Anda di halaman 1dari 16
Membuat Pupuk Kompos Cair dari Limbah Rumah Tangga Oleh : Agustina Winda Astari Kelas : XI
Membuat Pupuk Kompos
Cair dari Limbah
Rumah Tangga
Oleh :
Agustina Winda Astari
Kelas : XI AK 2
Alat dan Bahan 1. Tong plastik bekas ukuran 20 liter 1 buah 2. Pipa paralon ukuran
Alat dan Bahan
1.
Tong plastik bekas ukuran 20 liter
1 buah
2.
Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch
3.
Pipa paralon ukuran panjang 10 cm, diameter 1 inch
4.
Pipa paralon ukuran panjang 9 cm berdiameter 1 inch
2 buah
1 buah
1 buah
5.
Sambungan pipa berbentuk T
2 buah
6.
Sambungan pipa berbentuk L,
1 buah
7.
Kran plastik
1 buah
8.
Alat bor
9.
Meteran
10.
Kasa plastik
Cara Membuat : 1.Buat dua Lubang udara di sisi kanan dan kiri tong dengan menggunakan bor.
Cara Membuat :
1.Buat dua Lubang udara di sisi kanan dan
kiri tong dengan menggunakan bor.
Diameter
lubang
harus
sama
dengan
diameter pipa paralon.
2.Buat satu lubang lagi di sisi lain tong, posisi
lubang ketiga ini harus lebih rendah
daripada lubang sebelumnya atau sekitar
10 cm dari dasar tong.

3. Setelah itu, buat lubang-lubang kecil di

badan

pipa paralon 13 cm dan pipa paralon 10 cm.

Lalu bungkus badan pipa berlubang tersebut dengan kasa plastik hingga tertutup rapi.

4. Selanjutnya instalasi udara untuk komposter dapat dirangkai, dimulai dari memasang kedua pipa paralon 13 cm, masing masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua pipa dimasukkan dari arah dalam keluar, pipa didorong dari dalam hingga keluat 3 cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada di dalam tong

5. Kedua ujung pipa yang mencuat keluar 3

cm

tersebut kemudian ditutup dengan

kasa plastik.

Potong

kasa

plastik

berbentuk

lingkarang

dengan

diameter

sekitar 1 cm lebih panjang

dari diameter

pipa . Beri lem PVC di sekitar ujung pipa,

lalu tempelkan kasa, atur hingga tertutup rapi.

6.

Selanjutnya

kedua

pipa

13

cm

tadi

disambung berbentuk T.

dengan

sambungan

pipa

7.

Dari

kaki

sambungan

pipa

T

tersebut

dirangkai dengan pipa paralon 10 cm.

8. Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa paralon 10 cm. Sambungan pipa L dipasang dengan arah kakinya mengarah ke lubang yang akan dipasangi kran (lubang ketiga)

9. Pasang tersebut.

kran plastik pada lubang ketiga

10. Terakhir, masukkan pipa paralon 9 cm untuk menyambungkan antara lubang kran plastik dengan Pipa L.

Langkah – Langkah Pengomposan dengan Komposter 1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit
Langkah – Langkah Pengomposan dengan
Komposter
1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa
sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging agar
terpisah dari sampah. Sampah berupa plastik, kardus
bekas, minyak, oli, beling, dan air sabun harus
dipisahkan agar prosesnya berjalan dengan cepat
2. Sampah yang berukuran besar seperti batang
tanaman, sayuran daun, atau kulit buah yang keras
sebaiknya dirajang terlebih dahulu agar
pembusukannya sempurna. Selain itu, volume
sampah yang tertampung juga semakin banyak.
3. Siapkan cairan bioaktifator boisca. Bioaktifator ini berfungsi untuk membantu mempercepat proses pembusukan. Tata cara penggunaannya
3. Siapkan cairan bioaktifator boisca. Bioaktifator ini berfungsi
untuk membantu mempercepat proses pembusukan.
Tata cara penggunaannya sebagai berikut :
Siapkan sprayer ukuran 1 liter.
Isi sprayer dengan air. Sebaiknya gunakan air sumur
karena tidak mengandung kaporit.
Namun, jika ingin memakai air PAM, air tersebut harus
diendapkan terlebih dahulu selama satu malam.
Tujuannya agar kaporitnya menguap. Pasalnya, kaporit
dalam air bisa mematikan mikroba yang ada dalam
boisca.
• Tambahkan
Boisca
ke
dalam
sprayer
dengan
perbandingan 1 Liter air ditambah 1-2 tutup botol Boisca
Kocok-kocok sampai merata. Setelah itu, cairan siap
digunakan.

4. Setelah sampahnya terkumpul dan dirajang, masukkan seluruhnya ke dalam komposter, lalu semprotkan Boisca

hingga merat komposter.

ke

seluruh

sampah

dan

tutup

rapat

5. Pada awal pemakaian, komposter baru bisa menghasilkan lindi atau kompos cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dapat dilakukan setiap 1-2 hari sekali.

TIPS PENGOMPOSAN

Selain berguna sebagai bioaktivator, Boisca juga berfungsi

untuk mengurangi bau busuk yang dikeluarkan selama proses pengomposan. Oleh karena itu, harus dipastikan bahwa sampah yang dimasukkan ke dalam komposter sudah tercampur merata dengan Boisca. Namun, kadang-kadang sampah yang kita masukkan sudah terisi oleh telur lalat. Jadi, ketika dimasukkan ke dalam komposter telur-telur tersebut akan menetas menjadi belatung. Karena itu, untuk mencegah keluarnya belatung dari dalam komposter selama proses pembusukan, olesi sabun colek di pinggiran atas komposter bagian dalam. Pada awal pemakaian komposter, lindi baru bisa dipanen setelah 2 minggu. Namun, sebenarnya proses pengomposan bisa dipercepat dengan menambahkan canpuran air beras, gula merah, dan Boisca ke dalam sampah. Ramuan tersebut bisa membantu pemanenan seminggu lebih cepat. Pengambilan Lindi (kompos cair) sebaiknya hanya sebatas kran. Sementara itu, lindi yang tertampung di bawah kran ke bawah tidak diambil karena banyak mengandung mikroba yang sangat membantu pembusukan sampah. Jika pengomposan awal sudah dilakukan , selanjutnya sampah bisa dimasukkan setiap hari. Namun yang terpenting adalah setiap memasukkan sampah baru harus di astikan bioaktivatorn a sudah tercam ur rata

TIPS PENGOMPOSAN Selain berguna sebagai bioaktivator, Boisca juga berfungsi untuk mengurangi bau busuk yang dikeluarkan selama

Aplikasi Pupuk Cair

Lindi yang dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan. Tambahkan Boisca sebanyak ng baru 1 tutup botol Boisca untuk 1-2 liter lindi lalu diamkan selama 2-3 hari agar bakteri yang berada di dalmnya bisa berkembang dengan cepat. Selain itu, Lindi baru bisa diberikan ke tanaman. Lindi yang sudah ditambahkan Boisca dapat disimpan 1-2 bulan. Berikut ini cara pengaplikasian lindi ke tanaman

1.Campurkan lindi dengan air. Perbandingannya adalah 1:5, yakni satu tutup botol lindi dengan lima botol air. Sebaiknya, ukuran botol disamakan dengan ukuran botol penampung lindi. Jadi, jika lindi ditampung dalam botol berukuran 1500 ml, air pun ditakar dengan menggunaan botol berukuran 1500 ml

Aplikasi Pupuk Cair

1. Campurkan lindi dengan air. Perbandingannya adalah 1:5, yakni satu tutup botol lindi dengan lima botol air. Sebaiknya, ukuran botol disamakan dengan ukuran botol penampung lindi. Jadi, jika lindi ditampung dalam botol berukuran 1500 ml, air pun ditakar dengan menggunaan botol berukuran 1500 ml

  • 2. Larutan tadi kemudian disiramkan pada tanaman, baik sayuran, tanaman buah, tanaman hias. Pemupukan dapat dilakukan seminggu sekali

  • 2. Larutan juga dapat disimpan apabila dalam satu kali pemakaian masih tersisa.

  • 3. Campuran 10 liter lindi

:

50

liter

air cukup untuk

sekali

pemakaian pada demplot sayuran ukuran 10 x 10 meter

TERIMA KASIH