakit
sekarang
Riwayat penyakit
dahulu
Riwayat penyakit
keluarga

Apakah anak berat


badan lahir < 1500 gr ?
Ketika trisemester
berapa ibu menderita
campak jerman?

Pemeriksaan
Fisik
Ruam makula papula
Rangsangan cahaya
pada bola mata
Pemeriksaan suhu
Frekuensi pernafasan

Laboratorium
Isolasi virus sekresi nasofaring
(memakan wkt 4-6 minggu)
Serologi
Kenaikan titer antibodi > 4
X
IgM pada serum sample
fase akut.
dengan cara hambatan
hemaglutimasi atau ELISA
IgM(+) infeksi baru
amniocentesis untuk
memastikan infeksi fetus.
Titer IgG > 1:8 kebal
proteksi untuk fetus

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan bila:
Pada isolasi virus dari sekresi nasofaring / kenaikan antibody
4X lipat dari serum akut-konvalensen.
Gejala berupa demam dengan kelemahan ringan, sakit
kepala, mialgia, pilek, polyartritis(25% pda dewasa).
Terdapat makula papula dengan diameter 1-4 mm pada
muka, leher, kepala, dada, dan ektremitas yang timbul 2-3
hari.

Organism Tanda dan


e
gejala pada ibu

Efek terhadap
janin/
neonatus

Pencegah
an

Tata
laksana

Rubella

Terdapat ruam
kulit, artralgia(nyeri
sendi),
limfadenopati difus.

Sindrom rubella
kongenital
Ketulian, lesi
mata ( katarak),
penyakit jantung
(duktus arteriosus
paten), retardasi
mental,
pertumbuhan janin
terhambat (PJT)

MMR untuk
anak-anak
dan orang
dewasa nonimun (tidak
sedang
hamil)

Tidak ada

Virus
herpes
simpleks
(HSV)

Primer episode
pertama
Penyakit
sistemik,
demam,
artralgia, lesi
genitalia yang
terasa nyeri,
adenopati.
Infeksi berulang
Lesi genitalia
yang tearasa
nyeri(gelembung

Lesi herpes
pada kulit dan
mulut
Sepsis virus
Ensefalitis
herpes
Infeksi
diseminata
herpes simpleks
virus (gejala sisa
neurologis
jangka panjang),
angka kematian

Persalinan
dengan
bedah jika
lesi HSV
primer
ditemukan
dalam
persalinan

Asiklovir
profilatik
sejak 35-36
minggu untuk
menurunkan
insidensi lesi
aktif dalam
persalinan

Organisme

Tanda dan
gejala pada ibu

Efek terhadap
janin/
neonatus

Pencegaha
n

Tata
laksana

Sitomegalovir
us (CMV)

Asimtomatik
Sindrom
menyerupai
mononukleus
infeksiosa
Hepatitis(jarang)

Penyakit yang
termasuk
disebabkan oleh
CMV
Hepatosplenome
gali, kalsifikasi
intrakranial
koriorentinitis,
retardasi mental,
pneumonitis
interstisial.
Kematian 30%

Tidak ada

Tidak ada

Varicella
zooster

Cacar air (paling


sering)
Pneumonitis (1020%)
Meningitis (Jarang)

Sindrom
varisella
kongenital
Koriorentinitis,
atrofi korteks
serebral,
hidronefrotosis,
defek tulang
panjang.
Terpajan pada
usia gestasi < 20
minggu
Infeksi

Asiklovir
Vaksin VZV
untuk orang
dewasa nonimun ( tidak
sedang hamil)
Varicella
zooster
immunoglobuli
n dalam waktu
96 jam setelah
terpajan vzv
dan untuk bayi
baru lahir, jika

Rubeola/measles
Terdapat
conjungtivitis,
batuk, pilek dan
demam
serta
terdapat
bercak
koplik pada bagian
buccal mukosa dan
terdapat
ruam
muncul pada garis
rambut
dan
menyebar dari atas
hingga ke bawah
dan lebih dari 3 hari

Rubella
Sakit
kepala,
demam ringan dan
sakit tenggorokan
Terdapat bintik
forschheimer pada
bagian langit-langit
Pembesaran
kelenjar
getah
bening
Ruam
mulai
di
wajah
dan
menyebar dari atas
ke bawah

Roseola
Biasanya
pada
anak
usia
6-36
bulan
disebabkan
oleh human herpes
virus
Demam
tinggi
mendadak
Setelah
demam
mereda ruam mula
berkembang
dimulai pada leher
dan
tubuh,
menyebar menuju
ke
wajah
dan
ekstremitas

Etiologi

disebut sebagai campak Jerman. selama kehamilan, virus ini menjadi


penyebab langsung kematian janin dan, bahkan yang lebih penting,
malforasi congenital berat.

Epidemiologi

Penularan inhalasi droplet (saluran nafas penderita) kontak


jangka panjang
Penyakit pada usia 5-14 tahun(tidak di vaksin) lebih sering
pada remaja dan dewasa muda (di vaksinasi)
Penularan maksimum rubela pascalahir 2 hari sebelum dan 57 hari sesudah onset ruam yang khas.
Masa inkubasi rubela pascalahir (14-21 hari, tetapi paling sering
16-18 hari)
Bayi dengan rubela kongenital melepaskan virus melalui
sekresi nasofaring sejak 13 hari sblm s/d 21 hari stlh timbulya
ruam, urine selama > 1 tahun sesudah lahir dan dapat menularkan
virus pada kontak yang rentan.

Patogenesis dan imunitas


Replikasi virus di nasopharynx dan kelejar getah
bening lokal darah organ internal dan kulit.
Timbulnya rash patogenesis belum jelas diduga
vasculitis antigen-antibodii
Kekebalan setelah sakit seumur hidup, bila ada
rash lagi infeksi virus lain (coxsackie atau
echovirus)
Antibodi transplasenta melindungi janin

Gejala klinik

Rubella
Inkubasi 14-21 hari prodroma singkat berupa
demam dan lesu rash makulopapular dari wajah
turun ke badan dan ekstremitas + pembesaran
kelenjar auricuar posterior rash hilang 3 hari
(seperti morbili namun lebih ringan).
Pada dewasa mungkin timbul polyarthritis krn
immune complex

Gejala klinik
Congenital
rubella
syndrome.
Bila ibu non-immun hamil dan
terinfeksi
rubbella
virus
pada trimester pertama,
terutama
pada
bulan
pertama viremia ibu dan
infeksi fetus fetus cacat
berat.
Janin yang tertular IgM
tinggi dan IgG tetap tinggi
walaupun IgG ibu sudah
hilang,

Komplikasi
Infeksi fetus trimester pertama mengakibatkan rubella
congenital pada 80% kasus paling berat
Ensefalitis 1-6 hari setelah tibul ruam, angka kematian
sekitar 20% sekuele jarang terjadi
Frekuensi CRS (50%) selama 12 minggu pertama kehamilan ,
25% bila 13-24 minggu kehamilan.
Karakteristik sindroma ini : tuli, katarak congenital dan
petent ductus arteriosus.

Pencegahan
Vaksin live attenueted efektif dan kekebalan lama(
10 tahun) subcutan, pada anak 15 bulan (kombinasi
MMR)
Vaksin wanita dewasa, hrs tidak sedang hamil,
selama 3 bulan menggunakan kontrasepsi
Vaksin menginduksi IgA pada Tr Resp mencegah
penularan dari carrier nasal
Immune serum globulin u/ ibu hamil yg terpapar
rubella pada trimester pertama
Bila kehamilan hrs di terminasi(di aborsi) hrs
dipastikan ibu, janin sudah terinfeksi (amniocentetsis).

Pengobatan
Tidak ada antivirus yang spesifik.
Hanya dapat mengobati gejalanya mis, Demam
antipiretik. Diare beri obat diare.

Parasetamol dan ibuprofenuntuk menurunkan panas


dan meredakan nyeri pada sendi.

Beri air yang banyak u/mencegah dehidrasi

Prognosis
Dubia ad malam mortalitas neonatus dengan rubella
sekitar 6%, namun lebih tinggi jika ada purpura
trombositopenik, penyakit jantung kongenital, katarak
kongenital, atau ensefalitis. Orang tua dan keluarga juga
harus mendapatkan support emosional dan petunjuk
dalam menghadapi kasus ini dalam komunitas dan
organisasi.

Kesimpulan

Hipotesis diterima. Congenital Rubella Syndrome memberi


pengaruh kepada anak sejak di dalam kandungan ibunya
karena infeksi rubella itu paling berbahaya pada 20 minggu
pertama kehamilan. Akibatnya, bayi dapat lahir dengan
keadaan tuli, buta, cacat jantung, dan kelainan intelektual.
Tes skrining seharusnya dilakukan pada awal kehamilan
untuk mendeteksi virus Rubella. Di samping itu, imunisasi
diberikan untuk mencegah Rubella dengan pemberian vaksin
atau imunisasi MMR.

THANK
YOU