Anda di halaman 1dari 12

Presentasi

Hambatan
(Ohm)
(Penemu : Georg Simon Ohm)

Pengertian listrik
listrik merupakan suatu muatan yang terdiri dari muatan positif
dan muatan negatif , dimana sebuah benda akan dikatakan
memiliki energi listrik apabila suatu benda itu mempunyai
perbedaan jumlah muatan .sedangkan muatan yang dapat
berpindah adalah muatan negatif dari sebuah
benda,berpindahnya muatan negatif ini disebabkan oleh
bermacam gaya atau energi, misal energi gerak,energi panas
dsb.perpindahan muatan negatif inilah yang disebut dengan
energi listrik.karena suatu benda akan senantiasa
mempertahankan keadaan netral atau seimbang antara muatan
positif dan muatan negative. Sehingga apabila jumlah muatan
positif lebih besar dari muatan negative, maka benda tersebut
mencari muatan negative untuk mencapai keadaan seimbang.

Besaran Listrik

Besaran listrik
1.

Tegangan
Tegangan listik yaitu perbedaan potensial listrik antara dua
titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan
volt.

2.

Arus listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang
disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir
melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.

3.

Hambatan
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan
listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor )
dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang
mempunyai satuan Ohm.

4.

GGL (Gaya Gerak Listrik)


Gaya gerak listrik (GGL) adalah besarnya energi listrik yang
berubah menjadi energi bukan listrik atau sebaliknya, jika
satu satuan muatan melalui sumber itu, atau kerja yang
dilakukan sumber arus persatuan muatan. Dinyatakan dalam
Volt.

7.

Induktansi
Induktansi adalah sifat dari rangkaian elektronika yang
menyebabkan timbulnya potensial listrik secara proporsional
terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini
disebut sebagai induktasi sendiri.

8.

Kuat Medan Listrik


Medan lisrtik adalah ruang di sekitar benda bermuatan listrik
dimana benda-benda bermuatan listrik lainnya dalam ruang
ini akan merasakan atau mengalami gaya listriArah Medan
Listrik.
Kuat medan listrik adalah besaran yang menyatakan gaya
coloumb per satuan muatan di suatu titik.

Hambatan dan hubungan dengan


tegangan dan kuat arus listrik

Hubungan antara tegangan, hambatan dan arus listrik. Dalam dunia


kelistrikan ketiga hal tersebut tak bisa dipisahkan.Dalam sebuah
rangkaian tertutup, apabila sebuah beban (sebagai hambatan)
dihubungkan ke sebuah sumber tegangan maka akan ada arus listrik
yang mengalir dari sumber tegangan melewati hambatan dan
kembali ke sumber tegangan.

Apabila nilai tegangan tetap, maka arus berbanding terbalik dengan


nilai hambatan. Artinya semakin besar hambatan, maka akan
semakin kecil arus yang mengalir. Dalam hal ini ada rumus:

V= I x R atau I = V/R atauR =V/I


yang mana V adalah tegangan dengan satuan volt ,I adalah arus
dengan satuan ampere dan R adalah hambatan atau tahanan
dengan satuan ohm dan biasa dilambangkan dengan huruf omega.
Rumus ini biasa dikenal dengan hukum ohm. Yang kurang lebih
bunyinya adalah :Kuat arus yang mengalir pada sebuah konduktor
berbanding lurus dengan tegangan atau beda potensial dan
berbanding terbalik dengan besarnya hambatan.

Jenis Jenis OhmMeter


Pada ohm-meter ada dua bentuk yaitu bentuk
ohm-meter analoq dan bentuk ohm-meter digital.

Ohm-Meter Analoq
Ohm-meter analoq lebih banyak
dipakai untuk kegunaan seharihari, seperti para tukang servis
TV atau komputer kebanyakan
menggunakan jenis yang analog

Ohm-Meter Digital
Ohm-meter digital memiliki akurasi yang
tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika
dibandingkan dengan multimeter analog.
Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan
yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran
yang lebih banyak, tidak terbatas pada
ampere, volt, dan ohm saja.

KOMPONEN ALAT UKUR

Cara Mengukur
Mengukur Nilai Resistansi Resistor (Ohm)
Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan sebelum melakukan pengukuran
menggunakan ohm meter, yaitu :
1.Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak pecah).
2.Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan angka nol (0), bila
menurut anda angka yang ditunjuk sudah nol maka tidak perlu dilakukan
pengaturan sekrup.
3.Lakukan Kalibrasi alat ukur. Posisikan saklar pemilih pada skala ohm pada x1
, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel terminal negatif
(hitam) dan positif (merah). Atur jarum AVO merer tepat pada angka nol sebelah
kanan dengan menggunakan tombol pengatur Nol Ohm.
4.Setelah kalibrasi atur saklar pemilihpada posisi skala Ohm yang diinginkan yaitu
pada x1 , x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud tanda x (kali /perkalian) disini
adalah setiap nilai yang terukur atau yang terbaca pada alat ukur nntinya akan
dikalikan dengan nilai skala Ohm yang dipilih oleh saklar Pemilih.
5.Pasangkan alat ukur pada komponen yang akan diukur ingat jangan pasang alat
ukur ohm saat komponen masih bertegangan). Dan bacalah alat ukur

KLIK Video tutorial

Cara Membaca Ohm Meter


1.Untuk membaca nilai Tahanan yang terukur pada alat ukur Ohmmeter
sangatlah mudah.
2.Anda hanya perlu memperhatikan berapa nilai yang di tunjukkan oleh Jarum
Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan nilai perkalian Skala yang di pilih
dengan sakelar pemilih.
3.Misalkan Jarum menunjukkan angka 20 sementara skala pengali yang anda
pilih sebelumnya dengan sakelar pemilih adalah x100, maka nilai tahanan
tersebut adalah 2000 ohm atau setara dengan 2 Kohm.

Misalkan pada gambar terbaca nilai tahanan suatu Resistor:


Kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yaitu x 10k maka nilai
resistansi tahanan / resistor tersebut adalah:
Nilai yang di tunjuk jarum = 26
Skala pengali
= 10 k
Maka nilai resitansinya = 26 x 10 k
= 260
= 260.000 Ohm.

A. Kesimpulan
Dari penjelasan-peenjelasan yang ada pada makalah ini maka simpulan yang
dapat diambil adalah sebagi berikut :
1.

Arus listrik adalah gerakan atau muatan arus listrik. Arus listrik merupakan
banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Besar kuat arus adalah :
I =QxT
Dimana I adalah kuat arus, Q adalah muatan listrik, dan T adalah waktu.
Satuan kuat arus adalah ampere.

2.

Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik
antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besar tegangan
suatu listrik:
V=IxR
Dimana : V
= tegangan listrik (volt)
I
= kuat arus (ampere)
R
= hambatan (ohm)

3.

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan


listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor)
dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat
dirumuskan sebagai berikut:
R=VxI
dimana V adalah tegangan dan I adalah arus.
Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).

4.

Bunyi Hukum Ohm :


Kuat arus yang melalui suatu penghantar adalah sebanding
dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar
asalkan suhu penghantar tetap.

5.

Untuk mengukur kuat arus kita dapat menggunakan ammeter


yang dihubungkan secara seri pada rangkaian. Untuk
mengukur tegangan/beda potensial kita dapat menngunakan
voltmeter yang duhubungkan secara parallel pada rangkaian.
Dan untuk mengukur hambata kita dapat menggunakan
ohmmeter serta rangkaian tertututup yang terdiri dari
voltmeter dan ammeter.