Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN PASIEN


JIWA

Disusun Oleh:
(Kelompok A2)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

AHMAD TAISIR
EVA SASMITA
LIDYA WAIRINA
MAYA YULIYA MAHDARIKA
MUHAMMAD IRWANDI
RISWAN FAHLIFI

(P07120213042)
(P07120213049)
(P07120213056)
(P07120213063)
(P07120213065)
(P07120213071)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
JURUSAN KEPERAWATAN
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Peran Keluarga pada pasien gangguan jiwa

Sub Pokok Bahasan

: Peran keluarga dalam mencegah kekambuhan pada pasien dengan


gangguan jiwa

Sasaran

: Pasien dan keluarga pasien dengan gangguan jiwa

PELAKSANAAN KEGIATAN
Tempat

: Poliklinik Psikiatri RSUD Anshari Shaleh

Hari/ Waktu

: Jumat, 27 Mei 2016

Waktu

: 08.30-09.00 WITA

Pemberi Materi

: Riswan Fahlifi

I.

Tujuan Institusional
Pasien dan keluarga pasien di Poli Psikiatri RSUD Anshari Shaleh dapat mengerti
dan mengetahui bagaimana peran pasien dan keluarga dalam mencegah kekambuhan
gangguan jiwa setelah pulang ke rumah.

II. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah diberikan penyuluhan, pasien dan keluarga pasien di Poli Psikiatri RSUD
Anshari Shaleh dapat mengerti dan mengetahui bagaimana dalam mencegah
kekambuhan gangguan jiwa setelah pulang ke rumah, sehingga diharapkan pasien dan
keluarga dapat berperan dalam merawat dirinya atau keluarga di rumah untuk mencegah
kekambuhan.
III. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, peserta dapat mengetahui dan
memahami tentang:
Pengertian kekambuhan
Tanda-tanda kekambuhan
Faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan
Peran pasien dan keluarga dalam mencegah kekambuhan
Perawatan pasien selama di rumah

IV. Analisis Tugas


KNOW
Sasaran mengetahui dan memahami pengertian kekambuhan
Sasaran mengetahui dan memahami tentang tanda-tanda kekambuhan
Sasaran mengetahui dan memahami tentang faktor yang menyebabkan kekambuhan
Sasaran mengetahui dan memahami tentang peran pasien dan keluarga dalam

mencegah kekambuhan
Sasaran mengetahui dan memahami tentang perawatan di rumah

DO
Sasaran bertanya mengenai materi yang telah diberikan jika terdapat hal-hal yang
kurang dimengerti atau hal-hal yang berhubungan dengan peran pasien dan keluarga
dalam mencegah kekambuhan gangguan jiwa
SHOW
Sasaran memperhatikan selama penyampaian materi
Sasaran termotivasi untuk bertanya
Sasaran termotivasi untuk melakukan perawatan di rumah untuk mencegah
kekambuhan gangguan jiwa
V. Materi
Terlampir
VI.

Metode Pengajaran
Ceramah dan Tanya Jawab

VII. Media Pengajaran


Power Point
Leafleat
VIII. Alokasi Waktu dan Tahap Pengajaran
Pembukaan
: 3 Menit
Penjelasan Materi
: 15 Menit
Evaluasi
: 10 Menit
Penutup
: 2 Menit
IX.

Strategi Instruksional
A. Memperkenalkan diri
B. Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah memberi pemahaman pada
pasien dan keluarga dalam mencegah kekambuhan gangguan jiwa setelah pulang
ke rumah
C. Menjelaskan materi pengajaran yang terdiri dari:
Menjelaskan tentang pengertian kekambuhan
Menjelaskan tentang tanda-tanda kekambuhan
Menjelaskan tentang faktor yang mempengaruhi kekambuhan

Menjelaskan tentang peran pasien dan keluarga dalam mencegah kekambuhan


Menjelaskan tentang cara perawatan di rumah
D. Melakukan kegiatan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman
pasien dan keluarga pasien, yaitu dengan memberikan kesempatan untuk bertanya
mengenai hal-hal yang kurang dimengerti dan menanyakan kembali tentang materi
yang telah dijelaskan.
E. Memberikan kesimpulan dari materi penyuluhan
F. Menutup penyuluhan
X. Kegiatan
Tahap

Pra Kegiatan
Pembukaan

Peserta

Metode

Media

Menyiapkan perlengkapan
Menyiapkan setting

ruangan
Melakukan perkenalan
Kontrak waktu
Menjelaskan tujuan

Menyimak
Menyimak
Menyimak

Ceramah
Ceramah
Ceramah

pembelajaran
Menjelaskan cakupan

Menyimak

Ceramah

Menguraikan

Tanya

disampaikan
Brainstroming tentang

pendapat
Menyimak

Jawab
Ceramah

kekambuhan pasien
Menjelaskan tentang

Menyimak

Ceramah

materi yang akan

Penjelasan

Kegiatan

Kegiatan Pendidik

Materi

Point

pengertian kekambuhan
pada pasien gangguan

jiwa
Menjelaskan tentang
tanda-tanda kekambuhan
pada pasien gangguan

Menyimak

Ceramah

Menyimak

Ceramah
Power
point

Menyimak

Ceramah

mempengaruhi

Power

kekambuhan pasien
dengan gangguan jiwa

Power
point

jiwa
Menjelaskan tentang
faktor yang

Power

Point
Menyimak

Ceramah

Menjelaskan tentang

Power

peran pasien dan keluarga

Point

dalam mencegah

Evaluasi

kekambuhan
Menjelaskan tentang cara

perawatan pasien di rumah


Memberikan kesempatan/ Bertanya

Tanya

mengundang pertanyaan

Jawab

atau komentar peserta.


Menjawab pertanyaan

Menyimak

atau komentar peserta

Menjawab

Tanya

Jawab
Tanya

dengan singkat dan jelas.


Meminta peserta untuk

Jawab

menyebutkan tentang
peran keluarga dalam
mencegah kekambuhan

Menjawab
Tanya

pada pasien dengan

Jawab

gangguan jiwa
Meminta peserta untuk

menyebutkan tentang cara


perawatan pasien dengan
Penutup

gangguan jiwa di rumah


Memberikan kesimpulan

Menyimak

Ceramah

Menyimak

Ceramah

Mengucapkan terimakasih
dan salam

XI.

Evaluasi
Untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami dan mengerti tentang materi
yang telah diberikan, peserta diberikan pertanyaan :
1. Sebutkan peran keluarga dalam mencegah kekambuhan pada pasien dengan
gangguan jiwa di rumah
Jawaban :
a. Adaptasi keluarga dengan pasien
b. Memantau terapi obat-obatan
c. Peka terhadap reaksi emosi pasien

d. Tumbuhkan keterbukaan antara penderita dan keluarga


e. Tumbuhkan keterbukaan antara penderita dengan lingkungan
2. Sebutkan minimal 3 cara merawat pasien dengan gangguan jiwa di rumah?
Jawaban :
1. Memberikan kegiatan/ kesibukan dengan membuatkan jadwal sehari hari
2. Selalu menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri dalam melakukan
suatu kegiatan, misalnya : makan bersama, bekerja bersama, bepergian dll.
3. Meminta keluarga atau teman untuk menyapa klien, jik klien mulai menyendiri
atau berbicara sendiri
4. Mengajak ikut aktif dan berperan serta dalam kegiatan masyarakat, misalnya :
pengajian, kerja bakti dll
5. Berikan pujian, dukungan untuk ketrampilan yang dapat dilakukan pasien
6. Mengontrol kepatuhan minum obat secara benar sesuai dengan resep dokter
7. Jika klien malas minum obat, anjurkan untuk minum obat secara halus dan
tidak memarahi pasien. Hindari tindakan paksa yang menimbulkan trauma
bagi pasien.
8. Kontrol suasana lingkungan / pembicaraan yang dapat memancing terjadinya
marah
9. Mengenali tanda tanda yang muncul sebagai gejala kekambuhan
10. Segera kontrol ke dokter/RS jika muncul perubahan perilaku yang
menyimpang atau obat habis.

XII. Daftar Pustaka


Poltekkes Malang, Peran Keluarga dalan perawatan anggota keluarga gangguan jiwa
http://www.poltekkes-malang.ac.id/artikel-216-peran-keluarga-dalam-perawatananggota-keluarga-gangguan-jiwa-.html
RSKP Provinsi Kalimantan Barat, Peran Keluarga dalam mencegah kekambuhan
penderita gangguan jiwa di rumah
http://rskprovkalbar.com/artikel/59-peran-keluarga-dalam-mencegahkekambuhan-penderita-gangguan-jiwa-di-rumah.html?showall=1

Lampiran Materi
Peran Keluarga Dalam Mencegah Kekambuhan
Pada Pasien Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah
A. Pendahuluan
Peran keluarga menjadi sangat penting terhadap kesembuhan pasien dengan
gangguan jiwa. Salah satu faktor yang menyebabkan kekambuhan klien dengan
gangguan jiwa diantaranya adalah keluarga. Ekspresi emosi yang tinggi dalam keluarga
seperti bermusuhan, mengkritik, tidak ramah, banyak menekan dan menyalahkan dapat
menimbulkan kekambuhan pada klien tersebut mendukung bagi perbaikan atau
peningkatan kesehatan jiwa klien melainkan menjadi stressor bagi klien yang merupakan
stimulus munculnya kekambuhan klien.
B. Pengertian Kekambuhan
Kekambuhan adalah kembalinya suatu penyakit setelah tampaknya mereda (Dorland,
2002).
Kekambuhan yaitu kembalinya gejala gejala penyakit sehingga cukup parah dan
mengganggu aktivitas sehari hari dan memerlukan rawat inap dan rawat jalan yang
tidak terjadwal (Boyd dan Nihart, 1998)
C. Tanda-tanda Kekambuhan
Tahap I
Penderita memperlihatkan ketegangan yang berlebihan (overextension), sering mengeluh
cemas terus menerus, tak dapat konsentrasi, lupa kat kata dalam pertengahan kalimat,
adanya hambatan mental dalam aktivitas dan penampilan diri yang menurun.
Tahap II
Memperlihatkan keterbatasan tingkat kesadaran (retriction conciusness), depresi, mudah
bosan, apatis, obsesional dan fobia, mengeluh sakit di seluruh tubuh (somatisasi),
menarik diri dari aktivitas sehari hari dan membatasi stimulus eksternal.
Tahap III
Kadang kadang menunjukan penampilan psikotik, hipomania, gangguan persepsi,
gangguan isi pikir dan gagal memakai mekanisme pembelaan yang matang
Tahap IV
Memperlihatkan gejala psikotik yang jelas, adanya halusinasi dan waham secara terus
menerus
Tahap V

Penderita tidak lagi mengenal keluarga dan menganggap keluarga sebagai penipu. Dapat
pula penderita mengamuk.
Tahap VI
Penderita nampak seperti robot dan bingung serta gelisah.
Jika muncul tanda tanda di atas segera :

Bantu klien untuk mengungkapkan apa yang dirasakan


Segera kontrol ke RS, sehingga segera mendapat pertolongan.

D. Faktor yang menyebabkan kekambuhan


Faktor faktor yang menyebabkan kekambuhan :
1. Tidak teratur minum obat, pemakaian obar neuroleptik yang lama dapat
menyebabkan efek samping tardive dyskinesia (gerakan tidak terkontrol)
2. lingkungan dengan stressor tinggi
3. Keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi
4. Kurangnya aktivitas dan latihan serta suplai nutrisi
E. Peran keluarga dalam mencegah kekambuhan
Peran keluarga pada pasien dengan gangguan jiwa antara lain :
1.

Keluarga merupakan yang paling banyak berhubungan dengan pasien

2.

Pasien yang mengalami gangguan jiwa nantinya akan kembali kedalam masyarakat,
khususnya dalam keluarga

3.

Keluarga merupakan pemberi perawatan paling utama dalam mencapai memberikan


ketenangan pada pasien.

4.

Gangguan jiwa mungkin memerlukan pengobatan yang cukup lama, sehingga


pengertian dan kerjasama keluarga sangat penting artinya dalam pengobatan

5.

Pasien yang mengalami gangguan jiwa adalah manusia yang sama dengan orang
lainnya, mempunyai martabat dan memerlukan perlakuan manusiawi

6.

Pasien yang mengalami gangguan jiwa mungkin dapat kembali ke masyarakat dan
berperan dengan optimal apabila mendapatkan dukungan yang memadai dari seluruh
unsur masyarakat.

7.

Pasien gangguan jiwa bukan berarti tidak dapat sembuh

8.

Pasien dengan gangguan jiwa tidak dapat dikatakan sembuh secara utuh, tetapi
memerlukan bimbingan dan dukungan penuh dari orang lain (dan keluarga)

Peran keluarga untuk mencegah kekambuhan yaitu:


a. Adaptasi keluarga dengan pasien
b. Memantau terapi obat-obatan

c. Peka terhadap reaksi emosi pasien


d. Tumbuhkan keterbukaan antara penderita dan keluarga
e. Tumbuhkan keterbukaan antara penderita dengan lingkungan
f. Meningkatkan Partisipasi Anggota Keluarga Lain sebagai Support

F. Cara merawat pasien dengan gangguan jiwa di rumah


Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga dan lingkungan dalam
merawat pasien di rumah antara lain :
1. Memberikan kegiatan/ kesibukan dengan membuatkan jadwal sehari hari
2. Selalu menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri dalam melakukan suatu
kegiatan, misalnya : makan bersama, bekerja bersama, bepergian dll.
3. Meminta keluarga atau teman untuk menyapa klien, jik klien mulai menyendiri atau
berbicara sendiri
4. Mengajak ikut aktif dan berperan serta dalam kegiatan masyarakat, misalnya :
pengajian, kerja bakti dll
5. Berikan pujian, dukungan untuk ketrampilan yang dapat dilakukan pasien
6. Mengontrol kepatuhan minum obat secara benar sesuai dengan resep dokter
7. Jika klien malas minum obat, anjurkan untuk minum obat secara halus dan tidak
memarahi pasien. Hindari tindakan paksa yang menimbulkan trauma bagi pasien.
8. Kontrol suasana lingkungan / pembicaraan yang dapat memancing terjadinya marah
9. Mengenali tanda tanda yang muncul sebagai gejala kekambuhan
10. Segera kontrol ke dokter/RS jika muncul perubahan perilaku yang menyimpang atau
obat habis.