Anda di halaman 1dari 22

I.

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA


1. Hakekat Manusia
Pada dasarnya Manusia merupakan makluk ciptaan tuhan yang diberikan banyak
kelebihan sebagai penghuni bumi. Manusia memiliki akal untuk berpikir serta bijaksana
(Homo sapiens) dalam tindakan dan perilaku terhadap lingkungannya. Dalam suatu
lingkungan hidup manusia menggunakan kemampuan berbicara (Homo Langues) baik
secara lisan maupun tulisan agar dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan
berbudaya (Homo Humanis) dengan baik dalam lingkungan tertentu. Dengan adanya
hubungan yang baik antara manusia yang satu dan yang lainnya dapat memberikan
keuntungan tersendiri bagi manusia itu sendiri. Mereka dapat mengadakan suatu usaha
(Homo Economicus) untuk dapat melangsungkan hidup. Usaha itu bisa saja sebagai
pembuat alat (homo fiber) karena sadar akan keterbatasan inderanya. Dengan demikian,
alat yang dimaksud tentu akan sangat membantu. Selain itu, manusia mempunyai
kepercayaan dan beragama (Homo religious) yang mengatur kehidupan manusia itu
sendiri.
2. Sifat Keingintahuan dan Pemikiran Manusia
Rasa ingin tahu (curiosity) sudah menjadi sifat yang melekat dalam diri manusia.
Pengetahuan manusia tidak tetap sepanjang zaman karena adanya rasa ingin tahu yang
kuat. Dengan kemampuan berpikirnya, manusia dapat mengembangkan pengetahuan
yang dimilikinya dengan mengombinasikan pengetahuan baru yang ia temukan dengan
pengetahuan lainnya yang sudah ia ketahui sebelumnya.
Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu
dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan
berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi
petani dan peternak yang menetap. Pemikiran manusia terus berkembang, sejalan dengan
apa yang ingin mereka ketahui.
3. Sejarah Pengetahuan Manusia

Page 1

Pengetahuan yang diperoleh manusia umumnya belajar dari manusia lain. Semula
manusia memperoleh pengetahuan berdasarkan intuisi (bisikan hati), seperti lalat berasal
dari sampah. Pengetahuan dapat pula berdasarkan firasat, seperti mendung pertanda akan
hujan. Pengetahuan berdasar mitos, seperti pelangi adalah selendang bidadari.
Comte, seorang filsuf Perancis, menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah
perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap
positif (tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi ialah
pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos
sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.
Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan panca indera
manusia serta keingintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.
Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu
horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan bentuk alam semesta
yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya sedangkan
langit-langit dan bintangnya merupakan atap.
Tonggak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah Thales
(624-546) seorang astronom, pakar di bidang matematika dan teknik. Ia berpendapat
bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya memantulkan sinar matahari, dan
lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya seperti Anaximander,
II.

Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya.


PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA (Part 1)
1. Ruang Lingkup IPA
Hasil-hasil pemikiran manusia tentang alam dalam rentang waktu yang lama pada
akhirnya melahirkan ilmu pengetahuan yang sekarang kita sebut dengan IPA.
Pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta
persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi
dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga aspek yaitu
Fisika, Biologi dan Kimia. Pada apek Fisika IPA lebih memfokuskan pada benda-benda
Page 2

tak hidup. Pada sapek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan
makhluk hidup serta lingkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari
gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang
ada di alam.
2. Perkembangan IPA
IPA mulai berkembang sangat lambat antara abad 15-16. Namum perkembangan IPA
lebih pesat setelah adanya konsep Copernicus yang kemudian diperkuat Galileo (konsep
geosentris dan konsep heliosentris), dikenal sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan
modern. Di awal abad 20 perkembangan IPA khususnya bidang fisika makin
berkembang pesat setelah konsep fisika kuantum dan relativitas dan bermunculan
beberapa fisikawan yang terkenal seperti Newton. Perkembangan IPA itu sendiri tidak
jauh dari kaitan Landasan Ilmu Pengetahuan, antara lain :
1. Hipotesis, merupakan strata ilmu yang paling rendah, berupa dugaan atau prediksi
yang diambil berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada untuk menjawab
penelitian yang sedang dilakukan.
2. Teori, merupakan strata ilmu yang lebih tinggi dari hipotesis, berupa landasan ilmu
yang telah teruji kebenarannya, namun teori masih mungkin untuk dikoreksi dengan
teori baru yang lebih tepat.
3. Hukum dan dalil, merupakan strata ilmu yang paling tinggi, berupa teori yang telah
III.

diuji terus-menerus dan diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan.


PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA (Part 2)
1. Metode Ilmiah sebagai Ciri IPA
Metode ilmiah adalah suatu cara untuk mendapatkan ilmu secara ilmiah. Metode
ilmiah tidak hanya sebagai ciri dari IPA tetapi juga sebagai landasan atau dasar IPA.
Dalam penerapannya, metode ini membutuhkan pendekatan rasional (deduktif) dan
empiris (induktif).
Kaum rasionalis menggunakan metode deduktif. Dasar pikiran yang digunakan
dalam penalarannya diperoleh dari ide yang menurut anggapannya sudah jelas, tegas dan
pasti, dalam pikiran manusia. Sedangkan kaum empirisme berpendapat bahwa

Page 3

pengetahuan manusia tidak diperoleh lewat penalaran rasional yang abstrak, tetapi lewat
pengalaman yang konkrit, berpegang pada prinsip keserupaan, pada dasarnya alam
adalah teratur, gejala-gejala alam berlangsung dengan pola-pola tertentu.
Selain itu, metode ilmiah sebagai dasar IPA harus memiliki tiga sifat utama. Pertama,
pengetahuan itu harus logis atau dapat diterima oleh akal sehat. Kedua, hipotetik yang
berarti pengetahuan itu diperoleh dari pengamatan atau tidak hanya sekedar sangkaan
atau dugaan. Ketiga ialah verifikatif, yaitu suatu pengetahuan dapat diuji kebenarannya.
2. Langkah Operasional Metode Ilmiah
1) Perumusan Masalah
Masalah yang dirumuskan ialah masalah yang berkaitan dengan topik yang dipilih.
Masalah yang dimaksud berkaitan dengan pernyataan apa, mengapa, ataupun
bagaimana tentang obyek yang diteliti. Masalah itu harus jelas batas-batasnya serta
dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2) Penyusunan Hipotesis
Hipotesis yaitu suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan jawaban untuk
memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis merupakan
dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat
dipandang

sebagai

jawaban

sementara

dari

permasalahan

yang

harus

diuji kebenarannya dalam suatu obserevasi.


3) Pengujian Hipotesis
Langkah ini dilakukan dengan mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan
hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat faktafakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta ini dapat diperoleh
melalui pengamatan langsung dengan mata atau teleskop atau dapat juga melalui uji
coba atau eksperimentasi.
4) Penyusunan Kesimpulan
Kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis data untuk melihat apakah hipotesis
yang diajukan diterima atau ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan
pengetahuan yang kebenarannya teruji secara ilmiah dan merupakan bagian dari ilmu
pengetahuan.
Page 4

5) Penyusunan Teori
Bukti dari eksperimen yang telah dilakukan menjadi dasar langkah metode ilmiah
yang terakhir, yakni penyusunan teori. Suatu teori dapat disusun apabila hipotesis
telah didukung oleh bukti atau data yang diperoleh melalui eksperimen atau survey
dan menunjukkan hal yang dapat dipercaya (valid) walaupun terdapat keterbatasan
tertentu. Sebaliknya, apabila fakta-fakta yang ada tidak mendukung hipotesis maka
hipotesis tersebut ditolak. Hipotesis yang diterima inilah yang merupakan
pengetahuan yang telah teruji kebenarannya secara ilmiah dan menjadi bagian dari
IV.

ilmu pengetahuan.
ALAM SEMESTA
1. Pembentukan Alam Semesta
Alam semesta merupakan hal yang tiada habis dikupas. Bahkan hingga saat ini,
masih banyak astronom yang ingin mencari tahu lebih banyak dan dalam lagi mengenai
alam semesta. Baik untuk mengembangkan pengetahuan lama atau menemukan hal baru.
Namun dalam hal pembentukan alam semesta, Model Big Bang adalah titik terakhir
yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta sampai saat ini.
Sekitar 14 miliar tahun yang lalu, saat seluruh alam semesta berada di dalam suatu
Massa maha padat atau dapat disebut seebagai atom maha padat dengan ukuran maha
kecil yang kemudian mengalami reaksi radioaktif dan akhirnya menghasilkan ledakan
maha dahsyat dan melahirkan alam semesta kita. Saat Semesta mengembang dan
mendingin, energi berubah menjadi partikel materi dan antimateri. Kedua jenis partikel
berlawanan ini sebagian besar saling menghancurkan satu sama lain. Tapi beberapa
materi ini selamat. Partikel yang lebih stabil yang disebut proton dan neutron mulai
terbentuk. Kemudian proton dan neutron itu bersatu membentuk inti hidrogen
dan helium. Setelah 300.000 tahun, inti atom akhirnya bisa menangkap elektron untuk
membentuk atom. Kemudian alam semesta kita diisi dengan awan hidrogen
dan gas helium. Cikal bakal pembentuk bintang pertama.

Page 5

Sekitar 100 juta tahun setelah Big Bang, lahirlah sebuah materi yang kita kenal
dengan bintang. Pada saat itu, bintang baru yang dilahirkan berada pada tingkat 10 kali
lebih tinggi dibandingkan dengan bintang yang lahir di alam semesta saat
ini. Kelompok-kelompok

besar bintang ini segera

membentuk

galaksi

pertama.

Dalam sepersekian detik, alam semesta tumbuh dari bentuk lebih kecil dari atom tunggal
kemudian berubah menjadi lebih besar dari galaksi. Dan alam semesta terus tumbuh
pada tingkat yang fantastis dan sampai saat ini, alam semesta masih berkembang.
2. Teori Kelahiran Alam Semesta
1) Teori Letusan Hebat
Teori letusan hebat dikenal juga sebagai big bang yaitu teori yang bisa diterima
secara ilmiah sekarang untuk menjelaskan asal mula terbentuknya alam semesta
(universe).Teori ini berbunyi:
Alam semesta diciptakan kira-kira 15.000.000.000 (lima belas trilyun) tahun yang
lalu,kejadiannya berawal dari meledaknya atom prima atau atom awal (Primeval
Atom). Ledakan itu sangat besar dan dasyat yang menyebabkan berhamburannya
seluruh isi (Materi dan energi)atom prima itu ke segala arah.
2) Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas Gold. Teori ini
berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta ini
akan selalu terlihat sama. Menurut model ini, materi/zat baru selalu diciptakan dalam
ruang angkasa di antara berbagai galaksi. zat baru itu ialah hydrogen, yaitu sumber
yang menjadi asal usul bintang dan galaksi sehingga galaksi baru akan terbentuk
guna menggantikan galaksi yang menjauh. Hal ini terjadi berulang-ulang untuk
menghasilkan bintang dalam jumlah yang tepat sehingga alam semesta tetap berada
3.

dalam keadaan-stabil.
Mengenal Alam Semesta
Alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos
adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel,

Page 6

amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai


V.

ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.


SISTEM TATA SURYA
1. Teori Terbentuknya Tata Surya
a. Teori Tidal
Teori tidal dikenal juga dengan teori pasang surut. Teori ini dikemukakan oleh James
Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, bahwa tata suraya berasal dari massa
matahari yang lepas dan menjorok kearah bintang, akibatnya bintang tersebut
menjauh. Massa matahari tadi kemudian terputus-putus dan membentuk gumpalan
gas disekitar matahari. Gumpalan-gumpalan itulah yang kemudian membeku dan
membentuk planet.
b. Teori Bintang Kembar
Menurut teori bintang kembar, awalnya ada dua buah bintang yang berdekatan
(bintang kembar), salah satu bintang tersebut meledak dan berkeping-keping. Akibat
pengaruh grafitasi dari bintang kedua, maka kepingan-kepingan itu bergerak
mengelilingi bintang tersebut dan berubah menjadi planet-planet. Sedangkan bintang
yang tidak meledak adalah matahari.
c. Teori Nebular
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Kant dan Laplace pada tahun 17. Menurut
teori ini, mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebula. Kabut ini sebagian besar
terdiri dari hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh ruang alam semesta.
Karena proses pendinginan, kabut gas tadi menyusut dan mulai berputar. Proses ini
mula-mula lambat, kemudian makin cepat dan bentuknnya berubah dari bulat
menjadi cakram. Sebagian besar materi akan mengumpul dipusat cakram, yang
kemudian menjadi matahari. Sedang sisanya yang terrtinggal akan tetap berputar dan
terbentuklah planet beserta satelitnya.
d. Teori Big Bang
Teori ini menyatakan bahwa suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat
jenis yang besar pula meledak dengan hebatnya dikarenakan adanya reaksi inti.
Bagian ledakan yang berserakan dengan cepat menjauhi pusat ledakan. Setelah
Page 7

berjuta-juta tahun, bagian-bagian yang berserakan tersebut membentuk kelompokkelompok dengan berat jenis yang lebih rendah. Kelompok-kelompok tersebut yang
kemudian menjadi galaksi termasuk didalamnya tata surya.
e. Teori Creatio Continua
Teori ini tidak lebih dari perpanjangan paham materialistis abad ke 19 yang
mengabaikan adanya sang Pencipta dan model semesta yang tanpa batas. Menurut
model ini, ketika alam semesta mengembang, materi baru terus-menerus muncul
dengan sendirinya dalam jumlah tepat sehingga alam semesta berada dalam
keadaan stabil. Dengan kata lain, alam semesta menurut teori ini adalah
statis/tetap, tidak bermula atau berakhir. Pemihak teori ini percaya bahwa alam
semesta akan tetap sama kelihatannya sampai kapanpun.
f. Teori G.P. Kuiper
Astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905-1973) mengemukakan bahwa
semesta terdiri dari formasi bintang-bintang. Menurut dia, dua pusat yang memadat
berkembang dalam satu awan antarbintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu lebih
besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal
yaitu matahari.
Peristiwa berikutnya kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan
oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar. Gaya ini menyebabkan awan
yang lebih kecil terpecah-pecah menjadi awan-awan yang lebih kecil lagi yang
disebut protoplanet. Setelah suatu periode waktu yang lama, protoplanet tersebut
menjadi planet-planet seperti yang dilihat sekarang ini.
2. Susunan Tata Surya
Susunan Tata Surya ialah mencangkup Matahari, sebagai pusatnya dan keluarga
benda antariksa yang mengelilinginya. Dalam susunan tata surya, dikenal istilah palnet
dalam dan planet luar. Istilah ini didasarkan pada garis edarnya. Planet yang garis
edarnya berada diantara bumi dan matahari disebut planet dalam, yaitu merkurius dan

Page 8

venus. Sedangkan planet yang garis edarnya berada diluar bumi disebut planet dalam,
yaitu Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Mercurius adalah planet dalam yang terkecil dan termasuk paling dekat dengan
Matahari, jarak rata-rata ke Matahari 58 juta Km, dan memiliki garis tengah 4.880
Km. Mercurius tidak mengnadung atmosfer, suhu disekitar planet berkisar antara
-200 C - 400 C. Grafitasi mercurius kurang lebih hanya sepertiga kali grafitasi bumi.
Venus merupakan planet terdekat dengan Bumi yang memiliki garis tengah 12.104
km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi
venus 2300 dan tekanan udaranya 20 atmosfer ( 20 kali tekanan udara di bumi ),
permukaan Venus ditutupi awan tebal sehingga mencapai 48 km. Yang menarik hasil
pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa terdapat formasi batuan muda dan
pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang meliputi CO2,N dan O2.
Bumi merupakan planet urutan ketiga, dan satu-satunya planet yang dihuni oleh
mahluk hidup. Sebagian besar planet ini diselimuti air menyebabkan planet ini
dikenal sebagai planet biru. Jarak antara Bumi dengan Matahari adalah 159 juta
km. Bumi berevolusi mengelilingi Matahari dalam waktu 365 hari 6 jam 9 menit 140
detik (satu tahun siderik). Pertemuan Matahari dengan titik musim semi sampai
pertemuan berikutnya lamanya 365 hari 5 jam 48 menit 46 detk (satu tahun tropik).
Rotasi Bumi membutuhkan waktu waktu 23 jam 56 menit satu hari siderik (satu hari
bintang). Namun, kita merata-rata satu hari lamanya 24 jam.
Mars adalah termasuk planet lua dilihat dari lintasannya antara Bumi dan Matahari,
juga termasuk planet yang terdekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan
Matahari 228 km, beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 687 hari, waktu
rotasinya 24 jam 37 menit 21 detik. Sperti planet lain Mars memiliki dua satelit,
yaitu phobos dan deimos.
Yupiter adalah merupakan planet terbesar dengan diameternya 130.000 km. Jarak
rata-rata ke matahari 5,2 SA atau 778 juta km, dan struktur yupiter hamper sama
Page 9

dengan struktur Matahari, yang kebanyakan terdiri dari hydrogen serta campurannya
adalah NH3, amoniak, helium, dan metan.
Saturnus ialah planet besar kedua setelah Yupiter, jarak rata-rata ke Matahari 1.426
juta km, kala revolusi planet ini 29,5 tahun dan waktu yang diperlukan untuk
berputar pada sumbunya 10 jam. Saturnus memiliki 17 satelit yang paling menonjol
adalah Titan, Tethys, Rea, Dione, dan tiga cincin yang indah.
Planet Uranus memiliki jarak 2.869 juta km dengan Matahari. Beredar mengelilingi
Matahari dalam waktu 84 tahun dengan kecepatan rotasinya 11 jam. Planet ini
berdiameter 49.700 km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen dan
metan. Planet ini mempunyai 5 satelit yaitu, Miranda,Ariel, Umbriel, Titania, dan
Oberon. Keistimewaan planet ini letak sumbu rotasinya sebidang dengan bidang
revolusi Pada Uranus matahari bergesar dari Utara ke kutub Selatan dalm periode
revolusinya.
Planet Neptunus adalah merupakan planet yang terjauh dengan Matahari, jaraknya
4.495 jutakm dengan Matahari,dan beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 165
hari waktu rotasinya 15 jam. Satelit yang dimiliki Neptunus ada dua yaitu Triton
yang berdiameter 4.000 km, mempunyai atmosfer, dan bentuknya mirip Pluto,
sedangkan Nereid diameternya 2000 km, letaknya lebih jauh dari Bumi bila
dibandingkan dengan Triton.
3. Matahari dan Fungsinya
Matahari berbentuk bola yang berpijar dengan senyawa penyusun utama berupa gas
hidrogen (74%) dan helium (25%) terionisasi. Senyawa penyusun lainnya terdiri dari
besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium. Matahari
memiliki diameter 1,391,980 km dengan suhu permukaan 5.500C dan suhu inti 15 juta
C. Cahaya Matahari berasal dari hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium.
Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari
adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan

Page
10

Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap
saat.
Berikut beberapa penjelasan mengenai bagian-bagian matahari.
Inti Matahari adalah area terdalam dari Matahari yang memiliki suhu sekitar 15
juta oC. Berdasarkan perbandingan diameter, bagian inti berukuran seperempat jarak
dari pusat ke permukaan dan 1/64 total volume Matahari. Kepadatannya adalah
sekitar 150 g/cm3. Suhu dan tekanan yang sedemikian tingginya memungkinkan

adanya pemecahan atom-atom menjadi elektron, proton, dan neutron.


Zona Radiatif adalah daerah yang menyelubungi inti Matahari. Energi dari inti dalam
bentuk radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari yang
lebih luar. Kepadatan zona radiatif adalah sekitar 20 g/cm3 dengan suhu dari bagian
dalam ke luar antara 7 juta hingga 2 juta derajat Celcius. Suhu dan densitas zona
radiatif masih cukup tinggi, namun tidak memungkinkan terjadinya reaksi fusi

nuklir.
Zona konvektif adalah lapisan di mana suhu mulai menurun. Suhu zona konvektif
adalah sekitar 2 juta0C. Energi dari inti Matahari membutuhkan waktu 170.000 tahun
untuk mencapai zona konvektif. Saat berada di zona konvektif, pergerakan atom
akan terjadi secara konveksi di area sepanjang beberapa ratus kilometer yang

tersusun atas sel-sel gas raksasa yang terus bersirkulasi.


Fotosfer atau permukaan Matahari meliputi wilayah setebal 500 kilometer dengan
suhu sekitar 5.500 derajat Celcius (10.000 derajat Fahrenheit). Sebagian besar radiasi
Matahari yang dilepaskan keluar berasal dari fotosfer. Energi tersebut diobservasi

sebagai sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari.


Kromosfer merupakan lapisan gas di atas fotoser yang tebalnya sekitar l6.000 km.
Oleh karena itu, kromosfer sering disebut lapisan atmosfer matahari. Suhu kromosfer
diperkirakan sekitar 4.000 oC. Makin ke atas. suhu kromosfer makin tinggi. Pada
lapisan yang paling atas, suhu kromosfer diperkirakan mencapai 10.000 0C.

Page
11

Korona merupakan lapisan terluar dari Matahari. Lapisan korona memiliki suhu
yang lebih tinggi dari bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat

Fahrenheit, namun di beberapa bagian bisa mencapai suhu 5 juta derajat Fahrenheit.
Bintik matahari adalah granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian
fotosfer Matahari dengan jumlah yang tak terhitung. Bintik Matahari tercipta saat
garis medan magnet Matahari menembus bagian fotosfer. Ukuran bintik Matahari
dapat lebih besar daripada Bumi. Bintik Matahari memiliki daerah yang gelap

bernama umbra, yang dikelilingi oleh daerah yang lebih terang disebut penumbra.
Lidah api (prominensa) adalah salah satu ciri khas Matahari, berupa bagian Matahari
menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian
permukaan serta seringkali berbentuk loop (putaran).
Matahari sebagai pusat tata surya sekaligus sumber energi bagi kehidupan, memiliki

banyak manfaat dan peran yang sangat penting bagi kehidupan seperti:
1) Panas Matahari memberikan suhu yang pas untuk kelangsungan hidup organisme di
Bumi.
2) Cahaya Matahari dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan berklorofil untuk
melangsungkan fotosintesis.
3) Mahluk hidup yang sudah mati akan menjadi fosil yang menghasilkan minyak
Bumi dan batu bara sebagai sumber energi.
4) Sinar matahari yang diterima oleh bumi dapat digunakan untuk menghasilkan listrik
melalui alat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
5) Matahari menjadi penyatu planet-planet dan benda angkasa lain di sistem tata surya
yang bergerak atau berotasi mengelilinya. Keseluruhan sistem dapat berputar di luar
angkasa karena ditahan oleh gaya gravitasi Matahari yang sangat besar.
4. Benda-Benda Angkasa Lainnya
1) Asteroid merupakan kumpulan benda langit yang mengapung di angkasa terdiri atas
gumpalan batu dan logam. Diperkirakan terdapat kurang lebih 5.000 asteroid di

Page
12

dalam tata surya. seperti planet, asteroid penuh dengan kawah. ukuran asteroid
berbeda-beda. Asteroid paling besar adalah ceres dengan diameter 785km.
2) Komet merupakan benda langit yang beredar mengelilingi matahari dan tampak
bersinar karena memantulkan cahaya matahari. Lintasan komet berbentuk sangat
lonjong. komet sering disebut bintang berekor karena bentuknya panjang seperti
memiliki ekor. Arah ekor komet selalu menjauhi matahari. semakin dekat matahari,
ekornya semakin panjang. Komet terbentuk dari debu, es, dan gas yang membeku.
kemudian, mengalami pemanasan oleh matahari. komet yang paling terkenal adalah
komet Halley. komet Halley muncul setiap 76 tahun sekali. Komet Halley terakhir
muncul tahun 1986. jadi, akan muncul lagi tahun 2062.
3) Meteoroid adalah batu-batu angkasa berukuran kecil-kecil yang melayang-layang
bebas di angkasa dan bergerak cepat. Lintasan meteoroid tidak beraturan dan tidak
mengorbit kepada Matahari.
4) Meteor ialah meteoroid yang tertarik masuk ke dalam atmosfer Bumi karena
pengaruh gravitasi Bumi. Karena mereka mengalami gesekan yang hebat oleh
atmosfer dan gerakannya pun yang cepat dapat menuju permukaan Bumi, meteoroid
terbakar di atmosfer. Meteoroid yang terbakar inilah yang disebut meteor. Penduduk
Bumi melihat meteor yang terbakar sebagai bintang jatuh.
5) Meteorit adalah meteoroid yang masuk ke dalam atmosfer Bumi, mengalami
gesekan di atmosfer, dan jatuh ke permukaan tanah. Dari temuan-temuan meteorit
inilah, para ahli mengetahui bahwa meteoroid terdiri atas batuan, besi, dan nikel.
6) Satelit adalah benda langit yang mengiringi planet-planet selama planet mengelilingi
matahari. Satelit bergerak (beredar) mengelilingi planetnya masing-masing. Ada dua
jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang
secara alami sudah ada, seperti bulan. Sedangkan satelit buatan adalah satelit yang
sengaja dibuat oleh manusia dan diluncurkan ke angkasa untuk tujuan tertentu
dengan menggunakan roket, seperti satelit palapa.
Page
13

VI.

BUMI DAN ALAM SEMESTA (Part 1)


1. Bumi Sebagai Planet
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan
usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Diameter bumi ialah 12.756 km di equator dan
12.712 km pada arah Kutub. Luas permukaan bumi 510 juta km2 dimana 75% terdiri
dari lautan. Beratnya diperkirakan 5,976 x 1021. Lingkaran khatulistiwa 40.000 km.
Jarak

antara

Bumi

dengan matahari adalah

149.6

juta kilometer atau

1 AU (Inggris: Astronomical Unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan


medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin
surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti
Bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi
Troposfer, Stratosfer, Ozonover, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer, dan Eksosfer.
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai
tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan
material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
Bentuk permukaan bumi tentunya tidaklah rata. Hal ini karena fenomena geologi yang
ada di bumi, seperti dataran rendah, dataran tingi, pegunungan, perbukitan dan
sebagainya.
2. Penentuan Umur Bumi
Hingga saat ini para akhli ilmu kebumian belum mendapatkan cara yang tepat untuk
menentukan umur Bumi secara pasti. Umur 4.54 milyar tahun yang diperoleh dari
Sistem Tata Surya dan Bumi adalah konsisten terhadap hasil perhitungan yang dilakukan
sekarang untuk 11 sampai 13 milyar tahun umur Milky Way Galaxy (berdasarkan
tahapan evolusi dari bintang berkabut global / globular cluster stars) dan umur 10 sampai
15 milyar tahun untuk umur Universal (berdasarkan atas penurunan dari jarak galaxy).
Berikut beberapa cara penentuan umur bumi.
1) Observasi (Pengamatan)
Page
14

Untuk menentukan umur bumi, dapat dilakukan berdasarkan observasi (pengamatan)


terhadap kejadian alam yang ada di muka bumi. Jika diamati bahwa beberapa
peristiwa geologis terjadi pada masa tertentu, maka bisa diasumsikan dengan
mempergunakan data ini, kejadian yang sama telah terjadi dalam kurun waktu yang
sama di masa lalu.
2) Tes Radiometrik
Test ini ditemukan awal abad 20 dan menjadi sangat populer. Teknik tes Radiometrik
terletak pada prinsip bahwa atom tidak stabil di material radioaktif akan berubah
menjadi atom stabil dalam satu interval waktu tertentu. Kenyataan bahwa
perubahan ini terjadi dengan jumlah yang sudah dipastikan dan juga dalam periode
waktu yang tertentu, membuat timbulnya gagasan untuk mempergunakan data ini
sebagai penentu dari umur fosil dan umur bumi.
3) Tes Uranium
Test Uranium adalah yang pertama kali digunakan, tetapi kemudian tidak dipakai
lagi. Prinsip dari test ini adalah perubahan uranium menjadi timah. Uranium berubah
menjadi atom thorium saat memancarkan radiasinya. Thorium adalah sebuah elemen
radioaktif, berubah menjadi protactinium setelah beberapa waktu tertentu. Setelah
tiga belas perubahan tambahan, uranium pada akhirnya berubah menjadi timah yang
merupakan elemen stabil.
4) Teori menghitung Kadar Garam
Diasumsikan bahwa saat Bumi berumur nol, kadar garam dari Laut dan Sungai
adalah sama, yaitu sama-sama air tawar.Lalu diukur, dalam waktu tertentu, jumlah
garam yang dibawa oleh sungai ke laut. Pengukuran dilakukan bisa dengan
mengambil beberapa sample dari hulu, badan, dan hilir sungai, untuk melihat berapa
banyak penambahan mineral garam dari lingkungan (tanah/pasir) yang dilewati.
Setelah mengetahui berapa banyak garam yang dibawa oleh sungai, kemudian hitung

Page
15

berapa banyak garam yang dikandung oleh laut saat ini. Dari dua data tersebut, bisa
dihitung perkiraan usia Bumi.
3. Struktur Bumi
Menurut sifat mekanik-nya (sifat dari material), Bumi dapat dibagi menjadi lapisanlapisan sebagai berikut:
a) Atmosfer, merupakan lapisan gas yang menyelubungi bumi atau dalam
kehidupan sehari-hari disebut dengan udara. Tebal atmosfer sekitar 48.000
km dihitung dari permukaan air laut.
b) Hidrosfer, merupakan lapisan air yang ada di bumi. Hidrosfer meliputi
lautan, danau, sungai, dan es yang terdapat di kutub. Hidrosfer mempunyai
pengaruh yang besar terhadap atmosfer karena air yang menguap akan
membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan hujan dan kembali ke laut
dalam suatu siklus yang disebut siklus hidrologi.
c) Mesosfer, Lapisan yang lebih berat dan tebal, kaya dengan silisium dan
magnesium.Tebalnya sekitar 2400-2750 km.
Sedangkan menurut komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi
lapisan-lapisan sebagai berikut:

a) Kerak Bumi
Kulit bumi sering juga disebut dengan istilah lapisan litosfer, tebalnya kurang lebih
32 km, merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa
daratan sebagai tempat tinggal manusia. Kerak bumi sendiri dibagi menjadi dua
macam yaitu kerak samudera dan kerak benua.
b) Mantel Bumi
Lapisan ini sering disebut juga dengan istilah selimut bumi. Terdiri atas materimateri magma kental yang memiliki suhu sekitar 1.400-2.500oC dengan ketebalan
2.900 km.
c) Inti Bumi (Inti Bumi bagian dalam)

Page
16

Inti Bumi bagian dalam merupakan bagian Bumi yang paling dalam atau dapat juga
disebut inti Bumi. inti Bumi mempunyai tebal 1200 km dan berdiameter 2600 km.
Inti Bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat
mencapai 4800 C.
d) Inti Bumi bagian luar
Inti Bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam Bumi yang melapisi inti
Bumi bagian dalam. Inti Bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman
antara 2900-4980 km. Inti Bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan
VII.

suhu 3900 C.
BUMI DAN ALAM SEMESTA ( Part 2 )
1. Rotasi, Revolusi, dan Gravitasi
a. Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya dari barat ke timur. Untuk
melakukan satu kali rotasi, bumi mememrlukan waktu 23 jam 56 menit 4 detik,
dibulatkan menjadi 24 jam. Waktu untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi. Rotasi bumi
mengakibatkan terjadinya siang dan malam, perbedaan waktu di berbagai belahan dunia,
pergerakan semu bintang, perbedaan percepatan gravitasi bumi, dan pembelokan arah
angin
b. Revolusi Bumi
Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Kala revolusi bumi dalam
satu kali mengelilingi matahari adalah 365 hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus
terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut
23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub
utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi. Revolusi bumi
mengakibatkan terjadinya perbedaan lama siang dan malam, gerak semu tahunan
matahari, perubahan musim, dan perubahan kenampakan rasi bintang serta adanya
kalender masehi.
c. Gravitasi Bumi
Gravitasi bumi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang
memiliki massa di bumi. Bumi memiliki massa yang sangat besar sehingga dapat
Page
17

menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar pula untuk menarik benda-benda di
sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi
ini juga menarik benda-benda di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda langit
lainnya, termasuk satelit buatan manusia.
2. Gerhana Matahari dan Bulan
a. Gerhana Matahari
Gerhana matahari yaitu peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan yang
mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Gerhana matahari
akan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Pada saat
gerhanan matahari bulan terletak diantara matahari dan bumi.
Ada dua jenis daerah di bumi ketika terjadi gerhana matahari, yaitu daerah daerah
umbra dan daerah penumbra. Daerah umbra yaitu daerah di bumi yang menerima
bayangan inti bulan. Daerah penumbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan
kabur bulan, daerah penumbra lebih terang daripada daerah umbra.
Ada tiga macam gerhana matahari, yaitu :
Gerhana matahari total atau disebut juga gerhana matahari sempurna, terjadi jika
permukaan bumi tertutupi oleh bayang-bayang umbra bulan. Gerhana ini terjadi
hanya di daerah yang terkena umbra (bayangan inti) bulan.
Gerhana matahari sebagian, terjadi jika permukaan bumi tertutupi penumbra bulan.
Jadi, matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan. Pada gerhana matahri sebagian,
masih ada bagian matahari yang yang terlihat terang. Waktu berlangsungnya gerhana
matahari sebagian lebih lama dibanding dengan waktu berlangsungnya gerhana
matahri total. Hal ini karena penumbra bulan lebih luas dari umbra bulan.
Gerhana matahari cincin, terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauhnya dari
bumi. Pada kedudukan ini panjang kerucut umbra tidak cukup menutupi bumi tetapi
perpanjangan umbra bulan yang menutupi bumi. Daerah di permukaan bumi yang
terletak di perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Di daerah yang
mengalami gerhana ini, matahari tampak bercahaya yang bentuknya seperti cincin.
Sedangkan di bagian tengahnya tampak kabur.
Page
18

b. Gerhana Bulan
Gerhana bulan yaitu peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bumi
oleh bumi. Peristiwa ini mengakibatkan bulan menjadi gelap karena tidak ada cahaya
matahari yang dipantulkan. Gerhana bulan terjadi jika posisi matahri, bumi, dan
bulan dalam satu garis lurus. Posisi bumi terletak diantara bulan dan matahari. Ada
tiga jenis gerhana bulan yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan
gerhana bulan penumbra. Gerhana bulan total terjadi jika bulan berada tepat di
daerah umbra (bayangan inti) bumi, Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian
bulan terletak di bagian umbra bumi dan sebagian terletak di daerah penumbra bumi.
Gerhana bulan penumbra terjadi jika bulan seluruh bagian bulan berada di daerah
penumbra bumi. Pada saat gerhana penumbra bulan masih kelihatan meskipun tidak
terang.
3. Pembentukan Daratan dan Lautan
Sebelum membahas mengenai bagaimana daratan terbentuk, hal yang harus diketahui
pertama ialah bagaimana awal munculnya lautan di muka bumi ini. ada banyak versi
mengenai bagaimana awal mula terbentuknya lautan. Salah satunya berasumsi bahwa pada
saat bumi terbentuk, atmosfer bumi tertutupi oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan
terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai
terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan panjang ini mengisi cekungan-cekungan di
bumi yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya lautan.
Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang
akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium
karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali
masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume
air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya
terendam air mulai kering.

Page
19

Selanjutnya, akibat aktivitas dari dalam bumi, bagian bumi yang mengering tadi mulai
terpecah belah dan membentuk benua-benua seperti yang kita kenal sekarang. Proses ini
tidak terjadi seketika, melainkan membutuhkan waktu yang sangat lama dan terus berlanjut
hingga sekarang.
VIII. BUMI DAN ALAM SEMESTA (Part 3)
1. Pembentukan Bulan
Ada beberapa teori mengenai terbentuknya bulan, misalnya teori co-Akreasi yang
diusulkan oleh Seorang astronom Prancis bernama Edouard Roche bahwa pada dasarnya
Bumi dan Bulan terbentuk pada saat yang sama dan dari bahan yang sama, hingga kemudian
runtuh karena ditemukan bahwa bulan memiliki kandungan besi yang lebih rendah
dibanding bumi. kemudian pada tahun 1878, George Darwin, putra ilmuwan terkenal
Charles Darwin juga mengusulkan sebuah teori yang dikenal dengan teori fisi. Dalam
teorinya, Darwin berkesimpulan bahwa pada masa dulu, Bumi yang berputar dengan sangat
cepat melontarkan sebagian massanya yang kemudian membentuk Bulan. Dengan kata lain,
Bulan merupakan satu kesatuan dengan Bumi sebelum menjadi seperti sekarang ini. teori
tersebut menikmati masanya hingga pada tahun 1909, Thomas Jefferson Jackson See,
seorang kapten Angkatan Laut AS, mengemukakan teorinya mengenai pembentukan bulan.
Ia pada dasarnya berteori bahwa Bulan terbentuk di tempat berbeda dalam Tata Surya
kemudian mengorbit Matahari seperti planet lainnya. Tapi kemudian bergerak terlalu dekat
ke Bumi dan ditangkap oleh gravitasi Bumi.
Terlepas dari semua teori diatas,hipotesisi

Tubrukan Besar hadir sebagai teori

pembentukan bulan yang paling bisa diterima hingga saat ini. Pencetus Teori Tumbukan
Raksasa Bill Hartmann menyajikan hipotesisnya di sebuah konferensi ilmiah pada tahun
1974. Ide dasarnya adalah bahwa sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu Bumi bertabrakan
dengan obyek seukuran planet Mars saat ini. Ini adalah tabrakan yang sangat besar. Dan
tabrakan ini begitu besar sampai menyebarkan materi hasil tumbukan ke orbit di sekitar

Page
20

Bumi. Materi-materi yang tersebar di sekitar orbit Bumi kemudian saling terikat oleh
gravitasi, dan membentuk Bulan.
2. Bulan sebagai Satelit Bumi
Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan
mengelilingi bumi pada bidang edar yang memiliki jarak rata-rata 348.404 km. Arah
revolusi bulan sama dengan arah revolusi bumi terhadap matahari . Kala revolusi bulan
adalah 27 1/3 hari.waktu ini disebut satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan
waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang
waktu antara dua bulan purnama adalah 29 hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan
sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.
Selain berevolusi mengelilingi matahari, bulan juga berotasi terhadap porosnya. Kala
rotasi bulan persis sama dengan kala revolusinya, yaitu 27 1/3 hari, sehingga permukaan
bulan yang menghadap bumi selalu hanya separuhnya. Karena bulan berevolusi terhdap
bumi, bulan juga ikut mengelilingi matahari bersama bumi
Bulan berbentuk bulat dengan massa 7,4 1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan garis
tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m 3. massa bulan yang kecil
menyebabkan gaya tarik pada benda dipermukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan
hanya 1/6 gaya tarik bumi. Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara
tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.
3. Fase Bulan (Pasang Surut)
Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Bentuk bulan yang terlihat
oleh bumi selalu berubah setiap hari. Mulai dari tidak nampak, kemudian muncul bulan sabit
dan akhirnya berubah menjadi bulan purnama pada hari ke-14 atau ke-15. Bulan Purnama
mengecil kembali menjadi bulan sabit dan hilang pada hari ke-29 atau ke-30. Fase bulan
berulang setiap 29 hari (bulan sinodis/komariah).
Bulan memegang peran penting dalam peristiwa pasang surut yang terjadi dibumi.
Untuk membuat pasang surut, dubutuhkan gravitasi yang kuat. Gravitasi bervariasi secara
Page
21

langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan
lebih kecil dari matahari, gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik
matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada
jarak matahari ke bumi. Namun, meskipun demikian, matahari juga memegang peran yang
tidak kalah penting, yaitu saat bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus dan
membentuk gaya gravitasi yang lebih kuat.
Pada fase bulan baru dan bulan purnama, bumi, bulan dan matahari berada dalam suatu
garis lurus. Ketika itu, terjadi pasang yang sangat tinggi dan surut yang sangat rendah. Hal
ini disebut spring tide. Sedang Pasang surut perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan
dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang
rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang surut perbani ini terjadi pasa saat bulan
seperempat dan tigaperempat.

Page
22