Anda di halaman 1dari 2

Peritonitis Akut

Peritonitis adalah suatu proses inflamasi total atau menyeluruh pada


peritoneum dapat berupa kelainan akut atau kronik. Pada bentuk akut, aktivitas
motorik usus menurun, dan lumen usus mengembang akibat terisi udara dan
cairan.cairan terkumpul akibat kegagalanreabsorpsi dari 7 hingga 8 L sekret
yang secara normal diproduksi setiap hari kedalam lumen usus dan diserap dari
usus halus bagian distal dan kolon. Karena adanya pengumpulan cairan di dalam
rongga peritoneum, demikian pula dengan adanya penurununan asupan oral
yang berakibat terjadinya penurunan cepat volume plasma sehingga fungsi
jantung dan ginjal terganggu.
Etiologi
Peritonits bakterial mungkin disebabkan oleh masuknya bakteri ke dalam
rongga peritoneum pada saluran makanan yang mengalami perforasi atau dari
luka penetrasi ekstrenal. Peritonitis kimiawi disebabkan oleh keluarnya enzim
pankreas, asam lambung, atau empedu sebagai akibat cedera atau perforasi
usus atau saluran empedu. Peritonitis steril ditemukan pada pasien dengan
sistemik lupus eritematosus, porifiria dan demam mediteranian familial selama
timbulnya serangan penyakit.
Penyebab tersering dati peritonitis bakterial adalah apendisitis, perforasi
pada divertikulitis, ulkus peptikum, kantung empedu gangrenosa, obstruksi
gangnerosa usus halus akibat pita adhesi,hernia inkarserata, atau volvulus.
Setiap kelainan yang mengakibatkan keluarnya bakteri usus mungkin merupakan
sumber peritonitis, termasuk karsinoma perforasi, benda asing, dan kolitis
ulseratif. Rongga peritoneum sangat resisten terhadap kontaminasi, dan
peritonitis tetap terlokalisasi kecuali kontaminasi tersebut berkesinambungan.
Pasien sirosis alkoholik dan asites sangat rentan terhadap peritonitis bakterial
spontan, biasanya dari patogen usus. Komplikasi ini terjadi tanpa adanya
perforasi viskus yang nyata dan mungkin disebabkan oleh keluarnya bakteri
melalui dinding usus.
Gambaran klinis
Manifestasi utama dari peritonitis adalah nyeri abdomen akut dan nyeri
tekan. Lokasi nyeri dan nyeri tekan bergantung pada sebab yang mendasari dan
apakah proses radangnya bersifat lokal atau umum. Pada peritonitis lokal seperti
yang dijumpai pada apendisitis tanpa komplikasi atau divertikulitis, kelainan
fisisnya hanya ditemukan pada daerah yang mengalami peradangan. Pada
radang peritoneum yang menyebar, terdapat peritonitis umum dengan nyeri
tekan pada seluruh dinding abdomen dan nyeri pantul (rebound). Ketegangan
dinding perut merupakan kelainan yang sering ditemukan pada peritonitis dan
dapat lokal atau umum.
Pad awalnya mungin masih ada peristaltik usus tetapi biasanya akan
hilang sejalan dengan berkembangnya penyakit dan suara usus menghilang.
Hipotensi, takikardia, oliguria, dan leukositosis, dengan jumlah sel yang lebih dari

20.000 sel per mikroliter, adalah kelainan-kelainan yang sering ditemukan


terutama pada peritonitis umum. Foto polos abdomen menunjukan dilatasi usus
halus dan usus besar dengan dinding usus halus yang membengkak seperti yang
dibuktikan oleh jarak antara ikal usus halus yang berdekatan yang terisi udara.
Parasintesis diagnostik kadang bermanfaat dalam menentukan jenis eksudat dan
mencari bakteri penyebab secara langsung atau melalui biakan.
Peritonitis gonokokus
Keadaan ini biasanya merupakan perluasan infeksi gonokokus dari fokus
primernya disaluran reproduksi perempuan. Tanda radang biasanya terbatas di
panggul, tetapi dapat juga ditemukan peritonitis umum ringan. Kadang pasien
mengeluh nyeri di kuadran kanan atas dan nyeri tekan yang disebabkan pleh
perihepatitis gonokokus yang mengenai kapsul hepar dan peritoneum yang
berdekatan.
Peritonitis jagung
Peritonitis granulomatosa akut dapat berkembang pada beberapa pasien
sebagai reaksi benda asing terhadap kanji dari tepung jagung (cornstarch) yang
dipakai sebagai bubuk sarung tangan bedah. Gambaran klinisnya berupa nyeri
perut akut dan demam selama 10 sampai 30 hari setelah menjalani operasi
perut. Diagnosis dapat ditegakkan dengan parasentesis dan ditemukannya
granula tepung dalam monosit. Akan tetapi, hampir semua pasien menjalani
eksplorasi ulang karena takut akan abses atau peritonitis bakterial, dengan
ditemukannya granuloma benda asing yang menatah peritoneum.
Pseudomiksoma peritoneum
Kelainan ini adalah keadaan yang jarang yang diakibatkan oleh robeknya
mukokel pada apendiks, kista ovarium musinosa, atau adenokarsinoma ovarium
atau adenokarsinoma usus yang mensekresi-musin. Abdomen manjadi terisi oleh
massa mukus yang mirip jeli. Kadangkala, dengan pengangkatan mukokel atau
kista ovarium dan sebagian besar materi miksomatosa, dapat terjadi
kesembuhan. Meski demikian pada kasus lainnya, materi mukoid tersebut ada
lagi, menyebabkan kerusakan progresif dan akhirnya kematian. Karsinoma koloid
yang berasal dari lambung atau kolon dengan implan peritoneal dapat
menyerupai pseudomiksoma pada laparatomi. Perjalanan penyakit pada jenis
tumor yang sangat ganas ini salah satunya adalah kaceksia yang cepat dan
kematian dini. Diagnosis biasanya dapat dibuat dengan terlihatnya banyak sel
yang sanga ganas dalam implan peritoneal.