Anda di halaman 1dari 6

Materi IPA SMK kelas XII

Ekosistem, Aliran Energi dan Siklus Materi dalam Ekosistem

Ekosistem
Ekosistem adalah hubungan interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dengan
makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup. Tingkat
organisasi ekosistem lebih tinggi dari komunitas. Pada ekosistem terjadi hubungan
timbal balik antara organisme yang hidup dan lingkungan abiotiknya, yang
membentuk suatu sistem yang dapat diketahui aliran energi dan siklus materinya.
Satuan-Satuan Makhluk Hidup Penyusun Ekosistem
Di dalam sebuah ekosistem juga terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang
meliputi individu, populasi, komunitas dan biosfer.
Bagian-bagian satuan makhluk hidup penyusun ekosistem yaitu :
1. Individu, Istilah individu berasal dari bahasa latin, yaitu in yang berarti tidak
dan dividus yang berarti dapat di bagi. Jadi individu adalah makhluk hidup yang
berdiri sendiri yang secara fisiologis bersifat bebas atau tidak mempunyai
hubungan dengan sesamanya. Individu juga disebut satuan makhluk hidup tunggal
2. Populasi, Populasi berasal dari bahasa latin, yaitu populus yang berarti semua
orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Dalam ekosistem, populasi
berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sama [sejenis] dan
menempati daerah tertentu
3. Komunitas, Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat di
suatu daerah yang sama, misalnya halaman sekolah
4. Ekosistem, Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya
yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik
5. Bioma, Ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis
dan astronomis.
6. Biosfer, Biosfer adalah keseluruhan ekossistem yang membentuk rangkaian
kehidupan di muka bumi.
Komponen-komponen Penyusun Ekosistem
Ekosistem terdiri atas dua komponen, yaitu komponen biotik dan komponen abiotic.
1.

Komponen biotik

Komponen biotik adalah komponen yang terdiri dari makhluk hidup (tumbuhan,
hewan, dan manusia)
a.
Komponen autotrof (Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan
makan). Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis

makanan sendiri. Komponen autotrof berperan sebagai produsen, contohnya


tumbuh-tumbuhan hijau.
b.
Komponen heterotrof (Heteros = berbeda, trophikos = makanan). Heterotrof
(konsumen) merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik
sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang
tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen di kelompokkan sebagai berikut:
1.

Pemakan tumbuhan [herbivora], misalnya kambing, kerbau, kelinci dan sapi.

2.

Pemakan daging [karnivora], misalnya harimau, burung elang, dan serigala.

3.
Pemakan tumbuhan dan daging [omnivora], misalnya ayam, itik, dan orang
hutan.
c.
Pengurai (dekomposer) Pengurai adalah organisme heterotrof yang
menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik
kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan
melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh
produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur
d.
Detritifor, merupakan kelompok organisme yang memakan jaringan tumbuhan
dan hewan yang melapuk (detritus). Jenis organisme yang termasuk detritivor
adalah luwing, rayap, cacing tanah, siput, teripang, dan organisme heterotrof
lainnya.
2.

Komponen abiotik

Abiotic atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang
merupakanmedium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan,
atau lingkungan tempat hidup
a.
Tanah, Sifat-sifat fisik tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur,
kematangan, dan kemampuan menahan air.
b.
Air, Hal-hal penting pada air yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup
adalah suhu air, kadar mineral air, salinitas, arus air, penguapan, dan kedalaman
air.
c.
Udara, Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas. Gas itu
berbentuk atmosfer yang melingkupi makhluk hidup. Oksigen, karbon dioksida, dan
nitrogen merupakan gas yang paling penting bagi kehidupan makhluk hidup
d.
Mineral, Mineral yang diperlukan tumbuhan misalnya belerang (S), fosfat (P),
kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (fe), natrium (Na), dan khlor (Cl).
Mineral-mineral itu diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang larut didalam air
tanah. Mineral tersebut digunakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan
untuk penyusun tubuh. Hewan dan manusia pun memerlukan mineral untuk
penyusun tubuh dan reaksi-reaksi metabolismenya. Selain itu, mineral juga

berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dan mengatur fungsi fsikologi
(faal) tubuh.
e.
Cahaya matahari , Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi
kehidupan di bumi ini. Namun demikian, penyebaran cahaya ddi bumi belum
merata. Oleh karena itu, organisme harus menyesuaikan diri dengan lingkungan
yang intensitas dan kualitas cahayanya berbeda.
f.
Suhu atau temperature, Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum
untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya. Pada umumnya mahkluk
hidup rata-rata dapat bertahan hidup hanya pada kisaran suhu 00C400C. hanya
mahkluk hidup tertentu saja yang dapat hidup dibawah 00C atau diatas 400C.
hewan berdarah panas mampu hidup pada suhu dibawah titik beku karena memiliki
bulu dan memiliki suhu tubuh yang konstan (tetap)
g.
Keasaman [PH], Keasaman juga berpengaruh terhadap mahkluk hidup.
Biasanya mahkluk hidup memerlukan lingkungan yang memiliki PH netral. Mahkluk
hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam atau basa. Tanah yang
bersifat asam dapat dinetralkan dengan diberikan bubuk kapur. Tanah berhumus
seringkali bersifat asam. Tanah berkapur seringkali bersifat basa. Tanah bersifat
basa dapat dinetralkan dengan diberi bubuk belerang.
h.
Kadar Garam [Salinitas], Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhan akan
mati dan akhirnya akan mematikan tumbuhan itu. Didaerah yang berkadar garam
tinggi hanya hidup tumbuhan tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan
terhadap lingkungan berkadar garam tinggi.
i.
Topografi, Topografi artinya keadaan naik turunnya permukaan bumi disuatu
daerah. Topografi berkaitan dengan kelembaban, cahaya, suhu, serta keadaan
tanah disuatu daerah. Interaksi berbagai faktor itu membentuk lingkungan yang
khas. Sebagai contoh keanekaragaman hayati di daerah perbukitan berbeda
dengan didaerah datar. Organisme yang hidup di daerah berbukit berbeda dengan
daerah datar. Topografi juga mempengaruhi penyebaran mahkluk hidup.

j.
Garis Lintang, Garis lintang yang berbeda menunjukan kondisi lingkungan
yang berbeda pula. Garis lintang secara tidak langsung menyebabkan perbedaan
distribusi organisme dipermukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada
garis lintang tertentu saja.
Interaksi dalam ekosistem
a.

Interaksi antara komponen biotik

Interaksi antarkomponen ekologi dapat merupakan interaksi antar organisme,antar


populasi, dan antar komunitas.
1. Interaksi antar organisme
Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap
individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis,

baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain.
Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita.
Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang
kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.
a.
Netral, Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat
yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah
pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi.
b.
Predasi, Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator).
Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup.
Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh :
Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus.
c.
Parasitisme, Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda
spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil
makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.
contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu
dengan pohon inang. Perhatikan Gambar 6.15
d.
Komensalisme, Komensalisme merupakan hubunganantara dua organisme
yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber
makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan.
Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.
e.
Mutualisme, Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang
berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh,
bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.
2. Interaksi antarpopulasi
Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara
langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi
adalah sebagai berikut.
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan
zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon
walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini
menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal
sebagai anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika
yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat
kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang
diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di
padang rumput.
3. Interaksi antarkomunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan
saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai.

Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi,


belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang,
zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah
terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan
peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut.
Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme,
tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati,
misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda
misalnya laut dan darat. Lihat
b.

Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotic

Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem.


Hubunganantara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran
energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga
struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.
Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat
mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya
keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini
tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem
untuk mencapai keseimbangan baru

Macam-macam ekosistem
Ekosistem mempunyai beragam jenis, bergantung pada keadaan alamnya. Bukan
hanya keadaan alam saja yang mempengaruhi ekosistem, tetapi iklim regional juga
mempengaruhi terbentuknya bioma di darat. Tahukah kamu apa yang dimaksud
dengan bioma?. Ekosistem secara garis besar digolongkan menjadi ekosistem darat,
ekosistem perairan, dan ekosistem buatan.
Tipe Ekosistem
1.

Terrestrial, ekosistem darat dibagi menjadi 7, yaitu :

a. Hutan hujan tropis : cirinya, lembab, banyak jamur, curah hujan tinggi,
tanahnya subur, banyak tumbuhan tinggi (pohon), jenis mahluk hidup yang ada :
heterogen.
b. Hutan musim : curah hujan tinggi, namun lebih rendah daripada hutan hujan
tropis. Contohnya : hutan pinus, hutan jati.
c.

Savana : terdapat semak-semak atau disebut juga padang rumput.

d.

Stepa : adalah padang rumput yang luas dan tidak terdapat semak-semak.

e. Gurun : Curah hujan rendah, perbedaan suhu siang hari dan malam hari sangat
ekstrim, tumbuhan yang hidup memiliki duri dan berakar panjang serta berbatang
besar.

f.
Taiga : Hutan musim bagi negara yang bermusim 4. Ciri : beriklim dingin, jenis
makhluk hidup yang ada bersifat homogen, contohnya : hutan pinus.
g. Tundra : Ekosistem bersalju. Contohnya : pinus, semakin tinggi batang, cuaca
semakin dingin. dibagi menjadi 2 yaitu : artik yang bersalju karena mendekati
kutub dan alpin yang bersalju karena ketinggian tempat.
2.
a.

Akuatik : Ekosistem perairan dibagi menjadi 3 yaitu :


Air Tawar : Ekosistem air tawar dibagi lagi menjadi :

Lotik : yang berarus. contohnya sungai, berciri-ciri : terdapat sinar matahari,


banyak bebatuan, salinitas rendah, makhluk hidup bervariasi, vegetasinya baik

Lentik : yang tenang atau tidak berarus. contohnya danau, berciri-ciri :


terdapat sinar matahari, tidak terdapat batu, banyak tanaman tinggi, berada di
tengah daratan.
b.

Air laut, ekosistem air laut dibagi menjadi:

Pantai pasir : terdapat formasi vegetasi. Yaitu : pes


caprae, contohnya spinifex dan pandan. Dan barringtonia, contohnya ketapang dan
sukun.

Pantai batu : terdapat padang lamun yaitu tumbuhan dari


kelompok Alismatales yang merupakan sumber makanan duyung.

Terumbu karang : hanya dapat tumbuh di iklim tropis-subtropis, memerlukan


daerah perairan yang alami.

Laut dangkal : sinar matahari masih cukup banyak, makhluk hidup


bervariasi.

Laut dalam : sinar matahari sedikit, bahkan tidak ada, makhluk yang hidup
yang tinggal di laut dalam biasanya memiliki tubuh yang berpendar atau memiliki
alat penerangan di atas kepalanya.
c.
Estuarine, atau disebut juga ekosistem air payau. ciri dari ekosistem ini adalah
terdapat hutan mangrove, merupakan tempat ikan bertelur (contoh: salmon),
terdapat banyak crustaceae, banyak ular dan monyet di pinggiran estuarin. estuarin
dapat ditemui di jakarta, yaitu di tol cengkareng-jakarta.
3.
Ekosistem buatan, ekosistem buatan, tergantung manusia yang
membuatnya. contohnya: sawah, hutan kota, taman kota, kolam ikan buatan.