Anda di halaman 1dari 28

Tumor ganas penyebab

benjolan di leher kiri


Kelompok C3
Riska Cerlyan Mustamu 102013302
Yohanna Inge 102014100
Glorya Nathasia Ahab 102014185
Dwiki Widyanugraha 102014194
Nur Amira Amalina Mohammad Zulkifli
102014228
Linda Gunawan 102014258

Skenario 9
Seorang

laki-laki berusia 50
tahun datang ke Klinik Ukrida
dengan keluhan teraba benjolan
di leher sebelah kiri.

Rumusan masalah
Seorang

laki-laki, 50 tahun ke
klinik karena terdapat benjolan di
leher sebelah kiri.

Proses
karsinogenesis
(tahapan)

Cara-cara
diagnosis kerja

RM

Klasifikasi tumor

Faktor-faktor
karsinogenesis

Hipotesis
Seorang

laki-laki, 50 tahun
dengan keluhan benjolan di leher
sebelah kiri dikarenakan tumor
ganas.

Anamnesis
Dari anamnesis didapatkan leher
pasien tersebut sudah bengkak
sejak 1 bulan yang lalu dan tidak
nyeri, tidak demam dan tidak ada
sakit pada saat menelan.

Pemeriksaan fisik
Pasien tersebut memiliki benjolan
submandibular di leher kiri dengan
ukuran 3x3 cm, tidak nyeri tekan,
konsistensi keras, permukaan rata,
batas tidak tegas, dan tidak
bergerak.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Laboratorium
mengetahui apakah ada penyulit kanker atau
penyakit sekunder.
persiapan terapi yaitu tindakan bedah atau tindakan
medis.
Pemeriksaan yang perlu dilakukan yaitu darah
lengkap, urin lengkap, tes fungsi hati, tes fungsi
ginjal, gula darah, faal hemostatic, protein serum,
alkali fosfatase, elektrolit serum, LDH, asam urat dan
serum immunoglobulin
Pemeriksaan Patologi Anatomi
pemeriksaan morfologi tumor meliputi pemeriksaan
makroskopi dan mikroskopi dengan bahan yang
dapat diperoleh dari biopsi tumor atau dari spesimen
operasi.

Imaging
mulai dari yang konvensional sampai
dengan yang canggih, dan untuk efisiensi
harus dipilih sesuai kasus yang dihadapi.
Penanda Tumor
molekul protein berupa enzim, hormone
yang dalam keadaan normal tidak atau
sedikit sekali diproduksi oleh sel tubuh.
penunjang pemeriksaan kanker tertentu,
baik untuk skrining, menegakkan
diagnosis, prognosis, pemantauan hasil
pengobatan dan juga deteksi
kekambuhan.

Working Diagnosis
Tumor

ganas secara keseluruhan


dinyatakan sebagai kanker, yang berasal
dari kata dalam bahasa Latin yang berarti
kepiting, sesuai dengan sifatnya yang
melekat pada setiap bagian yang
mencengkeram dengan serat seperti
seekor kepiting
Tumor ganas pada daerah leher, bisa saja
tumor ganas laring, tumor ganas parotis
dan lain-lain.

Differential diagnosis

Etiologi

Faktor penyebab
Zat-zat karsinogenik
Karsinogenik kimia
Karsinogenik fisik
Drug-Induced Cancer

Virus-virus onkogenik
Penyebab keganasan: RNA virus dan DNA virus.
RNA virus menyebabkan leukemia, sarcoma dan urinary
papilloma serta kanker payudara.
DNA virus dianggap sebagai penyebab kanker nasofaring,
hepatocellular carcinoma primer.
Faktor herediter
Kanker payudara ditemukan tiga kali lebih banyak pada
seorang anak perempuan dari seorang ibu yang menderita
dan timbul pada usia yang lebih muda daripada ibunya.
Beberapa kanker diturunkan secara autosomal dominant
seperti neuroblastoma rectum, multiple polyposis colon,
kanker tiroid dan autosomal recessive seperti xeroderma
pigmentosa
sulit ditentukan apakah kanker terjadi karena faktor
herediter sendiri atau karena kombinasi faktor-faktor lain
seperti lingkungan, kebiasaan hidup dan makanan.

Faktor lingkungan
Beberapa jenis hasil industri serta sisa pembakaran dapat bersifat
karsinogenik.
pemakai tembakau cenderung mendapat kanker paru sedangkan
pemakai alcohol cenderung mendapat kanker traktus digestivus.
Pekerja industri perminyakan yang banyak berhubungan dengan
polisiklik hidrokarbon dijumpai banyak menderita kanker kulit.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap faktor lingkungan
seperti polusi udara, kontaminasi air, proses makanan termasuk
pemakaian nitrat, nitrosamine untuk pengawetan daging serta
saccharine, diduga mempunyai sifat karsinogen yang potensial.
Faktor sosio ekonomi
Kanker gaster dan cervix dijumpai lebih tinggi pada golongan sosio
ekonomi rendah sekitar 3-4 lebih banyak daripada golongan sosio
ekonomi menengah dan tinggi.
Beberapa keadaan klinis seperti leukoplakia, keratosisactin, polyp
colon, polyp rectum, neurofibroma, dysplasia cervix, dysplasia
karena pada keadaan tersebut biasanya diikuti dengan timbulnya
kanker

Epidemiologi
WHO

menyatakan bahwa sepertiga sampai setengah


dari semua jenis kanker dapat dicegah, sepertiga
dapat disembuhkan bila ditemukan pada stadium dini
(DETAK, 2007).
upaya mencegah kanker dengan menemukan kanker
pada stadium dini merupakan upaya yang penting
karena disamping membebaskan masyarakat dari
penderitaan kanker juga menekan biaya pengobatan
kanker yang mahal (Siswono, 2005)
Jika pencegahan kanker dilakukan oleh masingmasing individu, maka hal tersebut akan berdampak
besar dalam mengurangi angka kejadian kanker di
dunia.

Patogenesis
Tubuh

terdiri dari banyak jenis sel. Sel-sel


tumbuh dan membelah secara terkontrol
untuk menghasilkan lebih banyak sel.
Ketika sel menjadi tua atau rusak, mereka
mati dan diganti dengan sel-sel baru.
Kematian sel terprogram ini disebut
apoptosis, dan ketika proses ini rusak,
kanker mulai terbentuk.
Sel dapat mengalami pertumbuhan yang
tidak terkendali jika ada kerusakan atau
mutasi pada DNA.

jenis gen yang bertanggung jawab untuk


proses pembelahan sel
1) onkogen yang mangatur proses pembahagian
sel
2) gen penekan tumor yang menghalang dari
pembahagian sel
3) suicide gene yang mengontrol apoptosis
4) gen DNA-perbaikan menginstruksikan sel
untuk memperbaiki DNA yang rusak.
)Maka,

kanker merupakan hasil dari mutasi


DNA onkogen dan gen penekan tumor
sehingga menyebabkan pertumbuhan sel yang
tidak terkendali

Patofisiologi
Karsinogenesis melibatkaninisiasi, promosi, progresi, dan
metastasis.
Inisiasi
perubahan spesifik pada DNA sel target yang menuntun pada
proliferasi abnormal sebuah sel.
Sel yang mengalami inisiasi atau prakanker dapat kembali ke tingkat
normal secara spontan, tetapi pada tingkat lebih lanjut menjadi
ganas.
Promosi
merupakan perkembangan awal sel yang terinisiasi membentuk klon
melalui pembelahan; berinteraksi melalui komunikasi sel ke sel;
stimulasi mitogenik, faktor diferensiasi sel, dan proses mutasi dan
non mutasi (epigenetik) yang semuanya mungkin berperan dalam
tahap awal pertumbuhan pra-neoplastik.
sel mengalami sejumlah perubahan tambahan dalam genom yang
berpotensi mengakselerasi ketidakstabilan genom sel.
Tahap promosi berlangsung lama, bisa lebih dari 10 tahun.

Tahap perkembangan (progression)


fase karsinogenik dengan perbanyakan sel yang telah
mengalami transformasi sehingga keganasannya meningkat.
terjadi instabilitas genetik yang menyebabkan perubahanperubahan mutagenik dan epigenetik.
Proses ini akan menghasilkan klon baru sel-sel tumor yang
memiliki aktivitas proliferasi, bersifat invasif (menyerang)
dan potensi metastatiknya meningkat.
Metastasismelibatkan

beberapa tahap yang berbeda,


termasuk memisahnya sel kanker dari tumor primer, masuk
ke dalam sirkulasi dan limfatik, serta perlekatan pada
permukaan jaring baru.
Ada dua cara sel kanker ber-metastase, yaitu melalui
angiogenesis (pembentukan pembuluh darah yang baru) dan
penghancuran kolagen yang merupakan kerangka sel normal

Gejala klinik
1.Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas
menekan syaraf dan pembuluh darah disekitarnya,
reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker
yang sedang tumbuh, dan karena ketakutan atau
kecemasan.
2.Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak
wajar
3.Perubahan kebiasaan buang air besar
4.Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang
lemak dan protein
5.Gangguan pencernaan
6.Tuli
7.Luka yang tidak sembuh - sembuh

Komplikasi
Komplikasi yang sering terjadi
pada pasien kanker adalah infeksi
yaitu pada pengidap kanker
stadium lanjut. Infeksi terjadi
akibat kekurangan protein dan zat
gizi lainnya serta penekanan
sistem imun yang sering terjadi
setelah pengobatan konvensional.

Penatalaksanaan
1. Pembedahan
keseluruhan populasi kanker ditempat yang dioperasi akan
diangkat atau dibuang.
Pada semua level kanker (T,N,M) dapat dilakukan tindakan
pembedahan.
Pembedahan memiliki tujuan kuratif atau paliatif.
Kelemahan: rekurensi tumor karena tidak semua tepi dapat
dieksisi dengan benar.
2. Radioterapi
sebagai bagian dari terapi primer atau menjadi bagian dari
terapi tambahan terhadap pembedahan atau kemoterapi.
digunakan dalam dosis yang terbatas dan tempat yang
terbatas.
Efeknya terhadap tumor memerlukan waktu, tidak dalam
waktu semalam dan itu akan berlanjut sampai tahunan.

3. Kemoterapi
Modalitas terapi ini menggunakan obat-obat antikanker
yang bersifat cytotoxic.
dilakukan sebelum atau sesudah terapi pembedahan.
Pembedahan bersifat lokal dan regional kontrol, tetapi
kemoterapi bersifat sistemik.
Pemberian obat ini harus melalui infus dan masuk RS.
memiliki respon yang cepat dan dalam waktu yang
singkat dapat dilihat responnya.
4. Terapi Hormonal
Penggunaan terapi ini cukup baik pada kanker
payudara dengan cara memblok atau menurunkan
produksi hormon estrogen dan progesteron.
Hormonal terapi bekerja pada sel kanker dengan respon
terapi yang cukup lama berbeda dengan pemberian
kemoterapi.

Pencegahan
Pencegahan primer
menjalankan pola hidup sehat sedini mungkin
dan juga vaksin pada jenis-jenis kanker yang
sudah ada vaksinnya misalnya kanker serviks.
Pencegahan sekunder
Deteksi dini dan skrining
Pencegahan tersier
pengobatan pada orang-orang yang sudah
dalam stadium prekanker supaya tidak terjadi
komplikasi dan kanker itu tidak berkembang
lebih besar lagi.

Prognosis
Semua jenis kanker apabila
diketahui lebih cepat maka
prognosisnya akan baik. Akan
tetapi apabila stadium kanker
tersebut sudah parah pada saat
ditemukan maka prognosisnya
akan menjadi buruk karena
terjadinya komplikasi yang
membahayakan tubuh pasien itu
sendiri.

Kesimpulan
Kanker timbul karena berbagai macam
faktor baik itu dari dalam tubuh maupun
dari luar tubuh. Pencegahannya pun
dapat dilakukan dengan menjaga pola
hidup sehat sejak dini dan
meningkatkan awareness terhadap diri
sendiri sehingga stadium yang diketahui
pun lebih awal dan kemungkinan untuk
terjadinya komplikasi lebih kecil
daripada stadium yang sudah tinggi.