Anda di halaman 1dari 57

* Kepaniteraan Klinik Senior/ Mei

2014
**Pembimbing: dr. Wendy Rachman,
Sp.U

FIMOSIS & SCROTAL MASS


REISA MAULIDYA TAZAMI, S.KED* DR. WENDY RACHMAN, SP.U **

PENDAHULUAN
Fimosis: prepusium penis yang tidak dapat diretraksi

(ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis.


Di Kanada (2000-2003) fimosis patologis 34,8% dan
fimosis fisiologis 56,5%.
Di Cina:
99,7% pada bayi usia < 28 hari
84,43% pada bayi usia 1-12 bulan
48,13% pada balita usia 1-2 tahun
27,12% pada anak usia 3-6 tahun
12,04% pada anak usia 7-10 tahun
6,81% pada remaja 11-18 tahun

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

Fimosis suatu kelainan dimana preputium penis

yang tidak dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal


sampai ke korona glandis.
Preputium penis lipatan kulit yang menutupi glans
penis.

KLASIFIKASI
1. Fimosis kongenital (fimosis fisiologis, fimosis
palsu, pseudo phimosis)
Timbul sejak lahir.
Fimosis ini bukan disebabkan oleh kelainan anatomi
melainkan karena adanya perlengketan antara kulit
pada penis bagian depan dengan glans penis sehingga
muara pada ujung kulit kemaluan seakan-akan terlihat
sempit.
Sebenarnya merupakan kondisi normal pada anakanak, bahkan sampai masa remaja.

2. Fimosis didapat (fimosis patologik, fimosis yang


sebenarnya, true phimosis)
Timbul kemudian setelah lahir.
Disebabkan oleh sempitnya muara di ujung kulit penis
secara anatomis, berkaitan dengan higiene yang buruk,
balanoposthitis kronik, atau penarikan berlebihan kulit
preputium (forceful retraction) pada fimosis kongenital
yang akan menyebabkan pembentukkan jaringan ikat
(fibrosis) dekat bagian kulit preputium yang membuka.
Rickwood kulit distal penis (preputium) yang kaku dan
tidak bisa ditarik, yang disebabkan oleh Balanitis Xerotica
Obliterans (BXO).

FIMOSIS FISIOLOGIS & PATOLOGIS

PATOFISIOLOGI

Fimosis Fisiologis

Adhesi lapisan-lapisan epitel antara preputium


bagian dalam dengan glans penis Fimosis
Fisiologis ereksi penis yang terjadi secara
berkala preputium terdilatasi preputium
menjadi retraktil dan dapat ditarik ke arah
proksimal Fimosis fisiologis akan hilang dengan
sendirinya seiring dengan bertambahnya usia

FIMOSIS PATOLOGIS
Higienitas yang buruk pada daerah sekitar penis

balanitis atau balanophostitis berulang terbentuknya


scar pada orificium preputium Fimosis Patologis
Retraksi preputium secara paksa luka kecil pada
orificio preputium scar pada orificium preputium
berlanjut ke Fimosis Patologis
Fimosis Patologis lubang yang terdapat
diprepusium sempit urine yang keluar terlebih dahulu
masuk ke ruang antara prepusium dan glans penis yang
akan teregang menggelembungnya ujung prepusium
penis pada saat miksi (ballooning)

MANIFESTASI KLINIS

Menggelembungnya ujung

prepusium penis pada saat


miksi (ballooning) dan dapat
menimbulkan retensi urine.
Gangguan aliran urine; sulit

BAK, pancaran urine


mengecil
bayi/anak menangis dan

mengejan saat BAK

infeksi pada prepusium

(postitis), infeksi pada glans


penis (balanitis), atau infeksi
pada glans dan prepusium
penis (balanopostitis).
korpus smegma

DIAGNOSIS
Anamnesis:
ujung penis

menggembung saat
BAK
adanya gangguan
aliran urine
bayi/anak yang
menangis dan
mengejan saat buang
air kecil karena timbul
rasa sakit

Pemeriksaan fisik:
kulit yang tidak dapat

diretraksi melewati
glan penis
korpus smegma
inflamasi pada
prepusium atau pada
glans penis

PENATALAKSANAAN
Konservatif
Tidak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang

dipaksakan luka dan fimosis sekunder.


Fimosis dengan balanitis xerotika obliterans salep
deksametasone 0,1% 3-4 kali per hari. Diharapkan setelah
pemberian selama 6 minggu, prepusium dapat diretraksi
spontan.

Preputial plasty
Suatu teknik bedah plastik untuk memperbesar lubang

prepusium tanpa membuang jaringan lokal.


Sirkumsisi
Indikasi utama: fimosis patologik
Balanitis atau postitis antibiotika dahulu sebelum

sirkumsisi.

SIRKUMSISI

KOMPLIKASI
Ketidaknyamanan atau nyeri saat berkemih
Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium

yang kemudian terkena infeksi sekunder dan


akhirnya terbentuk jaringan parut.
Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi
urin.
Infeksi pada pada glans penis (balanitis), prepusium
(postitis), atau keduanya (balanopostitis)

Infeksi saluran kemih (ISK)

PROGNOSIS

Prognosis dari fimosis akan semakin baik bila cepat


didiagnosis dan ditangani dengan tepat.

SCROTAL MASS

ANATOMI
Skrotum sebuah

kantong kulit yang


terdiri dari dua
lapis, kulit dan fasia
superfisialis
Kedua testis
terletak dalam
skrotum dan
menghasilkan
spermatozoon dan
hormon, terutama
testosteron.

ANATOMI

FISIOLOGI TESTIS
Pengaturan suhu testis o/

kontraksi M.dartos dan


cremaster yang apabila
berkontraksi akan
mengangkat testis
mendekat ke tubuh.
Bila suhu testis akan
diturunkan, otot
cremaster akan
berelaksasi dan testis
akan menjauhi tubuh.

Temperatur testis dalam

scrotum dipertahankan
dibawah temperatur suhu
tubuh 2-3 oC utk
spermatogenesis.
Spermatogenesis terjadi
dalam tubulus
seminiferus, diatur FSH
Sekresi testosterone o/ sel
Leydig, diatur oleh LH.

DEFINISI
Scrotal Mass (Massa skrotum) adalah kelainan

dalam isi skrotum, suatu benjolan atau


pembengkakan yang dapat dirasakan di dalam
skrotum.
Massa skrotum berupa akumulasi cairan,
pertumbuhan jaringan abnormal, atau isi normal
skrotum yang membengkak, meradang atau
mengeras.

KLASIFIKASI

HIDROKEL

DIAGNOSIS

KLASIFIKASI

TATALAKSANA
Pada bayi ditunggu hingga usia 1 tahun dengan harapan

setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh


sendiri.
Pada dewasa hidrokel dapat diserap secara spontan bila
timbul akibat overproduksi cairan (sekunder karena
epididimitis akut).
Indikasi operasi hidrokel besar sehingga menekan pembuluh
darah, indikasi kosmetik, dan hidrokel permagna yang
dirasakan terlalu berat.
Pada hidrokel testis dewasa pendekatan skrotal dengan
melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai
cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord.
Pada hidrokel funikulus ekstirpasi hidrokel secara in toto.

VARIKOKEL

ETIOLOGI

Belum diketahui secara pasti penyebab varikokel


Varikokel sebelah kiri lebih sering dijumpai daripada

sebelah kanan (7093 %).


Karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena
renalis kiri dengan arah tegak lurus, sedangkan yang
kanan bermuara pada vena kava dengan arah miring.

DIAGNOSIS

PEMERIKSAAN FISIK
Dalam posisi berdiri kemudian dipalpasi. Jika
diperlukan, pasien diminta untuk melakukan manuver
valsava atau mengedan;
Derajat kecil: varikokel yang dapat dipalpasi setelah
pasien melakukan manuver valsava
Derajat sedang: varikokel yang dapat dipalpasi
tanpa melakukan manuver valsava
Derajat besar: varikokel yang sudah dapat dilihat
bentuknya tanpa melakukan manuver valsava.

TATALAKSANA

HEMATOKEL

SPERMATOKEL
Spermatokel suatu massa di dalam skrotum yang

menyerupai kista, yang mengandung cairan dan sel


sperma yang mati
Etiologi : divertikulum pada caput epididimis,
epididimitis, atau trauma fisik
Klinis :
Gejala : sering asimtomatik
PF: lunak, fluktuasi +, transiluminasi +
Penunjang : ultrasound
Tatalaksana :
Spermatocelectomy

EPIDIDIMITIS

ETIOLOGI

Biasanya disebabkan oleh bakteri yang berhubungan

dengan:
Infeksi saluran kemih
Penyakit menular seksual (misalnya klamidia dan
gonore)
Prostatitis (infeksi prostat).
Juga bisa merupakan komplikasi dari:
Pemasangan kateter
Prostatektomi (pengangkatan prostat).

TATALAKSANA

ORCHITIS

TATALAKSANA

TORSIO TESTIS

PATOFISIOLOGI

TUMOR TESTIS
keganasan terbanyak pada pria berusia diantara 15-35

tahun dan merupakan 1-2% dari semua neoplasma


pada pria.
Faktor yang erat kaitannya dengan peningkatan
kejadian tumor
Penyebab kongenital Kriptorkismus risiko lebih
tinggi (suatu ekspresi disgenesia gonad yang
berhubungan dengan transformasi ganas).
Penyebab yang didapat Trauma testis,
maldesensus testis, hormon, atropi atau infeksi testis

TUMOR TESTIS

KLASIFIKASI
Seminoma

Spermatosistik
Anaplastik
Klasik

Germinal

Non Seminoma

Primer

NonGerminal

Tumor Ganas
Testis

Sekunder

Tumor sel leydig


Tumor sels ertoli
Gonadobastoma

Limfoma
Leukimia infiltratif

Karsinoma sel embrional


Koriokarsinoma
Teratoma
Tumor yolk sac

STADIUM

TATALAKSANA