Anda di halaman 1dari 12

BESAR

SAMPEL
KELOMPOK 3 :
-C I N DY FATIK A S A R I
-WITA NURFITRAH
-IRNA SETIAWATI
-MEDE DWI KURNIATI
-ENI NURAENI
-R ISMA WATI
-JONI
-AGUNG KUDUS
-LILIN

Dalam statistik inferensial, besar sampel sangat menentukan


representasi sampel yang diambil dalam menggambarkan
populasi penelitian. Oleh karena itu menjadi satu kebutuhan
bagi setiap peneliti untuk memahami kaidah-kaidah yang
benar dalam menentukan sampel minimal dalam sebuah
penelitian.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghitungan


besar sampel adalah :
Jenis dan rancangan penelitian
Tujuan penelitian/analisis
Jumlah populasi atau sampel
Karakteristik populasi/cara pengambilan sampel (teknik
sampling)
Jenis (skala pengukuran) data (variabel dependen)

BESAR SAMPEL
DITENTUKAN OLEH
1.

Tujuanpenelitian :

- Estimasi {proporsiatauestimasi rata-rata}


- Ujihipotesis (sig. level; dan power: 1-)
2. Disainpenelitian :
- Observasi : - cross sectional
- case-control - cohort
- Experiment (clinical trial).

3. Presisi: deviasinilaiestimasi dg
nilaipopulasisebenarnyaatauperbedaanantaraduanilaipopula
si
4. Derajatkepercayaan: tingkatsignifikansi() 1% atau 5%
5. Metode sampling: SRS ataubukan SRS
6. Kekuatanuji. (1 - )
(Lemeshow, S, et al, 1997)

BESAR SAMPEL
ESTIMASI PROPORSI
Untuk populasi infinit, rumus besar sampel adalah :
Z21-/2 P (1-P)
n = -------------------d2
di mana
Z1-/2
tertentu

= besar sampel minimum


= nilai distribusi normal baku

(tabel Z) pada

= harga proporsi di populasi

= kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir

Rumus diatas hanya untuk estimasi proporsi dan hanya


untuk metode simple random sampling (SRS)

BESAR SAMPEL UJI


BEDA DUA PROPORSI
dimana : n : besarsampel Z /2 : nilai Z
padaderajatkepercayaan1- /2
p : proporsihal yang diteliti
d : presisi
Contoh : penelitian di puskesmas lain (puskesmas XYZ dari 30
sampelibuhamildidapatkan 15 ibumenderita anemia.
Kalaudarikeduasampelinimaudilihatbeberapaperbedaanproporsi
anemia padakeduapuulasi PQRdanpopulasi di puskesmas
XYZ kitaberhadapandenganestimasiperbedaanduaproporsi
Contoh :
Puskesmas PQR n=50 x=30

p1=30/50=0,3

Puskesmas XYZ n=30 x=15

p2=15/30=0,5

BESAR SAMPEL UNTUK


ESTIMASI MEAN
Untukmenghitungbesarsampelpenelitiperlutahu:
Perkiraanvarians() , presisi ( d ) danderajatkemaknaan ()
Rumus :
dimana : n : besarsampel Z /2 : nilai Z
padaderajatkepercayaan 1- /2
: standardeviasi
d : presisi
Rumusdiatashanyauntukestimasirata-rata
danhanyauntukmetodesimple random sampling (SRS)

UJI BEDA DUA MEAN


Adalah uji statistik yang membedakan dua kelompok data,
misalnya apakah ada perbedaan rata-rata tekanan darah
penduduk dewasa orang kota dengan orang desa. Sebelum
melakukan uji statistik dua kelompok data, kita pelu perhatikan
apakah dua kelompok data tsb berasala dari dua kelompok
yang independen atau berasal dari dua kelompok yan
dependen/pasangan.
Independen: tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan
mean dua kelompok data independen. Syarat/asumsi yang
harus dipenuhi sbb:
1. Data berdistribusi normal/simetris
2. Kedua kelompok data independen
3. Variabel yang dihubunkan berbentuk numerik dan ketegorik

Uji beda dua mean dependen : tujuannya adalah untuk


menguji perbedaan mean antara dua kelompk data yang
dependen.

Contoh kasus:
Apakah ada perbedaan tingkat pengetahuan antara
sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan
Syarat-syarat yang harus ada dalam pengujian ini adalah
1. Distribusi data normal
2. Kedua kelompok data dependen/pair
3. Jenis variabel adalah numerik dan ketegorik
Rumus :

KETERANGAN :
= rata-rata deviasi (selisih sampel sebelum dan sampel sesudah)
SD = Standar deviasi dari (selisih sampel sebelum dan sampel sesudah)
n = banyaknya sampel
DF = n-1
Contoh
Data sampel terdiri atas 10 pasien pria mendapat obat captoril dengan dosis
6,25 mg. Pasien diukur
tekanan darah sistolik sebelum pemberian obat dan 60 menit sesudah
pemberian obat. Peneliti ingin mengetahui apakah pengobatan tersebut efektif
untuk menurunkan tekanan darah pasien-pasien tersebut dengan alpha 5%.
Adapun data hasil pengukuran adalah sebagai berikut.
Sebelum : 175 179 165 170 162 180 177 178 140 176
Sesudah : 140 143 135 133 162 150 182 150 175

UJI KOLERASI
Disamping befungsi untuk mengetahui derajat atau keeratan
hubungan, kolerasi juga berfungsi untuk mengetahui arah
hubungan dua variabel numerik. Misalnya, apakah hubungan berat
badan dan tekanan darah mempunyai derajat yang kuat atau lemah
Besar kecilnya hubungan antara dua variabel dinyatakan dalam
bilangan yang disebut Koefisien Korelasi
a. Besarnya Koefisien korelasi antara -1 0 +1
b. Besaran koefisien korelasi -1 & 1 adalah korelasi yang sempurna
c. Koefisien korelasi 0 atau mendekati 0 dianggap tidak
berhubungan antara dua variabel yang diuji
Rumus : r =
nxy (x) (y)
.
{nx (x)} {ny2 (y)2}