Anda di halaman 1dari 21

PROGRAM KESEHATAN JIWA

MASYARAKAT

KELOMPOK
CINDYFATIKASARI
WITA NURFITRA


Masalah kesehatan jiwa masyarakat dewasa ini
semakin meningkat, yaitu dengan semakin
meningkatnya tindak kekerasan, tingginya
kenakalan remaja, meningkatnya
penyalahgunaan NAPZA, tawuran dan
pengangguran merupakan indikasi keadaan
masyarakat yang sakit. untuk penanganan
masalah ini, masyarakat perlu mendapatkan
informasi yang luas tentang kesehatan jiwa baik
dalam permasalahan maupun pencegahan dan
penangananya.

Instalasi KESWAMAS semestinya menjadi ujung tombak

RSJ dalam proses memperluas pelayanan kesehatan jiwa


ke masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
Instalasi KESWAMAS yang menekankan pada
peningkatan kemandirian masyarakat serta upaya
promotif dan preventif.

Kebijakan

kesehatan jiwa masyarakat terdapat 4


perubahan yaitu dari berbasis rumah sakit
(hospital base)menjadi berbasis masyarakat,
ditangani disemua pelayanan kesehatan yang
ada, dahulu rawat inap sekarang mengandalkan
pelayanan rawat jalan(ambulatory)dan dahulu
korban penderita gangguan jiwa perlu disantuni
sekarang dapat diberdayakan. Kebijakan
tersebut diperkuat dengan Keputusan Mentri
Kesehatan RI No. 406/Menkes/SK/VI/2009
tentang Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa
Komunitas.

Secara Umum Tujuan yang ingin dicapai adalah


meningkatkan peran serta masyarakat dalam
upaya pelayanan Kesehatan Jiwa Komunitas ,
sehingga status kesehatan jiwa masyarakat
meningkat. Sedangkan tujuan khusus yang ingin
dicapai adalah.

1. Terpaparnya informasi kesehatan jiwa dan


deteksi dini gangguan jiwa kepada tenaga
puskesmas, sehingga puskesmas dapat
memberikan pelayanan kesehatan jiwa dan
mendeteksi dini gangguan jiwa masyarakat.
2. Terpaparnya informasi kesehatan jiwa kepada
kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh
agama, aparat desa, dan kelompok beresiko,
agar terbangun pandangan dan sikap yang
positif

3. Berkurangnya dampak sosial akibat penyakit


gangguan jiwa seperti menurunnya stigma,
diskriminasi, isolasi dan tertanganinya kasus
pasung.
4. Terbangunnya sistem rujukan yang baik
sehingga pelayanan kesehatan jiwa dapat
berkesinambungan

KESEHATAN

JIWA ADALAH SUATU


KONDISI YANG MEMUNGKINKAN
PERKEMBANGAN FISIK, INTELEK,
EMOSIONAL, SOSIAL DAN OKUPASIONAL
YANG OPTIMAL DARI SESEORANG DAN
PERKEMBANGAN ITU BERJALAN SELARAS
DENGAN KEADAAN ORANGORANG LAIN

DEFINISI SEHAT JIWA

KEGIATAN POKOK

A. PKRS dan PEMBINAAN


1. Penyuluhan Kesehatan Jiwa yang menunjang usaha
preventif dan promotif
2. Pembuatan WEB dan Jejaring sosial sebagai sarana
penyebarluasan informasi kesehatan melalui media
internet
3. Pembuatan Stiker, brosur, leaflet
4. Penyebaran brosur/leaflet sebagai sarana
penyebarluasan informasi kesehatan melalui media
cetak

B. PSIKIATRI KOMUNITAS
1. TOT deteksi dini gangguan jiwa kepada
kader
2. TOT deteksi dini gangguan jiwa kepada
tenaga kesehatan
3. Layanan rujukan

C. SOSIAL MEDIS dan KERJASA LINTAS SEKTOR


1. Kunjungan rumah
2. Membangun jejaring kerja dalam penanganan masalah
kesehatan jiwa khususnya pasien pasung dan gelandangan
psikotik
3. Family Gathering
4. Family Support
5. Evaluasi Sosial
6. Terapi Individu / Bimbingan Sosial Individu
7. Terapi Keluarga
8. Terapi Kelompok

D. KONSULTASI DAN INFORMASI


1. Layanan konsultasi dan informasi kesehatan jiwa
2. Layanan konseling dan psikoterapi singkat kepada klien
3. Psikoedukasi kepada klien dan keluarga setelah selesai
menjalani perawatan
4. Menghubungi keluarga pasien untuk mengingatkan
pentingnya kontrol
5. Menghubungi keluarga pasien yang sudah diijinkan
pulang, tetapi belum dijemput keluarga.

Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia


Diperkirakan penduduk Indonesia yang
mengalami gangguan jiwa sebesar 1juta
penderita.tapi hanya 36 ribu yg mendapatkan
pelayan kesehatan
Zaman dahulu penanganan pasien jiwa adalah
Dengan dipasung, dirantai, atau diikat, lalu
ditempatkan tersendiri di rumah atau hutan jika
gangguan jiwanya berat. Bila tidak berbahaya,
dibiarkan berkeliaran di desa, sambil mencari
makanan dan menjadi tontonan masyarakat.

Unit Pelayanan Bina Jiwa


Unit pelayanan bina jiwa ada tiga yaitu sebagai
berikut :
1. Promotif
2. Preventif : primer dan kuratif
3. rehabilitasi

Prinsip Pelayanan Kesehatan


Prinsip pelayanan kesehatan adalah
komprehensif, yang difokuskan pada pasien.
Prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pencegahan primer pada anggota masyarkat
yang sehat jiwa.
2. Pencegahan sekunder pada anggota
masyarakat yang mengalami masalah
psikososial dan gx.jiwa
3. Pencegahan tersier pd pasien gx.jiwa yg
sedang dlm proses pemulihan.

Masalah masalah kesehatan Jiwa di


Indonesia
Layanan kesehatan jiwa di indonesia ternyata
masih rendah. Hal ini dibuktikan dgn minimnya
jmlh layanan primer yg memiliki unit keseatan
jiwa.
Tingginya angka prevalensi gg jiwa tdk diimbangi
dg ketersediaannya jmlh profesi yg menangani
dan fasilitas yg memadai.
Mahalnya biaya pengobatan bgi penderita gg jiwa.
Belum adanya prioritas yg tinggi dari penyusun
kebijakan untuk mengupayakan kesehatan jiwa
sebagai subsistem kesehatan nasional.

Kesimpulan
Masalah kesehatan jiwa mempunyai lingkup yg

sangat luas dan kompleks serta tidak terpisahkan


dr kesehatan terutama menunjang terwujudnya
kualitas hidup manusia utuh. Gangguan jiwa
merupakan slh satu mslh kesehatan dan masih
banyak ditemukan di masyarakat. Masalah gg jiwa
secara tidak langsung akan menurunkan
produktivitas apalagi jika terjadi di usia produktif.
Untuk itu perlunya sebuah program dengan
pelayanan komprehensif, holistic, paripurna
kebijakan kesehatan memperhatikan
keterjangkauan pelayanan kesehatan jiwa. Sebisa
mungkin dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

TERIMAKASIH......