Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ETIKA PROFESI

RAHASIA DAGANG

Nama Kelompok:
1.

Pemi wahyu ningseh

2.

Resgianto

3.

Siti Soffa Putri Setiowati

TEKNIK INFORMATIKA
PROGRAM STUDI DI LUAR DOMISILI KABUPATEN LAMONGAN

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA


TAHUN 2015

Makalah Rahasia Dagang

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
jarunianya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini
disusun agar pembaca dapat lebih memahami tentang keiwrausahaan. Makalah ini
disusun dengan banyaknya hambatan dan rintangan, namun dengan penuh kesabaran,
usaha dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat
dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini dapat memberi wawasan yang
lebih luas kepada pembaca. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami harapkan kritik dan saran yang dapat
membangun untuk menyempurnakan makalah ini.

Makalah Rahasia Dagang

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................... 2
1.3 Tujuan............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Rahasia Dagang......................................................... 3
2.2 Perlindungan Rahasia Dagang.................................................... 5
2.3 Perlindungan Hukum terhadap Rahasia Dagang dan Penyelesaiannya
apabila terjadi pelanggaran Rahasia Dagang................................ 6
2.4 Pengalihan Hak dan Lisensi Rahasia Dagang..............................8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 11

Makalah Rahasia Dagang

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pada prinsipnya keikutsertaan Indonesia dalam pembentukan organisasi
perdagangan dunia atau Agreement Estabilishing The World Trade
Organization yang didalamnya mencakup persetujuan tentang aspek-aspek
dagang Hak Kekayaan Intelektual, termasuk perdagangan barang palsu
(Agreement on Trade Related Aspect of Intelectual Property Rights, Including
Trade in Counterfit Goods of Trips) berarti menyetujui rencana persaingan
dunia dan perdagangan bebas meskipun dikemas dengan persetujuanpersetujuan lain di bidang tarif dan perdagangan.
Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut serta meratifikasi
TRIPs melalui UU No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Pembentukan
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebagai konsekuensinya Indonesia
mempunyai keterikatan untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam TRIPs
yang mengatur tentang Intellectual Property Rights tersebut. Implementasi
langsung dari kebijakan ini, Indonesia telah memiliki perundang-undangan di
bidang Hak cipta, Paten, Merek, Rahasia Dagang, Desain Industri dan Desain
Tata Letak Sirkuit Terpadu.
Persaingan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan
yang dihadapi para pengusaha dalam mencapai tujuan yaitu memperoleh laba
yang sebesar-besarnya dan mengungguli perusahaan lain serta menjaga
perolehan laba tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut, sering kali terjadi
praktek persaingan curang yang dapat menimbulkan konflik antara pengusaha
yang satu dengan pengusaha yang lain. Konflik itu juga dapat merugikan
rakyat sebagai konsumen untuk mencegah dan mengatasi persaingan curang
itu, diperlukan hukum yang akan menentukan rambu-rambu yang harus ditaati
secara preventif dan represif bagi mereka yang melakukan persaingan.
Tujuannya tidak lain agar hukum dapat mencegah terjadinya persaingan
curang. Lingkup tujuan di atas termasuk pula tindakan hukum terhadap
pengusaha yang melakukan pelanggaran terhadap pemilik hak rahasia dagang.
Makalah Rahasia Dagang

Jika memperhatikan peraturan-peraturan yang tercakup dalam hukum


umum, tampaknya pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan pasal
322 serta pasal 323 Kitab Undang-undang Hukum Pidana telah tidak memadai
untuk melindungi pemegang Hak Rahasia Dagang dari tindakan pengusaha lain
yang melakukan persaingan curang. Karena pasal-pasal itu dianggap kurang
memadai, maka perlu dibentuk hukum khusus yang diatur dalam Undangundang Rahasia Dagang Nomor 30 Tahun 2000.
Meskipun perlindungan terhadap pemilik Hak Rahasia Dagang tidak
harus selalu diatur dalam suatu undang-undang khusus, karena bisa saja
perlindungan itu diatur dalam satu undang-undang yang bersifat umum, yang
didalamnya juga memberikan perlindungan terhadap pemilik Hak Rahasia
Dagang sebagaimana diterapkan di beberapa negara industri maju, misalnya :
Amerika

Serikat, Jepang, Jerman atau Australia.

Namun Indonesia

menganggap perlu membuat secara khusus Undang-undang Rahasia Dagang


yang memberikan perlindungan terhadap pemilik hak tersebut. Undang-undang
Rahasia Dagang ini merupakan salah satu dari sistem hukum yang baru saja
disahkan bersama-sama Undang-undang Desain Industri dan Undang-undang
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang disahkan pada akhir 2000 yang
memiliki kekhasan undang-undang Hak Kekayaan Intelektual lainnya.
1.2

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan rahasia dagang?
2. Bagaimanakah perlindungan Rahasia Dagang di Indonesia ?
3. Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang dan
penyelesaiannya apabila terjadi pelanggaran Rahasia Dagang ?
4. Bagaimana prosedur atau cara pengalihan hak dan lisensi Rahasia dagang

1.3

Tujuan
1. Untuk mengetahui penjelasan tentang rahasia dagang.
2. Untuk mengetahui perlindungan Rahasia Dagang di Indonesia.
3. Untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang dan
penyelesaiannya apabila terjadi pelanggaran Rahasia Dagang.
4. Untuk mengetahui prosedur atau cara pengalihan hak dan lisensi Rahasia
Dagang.
Makalah Rahasia Dagang

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Rahasia Dagang


Seperti yang disebutkan dalam Pasal 1 Undang-Undang Rahasia
Dagang (Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000), Rahasia Dagang adalah
informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/ atau bisnis,
mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga
kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.
Dalam pasal 2 UU No. 30 Tahun 2000, bahwa Ruang Lingkup dari
rahasia dagang adalah Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi metode
produksi, metode pengolahan, metode penjualan atau informasi lain di bidang
teknologi dan atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh
masyarakat umum. Informasi tersebut harus memiliki nilai ekonomis, bersifat
aktual dan potensial, tidak diketahui umum serta tidak dapat dipergunakan oleh
orang lain yang tidak secara detail mengetahui informasi tersebut. Informasi
inipun harus secara konsisten dijaga kerahasiaannya (dengan langkah-langkah
tertentu menurut ukuran wajar), sehingga tidak dapat dipergunakan oleh orang
lain, karena dengan informasi tersebut seseorang dapat memperoleh
keunggulan kompetitif untuk bersaing dengan kompetitornya yang tidak
mengetahui informasi tersebut. Kelalaian pemilik informasi atas hal ini dapat
menggugurkan eksistensi rahasia dagang itu sebagai Hak Milik Intelektual.
Informasi dalam rahasia dagang dikelompokkan dalam informasi di
bidang teknologi dan informasi dibidang bisnis. Adapun yang dimasukkan
dalam informasi teknologi, adalah:
a.

informasi tentang penelitian dan pengembangan suatu teknologi

b.

informasi tentang produksi/proses

c.

informasi mengenai kontrol mutu


Sedangkan yang dimaksud dalam informasi bisnis, adalah :

a. informasi yang berkaitan dengan penjualan dan pemasaran suatu produk


b. informasi yang berkaitan dengan para langganan
c. informasi tentang keuangan
d. informasi tentang administrasi
Makalah Rahasia Dagang

Informasi

yang terdapat

dalam iklan, brosur, buku panduan

pengoperasian, yang diberikan kepada masyarakat adalah informasi yang tidak


lagi dikategorikan dalam informasi yang diatur dalam rahasia dagang. Dengan
adanya unsur kerahasiaan dalam rahasia dagang ini menyebabkan rahasia
dagang tidak memiliki batas jangka waktu perlindungan, yang terpenting
adalah selama pemilik rahasia dagang tetap melakukan upaya untuk menjaga
kerahasiaan dari informasi, maka informasi ini masih tetap dalam perlindungan
rahasia dagang.
Berbeda dengan hak cipta atau paten, perlindungan terhadap rahasia
dagang tidak memiliki jangka waktu yang terbatas. Oleh karenanya banyak
inventor yang merasa perlindungan yang diberikan oleh rahasia dagang lebih
menguntungkan dibandingkan dengan perlindungan hak milik intelektual
lainnya. Seperti paten dimana untuk mendapatkan perlindungannya seorang
inventor harus benar-benar menemukan sesuatu yang sifatnya baru (novelty),
adanya langkah inventif, serta harus memenuhi syarat-syarat yang sangat
kompleks yang ditetapkan Kantor Paten. Selain itu memiliki jangka waktu
selama 20 tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut
tidak dapat diperpanjang. Setelah tercapainya jangka waktu tersebut hak paten
tersebut akan diumumkan ke publik.
Sedangkan rahasia dagang dapat dilakukan secara lebih fleksibel karena
tidak terikat syarat-syarat formal seperti halnya yang terjadi dalam sistem
hukum paten, yang memerlukan pemenuhan formalitas dan proses pemeriksaan
dan rahasia dagang memiliki jangka waktu yang tidak terbatas.
Rahasia dagang mendapat perlindungan apabila informasi itu:
a.

Bersifat rahasia hanya diketahui oleh pihak tertentu bukan secara umum
oleh masyarakat,

b.

Memiliki nilai ekonomi apabila dapat digunakan untuk menjalankan


kegiatan atau usaha yg bersifat komersial atau dapat meningkatkan
keuntungan ekonomi,

c.

Dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya


telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut.
Tidak dianggap sebagai pelanggaran rahasia dagang apabila:
Makalah Rahasia Dagang

a.

Mengungkap untuk kepentingan hankam, kesehatan, atau keselamatan


masyarakat,

b.

Rekayasa ulang atas produk yang dihasilkan oleh penggunaan rahasia


dagan milik orang lain yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan
pengembangan lebih lanjut produk yang bersangkutan.

2.2

Perlindungan Rahasia Dagang


A. Lama Perlindungan
Beberapa alasan/keuntungan penerapan Rahasia Dagang dibandingkan
Paten adalah karya intelektual tidak memenuhi persyaratan paten, masa
perlindungan yang tidak terbatas, proses perlindungan tidak serumit dan
semahal paten, lingkup dan perlindungan geografis lebih luas.
B. Pelanggaran dan Sanksi
Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan dan
mengungkapkan

Rahasia

Dagang,

mengingkari

kesepakatan

atau

mengingkari kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia


Dagang yang bersangkutan, atau pihak lain yang memperoleh/menguasai
Rahasia Dagang tersebut dengan cara yang bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dipidana dengan pidana penjara paling
lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah).
C. Prosedur Perlindungan
Untuk mendapat perlindungan Rahasia Dagang tidak perlu diajukan
pendaftaran (berlangsung secara otomatis), karena undang-undang secara
langsung melindungi Rahasia Dagang tersebut apabila informasi tersebut
bersifat rahasia, bernilai ekonomis dan dijaga kerahasiaannya, kecuali
untuk lisensi Rahasia Dagang yang diberikan. Lisensi Rahasia Dagang
harus dicatatkan ke Ditjen. HAKI - DepkumHAM.

Makalah Rahasia Dagang

2.3

Perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang dan penyelesaiannya apabila


terjadi pelanggaran Rahasia Dagang
Kebutuhan akan perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang sesuai
pula dengan salah satu ketentuan dalam Agreement on Trade Related Aspects
of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) yang merupakan
lampiran dari Agreement Establishing the World Trade Organization on Trade
Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia),
sebagaimana telah diratifikasi oleh Indonesia dengan UU No. 7 Tahun 1994.
Adanya perlindungan tersebut akan mendorong lahirnya temuan atau invensi
baru yang meskipun diperlakukan secara rahasia, tetap mendapat perlindungan
hukum, baik dalam rangka kepemilikan, penguasaan, maupun pemanfaatannya
oleh penemunya. Untuk mengelola administrasi Rahasia Dagang, pada saat ini
pemerintah menunjuk Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia c.q.
Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual untuk melakukan
pelayanan di bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual.
Undang-Undang Rahasia Dagang No. 30 Tahun 2000 memberikan
lingkup perlindungan Rahasia Dagang yaitu meliputi metode produksi, metode
pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang teknologi dan/atau
bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat
umum.
Suatu Rahasia Dagang akan mendapatkan perlindungan apabila
informasi tersebut sejatinya bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi, dan
dijaga kerahasiaannya melalui upaya-upaya sebagaimana mestinya.
a.

Bersifat rahasia, maksudnya bahwa informasi tersebut hanya diketahui


oleh pihak tertentu atau tidak diketahui secara umum oleh masyarakat.

b.

Mempunyai nilai ekonomi, maksudnya bahwa sifat kerahasiaan informasi


tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha yang bersifat
komersial atau dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi.

c.

Informasi dianggap dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para pihak


yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak dan
patut.

Makalah Rahasia Dagang

Dalam HAKI pada dasarnya perlindungannya berintikan pengakuan


terhadap hak atas kekayaan dan hak untuk menikmati kekayaan itu dalam
waktu tertentu. Artinya selama waktu tertentu pemilik atau pemegang hak atas
HAKI

dapat

mengijinkan

atau

melarang

untuk

mengetahui

atau

menyebarluaskan informasi (Rahasia Dagang).


Pelanggaran Rahasia Dagang terjadi apabila seseorang dengan sengaja
mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkari kesepakatan atau mengingkari
kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia Dagang yang
bersangkutan. Untuk mengatasi adanya pelanggaran tersebut maka amat
diperlukan perlindungan hukum bagi pemilik dan atau pemegang HAKI yang
bersangkutan.
Apabila seseorang merasa pihak lain telah melanggar hak Rahasia
Dagang yang dimilikinya, maka ia sebagai pemegang hak Rahasia Dagang atau
pihak lain sebagai penerima lisensi dapat menggugat siapapun yang dengan
sengaja dan tanpa hak Rahasia Dagang. Sebagai contoh, menurut pasal 4
UURD pemilik hak Rahasia Dagang memiliki hak untuk menggunakan
sendiri Rahasia Dagang yang dimilikinya, memberikan lisensi atau melarang
pihak lain untuk menggunakan Rahasia Dagang atau mengungkapkan Rahasia
Dagang itu kepada pihak ketiga untuk kepentingan yang bersifat komersial.
Terhadap pasal tersebut, gugatan yang kita ajukan dapat berupa gugatan ganti
rugi dan / atau penghentian semua perbuatan. Dan berbeda dengan gugatan
HAKI lainnya, gugatan mengenai perkara Rahasia Dagang diajukan ke
Pengadilan Negeri.
Berkaitan dengan hal di atas, harus ditentukan pula kapan sebenarnya
suatu perbuatan dikatakan telah melanggar Rahasia Dagang milik orang atau
pihak lain. Seseorang dianggap melanggar Rahasia Dagang pihak lain apabila
ia memperoleh atau menguasai Rahasia Dagang tersebut dengan cara yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Disamping itu juga ada perbuatan yang tidak dianggap pelanggaran
Rahasia Dagang yakni apabila :

Makalah Rahasia Dagang

10

a.

Tindakan pengungkapan Rahasia Dagang atau penggunaan Rahasia


Dagang tersebut didasarkan pada kepentingan pertahanan dan keamanan,
kesehatan atau keselamatan masyarakat ;

b.

Tindakan rekayasa ulang atas produk yang dihasilkan dari penggunaan


Rahasia Dagang milik orang lain yang dilakukan semata-mata untuk
kepentingan pengembangan lebih lanjut produk yang bersangkutan. Yang
dimaksud dengan rekayasa ulang (reverse engineering) dalam hal ini
adalah suatu tindakan analisis dan evaluasi untuk mengetahui informasi
tentang suatu teknologi yang sudah ada.
Disamping dapat melakukan upaya gugatan melalui pengadilan,

pemilik Rahasia Dagang atau pihak yang merasa dirugikan dapat menempuh
upaya lain yakni melalui penyelesaian sengketa melalui Arbitrase atau
Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR).
2.4

Pengalihan Hak dan Lisensi Rahasia Dagang


Saat ini terdapat beberapa istilah yang dipergunakan untuk menyebut
hak tersebut, sebagai terjemahan dari Intellectual Property Rights (IPR). Istilah
yang digunakan salah satunya adalah HakMilik Intelektual. Prinsip Hak Milik
disini dalam hukum perdata Indonesia seperti yang diatur dalam pasal 570 BW
adalah :
Hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan sesuatu kebendaan
dengan leluasa, dan untuk berbbuat bebas terdapat kebendaan itu dengan
kedaulatan sepeuhnya, asal tidak bersalahan dengan undang-undang atau
peraturan umu yang ditetapkan oleh suatu kekuasaan yang berhak
menetapkannya dan tidak menganggu hak-hak orang lain; kesemuanya itu
dengan tidak mengurangi kemungkinan umum dasar atas ketentuan undangundang dan dengan pembayaran ganti rugi.
Pengertian pasal 570 BW ini, menunjukan bahwa hak milik adalah hak
yang paling utama dimana pemilik dapat menguasai benda itu sebebasnbebasnya dalam arti dapat memperlakukan perbuatan hukum atas benda itu
secara eksklusif. Di samping dapat melakukan perbuatan-perbuatan materiil
atas benda itu, serta perbatasannya bahwa tidak bertentangan dengan undangMakalah Rahasia Dagang

11

undang dan ketertiban umum, juga tidak mengakibatkan gangguan dan adanya
kemungkinan percabutan hak (onteigening).
Terkait dengan hal ini rahasia dagang sebagai bagian dari Hak Milik
Intelektual diklasifikasikan sebagai benda bergerak, sehingga dapat beralih dan
dialihkan kepada pihak lain. Dalam Undang-undang Rahasia Dagang pasal 5
ayat

menyebutkan

bahwa

peristiwa-peristiwa

hukum

yang

dapat

mengakibatkan peralihan rahasia antara lain pewarisan, hibah, wasiat,


perjanjian tertulis atau sebab-sebab lain yang dibenarkan peraturan perundangundangan. Khusus pengalihan hak atas dasar perjanjian, diperlukan adanya
suatu pengalihan hak yang didasarkan pada perbuatan suatu akta, terutama akta
otentik.
Hal ini penting, mengingat aspek yang dijangkau begitu luas dan pelik,
selain untuk menjaga kepentingan masing-masing pihak yang mengadakan
perjanjian-perjanjian pengalihan hak tersebut dan mempermudah pembuktian.
Pemilik rahasia dagang atau pemegang rahasia dagang dapat
memberikan lisensi kepada pihak lain berdasarkan perjanjian lisensi untuk
melaksanakan atau menggunakan hak rahasia dagang dalam kegiatan yang
bersifat komersil. Selama memberikan lisensi, pemilik rahasia dagang tetap
boleh melaksankan sendiri atau meberi lisensi kepada pihak ketiga berkaitan
dengan rahasia dagang yang dimilikinya.

Makalah Rahasia Dagang

12

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Dalam UU No.30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, pasal 1
bahwa : Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum
di bidang tekhnologi dan/atau bisnis, mempuyai nilai ekonomi karena
berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia
dagang.
Dalam pasal 2 UU No. 30 Tahun 2000, bahwa Ruang Lingkup dari
rahasia dagang adalah Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi metode
produksi, metode pengolahan, metode penjualan atau informasi lain di bidang
teknologi dan atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui
oleh masyarakat umum.
Alasan/keuntungan penerapan Rahasia Dagang dibandingkan Paten
adalah karya intelektual tidak memenuhi persyaratan paten, masa
perlindungan yang tidak terbatas, proses perlindungan tidak serumit dan
semahal paten, lingkup dan perlindungan geografis lebih luas.

Makalah Rahasia Dagang

13

DAFTAR PUSTAKA
[1]

https://www.google.co.id/search?q/ofosiharefaanknias.blogspot.in/2011/09/makalah-rahasia-dagang.html 10:25, 20-05-2015.

[2]

www.academia.edu/9875667/tugas_hukum_bisnis_makalah_rahasia_dagang
10:26, 20-05-2015

[3]

www.sigitbudhiarto.blogspot.com/2013/05/rahasia-dagang-dan-penyelesaianatas.html 10:26, 20-05-2015

Makalah Rahasia Dagang

14