Anda di halaman 1dari 4

SOAL TUTORIAL FSO IV DERMATITIS

Ny. DW (50thn) datang ke apotek anda dan bertanya kepada anda selaku apoteker. Sejak 5
bulan yang lalu, pasien mengalami gatal pada kedua tangan. Hal ini ia rasakan setelah
memelihara kucing baru. Kulitnya menjadi kering, kasar dan bersisik. Kulit menjadi lebih
tebal, lebih keras dan berwarna kemerahan. Kini rasa gatal dan kelainan pd kulit tsb
menyebar hingga ke bahu dan dada bagian atas. Selama ini pasien hanya mengolesi dengan
pelembab saja berharap agar kering pada kulitnya dapat teratasi, namun tidak berhasil. Selain
itu pasien juga lebih sering mengkonsumsi CTM tablet untuk mengurangi rasa gatalnya.
Pertanyaan :
1. Menurut anda kelainan kulit apa yang terjadi pada pasien ini? Jelaskan.

Menurut kami, kelainan kulit pada pasien ini adalah dermatitis atopic. Hal
ini dapat di lihat dari cirri-ciri yang ditunjukkan oleh pasien, yaitu pasien
mengeluh gatal pada kedua tangan, kulit menjadi kering, kasar, dan
bersisik yang kemungkinan terjadi karena likenifikasi. Rasa kering juga
dapat terjadi disebabkan karena kapasitas ikatan air menurun dan
tingginya tingkat pelepasan air di kulit. Semakin kering kulit, dan semakin
seringnya terjadi likenifikasi maka kulit akan menjadi lebih tebal, keras,
dan kemerahan. Rasa gatal yang timbul pertama kali, kemudian rasa gatal
ini akan menimbulkan ruam kemerahan tanda terjadinya inflamasi.

Allergen terpapar kulit barrier menurun respon sistem imun berikatan


dengan antigen mediator inflamasi histamine, IL
Gatal kulit kering rilis mast cell
Garukan mempertipis barrier bakteri gampang masuk
2. Faktor resiko apa saja yang mempengaruhi timbulnya dermatitis tersebut?

Pasien berumur 50 tahun, dermatitis atopic merupkan penyakit kulit


yang terjadi pada anak-anak yang berhenti terjadi ketika berumur 6
tahun, namun kini dermatitis atopic dapat terjadi pada umur mana
saja. Umur yang tua menunjukkan bahwa telah terjadi abnormalitas
regulasi sistem imun yang menyebabkan kondisio pasien sama
dengan anak-anak
Usia tidak berpengaruh
Pasien memlihara kucing, dimana bulu kucing juga bisa berkontribusi
sebagai allergen penyebab dermatitis
Mungkin pasien mempunyai riwayat alergi rhinitis, eczema, dan asma
Kondisi kulit kering

3. Mengapa pelembab dan CTM yang selama ini digunakan oleh pasien tidak dapat
mengatasinya?
Pengunaan pelembab n CTM tidak memberikan efek terapi yang maksimal krn:
- sering kontak dgn allergen yg memicu terjadinya dermatitis atopic serta respon
efek terapi yg diharapkan tidak muncul.
- DA yang sudah meluas shg penggunaan AH1 respon tidak adekuat.

pengunaan moisturizer saja tidak cukup mengatasi gejala DA.

4. Sarankan terapi apa yang terbaik untuk pasien. Dan kenapa anda menyarankan obat
tsb.
- Terapi obat sistemik:
a. Prednisone dosis terapi 2 mg/kg BB
Alasan: karena prednisone merupakan obat golongan kortikosteroid, selain itu
karena daerah tubuh yg terkena dermatitis sudah meluas hingga bahu dan dada
bagian atas (tidak digunakan antihistamin selain karena daerah dermatitis
sudah luas).
- Terapi obat topikal:
a. Kelainan kulit perlu diberi emolien, seperti salep lanolin 10%.
Alasan digunakan emolien: utk melembabkan kulit pasien, kenapa digunakan
sebelum topikal kortikosteroid karena
b. Diberikan topikal kortikosteroid potensi rendah hingga sedang.
Alasan:

Dosing topikal kortikosteroid:

karena daerah yg terkena


dermatitis luas dan ada
bagian kulitnya tebal yaitu
tangan. (jadinya bisa yg
potensinya rendah gara-gara
luasnya daerah terpapar,
bisa pake potensi sedang-

5. Jelaskan masing2 mekanisme aksi dari obat2 yang anda sarankan.


Topikal
- Emolien melembabkan kulit dengan meningkatkan hidrasi kulit
sehingga meningkatkan penetrasi salep ke kulit dan mencegah penguapan
serta lebih impermeabel terhadap mikroorganisme/bahan iritan.
- Emollients (moisturisers) soften the skin, aid in restoring the impaired
barrier function of the epidermis, reduce the itch of dry skin, increase the
efficacy of topical corticosteroids and have a steroid sparing action.
Emollients replace the natural surface oils which tend to be deficient in AE
and which are essential both in preventing irritant materials, infection and
allergy-inducing substances from entering the skin and water from leaving
the skin
-

Hidrokortison, triamcinolone acetonide termasuk glukokortikoid jangka


pendek yang menghasilkan efek antiinfalamasi dengan menekan
pembentukan, pelepasan, dan aktivitas dari mediator inflamasi endogen,
termasuk PG, kinin, histamine, enzim liposomal, dan sistem komplemen,
dan mengubah respon imun tubuh

Betason-N plus antifungi neomycin

Sistemik diberikan jika severe kronik


- Prednisone termasuk glukokortikoid intermediet yang bekerja dengan
menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas dari mediator inflamasi
endogen, termasuk PG, kinin, histamine, enzim liposomal, dan sistem
komplemen, dan mengubah respon imun tubuh.
6. Berikan KIE yang tepat kepada pasien ini. Informasi2 apa saja yang ditekankan pada
pasien ini.
- Cara penggunaan obat sistemik maupun topical kortikosteroid (seperti no 4)
- Penggunaan jangka panjang dpt menginduksi tachyphylaxis
- ESO jarang terjadi pada penggunaan < 3 bulan, kecuali pd penggunaan wajah
dan leher
- Pada penggunaan jangka panjang, lakukan tapp-off bila akan dihentikan utk
menghindari rebound symptom (periode waktu 1 minggu)
- efek samping local: atrophy, telangiectasia (muncul pembuluh darah halus di
pipi), jerawat (bila jerawat di tempat dermatitis memburuk maka pilih mana yg
harus diatasi dlu)
- Sarankan penggunaan emolien terlebih dahulu + salep kortiko = Efektifitas
topikal kortikosteroid meningkat
- Gunakan pakaian lembut dan ringan seperti bahan cotton.
- Hindari suhu panas karena eksim akan memburuk.
- Mandi tidak boleh >5 menit dan menggunakan sabun non-iritasi (sabun basis)
- Gunakan emolien untuk menjaga kelembaban (Nivea, petrolatum)
- Hindari penggunaan bahan kimia yang dapat mengiritasi seperti cat,
pembersih, pelarut, dan semprotan kimia.
- the last one, kucingnyaaaa dibuang.. XD (hindari penyebab allergen)
- jangan digaruk