Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia yang merupakan suatu Negara yang demokratis tentunya
mempunyai elemen, seperti masyarakat. Masyarakat disini sangat berperan
dalam pembangunan suatu Negara. Negara mempunyai hak dan kewajiban bagi
warga negaranya begitu pula dengan warga negaranya juga mempunyai hak
dan kewajiban terhadap Negaranya. Seperti apakah hak dan kewajiban tersebut
yang seharusnya dipertanggungjawabkan oleh masing-masing elemen tersebut.
Dalam makalah ini akan mencoba membahas tentang hak dan kewajiban yang
dilakukan oleh masing-masing elemen tersebut.
Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan
untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat, dan yang
paling nampak adalah unsur-unsur dari Negara yang berupa rakyat, wilayah
dan pemerintah. Salah satu unsur Negara adalah rakyat, rakyat yang tinggal di
suatu Negara tersebut merupakan penduduk dari Negara yang bersangkutan.
Warga Negara adalah bagian dari penduduk suatu Negaranya. Tetapi seperti
kita ketahui tidak sedikit pula yang bukan merupakan warga Negara bisa
tinggal di suatu Negara lain yang bukan merupakan Negaranya sendiri. suatu
Negara pasti mempunyai suatu undang-undang atau peraturan yang mengatur
tentang kewarganegaraan. Peraturan tersebut memuat tentang siapa saja kah
yang bisa dianggap sebagai warga Negara. Di Indonesia merupakan salah satu
Negara yang mempunyai peraturan tentang kewarganegaraan tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami akan menguraikan dari mata
kuliah PKn II dengan pembahasan Hak dan Kewajiban Warga Negara
Indonesia. Demikianlah makalah ini kami buat dan sekiranya ada kekurangan
yang terdapat dalam makalah ini kami mohon ma'af dan kami siap menerima
kritikan yang sifatnya membangun terutama dari Bapak atau Ibu Dosen dan
kepada teman-teman yang membaca makalah ini. Kami berharap setelah
membaca makalah yang sederhana ini kita dapat memetik ilmu dan menambah
wawasan kita semua.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah di atas dapat diuraikan rumusan
masalah, sebagai berikut:
1

1. Apakah yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan pewarganegaraan?


2. Apa hak dan kewajiban warga Negara Indonesia?
3. Bagaimana penghormatan perlindungan HAM?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui tentang kewarganegaraan dan pewarganegaraan.
2. Untuk mengetahui hak dan kewajiban warga Negara Indonesia.
3. Untuk mengetahui penghormatan dan perlindungan HAM.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kewarganegaraan dan Pewarganegaraan
1. Pengertian Kewarganegaraan
Istilah kewarganegaraan memiliki arti

keanggotaan

yang

menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dan warga negara.


2

Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu negara


yang mengakibatkan adanya kewajiban negara itu untuk melindungi orang
yang bersangkutan. Adapun menurut Undang-Undang Kewarganegaraan
Republik Indonesia, kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang
berhubungan dengan negara.
Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai
berikut :
a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
1) Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya
ikatan hukum antara orang-orang dengan negara.
2) Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan
ikatan hukum, tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan,
ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah
air.
b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil
1) Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat
kewarganegaraan.

Dalam

sistematika

hukum,

masalah

kewarganegaraan berada pada hukum publik.


2) Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukkan pada akibat
hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan
kewajiban warga negara.
Pengertian kewarganegaraan menurut beberapa ahli sebagai berikut:
a. Soemantri
Kewarganegaraan ialah sesuatu yang berhubungan dengan manusia
sebagai individu dalam suatu perkumpulan yang terorganisir dalam
hubungan dengan negara.
b. Stanley E. Ptnord dan Etner F. Peliger
Kewarganegaraan ialah studi yang berhubungan dengan tugas-tugas
pemerintahan dan hak-kewajiban warga negara.
c. Daryono
Kewarganegaraan ialah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban
warga negara.
d. Wolhoff
Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni
sejumlah manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan
bahasa kehidupan sosial-budaya serta kesadaran nasionalnya.
2. Pengertian Pewarganegaraan (Naturalisasi)

Pewarganegaraan

atau

naturalisasi

adalah

pemerolehan

kewarganegaraan bagi negara asing setelah memenuhi syarat sebagaimana


ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Didalam UU RI No.12
tahun 2006, permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon
jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin.
b. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di
wilayah negara Indonesia paling singkat 5 tahun berturut-turut atau
paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut.
c. Sehat jasmani dan rohani.
d. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila
dan UUD negara Republik Indonesia tahun 1945.
e. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang
diancam dengan pidana 1 tahun atau lebih.
f. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia,
tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.
g. Mempunyai pekerjaan dan atau berpenghasilan tetap.
h. Membayar
uang
pewarganegaraan
ke
kas

negara.

Didalam natuarlisasi istimewa dapat diberikan bagi mereka (warga


asing) yang telah berjasa kepada negara RI. kemudian mereka
mengucapkan sumpah atau janji setia (tidak perlu memenuhi syarat
sebagai mana dalam naturalisasi biasa). Cara ini diberikan oleh
presiden dengan persetujuan DPR RI.
B. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Indonesia
1. Pengertian Hak dan Kewajiban
Dalam konteks kata, hak dan kewajiban mengandung 2 kata yaitu
hak dan kewajiban. Dari masing-masing kata tersebut tentunya
mempunyai arti tersendiri. Menurut Prof. Dr. Notonegoro Hak adalah
kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima
atau dilakukan melalui oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh
pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa
olehnya. Menurut pengertian tersebut, individu maupun kelompok ataupun
elemen lainnya, jika menerima hak hendaknya dilakukan sesuai dengan
aturan yang berlaku dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. Jadi
harus pihak yang menerimannya lah yang melakukan itu. Dari pengertian
yang lain, hak bisa berarti sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan

penggunanya tergantung kepada kita sendiri contohnya hak mendapatkan


pengajaran. Dalam hak mendapatkan pengajaran ini adalah tergantung dari
diri kita sendiri. Kalau memang menganggap bahwa pengajaran itu penting
bagi kita pasti kita akan senantiasa belajar atau sekolah atau mungkin
kuliah. Tapi kalau ada yang menganggap itu tidak penting pasti tidak akan
melakukan hal itu.
Kata yang kedua adalah kewajiban. Kewajiban berasal dari kata
wajib. Menurut Prof. Dr. Notonegoro wajib adalah beban untuk
memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melalui
oleh pihak tertentu, tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada
prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.
Kewajiban pada intinya adalah sesuatu yang harus dilakukan. Disini
kewajiban berarti suatu keharusan maka apapun itu jika merupakan
kewajiban kita harus melaksaakannya tanpa ada alasan apapun. Dari
pengertian yang lain kewajiban berarti sesuatu yang harus dilakukan
dengan penuh rasa tanggung jawab atau pembatasan atau beban yang
timbul karena hubungan dengan sesama atau dengan Negara.
2. Penentuan Warga Negara Indonesia
Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan
adanya

asas

kewarganegaraan

kewaraganegaraan

berdasarkan

berdasarkan
perkawinan.

kelahiran
Dalam

dan

asas

penentuan

kewarganegaraan didasarkan kepada sisi kelahiran, dikenal dua asas yaitu


a. Asas Ius Soli
Asas yang menyatakan bahawa kewarganegaraan seseorang
ditentukan dari tempat dimana orang tersebut dilahirkan.
b. Asas Ius Sanguinis
Asas yang mennyatakan bahwa kewarganegaraan sesorang ditentukan
beradasarkan keturunan dari orang tersebut.
Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat
didasarkan pada aspek perkawinan yang mencakup atas asas kesatuan
hukum dan asas persamaan derajat :
a. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri
adalah suatu ikatan yang tidak terpecahkan sebagai inti dari
masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan bersama, suami istri
perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk dalam

masalah kewarganegaraan. Berdasarkan asas ini diusahakan status


kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.
b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak
menyebabkan perubahan status kewarganegaaraan suami atau istri.
Keduanya memiliki hak yang sama untuk menentukan sendiri
kewarganegaraan. Jadi mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti
halnya ketika belum berkeluarga.
Negara memiliki wewenang untuk menentukan warga negara
sesuai dengan asas yang dianut negara tersebut. Dengan adanya kedaulatan
ini, pada dasarnya suatu negara tidak terikat oleh negara lain dalam
menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga tidak boleh menentukan
siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara.
Penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda oleh setiap negara
dapat menciptakan problem kewarganegaraan bagi seorang warga. Secara
ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan
bipatride. Appatride adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki
kewarganegaraan. Bipatride adalah istilah untuk orang-orang yang
memiliki kewarganegaraan ganda (rangkap dua). Bahkan dapat muncul
multipatride

yaitu

istilah

untuk

orang-orang

yang

memiliki

kewarganegaraan yang banyak (lebih dari 2) Warga Negara Indonesia.


Negara Indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi
warga negara. ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945
sebagai berikut :
a. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang Indonesia asli dan
orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga
Negara.
b. Penduduk ialah waraga negara Indonesia dan orang asing yang
bertempat tinggal di Indonesia.
c. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang.
Beradasarkan hal diatas , kita mengetahui bahwa orang yang dapat
menjadi warga negara Indonesia adalah :
a. Orang-orang bangsa Indonesia asli.
b. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang
menjadi warga Negara.
3. Hubungan Warga Negara dengan Negara

Wujud hubungan anatara warga negara dengan negara adalah pada


umumnya adalah berupa peranan. Peranan pada dasarnya adalah tugas apa
yang dilakukan sesuai dengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai
warga negara. Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum
dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Bebarapa hak warga negara
Indonesia antara lain sebagai berikut :
a. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
b. Hak membela Negara.
c. Hak berpendapat.
d. Hak kemerdekaan memeluk agama.
e. Hak mendapatkan pengajaran.
f. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional
Indonesia.
g. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan social.
h. Hak mendapatkan jaminan keadilan social.
Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara
Indonesia adalah :
a. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan.
b. Kewajiban membela Negara.
c. Kewajiban dalam upaya pertahanan Negara.
Selain itu ditentukan pula hak dan kewajiban negara terhadap
warga negara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada
dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara.
Beberapa ketentuan tersebut, anatara lain sebagai berikut :
a. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah.
b. Hak negara untuk dibela.
c. Hak negara untuk menguasai bumi, air , dan kekayaan untuk
kepentingan rakyat.
d. Kewajiban negara untuk menajamin sistem hukum yang adil.
e. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga Negara.
f. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk
rakyat.
g. Kewajiban negara memberi jaminan social.
h. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah.
Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah
tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang . Bidang-bidang ini
antara lain, Bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan,
pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.

C. Penghormatan Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)


1. Pengertian HAM
Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap
manusia sebagai anugerah Tuhan yang melekat pada setiap diri manusia
sejak lahir. Dalam perwujudannya, hak asasi manusia tidak dapat
dilaksanakan secara mutak karena dapat melanggar hak asasi orang lain.
Memperjuangkan hak sendiri dengan mengabaikan hak orang lain,
merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa
hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain,
karena itulah ketaatan terhadap aturan menjadi penting.
Beberapa pengertian HAM dikemukakan oleh beberapa tokoh yaitu
sebagai berikut :
a. John Locke (Two Treaties on Civil Government)
Hak asasi manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang
secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu
gugat (bersifat mutlak). Karena manusia sebagai makhluk sosial, hakhak itu akan berhadapan dengan hak orang lain, oleh sebab itu:
Hak asasi harus dikorbankan untuk kepentingan masyarakat,
sehingga lahir kewajiban.
Hak asasi semakin berkembang meliputi berbagai bidang
kebutuhan, antara lain hak dibidang politik, ekonomi, dan sosial
budaya.
b. Koentjoro Poerbapranoto (1976)
Hak asasi adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak
yang dimiliki manusia nenurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan
dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.
c. UU No. 39 Tahun 1999 (Tentang Hak Asasi Manusia)
Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada
hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung
tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap
orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat
manusia.
2. Macam-macam Hak Asasi Manusia

Pemaknaan terhadap hak asasi manusia kemudian berkembang


seiring tingkat kemajuan peradaban, hingga dewasa ini hak-hak asasi
manusia mencakup beberapa bidang berikut :
a. Hak-hak Asasi Pribadi (personal rights), yaitu meliputi kebebasan
menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan
bergerak, dan sebagainya.
b. Hak-hak Asasi Ekonomi (property rights), yaitu hak untuk memiliki,
membeli, dan menjual, serta memanfaatkan sesuatu.
c. Hak-hak Asasi Politik (political rights), yaitu hak ikut serta dalam
pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam suatu pemilu), hak
untuk mendirikan parpol, dan sebagainya.
d. Hak-hak Asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam
hukum dan pemerintahan (rights of legal equality).
e. Hak-hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (social and cultural rights),
yaitu

meliputi

hak

untuk

memilih

pendidikan,

hak

untuk

mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.


f. Hak-hak Asasi manusia untuk mendapatkan perlakuan tata cara
peradilan dan perlindungan (procedural rights). Misalnya, peraturan
dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahahan, peradilan dan
sebagainya.
3. Upaya Pemajuan, Penghormatan, dan Penegakan HAM
Pada masa lalu, banyak raja yang menyalahgunakan kekuasaan
dengan melakukan penindasan terhadap rakyat. Selain itu banyak pula
kerajaan atau negara yang melakukan invansi dan kemudian menjajah
daerah lain. Tindakan-tindakan para penguasa yang lalim tersebut banyak
mengakibatkan penderitaan pihak yang ditindas dan dijajah. Keinginan
untuk merdeka dari penindasan dan penjajahan kemudian melahirkan
pemberontakan terhadap kelaliman, hingga akhirnya muncul kesadaran
bahwa manusia lahir dengan derajat yang sama dan hak-hak asasi sebagai
anugerah Tuhan yang tidak boleh direnggut oleh pihak lain.
Sebagaimana telah diuraikan di muka, perkembangan pemikiran
dan upaya pemajuan, penghormatan dan penegakan hak asasi manusia
sesungguhnya bersifat dinamis. Berbagai peristiwa penistaan terhadap nilai
kemanusiaan yang terjadi pada masa lalu sebelumnya menyadarkan
manusia akan pentingnya perlindungan terhadap hak asasi tersebut.

Tahapan perkembangan hak asasi manusia sebenarya melalui perjalanan


yang sangat panjang, hal ini dapat kita cermati dari berbagai peristiwa
maupun dokumen yang lahir sebagai salah satu bentuk kesadaran akan
pentingnya perlindungan HAM.
Salah satu tonggak dalam upaya pemajuan, penghormatan dan
penegakan hak asasi manusia yang telah mendapat perhatian dunia
internasional, adalah ketika organisasi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)
membentuk Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada 1946. Langkah
untuk pemajuan, penghormatan dan penegakan HAM semakin nyata
ketika Majelis Umum PBB mengeluarkan Deklarasi Universal Hak Asasi
Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada 10 Desember
1948. Deklarasi ini menjadi salah satu acuan bagi negara-negara anggota
PBB untuk menyusun langkah-langkah dalam penegakan HAM. Meski
demikian, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tidak bersifat mengikat
negara-negara anggota PBB. Secara rinci, hak-hak asasi manusia
tercantum dalam pembukaan dan 30 pasal yang terdapat di dalam deklarasi
tersebut.
4. Hambatan Penegakan HAM
Tentang berbagai hambatan dalam pelaksanaan dan penegakan hak
asasi manusia di Indonesia, secara umum dapat kita identifikasi sebagai
berikut :
a. Faktor Kondisi Sosial-Budaya
1) Stratifikasi dan status sosial; yaitu tingkat pendidikan, usia,
pekerjaan, keturunan dan ekonomi masyarakat Indonesia yang
multikompleks (heterogen).
2) Norma adat atau budaya lokal kadang bertentangan dengan HAM,
terutama jika sudah bersinggung dengan kedudukan seseorang,
upacara-upacara sakral, pergaulan dan sebagainya.
3) Masih adanya konflik horizontal di kalangan masyarakat yang
hanya disebabkan oleh hal-hal sepele.
b. Faktor Komunikasi dan Informasi
1) Letak geografis Indonesia yang luas dengan laut, sungai, hutan,
dan gunung yang membatasi komunikasi antardaerah.
2) Sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang belum
terbangun secara baik yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

10

3) Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih sangat


terbatas baik sumber daya manusianya maupun perangkat
(software dan hardware) yang diperlukan.
c. Faktor Kebijakan Pemerintah
1) Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang
pentingnya jaminan hak asasi manusia.
2) Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional, persoalan hak
asasi manusia sering diabaikan.
3) Peran pengawasan legislatif dan kontrol sosial oleh masyarakat
terhadap pemerintah sering diartikan oleh penguasa sebagai
tindakan pembangkangan.
d. Faktor Perangkat Perundangan
1) Pemerintah tidak segera meratifikasikan hasil-hasil konvensi
internasional tentang hak asasi manusia.
2) Kalaupun ada, peraturan perundang-undangan masih sulit untuk
diimplementasikan.
e. Faktor Aparat dan Penindakannya (Law Enforcement).
1) Masih adanya oknum aparat yang secara institusi atau pribadi
mengabaikan prosedur kerja yang sesuai dengan hak asasi
manusia.
2) Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai
masih belum layak sering membuka peluang jalan pintas untuk
memperkaya diri.
3) Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih
diskriminatif, tidak konsekuen, dan tindakan penyimpangan
berupa KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme)
Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakan hak
asasi manusia diatas, mari kita upayakan untuk sedikit demi sedikit
dikurangi (eliminasi). Demi terwujudnya perlindungan hak asasi manusia
yang baik, mulailah dari diri kita sendiri untuk belajar menghormati hakhak orang lain. Kita harus terus berupaya untuk menyuarakan tetap
tegaknya hak asasi manusia, agar harkat dan martabat yang ada pada setiap
manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dengan
sebaik-baiknya.

11

BAB I
KESIMPULAN
Setelah

kita

mempelajari

makalah

ini

dapat

kita

simpulkan

bahwa

kewarganegaraan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap warga
negara.Ini dikarenakan bahwa dengan pemahaman kewarganegaraan yang baik maka
kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi tentram dan jelas.Dan kita sebagai
warga negara yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara
hendaknya kita berusaha untuk meningkatkan pengamalan prinsip serta nilai-nilai luhur
bangsa terutama memahami manusia yang pada dasarnya memiliki harkat dan martabat
yang sama sebagai mahluk ciptaan Tuhan,agar tercipta suatu keadilan dalam kehidupan
bernegara.

12

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,

2011,
Pengertian
Kewarganegaraan.
http://adjisutama.blogspot.com/2011/10/pengertiankewarganegaraan.html. Tanggal 01 April 2013.

Diakses

dari

Anonim,

2011, Hak Dan Kewajiban Warga Negara. Diakses dari


http://makalahibd1.blogspot.com/2012/03/makalah-hak-dan-kewajibanwarga-negara.html. Tanggal 01 April 2013.

Anonim, 2012, Pemajuan Penghormatan dan Perlindungan. Diakses dari


http://fatmasusanti-civiceducation.blogspot.com/2012/09/pemajuanpenghormatan-dan-perlindungan.html. Tanggal 01 April 2013.

13