Anda di halaman 1dari 5

8 Pencemaran Lingkungan Paling Mematikan di Dunia

Pencemaran Udara Terburuk di Linfen, Cina


Menurut laporan World Bank, Linfen merupakan kota dengan polusi udara yang terburuk. Kota ini berada di
Provinsi Shanxi, merupakan pusat industri batubara nasional. Emisi dari kendaraan dan industri batubara di
tempat ini akan membuat penduduk tersedak debu batubara.
Tingginya tingkat polusi terdiri dari debu yang bertebangan, karbon monoksida, sulfur dioksida dan arsenik yang
memakan korban hingga angka 3 juta jiwa. Klinik kesehatan di kota ini banyak menerima pasien yang menderita
bronkitis, pneumonia, penyakit paru-paru, dan keracunan pada anak-anak yang mengkhawatirkan.

Industri Kimia di Bhopal, India


Bila melihat jumlah kematian, tragedi pencemaran bahan kimia yang terjadi di Bhopal India merupakan yang
terburuk. Pada Desember 1984, 40 ton gas asosianat bocor dari sebuah pabrik pestisida di tengah kota yang
berpenduduk 1,8 juta jiwa.
Insiden itu menewaskan hampir 4.000 orang seketika dan meningkat menjadi 15.000 jiwa pada pekan-pekan
berikutnya. "Sudah lebih dari 26 tahun setelah insiden itu. Tapi ribuan warga di Bhopal masih menderita dan
meninggal akibat penyakit-penyakit kronis. Sebanyak 500.000 orang mengidap berbagai penyakit kronis akibat
insiden tersebut," ujar penasihat senior sebuah LSM Australia, National Toxics Network, Dr Mariann LloydSmith.
"Pada 1989, Union Carbide (perusahaan yang bertanggung jawab) telah menyetujui ganti rugi dan menyelesaikan
kerugian keuangan. Namun sebagian besar korban tidak mendapat ganti rugi yang cukup untuk menutupi biaya
pengobatan. Tempat tersebut juga pernah benar-benar dibersihkan dan tetap menahan penguapan limbah
beracun yang dibuang. Air tanah yang terkontaminasi racun dalam jumlah tinggi juga menyebabkan bayi-bayi
dilahirkan dengan cacat bawaan dan kerusakan otak. Sementara penduduk yang meminum air yang
terkontaminasi terkena penyakit kulit, saluran pernafasan, dan pencernaan," lanjutnya.

Polusi Merkuri di Kalimantan Tengah, Indonesia


Pusat risiko polusi merkuri terbesar ada di Indonesia. Di Kalimantan Tengah, merkuri biasa digunakan untuk
mengolah emas.
Menurut World Wildlife Fund (WWF), pertambangan emas rakyat di daerah itu menghasilkan emisi
sebanyak 45 ton merkuri ke lingkungan sekitarnya setiap tahunnya. Sementara total polusi pencemaran merkuri
di dunia adalah lebih dari 900 ton.
Penambang emas mencampur cairan merkuri dengan lumpur dari dasar sungai yang mengandung emas. Emas
dan merkuri pun membentuk sebuah amalgam, di mana emas dapat dipisahkan dari merkuri melalui proses
pemanasan. Proses ini sering dilakukan di rumah sehingga orang-orang di sekitarnya otomatis akan menghirup
uap merkuri.
"Ada banyak kerusakan lingkungan karena masuknya zat merkuri ini ke lingkungan, selain itu ia (merkuri)
mengubah ke methylmercury yang akan sangat berbahaya jika tertelan," ujar ahli polusi lingkungan dari
University of Melbourne, Prof Ian Rae.
PBB saat ini masih merundingkan perjanjian yang diharapkan dapat menciptakan manajemen yang lebih baik
dalam penggunaan merkuri. Termasuk pergantian bahan yang digunakan untuk industri, misalnya boraks.
"Penggunaan Endosulfan, pestisida organik kini telah dilarang di banyak negara karena insiden keracunan yang
terjadi di Afrika, India dan Amerika Latin," kata Dr Lloyd Smith dari National Toxics Network.
Di Afrika Barat, ratusan petani kapas meninggal akibat terkena paparan pestisida dan makan makanan yang
terkontaminasi.
"Di Kasargod, bagian selatan India, penyemprotan perkebunan kacang mete selama 20 tahun telah mewariskan
penyakit, kematian, dan cacat. Banyak efek reproduksi, cacat bawaan, kerusakan otak, epilepsi, dan menurunkan
IQ, menimbulkan keterlambatan pertumbuhan dan kanker," kata Smith.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Kasargod District Committee melaporkan tingkat kecacatan di daerah
tersebut 73 persen lebih tinggi dari rata-rata dan tingkat keterbelakangan mental 107 persen lebih tinggi.
Pemerintah Negara Bagian Kerala berusaha memberikan pengobatan untuk mereka yang terkena dampak dan
sudah ada 2.000 korban yang terdaftar. Kompensasi telah dibayarkan kepada keluarga dari 135 korban
meninggal.

"Meskipun larangan sudah diberlakukan, tapi endosulfan dan racun tersebut masih ditemukan terkandung
dalam air susu ibu (ASI). Endosulfat diizinkan digunakan dengan pendaftaran resmi di Australia sampai 12
Oktober 2012.

Sampah Industri Senjata Kimia di Dzerhinsk, Rusia


Lebih dari 270.000 ton sampah industri senjata kimia dibuang dalam kurun waktu antara tahun 1930 hingga
1998 di daerah itu. Menurut Blacksmith Institute, di Dzerhinsk bahan kimia mengubah air menjadi lumpur putih
yang mengandung dioksin dan fenol tingkat tinggi yang bisa menimbulkan keracunan akut dan kematian.
Levelnya dilaporkan 17 juta kali dari batas aman.

Kimia Organik di Sumqayit, Azerbaijan


Sumqayit merupakan pusat industri di Uni Soviet yang memiliki lebih dari 40 pabrik yang memproduksi bahan
kimia industri dan pertanian.
Industri-industri ini menghasilkan 64.000 hingga 109.000 ton emisi berbahaya setiap tahunnya. Tingkat risiko
kanker di daerah itu berada di angka 51 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional sehingga tingkat kematian
akibat kanker 80 persen lebih tinggi.

Polusi Timbal di Tianying, Cina


19 Juta orang di dunia berisiko terkena dampak pencemaran dari proses pengolahan timbal di daerah ini.
Tianying, yang terletak di Provinsi Anhui, Cina, merupakan salah satu pusat industri dan pengolahan timbal yang
menyumbangkan setengah dari kebutuhan timah di Cina. Operasi-operasi dalam skala kecil yang tidak patuh
menghasilkan konsentrasi timbal di udara dan tanah sehingga terjadi kandungan timbal 8,5 dan 10 kali lebih
tinggi dari standar kesehatan nasional.
Kesehatan 140.000 orang berisiko tinggi terkena keracunan timbal. Blacksmith Institute mengatakan racun
timbal ini akan menyebabkan beberapa dampak di antaranya menurunnya tingkat IQ, kesulitan belajar,
gangguan pertumbuhan fisik, masalah pendengaran dan penglihatan, kerusakan ginjalm dan kerusakan otak.

Polusi Zat Hexavalent Chromium di Sukinda, India


Zat ini merupakan jenis logam yang dapat menyebabkan dan meningkatkan resiko kanker. Sukinda, daerah di
negara bagian India Orrisa memiliki 97 persen cadangan bijih kromit terbesar di dunia. Kromit merupakan
sumber kromium. Daerah ini juga merupakan tambang kromit terbuka terbesar di dunia.
Menurut Institute Blacksmith, pada tahun 2007 terdapat 12 tambang beroperasi tanpa adanya rencana
pengelolaan lingkungan. Mereka menyebarkan limbahnya ke lingkungan sekitar termasuk sungai-sungai di
daerah itu.
Tak hanya itu, penambang yang terbiasa terkena debu kromium dan air yang terkontaminasi mengalami berbagai
gangguan fisik seperti pendarahan, TBC, dan asma.
Dalam beberapa kasus, kandungan krom ini berada pada 20 kali di atas standar keamanan internasional.
Asosiasi Sukarelawan Kesehatan Orissa melaporkan bahwa 85 persen kematian di daerah pertambangan dan
industri di daerah itu berhubungan dengan kromit.

Bencana Radiasi di Chernobyl, Ukraina


Bencana krisis reaktor nuklir Chernobyl 1986 benar-benar tragis. Pada bulan April tahun itu, pengujian di
reaktor menyebabkan bencana besar. Tiga puluh orang tewas seketika dan 135.000 orang harus dievakuasi.
Sementara diperkirakan hingga 5,5 juta orang di seluruh Eropa Utara mengidap penyakit akibat dari radiasi
tersebut. Hingga saat ini, daerah tersebut menjadi kota mati yang tak berpenghuni.