Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless)
yang

menghasilkan hormon yang

tersirkulasi

di

tubuh

melalui

aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. (A.Prince, Sylvia &


M.Wilson, Lorraine, 2009).
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan
memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk
mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling
berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu.
Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai
asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka
fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.
(Corwin J. Elisabet, 2004 )
Hipotiroidisme merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya
hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala
kegagalan tiroid. Keadaan ini terjdai akibat kadar hormon tiroid dibawah nilai
optimal. (Brunner&Suddarth, 2002).
Hipotiroidisme dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid, hipofisis,
atau hipotalamus. Apabila disebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid, maka
kadar HT yang rendah akan disertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH
karena tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan
hipotalamus. Apabila hipotiroidisme terjadi akibat malfungsi hipofisis, maka
kadar HT yang rendah disebabkan oleh rendahnya kadar TSH. TRH dari
hipotalamus tinggi karena. tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH
maupun HT. Hipotiroidisme yang disebabkan oleh malfungsi hipotalamus
akan menyebabkan rendahnya kadar HT, TSH, dan TRH. (Ragg, Mark,2000)
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengkajian Keperawatan pasien hipotiroid berdasarkan kasus ?

2. Apa saja diagnosa keperawatan yang bisa ditegakkan pada kasus hipotiroid
?
3. Apa saja intervensi yang bisa dilakuklan pada pasien hipotiroid
berdasarkan kasus ?
4. Bagaimana implementasi yang dilakukan pada kasus hipotiroid ?
5. Bagaimana respon pasien hipotiroid berdasarkan kasus setelah dilakukan
implementasi ?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mampu menjelaskan dan melaksanakan asuhan keperawatan hipotiroid
berdasarkan kasus
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian pada pasien hipotiroid berdasarkan
kasus
b. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien hipotiroid
berdasarkan kasus
c. Mampu membuat intervensi pada pasien hipotiroid berdasarkan kasus
d. Mampu melakukan tindakan keperawatan pada pasien hipotiroid
berdasarkan kasus
e. Mampu melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada pasien
hipotiroid berdasarkan kasus
D. Manfaat Penulisan
1. Mahasiswa dapat mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien
hipotiroid berdasarkan kasus

BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Skenario Kasus
Ny. S ( 40 tahun ) masuk Rumah Sakit Umum Baiturrahim Jambi dengan keluhan
nyeri sendi dan otot sejak 1 minggu yang lalu, klien mengeluh mudah lelah dan
sering kedinginan, tidak nafsu makan dan tidak BAB lebih dari 3 hari. Klien
2

mengatakan tidak dapat melakukan aktivitas yang berat. Pada saat dilakukan
pengkajian klien tampak lemah, pucat dan menggigil. Terdapat edema pada wajah
dan pergelangan kaki. Kulit kering dan rambut mulai menipis, anoreksia,
peristaltik menurun dan konstipasi. Tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid
tetapi pada saat dipalpasi terdapat nyeri tekan pada kelenjar tiroid. Klien
mengatakan peningkatan BB, BB awal 60 kg menjadi 62 kg, TB : 160 cm. Klien
mengatakan tidak tahan cuaca dingin, akral klien teraba dingin. Pada pemeriksaan
TTV, N : 78 x/i, TD : 100/70 mmHg, RR : 16 x/i, S : 35,60C. Pada pemeriksaan
rontgen dada terdapat pembesaran jantung. Pada pemeriksaan kadar T 4 serum 4,6
mg/dl, TSH 6,2 mg/dl. Distensi abdomen (+).
B. Asuhan Keperawatan Hipotiroid
1. Pengkajian
a. Identitas Pasien dan Penanggung Jawab
Identitas pasien

Identitas penanggung jawab

Nama

: Ny. S

Nama

: Tn.C

Umur

: 40 th

Umur

: 45 Tahun

Agama

: islam

Agama

: islam

Jenis kelamin : Perempuan

Jenis kelamin

: laki-laki

Alamat

Alamat

: Jl.Patimura

: Jl.Patimura

Suku / bangsa : melayu/indonesia

Suku / bangsa : melayu/indonesia

Pekerjaan

: ibu rumah tangga

Pekerjaan

: PNS

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: S1

Status

: menikah

Status

: menikah

Hub dgn klien : suami


b. Riwayat kesehatan
1) Keluhan utama
Klien mengeluh nyeri sendi dan otot
2) Riwayat kesehatan sekarang (RKS)
Upaya yang telah di lakukan
Klien belum melakukan upaya apapun untuk mengobati penyakitnya
Hasil pemeriksaan sementara / sekarang
Pada saat dilakukan pengkajian klien tampak lemah, pucat dan
menggigil. Terdapat edema pada wajah dan pergelangan kaki. Kulit
3

kering dan rambut mulai menipis, anoreksia, peristaltik menurun dan


konstipasi. Tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid tetapi pada saat
dipalpasi terdapat nyeri tekan pada kelenjar tiroid. Klien mengatakan
peningkatan BB, BB awal 60 kg menjadi 62 kg, TB : 160 cm. Klien
mengatakan tidak tahan cuaca dingin, akral klien teraba dingin. Pada
pemeriksaan TTV, N : 78 x/i, TD : 100/70 mmHg, RR : 16 x/i, S :
35,60C. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat pembesaran jantung.
Pada pemeriksaan kadar T4 serum 4,6 mg/dl, TSH 6,2 mg/dl. Distensi
abdomen (+).
3) Riwayat kesehatan dahulu (RKD)
Penyakit dahulu
Klien tidak pernah mengalami penyakit apapun
Perlukaan
Tidak ada perlukaan ataupun pembedahan
Dirawat di RS
Klien belum pernah dirawat dirumah sakit
Alergi obat / makanan
Tidak ada alergi makanan atau obat
4) Riwayat kesehatan keluarga (RKK)
tidak ada keluarga yang mengalami penyakit seperti klien

5) Genogram

Keterangan:

Laki-laki (hidup)
Laki-laki (meninggal)
4

Wanita (hidup)
Wanita (meninggal)
Pasien

c. Pola fungsi kesehatan


1. Pola manajemen kesehatan persepsi kesehatan
Tingkat pengetahuan kesehatan / penyakit
Klien tidak mengetahui penyebab serta cara mengatasi penyakitnya
Perilaku untuk mengatasi masalah kesehatan
Klien belum pernah melakukan upaya apapun untuk mengatasi sakitnya
2.

Pola aktivitas dan latihan

Sebelum sakit

Aktifitas
Makan
Mandi
Berpakaian
Eliminasi
Mobilisasi ditempat tidur
Berpindah
Ambulansi
Naik tangga

Saat sakit
Aktifitas
Makan
Mandi
Berpakaian
Eliminasi
Mobilisasi ditempat tidur
Berpindah
Ambulansi
Naik tangga
Keterangan :

0 : Mandiri
1 : Di bantu sebagian
2 : Di bantu orang lain
3 : Di bantu orang dan peralatan
4 : Ketergantungan / tidak mampu

3. Pola istirahat tidur


Sebelum sakit
Klien tidur sekitar 8 jam/hari
Saat sakit
Klien juga tidur sekitar 14 jam/hari
4. Pola nutrisi dan metabolik
Sebelum sakit
Klien makan 3 kali dalam sehari dengan porsi 1 piring besar dan
mengonsumsi makanan yang kadar yodiumnya rendah.
Selama sakit
Klien hanya makan 2 kali sehari dengan porsi 1 piring kecil dan nafsu
makannya berkurang.
5. Pola eliminasi
Sebelum sakit
BAB 1 kali sehari, BAK sekitar 6 kali sehari
Saat sakit
BAB 5 hari sekali,BAK sekitar 2 kali sehari
6. Pola hubungan peran
Sebelum sakit
Klien adalah seorang ibu rumah tangga dan aktif bersosialisasi dengan
lingkungan sekitarnya
Saat sakit
Klien menjadi lebih pendiam dari biasanya dan hanya berbicara jika ada
yang mengajaknya bicara
7. Pola nilai dan keyakinan
Sebelum sakit
Klien adalah penganut agama islam dan rajin menjalankan shalat 5
waktu
Saat sakit
Klien tetap menjalankan shalat 5 waktu meskipun sedang sakit
a. Pemeriksaan fisik
1.
Penampakan umum
Keadaan umum

Klien tampak lemah, pucat dan menggigil

Kesadaran
GCS

Compos mentis
Eye : 4 Verbal:5 Motorik :5 Total =14
6

BB
60 kg
Skala nyeri
4
TD: 90/70 .mmHg Suhu : 35,6C
2.

TB: 160 cm
RR : 16 x/mnt

Nadi : 55 x/mnt

Pemeriksaan fisik head to toe


a. Kepala dan leher
1) Rambut
Kulit kepala kering distribusi tidak merata dan rambut mulai
menipis
2) Mata
Mata simetris kiri kanan , bola mata simetris kiri kanan, warna
3)

konjungtiva merah muda, dan sclera berwarna putih.


Telinga
bentuk dan posisi simetris , integritas kulit baik, warna kulit sama
dengan kulit sekitarnya, tidak ada tanda-tanda infeksi, dan tidak

4)

menggunakan alat bantu dengar serta tidak ada nyeri tekan.


Hidung
Simetris , warna sama dengan warna kulit lain, tidak ada lesi,
tidak ada sumbatan, perdarahan dan tanda-tanda infeksi, tidak ada

5)
6)

7)

pembengkakan dan nyeri tekan.


Mulut
mukosa mulut dan bibir pucat dan lembab
Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid tetapi pada saat dipalpasi
terdapat nyeri tekan pada bagian kelenjar tiroid.
Dada
Inspeksi
simetris, bentuk dan postur normal, tidak ada tanda-tanda
distress pernapasan, warna kulit sama dengan warna kulit lain,
tidak

ikterik

sianosis,

tidak

ada

pembengkakan

penonjolan/edema.
Palpasi
integritas kulit baik, tidak ada nyeri tekan / massa / tanda tanda peradangan, ekspansi simetris, taktil premitus teraba
lemah.
Perkusi
resonan
Auskultasi
Tidak ditemukan suara nafas tambahan
8) Jantung
7

Inspeksi
Tampak tonjolan pada ICS ke 4
Palpasi
Denyut apeks cordis teraba lemah
Perkusi
Redup
Auskultasi
Tidak ditemukan suara jantung tambahan
9) Abdomen
Inspeksi
Perut tampak menggembung
Auskultasi
Bising usus menurun 4 x/i, peristaltik usus menurun
Perkusi
Hipertimpani
Palpasi
Distensi abdomen
10) Ekstrimitas
Inspeksi
Terdapat edema pada pergelangan kaki, kekuatan tonus otot
tampak melemah pada ekstremitas atas dan bawah, akral dingin.
Palpasi
Denyutan Arteri brakialis, radialis teraba lemah,
Femoralis ,
poplitea,dorsalis pedis teraba lemah.
Kekuatan otot
4
3

4
3

C. Data penunjang
Tanggal 5 April 2016 (kimia klinik)
Pemeriksaan
Hemoglobin(Hb)
Leukosit
Trombosit
Hematokrit (Ht)
Gula darah sewaktu
Ureum
Creatinin
SGOT

Rontgent

Hasil
6,4
8300
408.000
21,5
90
24
121
30

Satuan
g/dl
/mm3
/Meldarah
%
Mg/dl
Mg/dl
u/l
u/l

Nilai normal
12-16
4000 -10000
150.00 - 450.000
37-43
70-200
8-25
60-150
s.d 31

: pemeriksaan rontgen dada terdapat pembesaran


jantung.
8

EKG
Pemeriksaan Tiroid

: sinus bradikardi
: kadar T3 8,8 mg/dl, kadar T4 4,6 mg/dl, Free T4
1,3 mg/dl , TSH 6,2 mg/dl.

.
2. Analisa Data dan Diagnosa Keperawatan
NO
1.

DATA
DS :
- Klien mengatakan
mudah lelah
- Klien mengatakan

ETIOLOGI

MASALAH

Perubahan frekuensi/
irama jantung,preload dan
afterload

Penurunan Curah
Jantung

merasa lemah ketika


melakukan aktivitas
berat
DO :
- Tampak tonjolan pada
ICS 4
- Denyut apeks cordis
teraba lemah
- Denyutan Arteri
brakialis, radialis
teraba lemah,
Femoralis ,
poplitea,dorsalis pedis
teraba lemah.
- Pada pemeriksaan
rontgen tampak
adanya pembesaran
jantung
- Pada pemeriksaan
EKG tampak adanya
sinus bradikardi
- Pemeriksaan TTV
Nadi : 55 x/i
TD : 90/70 mmHg
Suhu : 35,60C
RR : 16 x/i

2.

DS :
- klien mengatakan tidak

Penurunan fungsi
gastrointestinal

konstipasi

Penurunan laju
metabolisme

Hipotermia

nafsu makan
- Klien mengatakan
sudah lebih dari 3 hari
tidak BAB
DO :
- BAB 5 hari sekali
- Perut tampak
menggembung
- Anoreksia
- Distensi abdomen
- Bising usus menurun 4
x/i
- Peristaltik usus
menurun
- Perkusi hipertimpani
3.

DS :
- Klien mengatakan
sering kedinginan
- Klien mengatakan
tidak tahan dengan
cuaca yang dingin
DO :
- Akral teraba dingin
- Klien tampak
menggigil
- Klien tampak pucat
- Pemeriksaan TTV
Nadi : 55 x/i
TD : 90/70 mmHg
Suhu : 35,60C
RR : 16 x/i

Diagnosa keperawatan yang muncul berdasarkan kasus adalah


a. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan frekuensi/irama,
preload dan afterload
b. Konstipasi berhubungan dengan penurunan fungsi gastrointestinal
c. Hipotermia berhubungan dengan perubahan laju metabolisme
10

3. Nursing Care Plan


No
1

DIAGNOSA

NOC

Penurunan curah

Setelah dilakukan

jantung

perawatan selama 1 x 24

berhubungan

jam diharapkan klien

dengan perubahan

bisa secara normal dan

frekuensi/irama,

tidak cepat lelah serta

preload dan

pemeriksaan rontgen dan

afterload

EKG bisa kembali


normal
Kriteria hasil
1. Tanda Vital dalam
rentang normal

NIC

AKTIVITAS

Perawatan

Perawatan jantung

jantung
Vital

1. Evaluasi adanya

sign

monitoring

nyeri dada
( intensitas,lokasi,
durasi)
2. Catat adanya
disritmia jantung
3. Catat adanya tanda
dan gejala
penurunan cardiac
putput

(Tekanan darah,

4. Monitor status

Nadi, respirasi)

kardiovaskuler

2. Dapat mentoleransi

5. Monitor status

aktivitas, tidak ada

pernafasan yang

kelelahan

menandakan gagal

3. Tidak ada edema


paru, perifer, dan
tidak ada asites
4. Tidak ada
penurunan
kesadaran

jantung
6. Monitor abdomen
sebagai indicator
penurunan perfusi
7. Monitor balance
cairan
8. Monitor adanya
perubahan tekanan
darah
9. Atur periode
latihan dan istirahat
untuk menghindari

11

kelelahan
10. Monitor toleransi
aktivitas pasien

Vital sign monitoring


1. Monitor TD, nadi,
suhu, dan RR
2. Catat adanya
fluktuasi tekanan
darah
3. Monitor TD saat
pasien berbaring,
duduk, atau berdiri
4. Auskultasi TD
pada kedua lengan
dan bandingkan
5. Monitor TD, nadi,
RR, sebelum,
selama, dan setelah
aktivitas
6. Monitor kualitas
dari nadi
7. Monitor jumlah
dan irama jantung
8. Monitor bunyi
jantung
9. Monitor frekuensi
dan irama
pernapasan
10. Monitor suara paru

12

11. Monitor pola


pernapasan
abnormal
12. Monitor suhu,
warna, dan
kelembaban kulit
13. Monitor sianosis
perifer
14. Monitor adanya
cushing triad
(tekanan nadi yang
melebar,
bradikardi,
peningkatan
sistolik)
15. Identifikasi
penyebab dari
perubahan vital
sign

2.

Konstipasi

Setelah dilakukan

berhubungan

perawatan selama 1 x 24

dengan penurunan jam diharapkan klien bisa


fungsi

BAB dengan normal, nafsu

gastrointestinal

makan kembali normal,


serta pemeriksaan fisik
pada bagian abdomen bisa
kembali normal.

- Constipasion /
impaction
management

Constipasion / impaction
management
1. Monitor tanda dan
gejala konstipasi
2. Monitor bising usus
3. Monitor feses,
frekuensi, konsistensi
dan volume
4. Konsultasi dengan
dokter tentang

Kriteria hasil
1.Mempertahankan

penurunan dan
peningkatan bising
13

bentuk feses lunak 13 hari

usus
5. Monitor tanda dan
gejala ruptur usus /

2.Bebas dari
ketidaknyamanan dan
konstipasi
3.Mengidentifikasi
indikator untuk
mencegah konstipasi
4.Feses lunak dan
berbentuk

peritonitis
6. Jelaskan etiologi dan
rasionalisasi tindakan
terhadap pasien
7. Identifikasi faktor
penyebab dan
kontribusi konstipasi
8. Dukung intake cairan
9. Kolaborasi pemberian
laksatif
10. Pantau tanda dan
gejala konstipasi
11. Pantau tanda-tanda
dan gejala impaksi
12. Memantau gerakan
usus, termasuk
konsistensi, frekuensi,
bentuk, volume dan
warna
13. Memantau bising
usus
14. Konsultasikan dengan
dokter tentang
penurunan / kenaikan
frekuensi bising usus
15. Menyusun jadwal
ketoilet
16. Mendorong asupan
cairan, kecuali
dikontraindikasikan
17. Evaluasi profil obat
untuk efek samping
gastrointestinal
18. Anjurkan pasien/
14

keluarga untuk
mencatat warna,
volume, frekuensi,
dan konsistensi tinja
19. Anjurkan pasien
untuk diet tinggi serat
20. Anjurkan pasien/
keluarga pada asupan
diet, olahraga dan
cairan sembelit/
impaksi
21. Menyarankan pasien
untuk berkonsultasi
dengan dokter jika
sembelit atau impaksi
terus ada
22. Timbang pasien
3

Hipotermia

Setelah dilakukan

berhubungan

perawatan selama 1 x 24

dengan perubahan jam diharapkan suhu tubuh


laju metabolisme

kembali kerentang normal,


dan tidak menggigil serta
merasa kedinginan
Kriteria hasil
1.Suhu tubuh dalam
rentang normal
2.Nadi dan RR dalam
rentang normal

Temperature
regulation

secara teratur
Temperature regulation
1. Monitor suhu setiap 2
jam
2. Rencanakan monitor
suhu secara kontinyu
3. Monitor warna dan
suhu kulit
4. Monitor tanda-tanda
hipertermi atau
hipotermi
5. Tingkatkan intake
cairan dan nutrisi
6. Selimuti pasien
7. Ajarkan indikasi
hipotermia dan
penanganan yang
diperlukan
8. Berikan antipiretik jika
perlu
15

(Huda Nuratif,Amin dkk ,2013)

4.
NO

Implentasi dan Evaluasi


WAKTU

IMPLEMENTASI

EVALUASI

DX
1.

Senin 4
April 2016 /

Perawatan jantung
1. Mengevaluasi adanya nyeri dada

S:
- Klien
merasakan

( klien mengatakan merasakan


08.00 WIB

adanya nyeri dada sebelah kiri,

skala nyeri 4, nyeri terasa seperti


-

adanya

nyeri dada sebelah kiri


Klien
mengatakan
nyeri

tertusuk-tusuk, nyeri dirasakan


bertambah hebat saat beraktivitas)

mengatakan

terasa

seperti

tertusuk-tusuk
Klien
mengatakan

2. Mencatat adanya disritmia jantung

nyeri bertambah hebat

( frekuensi denyut jantung lambat ,

jika beraktivitas
- Skala nyeri 4
O:
- Tampak tonjolan ICS 4
- Denyut apeks cordis

arteri karotis teraba lambat, Nadi :


58 x/i)
3. Mencatat adanya tanda dan gejala
penurunan cardiac putput ( tampak

teraba lemah
Frekuensi

denyut

jantung lambat
Arteri karotis

teraba

lambat
Irama

teratur
Warna kulit pucat
Kulit lembab
Pemeriksaan TTV

tonjolan pada ICS ke 4, TD : 90 /


60 mmHg, denyut apeks cordis
teraba lemah )
4. Memonitor adanya perubahan
tekanan darah ( TD menurun :
90/60 mmHg )

pernafasan

5. Mengatur periode latihan dan


16

istirahat untuk menghindari


kelelahan
6. Memonitor toleransi aktivitas
pasien

TD : 90/60 mmHg
Suhu : 35,80C
RR : 18 x/i
Nadi : 58 x/i
A : Masalah penurunan
curah jantung berhubungan

Vital sign monitoring

dengan perubahan

1. Memonitor TD, nadi, suhu, dan RR

frekuensi / irama, preload

( TD : 90/60 mmHg, Nadi : 58 x/i,

dan afterload belum

suhu : 35,80C, RR : 18 x/i )

teratasi

2. Mencatat adanya fluktuasi tekanan

P : Intervensi dilanjutkan

darah ( TD menurun : 90/60

(Perawatan jantung nomor

mmHg)

1,2,3,4,5,6 dan vital sign

3. Memonitor kualitas dari nadi ( nadi


teraba lemah N : 58 x/i )

monitoring
1,2,3,4,5,6,7,8,9)

4. Memonitor bunyi jantung ( tidak


ditemukan adanya bunyi jantung
tambahan )
5. Memonitor frekuensi dan irama
pernapasan ( RR : 18 x/i, irama
teratur )
6. Memonitor suara paru ( resonan )
7. Monitor suhu, warna, dan
kelembaban kulit (suhu : 35,80C,
warna kulit pucat kulit lembab )
8. Monitor adanya cushing triad
(bradikardi)
9. Mengidentifikasi penyebab dari
2.

Senin 4
April 2016 /

perubahan vital sign


Constipasion / impaction management
1. Memonitor tanda dan gejala
konstipasi ( klien mengatakan tidak

S:
- Klien

mengatakan

tidak BAB selama 5


17

08.00 WIB

BAB selama 5 hari, perut


mengembung, perkusi hipertimpani )
2. Memonitor bising usus ( bising usus

hari
- Klien mengatakan saat
BAB fesesnya keras,

lambat 3 x/i )
3. Memonitor feses, frekuensi,
konsistensi dan volume ( saat BAB
klien mengatakan fesesnya keras,
sedikit dan berwarna kecoklatan )
4. Mengkonsultasikan dengan dokter
tentang penurunan bising usus
5. Menjelaskan etiologi dan rasionalisasi
tindakan terhadap pasien
6. Mengidentifikasi faktor penyebab dan

sedikit dan berwarna


kecoklayan
O:
-

Perkusi hipertimpani
Perut menggembung
Bising usus 3 x/i
Peristaltik
usus

menurun
- BB : 62 kg
A : Masalah konstipasi

kontribusi konstipasi
7. Mendukung intake cairan
8. Kolaborasi pemberian laksatif
9. Memantau gerakan usus (peristaltik

berhubungan dengan

usus menurun )
10. Menyusun jadwal ketoilet
11. Mendorong asupan cairan, kecuali

teratasi

dikontraindikasikan
12. Menganjurkan pasien/ keluarga untuk

Constipasion / impaction

mencatat warna, volume, frekuensi,


dan konsistensi tinja
13. Menganjurkan pasien untuk diet

penurunan fungsi
gastrointestinal belum

P : Intervensi dilanjutkan (
management nomor 1, 2,
3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,
12, 13, 14, 15)

tinggi serat
14. Menyarankan pasien untuk
berkonsultasi dengan dokter jika
sembelit atau impaksi terus ada
15. Menimbang pasien secara teratur ( BB
3.

Senin 4
April 2016 /
08.00 WIB

: 62 kg )
Temperature regulation
1. Memonitor suhu setiap 2 jam ( suhu :
35,800C )
2. Merencanakan monitor suhu secara
kontinyu
3. Memonitor warna dan suhu kulit
( warna kulit pucat dan suhu : 35,80C )
4. Monitor tanda-tanda hipotermi ( klien

S:
- Klien

mengatakan

badannya menggigil
O:
-

Warna kulit pucat


Akral teraba dingin
Klien tampak pucat
Suhu : 380C
18

mengatakan badannya menggigil, akral


teraba dingin, klien tampak pucat)
5. Meningkatkan intake cairan dan nutrisi
6. Menyelimuti pasien
7. Mengajarkan indikasi hipotermia dan
penanganan yang diperlukan

A : Masalah hipotermia
berhubungan dengan
perubahan laju
metabolisme teratasi
sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
(

temperatur

regulation

nomor 1,2,3,4,5,6,7 )

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hipotiroidisme merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya
hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala
kegagalan tiroid. Keadaan ini terjdai akibat kadar hormon tiroid dibawah nilai
optimal. (Brunner&Suddarth, 2002).
19

Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus hipotiroid adalah


a. Penurunan

curah

jantung

berhubungan

dengan

perubahan

frekuensi/irama, preload dan afterload


b. Konstipasi berhubungan dengan penurunan fungsi gastrointestinal
c. Hipotermia berhubungan dengan perubahan laju metabolisme
B. Saran
Dalam penyusunan makalah ini kami sebagai penyusun masih jauh
dari kesempurnaan, karena keterbatasan waktu dan referensi yang kami
miliki, bagi pembaca yang ingin menyusun makalah dengan judul yang
sama, diharapkan untuk memperbanyak referensi terutama menganai
asuhan keperawatan serta tindakan keperawatan yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
A.Prince, Sylvia & M.Wilson, Lorraine. (2009). Patofisiologi konsep klinis proses
penyakit. Jakarta : EGC
Brunner & Suddarth. ( 2002 ). Keperawatan Medikal Bedah Volume 2. Jakarta :
EGC
Corwin J. Elisabet.( 2004 ). patofisiologi untuk perawat . Jakarta : EGC
Huda Nuratif,Amin dkk .( 2013 ). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan
Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC Edisi Revisi Jilid 1. Yogyakarta :
MedAction Publishing
Ragg, Mark. (2000). Kesehatan Praktis Memahami Masalah Tiroid. Jakarta:
Arcah

20