Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU TANAH HUTAN


ACARA II
KADAR LENGAS TANAH

disusun oleh :
Nama

: Bernike Hendrastuti

NIM

: 12/ 334191/ KT/ 07343

Kelompok (shift)

: Jumat , 13.00

Co-ass

: Stevie Vista

LABORATORIUM TANAH HUTAN


FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012

ACARA II
KADAR LENGAS TANAH
A.

TUJUAN
1

Membandingkan masing masing metode penentuan kadar lengas pada


berbagai contoh tanah.

Memperkirakan keutungan keuntungan dan kerugian masing masing


metode penentuan kadar lengas tanah.

Membandingkan kadar lengas tanah masing masing contoh tanah pada


setiap metode penentu kadar lengas.

Menjelaskan faktor faktor yang menjadi penyebab perbedaan nilai


kadar lengas tanah pada masing masing contoh tanah.

Mengetahui manfaat yang diperoleh dengan mengetahui kadar lengas


tanah.

B.

DASAR TEORI
Kadar lengas tanah disebut sebagai kandungan air(moisture) yang
terdapat dalam pori tanah. Satuan untuk menyatakan kadar lengas tanah
dengan persen berat atau persen volume. Berkaitan dengan istilah air
dalam tanah, secara umum dikenal 3 jenis, yaitu :
1.

lengas tanah (soil moisture) adalah air dalam bentuk


campuran gas(uap air) dan cairan

2. Air tanah(soil water) yaitu air dalam bentuk cair dalam


tanah, sampai lapisan kedap air
3. Air tanah dalam (ground water) yaitu lapisan air tanah
kontinu yang berada ditanah bagian dalam
(Handayani, 2009).

Faktor yang memepengaruhi kandungan lengas dalam tanah antara


lain iklim, kandungan bahan organik, fraksi lempung tanah, topografi, dan
adanya bahan penutup tanah baik organik maupun anorganik (Walker and
Paul, 2002).
Jumlah lengas pada tanah tergantung dari berbagai
variabel seperti tipe tanah, iklim, presipitasi, dan sebagainya. Tipe
tanah yang bebeda memiliki ukurandan bentuk partikel yang berbeda,
yang berarti masing-masing tipe tanah mampu m e n y i m p a n j u m l a h
air yang berbeda. Banyaknya air yang dapat
d i s i m p a n tergantung pada luas permukaan partikel tanah. Semakin
luas, semakin banyak air yang dapat disimpan. Misalnya pada
lempung, partikel lempung sangat kecil,sehingga luas
permukaannya luas, sehingga mampu memperoleh lengas yang
tinggi. Sedangkan pasir, partikelnya besar, sehingga luas
permukaannya lebihsempit oleh karena itu, pasir dianggap sebagai
tanah kering (Better Soils, 2002)
C. Alat dan Bahan
1

Tanah Grumusol, Regosol, Mediteran, Gambut, Latosol dan


Rendzina.

Mortar

Aquades

Cupu

Oven

Timbangan analitik

D. Cara Kerja
1

Memperkirakan tingkat kebasahan tanah.


Perkiraan ini didasarkan atas tanda kebasahan yang tampak dan
konsistensi tanah.

Tingkat
kelengasa

Tanda - tanda

Pada

permukaan

zarah zaran dan


gumpalan

gumpalan

tanah

tanpak

selaput

air.

Tanah mengeluarkan
Basah

air

pada

waktu

diremas atau diinjak.


Setelah

dengan

tegakan lengas 0,01


bar

atau

kurang(

kondisi

kapasitas lapangan )
Tanah berada diantara
keadan

basah

dan

kering.setara dengan
tegangan lengas yang

Lembab

kurang

dari

15

bar,akan tetapi tidak


kurang dari pada 0,01
Karing

bar.
Setara

dengan

tegangan 15 baratau
lebih

( titik layu

permanen ).tanda
tandanya

tergantung

pada tekturnya,bila :
Pasir

Bahan

galihan

bersifat

Galir

(loose)dan
kasar,kalau

ditetesi

air

warnanya

jelasbertambah gelap.
Debu
Bahan
bersifat

galihan
rapuh

dan

mendebu

kalau

diremas

,kalau

ditetesi air warnanya


akan

bertambah

gelap.
Lempungan
Konsistensi

teguh

sampai keras ,tidak


dapat
diremas
a

atau

sulit

tanah

meretak.
Contoh tanah kering angin diambil secukupnya,contoh tanah yang
diberi sedikit air dan contoh tanah yang telah diberi air sampai
kapasitas lapangan.

Warna dan bentuk butiran diamati

Tanah diremas di antara ibu jari dan kemudian diamati


kelengasannya, keliatannya, keteguhannya dan kekerasannya.

Hasil setiap kenampakan kelengasan dari masing-masing contoh


tanah dibandingkan dengan table di atas.

Cara Pengovenan

Cupu ditimbang ( missal a gram )

Contoh tanah dimasukan kedalam penimbangan sampai kira kira

/4 atau 1/2 nya.

Cupu ditimbang pada saat berisi tanah (missal b gram)

Cupu berisi contoh tanah dimasukan kedalam oven yang elah


diatur panas setinggi 105 110 derajat celsius selama 4 jam atau
lebih.

Contoh tanah di dalam cupu didinginkan dalam keadaan tertutup


rapat kedalam eksikator.

Contoh tanah dalam cupu ditimbang dengan tmbangan yang sama


(missal c gram).

Kadar lengas (%) = (barat air : berat tanah KM) x 100%


= { (b-c) : (c-a) } x 100%

V.

HASIL PENGAMATAN
A. Tabel Tingkat Kebasahan Tanah
Jenis tanah

Tingkat kebasahan

Gejala

Regosol

Kering

Kelengasan rendah,
tidak liat, keteguhan
tinggi, tidak keras,
warnanya

coklat

terang
Lembab

Kelengasan

tinggi,

liat,

teguh,

tidak

tidak

keras,

warnanya

coklat

gelap
Basah

Kelengasan
tidak

liat,

tinggi,
tidak

teguh, tidak keras,

warnanya

coklat

gelap
Mediteran

Kering

Halus,

keras

warnanya

dan
coklat

muda
Lembab

Liat

dan

plastis,

kelengasan

tinggi,

warnanya

coklat

atau lebih gelap dari


warnanya

ketika

basah
Basah

Agak

licin,

warnanya

lebih

terang dari lembab


Rendzina

Kering

Kelengasan rendah,
tidak

liat,

keras,

teguh,

warnanya

coklat tua
Lembab

Kelengasan sedang,
liat,

tidak

lembek,

teguh,

warnanya

coklat tua
Basah

Kelengasan

tinggi,

liat,

teguh,

tidak

lembek,

warnanya

coklat tua
Andosol

Kering

Keteguhan

sedang,

tidak liat, kekerasan


sedang, kelengasan
rendah,

warnanya

coklat terang
Lembab

Liat,

keteguhan

sedang, tidak keras,


kelengasan

tinggi,

warnanya

coklat

gelap
Basah

Keliatan

rendah,

tidak teguh, tidak


keras,

kelengasan

tinggi,

warnanya

coklat agak terang

B. Table Hasil Pengovenan


Jenis

Berat

Cupu+tana

Cupu+tana

Kadar

tanah

cupu

h sblm

h stlh

lengas

(a gram)

dikeringkan

dikeringkan

(%)

( c gram )
15,8
13
17

21,95%
74,07%
38%

40,43

25,08%

Regosol
Grumusol
Meditera

7,6
7,6
7

n
Rendzina

7,4

(b gram)
17,6
17
20,8
48,7

Perhitungan
Kadar Lengas(%)= (berat air : berat tanah KM) x 100%
kadar lengas ( )=

bc
100
ca

Kadar lengas Regosol =

17,615,8
15,87,6

100% =

1,8
8,2

100%

= 21,95%
1713
137,6

Kadar lengas Mediteran =

100% =

4
5,4

100%

3,8
10

100%

= 74,07%
Kadar lengas Rendzina =

20,817
177

100% =

= 38%
Kadar lengas Andosol =

48,740,3
40,37,4

100% =

8,27
33,03

100%

= 25,08%
VI.

PEMBAHASAN
Penentuan kadar lengas dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu
metode memperkirakan tingkat kebasahan tanah, pengeringan di bawah
sinar matahari dan metode pengovenan. Dalam praktikum ini, kita hanya
menggunakan dua metode untuk menentukan kadar lengas, yaitu dengan
metode memperkirakan tingkat kebasahan tanah dan metode pengovenan.
Metode memperkirakan tingkat kebasahan tanah, didasarkan pada
tingkat kebasahan dan konsistensi tanah tersebut yang kemudian diamati
kelengasan, keliatan, keteguhan, dan kekerasan tanah tersebut. Sedangkan,
metode pengovenan dilakukan dengan menghitung kadar lengas tanah
yang sudah dioven dan kering mutlak. Kadar lengas didapatkan dar
perhitungan berat air dibagi dengan berat tanah kering mutlak yang
kemudian dikali 100%, karena kadar lengas dinyatakan dalam persen.

Dengan menggunakan metode memperkirakan tingkat kebasahan


tanah hasilnya bersifat subyektif karena tingkat kepekaan praktikan
terhadap tanah berbeda-beda. Akan tetapi, metode ini mempunyai
keuntungan yaitu mudah dilakukan karena efiseien waktu dan biaya.
Menurut hasil pengamatan, dengan metode memperkirakan tingkat
kebasahan didapatkan hasil :
a

Tanah Regosol mempunyai kelengasan tinggi dan tidak keras baik


dalam kondisi kering, lembab, ataupun basah. Dan dalam keadaan
lembab, tanah Regosol bersifat liat. Warna tanahnya semakin basah
semakin gelap.

Tanah Mediteran dalam keadaan kering halus, dakam keadaan lembab


liat dan plastis, dalam keadaan basah menjadi agak licin.

Tanah Rendzina, pada basah, kelengasannya menjadi tinggi. Warnanya


dari kering sampai basah adalah coklat tua.

Tanah Andosol, pada saat diberi air, kelengasannya menjadi tinggi.


Ketika keadaan basah, menjadi tidak teguh.
Dengan metode pengovenan, hasil yang didapat lebih akurat dan

bersifat obyektif karena penentuan kadar lengas tanah dengan perhitungan


numerik yang dinyatakan dalam persen(%). Namun, metode ini kurang
efiseien untuk dilakukan karena banyak alat yang harus disiapkan. Selain
itu, tanah harus dikeringkan di dalam oven dan ditimbang lagi setelah
kering, sehingga harus dua kali kerja. Dengan metode ini, waktu yang
digunakan tidak cepat karena menunggu tanah menjadi kering mutlak.
Dalam praktikum ini, tanah yang kadar lengasnya tinggi adalah
tanah Mediteran. Di mana hasil pengamatan dan perhitungan dengan
metode pengovenan menunjukkan kadar lengas Mediteran sebesar
74,07%. Sementara tanah yang lain dari hasil pengamatan dan perhitungan
dengan metode pengovenan mempunyai kadar lengan 21,95% untuk kadar

lengas tanah Regosol, 38% untuk kadar lengas tanah Rendzina, dan
25,08% untuk kadar lengas tanah Andosol.
Masing-masing tanah mempunyai kadar lengas yang berbeda-beda.
Perbedaan kadar lengas setiap tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai
berikut :
a

Kandungan lempung tanahnya.


Lempung tanah sangat berpengaruh, karena biasanya lempung tanah
banyak mengandung lengas. Hal ini dikarenakan oleh pergorekan
udara dan air sangat lambat sehingga air terjebak oleh molekulmolekul dalam lempung yang erat. Sehingga dapat dikatakan kadar
lengas sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanah tersebut menahan air
dalam pori-porinya

Bahan penutup atau bahan induk pembentuk dan penyusun tanah


tersebut.
Semakin banyak bahan penutup tanah atau bahan induk pembentuk
dan penyusun tanah tersebut.maka semakin tinggi kadar lengas tanah
tersebut.

Tekstur tanah
Jika fraksi tanah semakin halus, maka kadar lengas tanah tersebut
semakin tinggi.

Bahan organik
Jika suatu tanah memiliki bahan organic yang semakin banyak, maka
kadar lengasnya semakin tinggi.
Sedangkan, banyak dan sedikitnya kadar lengas di dalam tanah ini

mempengaruhi sifat-sifat tanah yaitu :


a. Aerasi tanah

Jika kadar lengas tinggi maka aerasi akan buruk


b

Struktur tanah
Lengas dapat mementukan tingkat konsistensi tanah, ketahanan massa
tanah.

Hidrologi
Jika kadar lengas tinggi maka infiltrasi lambat.
Dengan mengetahui kadar lengas, kita dapat memperoleh manfaat

untuk memudahkan dalam mengelola tumbuhan. Jika kita mengetahui


kadar lengas suatu tanah maka akan mempermudah dalam pengolahan
tanah, sehingga kita dapat mengetahui pengolahan yang cocok untuk suatu
tanah tersebut. Selain itu, dengan mengetahui kadar lengas tanah maka kita
dapat mempermudah dalam penentuan kisaran air bagi tanaman tersebut
seberapa besar. Dengan mengetahui kadar lengas, kita juga dapat
menentukan pupuk yang cocok yang akan digunakan oleh suatu tanaman.
Jumlah air bagi tanaman ada tiga bagian. Pertama, air bebas adalah air
yang berada dalam pori-pori mikrotanah atau dapat dikatakan air bebas
adalah air yang bukan lagi dalam bentuk ikatan ion-ionnya. Air ini tidak
bisa dimanfaatkan oleh tanaman karena daya ikatnya lemah (daya ikat >
1/3 atm atau pF 254). Kedua, air tersedia adalah air yang terdapat antara
kapasitas lapang dengan titik layu tetap (pF 2,54 dan 3,17). Bagi tanaman
lahan non sawah kadar lengas dari titik layu kapasitas lapang. Ketiga, air
tidak tersedia dalah air yang berada pada tegangan di atas titik latu tetap
(di atas pF 4,17) kadar lengas tanah kurang/dibawah titik layu. Air
dipegang tanah dengan tegangan lebih kuat dibanding kekuatan akar
menyerap air

VII.

KESIMPULAN
1. Ada tiga metode untuk menentukan kadar lengas yaitu metode
memperkirakan tingkat kebasahan, metode pengeringan di bawah sinar
matahari, dan metode pengovenan. Dalam praktikum ini, penentuan
kadar lengas dengan dua metode yaitu metode memperkirakan tingkat
kebasahan dan metode pengovenan.
2. Masing-masing metode mempunyai kelemahan dan kelebihan, di mana
kelemahan dan kelebihan ini dilihat dari sisi keefektifan dan efisiensi
alat dan waktu.
3. Hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan kdar lengas pada
tanah Regosol adalah 21,95% , kadar lengas pada tanah Mediteran
adalah 74,07% , kadar lengas pada tanah Rendzina adalah 38%, dan
kadar lengas pada tanah Andosol adalah 25,08%. Jadi, kadar lengas
tertinggi pada tanah Mediteran.
4. Perbedaan kadar lengas tersebut dipengaruhi oleh faktor tekstur
tanah( banyaknya kandungan lempung di dalam tanah tersebut) dan
bahan penutup tanah (banyaknya bahan induk pembentuk dan
penyusun tanah tersebut).
5. Dengan memngetahui kadar lengas tanah maka kita dapat mengetahui
pengolahan yang cocok untuk suatu tanah, penentuan kisaran air bagi
tanaman, dan penentuan pupuk yang cocok untuk digunakan oleh suatu
tanaman.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Bettersoils. 2002. Managing Soil Moisture ( http : www.bettersoils.com)

Handayani, S. 2009. Panduan Praktikum dan Asistensi Dasar-dasar Ilmu


Tanah. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta

Walker, J.P and R. H paul.2002. evaluation oh the Ohmapper Instrument


for Soils Measuremenet. Soil Science Society of Amerika Jurnal. Amerika