Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM ANALITIK DASAR

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2016/2017

PRAKTIKUM KROMATOGRAFI
MODUL

: Kromatografi Kilat

PEMBIMBING

: Tri Reksa Saputra, S.Si., M.Si

Praktikum

: 26 Mei 2016

Penyerahan : 02 Juni 2016


(Laporan)

Oleh :
Kelompok

: VII

Nama

: 1. Meidiani Utami

141431021

2. Mizanul Islam

141431023

3. Muhamad Kosasih

141431024

4. Nurcholifah Maharani

141431025

5. Rina Mega. S

141431027

6. Syafira Octaviani. S

141431030

Kelas

: 2A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

I.

Tujuan
Setelah melakukan praktikum, diharapkan mahasiswa mampu:
1. Memahami prinsip kromatografi kilat (KKi) dan melakukan pemisahan dengan
metoda KKi
2. Mampu melakukan pemisahan dan mengidentifikasi sampel dengan metoda KKi

II.

Dasar Teori
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan
kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. Pada kromatografi,
komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan
fase gerak. Fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan
melarutkan zat komponen campuran. Komponen yang mudah tertahan pada fase diam
akan tertinggal. Sedangkan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan ergerak
lebih cepat.
Kromatografi Flash
Kromatografi Flash merupakan kromatografi yang teratur dengan tekanan rendah
(pada umumnya < 20 p.s.i.) digunakan sebagai kekuatan untuk elusi bahan pelarut
melalui suatu ruangan atau kolom yang lebih cepat. Metode ini menghasilkan kualitas
yang sedang, tetapi pemisahannya berlangsung cepat (10-15 menit). Pemisahan ini
tidak sesuai untuk pemisahan suatu campuran yang terdiri dari berbagai macam zat,
tetapi sangat baik untuk memisahkan reaktan dari komponen utama dalam sintesa
organik. Tergantung dari ukuran kolom, berapa gram sample dapat dilapisi dalam satu
waktu (Still et al., 1978). Terdapat pengaturan umum untuk tekanan-tekanan yang
lebih kecil dari 20 p.s.i dengan kontrol (pengawasan) manual pada aliran dan terdapat
pengaturan tekanan-takanan yang lebih besar 50 p.s.i dengan suatu ukuran tekanan
yang mengikat untuk mengukur suatu aliran.
Keistimewaan dari kolom-kolomnya adalah panjangnya 30 sampai 45 cm,
perubahan persediaan dari 250 ml ke 3000 ml dan untuk unit-unit dengan tekanan
yang lebih besar disediakan martel epoksi untuk keselamatan. Pembungkus kolom
biasanya silica gel. Komponen-komponen ini biasanya dijaga oleh pengapit atau
disekrup bersama-sama. Setidak-tidaknya, pemisahan ini harus dilakukan dibelakang
pelindung keselamatan. Gelas atau kaca frits tidak digunakan pada alas kolom karena
terlalu banyak volume yang macet di bawahnya. Serat kaca dan pasir tidak digunakan
sebagai pengganti.

Gambar Kolom kromatografi kilat


Teknik Kromatografi kilat ini dilakukan dengan pembungkus basah. Dalam
metode ini silica gel dibuat dalam suatu noda dan dituangkan ke dalam kolom dengan
cara membuka jalan keluar. Tekanan dipasang untuk mempertahankan bahan pelarut
yang keluar lewat bagian bawah dan juga membungkus kolom tersebut dengan rapat
tanpa adanya pengikatan udara. Tekanan tersebut dilepaskan, stopcock ditutup,
sample ditambahkan kemudian diikuti dengan prosedur elusi yang tetap.
Untuk kebanyakkan aplikasi, udara dari sebuah penekanan angin digunakan,
dan suatu pompa tidaklah diperlukkan. Ini mingkin dari sebuah silinder udara.
Bagaimanapun, untuk tujuan pemisahan yang hanya memiliki dana yang minim, dua
pelengkap penekan rendah telah diuji.Tekanan pompa yang lebih rendah adalah suatu
pengaturan balon ganda. Suatu balon besar ditempatkan di dalam balon lain, ditutup
dan dikaitkan dengan puncak kolom. Tekanan-tekanan pada 2-3 p.s.i dicapai. Tekanan
tersebut tetap bagus karena volume balon tersebut lebih besar dari pada volume bahan
pelarut yang digunakan. Untuk tekanan yang lebih tinggi, tergantung dari luas dan
bahkan lebih dari suatu arus.

III.

Alat dan Bahan

Alat

IV.

Kolom
Pompa Bertekanan
Gelas Kimia 100 mL
Gelas Kimia 500 mL
Tabung Reaksi
Batang Pengaduk
Spatula
Pipet Tetes

Bahan
Dikloro Metana (DCM)
Methanol (MeOH)
Silika Gel
Rhodamin B
Methilen Blue
Aquades

Langkah Kerja
a

Menyiapkan Kolom
Pasang kapas pada bagian bawah kolom

Campur silika gel dengan eluen sampai didapat


suspensi kental

Masukkan suspensi silika gel dan eluen ini ke


dalam kolom kaca dan diperoleh massa padat
silika gel sekitar 12-15 cm

Pasang selang silikon pada pompa udara tekan

Masukkan sampel melalui dinding kolom

Menyiapkan eluen

Siapkan larutan diklorometan dan etanol


Buat campuran metanol : diklorometan dengan
perbandingan 10:90 dengan volume total 100 ml
Tutup gelas kimia dengan alumunium foil

Proses Elusi dan Analisis

Masukkan sampel mealui dinding kolom

Tambahkan dengan hati-hati pelarut pengembang


(jangan sampai sampel terecerkan dan tercampur
dengan pelaut pengenmbang)

Pasang pompa dan aliran tekan ke dalam kolom

Tambahkan pelarut pengembang sampai sampai


ke labu penampung yang ada di atas kolom

Amati gerakan pelarut pengembang di dalam


kolom, tampung setiap pita warna yang diperoleh

V.

Data Pengamatan
Gambar

Keterangan

Kedalam kolom dimasukan silika gel yang


dipacking dengan cara basah, kemudian
ditambahkan sampel. Sampel yang
digunakan berupa campuran dari Metilen
biru dan Rhodamin B.

Kedalam kolom ditambahkan fase gerak


sehingga sampel perlahan-lahan turun
melewati silika gel. Ketika melewati silika
gel sampel mulai terpisah dimana Rhodamin
B keluar lebih dulu dibandingkan Metilen
biru.

Perbandingan warna dari beberapa hasil


penampungan

Perbandingan warna hasil tampungan


Rhodamin B. Campuran dan Metilen biru.
Dapat dilihat bahwa semakin lama proses
pemisahan maka senyawa yang didapat
akan semakin murni, dapat dilihat dari
warna yang terbentuk semakin biru.

VI.

Pembahasan

Pada praktikum kali ini, bertujuan untuk memahami prinsip kromatografi kilat
serta melakukan pemisahan dan identifikasi terhadap sampel dengan metoda KKi.
Kromatografi kilat adalah salah satu metode yang digunakan untuk pemurnian
senyawa dari suatu campuran dalam jumlah tertentu berdasarkan afinitas sampel
terhadap fasa gerak maupun fasa diam yang berada pada kolom dengan penambahan
tekanan dari luar ( pompa ) untuk menekan fasa gerak, oleh karena itu kecepatan
aliran dari fasa gerak yang melalui fasa diam tidak hanya dipengaruhi oleh gaya
grafitasisaja, melainkan dipengaruhi juga oleh besarnya tekanan dari pompa. Sama
halnya dengan kromatografi kolom, prinsip kerja pemisahan senyawa pada
kromatografi kilat pun didasarkan pada afinitas sampel terhadap fasa gerak dan fasa
diamnya. Sampel yang mempunyai afinitas besar terhadap fasa diam akan secara
selektif tertahan sedangkan yang afinitasnya paling kecil akan mengikuti aliran
pelarut.
Metode pemisahan dengan kromatografi kolom kilat ini, kolom yang digunakan
adalah kolom yang terbuat dari kaca dengan pompa dan labu penampung fasa gerak
diatasnya, sedangkan fasa diam yang digunakan adalah silika gel karena silika gel
memiliki tekstur dan struktur yang lebih kompak serta teratur, dan fasa gerak yang
digunakan adalah Methanol dan DCM dengan komposisi DCM : Mathanol 70% :
30%. Fasa gerak akan membawa campuran komponen keluar dari kolom. Karena
afinitas komponen dalam sampel terhadap fasa gerak maupun fasa diam berbeda-beda
sehingga terjadi pemisahan komponen dalam campuran. Komponen yang terpisah
merupakan pita-pita dalam fasa diam, dan masing-masing pita didorong keluar kolom
dengan penambahan fasa gerak.
Meoda yang digunakan untuk memasukan silika gel kedalam kolom adalah
metoda basah. Dalam metode basah ini, silika gel yang akan digunakan sebagai fasa
diam terlebih dahulu disuspensikan dengan fasa gerak yang akan digunakan kemudian
dimasukkan ke dalam kolom melalui dinding kolom secara kontinyu sedikit demi
sedikit agar tidak terdapat rongga udara dalam silika gel yang akan mengganggu
proses pemisahan sampel. Karena jika terdapat rongga dalam kolom, maka total jarak
yang ditempuh oleh sampel dari awal sampai akhir akan berbeda-beda sehingga
pemisahan tidak dapat berjalan dengan maksimal dan juga dapat mempengaruhi
kecepatan pemisahan. Kemudian, eluen dialirkan hingga silika gel mapat, setelah

silika gel mapat eluen dibiarkan mengalir hingga ketinggian eluen 2 cm diatas
permukaan silika gel agar silika gel tersebut tidak kering dan mengeras.
Pada praktikum kali ini, sampel yang digunakan dalah percampuran antara
metilen biru dan rhodamin B. Sebelum dimasukan, terlebih dahulu sampel
dicampurkan dengan silika gel hingga berbentuk pasta, barulah sampel dimasukan
kedalam kolom tepat diatas fasa diam yang digunakan. Setelah sampel dimasukan
dalam kolom, barulah sampel tersebut didorong keluar sampel dan dipisahkan
menjadi fraksi-fraksi dengan menggunakan fasa gerak yang dibantu oleh pompa agar
pergerakan dan pemisahan sampel dapat lebih cepat. Penambahan fasa gerak ini
dilakukan secara perlahan melalui dinding kolom agar tidak terbentuk rongga pada
kolom yang akan menghambat proses pemisahan fraksi-fraksi sampel dalam kolom.
Pemisahan fraksi-fraksi pada sampel dengan menggunakan kromatografi kilat,
didasarkan pada afinitas sampel terhadap fasa diam dan fasa geraknya. Afinitas ini
dipengaruhi oleh kepolaran dari sampel, fasa diam dan fasa gerak tersebut.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, terlihat bahwa sampel terpisah
menjadi 2 warna yakni pink (rhodamin B) dan biru ( metilen biru). Hal tersebut
menunjukan bahwa metilen biru memiliki sifat yang lebih polar dibandingkan dengan
rhodamin B. Sehingga metilen biru memiliki afinitas yang lebih besar dengan silika
gel (fasa diam) yang bersifat polar juga, oleh karena itu metilen biru lebih lama
tertahan dalam kolom. Sedangkan rhodamin B, memiliki afinitas yang lebih tinggi
dengan eluen yang digunakan dibandingkan dengan afinitasnya terhadap silika gel
(fasa diam) sehingga dapat keluar kolom lebih dulu. Hal tersebut disebabkan
perbandingan eluen yang digunakan lebih banyak mengandung DCM, dimana DCM
ini merupakan larutan yang memiliki kepolaran rendah.

VII.

Kesimpulan

Sampel terdiri dari senyawa yang memiliki kepolaran berbeda.

2
3

Metilen blue merupakan senyawa yang bersifat lebih polar dari pada Rhodamin B.
Pemisahan dengan menggunakan kromatografi kilat dipengaruhi oleh

dorongan/tekanan dari pompa yang digunakan.


Semakin tinggi tekanan maka kecepatan laju alir eluen dan proses pemisahan semakin
cepat

VIII. Daftar Pustaka


Suhanda, Hokcu. No Date. Kromatografi Kolom.
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/196611151991011H
OKCU_SUHANDA/KROMATOGRAFI/DASARDASAR_KROMATOGRAFI/
KROMATOGRAFI_KOLOM.pdf [ 1 Juni 2016 ]
Rohmatika, Siska dll . 2011 . Kromatografi Kilat ( flash cromatoghraphy).
http://dokumen.tips/documents/flash-kromatografi-kel-7.html [ 1 Juni 2016 ]