Anda di halaman 1dari 9

WAWASAN NUSANTARA DALAM

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

TUGAS
EAS
M.ANWAR HAMID
NBI : 441301791

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
SEMESTER V - 2015

Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) mempunyai wilayah yang sangat luas
dibandingkan dengan Negara Negara lain , yang terbentang mulai dari Sabang sampai
Merauke.Dengan diapit oleh dua benua dan dua samudera dan memiliki dua musim yaitu
musim penghujan dan musim kemarau.Memang Negara Indonesia kaya akan aneka sumber
daya alam dan suku bangsa ,yang lebih dari 300 suku tinggal di Indonesia mulai dari pelosok
daerah hingga perkotaan yang sekarang mulai tertinggal oleh zaman dan digantikan dengan
budaya barat . Hal ini juga memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia itu terdiri dari banyak
suku bangsa yang Multikultural(memiliki banyak suku) , mempunyai bahasa yang berbedabeda, kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda, kepercayaan yang berbeda, kesenian, ilmu
pengetahuan, mata pencaharian dan cara berpikir yang berbeda-beda . Pada zaman
dahulu,perjuangan Negara Indonesia untuk menjadi sebuah negara yang merdeka dari semua
penjajahan yang terjadi , Indonesia harus mempunyai wilayah, penduduk dan pemerintah .
Karena cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara
kepulauan yang berdasarkan Pancasila dengan semua aspek kehidupan yang beragam mulai
dari cara pandang, bahasa ,pola berpikir dan lain sebagainya.Perbedaan inilah yang membuat
penulis bekeinginan untuk mempelajari dan mendalami tentang Wawasan Nusantara .
Wawasan nusantara dibentuk dan dijiwai oleh geopol. Geopol adalah ilmu pengelolaan
negara yang menitikberatkan pada keadaan geografis. Geopol selalu berkaitan dengan
kekuasaan dan kekuatan yang mengangkat paham atau mempertahankan paham yang dianut
oleh suatu bangsa atau negara demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain:

Pengertian dari Wawasan Nusantara


Wawasan nasional Indonesia
Wawasan nusantara dalam pengembangan wilayah indonesia
Dinamika kewilayahan Indonesia

Tujuan
Makalah ini mempunyai beberapa tujuan yaitu :

Untuk mengetahui pengertian dari wawasan nusantara


Untuk mengetahui wawasan nasional Indonesia
Untuk mengetahui konsep wawasan nusantara dalam pengembangan wilayah
2

PEMBAHASAN
Wawasan nusantara
Indonesia dikenal sebagai negara maritim, sebab wilayah perairannya lebih luas dari
wilayah daratannya yaitu sekitar 70%. Jumlah pulau di Indonesia ada 17.508 buah. Yang
telah dihuni ada 913 buah. Yang telah diberi nama 11.464 buah. Luas perairan Indonesia
3.257.375 km2.
Pada tanggal 13 Desember 1957, dikeluarkan deklarasi tentang konsep wilayah
Indonesia oleh Perdana Menteri Juanda. Deklarasi itu dikenal sebagai Deklarasi Juanda. Inti
dari Deklarasi Juanda yaitu menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibatasi
oleh garis lurus dengan 12 mil dari garis pangkal lurus yang ditarik dari titik terluar pulaupulau terluar.
Wawasan nusantara terdiri atas kata wawasan dan nusantara. Kata wawasan berasal
dari kata wawas artinya pandang, tinjau, lihat, atau tanggap. Wawasan Nusantara berasal dari
kata nusa dan antara. Nusa berarti pulau-pulau. Antara artinya di antara dua samudra dan dua
benua.
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang tanah air, bangsa,
dan negara yang terdiri atas pulau-pulau dan dipandang sebagai satu kesatuan bulat dan utuh.
Wawasan nusantara sebagai konsepsi kewilayahan dikuatkan kedudukannya dengan
UU No. 4/Prp/tahun 1980 tentang perairan Indonesia pada tanggal 16 Februari 1980 dengan
nama Konsepsi Nasional Indonesia.
Berdasarkan PP No. 8/1962 ditetapkan peraturan mengenai pelayaran damai dan
peraturan dalam laut. Untuk menindaklanjuti konsep wawasan nusantara pemerintah
Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Landas Kontinen Indonesia pada tanggal 17
Februari 1969, pengumuman itu dikukuhan dalam UU No. 1/1973. Wilayah Indonesia
menjadi luas, semula luasnya 2.207.087 km2 dengan wawasan nusantara meluas menjadi
5.193.252 km2.
Bangsa Indonesia berjuang terus untuk mendapatkan pengakuan internasional tentang
kewilayahan. PBB mengeluarkan UU No. 5 tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Ekslusif
Indonesia pada tanggal 18 Oktober 1983. Luas lautan Indonesia menurut ZEE adalah
sepanjang 200 mil dari jenis pantai pulau terluar. Pada tahun 1985 melalu UU No. 17 tahun
1985, pemerintah Indonesia menyetujui dan menandatangani tentang hukum laut berdasarkan
ketetapan PBB.
Dalam hidup berbangsa dan bernegara diperlukan kesamaan pandang dan kesamaan
cara melihat bangsa dan negara, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
adalah satu kesatuan yang utuh dan tetap memelihara keragaman, atau keanekaragaman.
- Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa dan negara sebagai satu kesatuan
yang utuh tetap memelihara keragaman dan keanekaragaman dan keberanekaragaman dalam
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3

- Hakikat Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenal diri dan kesatuan wilayah yang serba beragam dengan mengutamakan persatuan
dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai keberagaman dalam setiap aspek kehidupan
nasional untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Landasan hukum Wawasan Nusantara adalah landasan ideal Pancasila dan landasan
konstitusional UUD 1945.
- Menurut doktrin Wawasan Nusantara, keragaman bangas Indonesia beserta pulaupulau yang ada didalamnya harus dilihat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan
sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika.
- Wawasan Nusantara mecakup bidang semua kepulauan bangsa Indonesia sebagai
satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Landasan Wawasan Nusantara


Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang
dianut oleh negara yang bersangkutan diantaranya :
A . Paham Machiavelli (Abad XVII)
Dalam bukunya tentang politik yang diterjemahkan kedalam bahasa dengan judul
The Prince, Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang
besar agar sebuah negara dapat berdiri dengan kokoh. Didalamnya terkandung beberapa
postulat dan cara pandang tentang bagaimana memelihara kekuasaan politik. Menurut
Machiavelli, sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut: pertama,
segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan; kedua, untuk
menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (divide et impera) adalah sah; dan ketiga, dalam
dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas ), yang kuat pasti dapat
bertahan dan menang. Semasa Machiavelli hidup, buku The Prince dilarang beredar oleh
Sri Paus karena dianggap amoral. Tetapi setelah Machiavelli meninggal, buku tersebut
menjadi sangat dan banyak dipelajari oleh orang-orang serta dijadikan pedoman oleh banyak
kalangan politisi dan para kalangan elite politik.
B . Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain
penganut baik dari Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan
4

merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Kekuatan ini
juga perlu didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi
terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah negara-negara disekitar
Prancis. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan sempurna oleh
Napoleon, namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingga akhir kariernya dibuang
ke Pulau Elba.
C . Paham Jendral Clausewitz (XVIII)
Pada era Napoleon, Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari
negaranya sampai ke Rusia. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer
Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia. Sebagaimana kita ketahui, invasi tentara Napoleon
pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Clausewitz, setelah Rusia
bebas kembali, di angkat menjadi kepala staf komando Rusia. Di sana dia menulis sebuah
buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). Menurut Clausewitz, perang
adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Baginya, peperangan adalah sah-sah saja untuk
mencapai tujuan nasional suatu bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia
berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau
Kekaisaran Jerman.
D . Paham Feuerbach dan Hegel
Paham materialisme Feuerbach dan teori sintesis Hegel menimbulkan dua aliran besar
Barat yang berkembang didunia, yaitu kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak
yang lain. Pada abad XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang
liberalisme sedang marak. Saat itu orang-orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan
ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan
emas. Paham ini memicu nafsu kolonialisme negara Eropa Barat dalam mencari emas ke
tempat yang lain. Inilah
yang memotivasi Columbus untuk mencari daerah baru, kemudian Magellan, dan lainlainnya. Paham ini juga yang mendorong Belanda untuk melakukan perdagangan (VOC) dan
pada akhirnya menjajah Nusantara selama 3,5 abad.
E . Paham Lenin (XIX)
Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz. Menurutnya, perang adalah kelanjutan
politik dengan cara kekerasan. Bagi Leninisme/komunisme, perang atau pertumpahan darah
atau revolusi di seluruh dunia adalah sah dalam kerangka mengkomuniskan seluruh bangsa di
5

dunia. Karena itu, selama perang dingin, baik Uni Soviet maupun RRC berlomba-lomba
untuk mengekspor paham komunis ke seluruh dunia. G.30.S/PKI adalah salah satu komoditi
ekspor RRC pada tahun 1965. Sejarah selanjutnya menunjukkan bahwa paham komunisme
ternyata berakhir secara tragis seperti runtuhnya Uni Soviet.

F . Paham Lucian W.Pye dan Sidney


Dalam buku Political Culture and Political Development (Princeton University Press,
1972 ), mereka mengatakan :The political culture of society consist of the system of
empirical believe expressive symbol and values which devidens the situation in political
action can take place, it provides the subjective orientation to politics.....The political culture
of society is highly significant aspec of the political system. Para ahli tersebut menjelaskan
adanya unsur-unsur sebyektivitas dan psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik
suatu bangsa, kemantapan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut berakar
pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.samudera Hindia).

Pengembangan Terhadap Wilayah NKRI


A. Sejarah Perkembangan Wilayah Teritorial Dan Yuridiksi Kedaulatan NKRI
Wilayah Indonesia di dalam perkembangannya mengalami pertambahan luas yang
sangat besar. Wilayah Indonesia ditentukan pertama kali dengan Territoriale Zee en Maritime
Kringen Ordonantie(TZMKO)1939. Selanjutnya seiring dengan perjalanan NKRI, Pemerintah
RI memperjuangkan konsepsi Wawasan Nusantara mulai dari Deklarasi Djuanda, berbagai
perundingan dengan negara tetangga, sampai pada akhirnya konsep Negara Kepulauan
diterima di dalam Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (United Nation Convention on the Law
of the Sea/UNCLOS 82).
Berdasarkan konsepsi TZMKO tahun 1939, lebar laut wilayah perairan Indonesia
hanya meliputi jalur-jalur laut yang mengelilingi setiap pulau atau bagian pulau Indonesia
yang lebarnya hanya 3 mil laut. Sedangkan menurut UUD 1945, wilayah negara Indonesia
tidak jelas menunjuk batas wilayah negaranya. Wilayah negara proklamasi adalah wilayah
negara ex kekuasaan Hindia Belanda, hal ini sejalan dengan prinsip hukum internasional uti
possidetis juris. Dan selain itu, UUD 1945 tidak mengatur tentang kedudukan laut teritorial.

Produk hukum mengenai laut teritorial baru dilakukan secara formal pada tahun 1958 dalam
Konvensi Geneva.
Pada tahun 1957, Pemerintah Indonesia melalui DEKLARASI DJUANDA,
mengumumkan secara unilateral /sepihak bahwa lebar laut wilayah Indonesia adalah 12 mil.
Barulah dengan UU No. 4/Prp tahun 1960 tentang Wilayah Perairan Indonesia ditetapkan
ketentuan tentang laut wilayah Indonesia selebar 12 mil laut dari garis pangkal lurus. Perairan
Kepulauan ini dikelilingi oleh garis pangkal yang menghubungkan titik-titik terluar dari
Pulau Terluar Indonesia.

Semenjak Deklarasi Djuanda, Pemerintah Indonesia terus memperjuangkan konsepsi


Wawasan Nusantara di dalam setiap perundingan bilateral, trilateral, dan multilateral dengan
negara-negara di dunia ataupun di dalam setiap forum-forum internasional. Puncak dari
diplomasi yang dilakukan adalah dengan diterimanya Negara Kepulauan di dalam UNCLOS
1982. Melalui UU No.17 tahun 1985, Pemerintah Indonesia meratifikasi/mengesahkan
UNCLOS 1982 tersebut dan resmi menjadi negara pihak.
B. Kewenangan Negara Menetapkan Batas Negara
Wilayah dapat diartikan sebagai ruang dimana manusia yang menjadi warga negara
atau penduduk negara yang bersangkutan hidup serta menjalankan segala aktifitasnya. Di
dalam kondisi dunia yang sekarang ini, maka sebuah wilayah negara tentunya akan
berbatasan dengan wilayah negara lainnya, dan di dalamnya akan banyak terkait aspek yang
saling mempengaruhi situasi dan kondisi perbatasan yang bersangkutan. Perbatasan negara
seringkali didefinisikan sebagai garis imajiner di atas permukaan bumi yang memisahkan
wilayah satu negara dengan wilayah negara lainnya. Sejauh perbatasan itu diakui secara tegas
dengan traktat atau diakui secara umum tanpa pernyataan tegas, maka perbatasan merupakan
bagian dari suatu hak negara terhadap wilayah.
Atas dasar itu pula, maka setiap negara berwenang untuk menetapkan batas terluar
wilayahnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berbatasan dengan 10 (sepuluh)
negara tetangga. Di darat, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Papua New Guinea (PNG)
dan dengan Timor-Leste. Sedangkan di laut, Indonesia berbatasan dengan India, Thailand,
Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Niugini, Australia dan Timor-Leste.
7

Wilayah darat NKRI terdiri atas semua pulau-pulau milik Indonesia yang berada di
sebelah dalam garis pangkal kepulauan Indonesia. Sedangkan sebagai negara kepulauan,
maka

wilayah

Indonesia

terdiri

atas

perairan

pedalaman,

perairan

kepulauan

(archipelagicwaters), laut wilayah, zona tambahan, zona ekonomi eksklusif, dan landas
kontinen.
Pemerintah Indonesia sampai dengan saat ini masih sangat intens menyelesaikan penataan
batas wilayah NKRI, termasuk di dalamnya adalah melakukan berbagai perundingan dengan
negara tetangga untuk menentukan batas wilayah di segment-segment yang belum
diperjanjikan. Hal ini merupakan bagian dari kewenangan dan kewajiban Pemerintah
terhadap wilayahnya.
Pendepositan titik dasar NKRI kepada PBB sesuai dengan ketentuan UNCLOS juga
merupakan sebuah kewenangan yang diberikan oleh Hukum Internasional, dimana sebuah
negara dapat menentukan titik dasar wilayahnya. Sedangkan pendepositan itu sendiri
hanyalah merupakan pemenuhan dari asas publisitas yang harus dipenuhi.

PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas kita dapat menyimpulkan Secara umum Wawasan Nusantara
adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertiannya yaitu cara pandang yang secara
utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.
Tujuan dari wawasan nusantara tersebut yaitu mewujudkan nasioanalisme yang tinggi
disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal
dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah (kepentingan
individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak
bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak.

Saran
Untuk para pembaca semoga dengan ini kita bisa bersama mewujudkan tujuan dan
cita-cita bangsa. Untuk pemerintahan Indonesia semoga lebih baik lagi dalam mengolah
wawasan nusantara sehingga mencapai tujuan yang diharapkan tanpa ada kecurangan
maupun banyak penyimpangan yang menyertainya.